
Di ruang itu dua sahabat masih sibuk berbincang-bincang, banyak hal yang ditanyakan Hansell kepada Dikra membuat mereka mengobrol terlalu panjang, Hansell begitu ingin tahu tentang semua hal yang terjadi selama ini, kenapa semua nya bisa seperti ini, dan bagaimana cara Dikra bertahan hingga hari ini, membuat pria itu tak habis kata kata untuk menjelaskan nya kepada Hansell, bahkan dirinya memberikan penjelasan dengan alasan untuk dipahami oleh sahabat nya, Dikra mengerti betapa banyak tanda tanya difikiran Hansell kepada nya, namun inilah fakta semua nya, keadaan sudah berjalan seperti ini sedari lama, membuat apapun terjadi begitu saja, meskipun sulit dicerna, tapi inilah kehidupan Dikra, pria itu mengubur impian nya untuk membalaskan dendam papa nya, membuat Hansell harus memahami bagaimana posisi sahabat saat ini.
“aku sudah menyelidiki nya selama tiga tahun belakangan ini, yang aku tau orang itu sangatlah berkuasa, tidak mudah untuk diusik atau di cari tau keberadaan nya, tapi ada satu hal yang menarik, orang yang berada dibalik surat kontrak itu penguasa bawah tanah yang sebenar nya, dia begitu berkuasa hingga Raja kegelapan saja begitu tunduk kepada nya, aku sudah menyelidiki tentang Raja kegelapan, hanya saja aku tidak mendapatkan bukti apa-apa mengenai diri nya, selain fakta bahwa selama ini dialah yang menghabisi musuh Airyn, namun Hansell, aku yakin pasti bukan Raja kegelapan yang berada dibalik surat kontrak itu, melainkan orang lain yang bersembunyi dibelakang status nya, saat ini aku hanya berfikir, mengapa dirinya memperkuat derajat Raja kegelapan, bahkan dia memberikan semua hal beserta kekuasaan, ternyata semua itu tak jauh dari tameng yang diciptakan nya untuk bersembunyi, sebab sedari awal dia sudah merahasiakan identitas nya dari Airyn” tutur Dikra dengan serius
“jika pun orang itu bersembunyi, apa yang melatar belakangi dirinya untuk melakukan ancaman ini, dan kenapa dia memperkuat Raja kegelapan? Bukan kah lebih baik dirinya sendiri yang memiliki kuasa” tanya Hansell dengan begitu bingung
“sampai saat ini aku tidak tau apa motif yang sebenar nya, hanya saja aku yakin ini semua berhubungan dengan Airyn, karna hanya gadis itu yang menjadi persoalan nya, ibaratnya dia hanya terkungkung dengan Airyn, aku tidak tau kenapa bisa seperti itu, hanya saja aku menduga, mungkin Airyn dan dirinya pernah terikat sesuatu selain surat kontrak” jelas Dikra, membuat Hansell menajam kan mata nya, jika orang itu hanya menargetkan Airyn, sudah pasti kekasihnya tidak dalam keadaan aman, Hansell berfikir, apakah Airyn menyembunyikan sesuatu dari nya, atau apakah Airyn memiliki sebuah masa lalu bersama seseorang yang tidak disadari nya.
“Hansell, aku sudah menanyakan beberapa hal dengan Airyn, namun gadis itu mengatakan tidak memiliki masa lalu yang buruk” sambung Dikra kepada Hansell, karna saat pertama dirinya mendapatkan kesimpulan dasar, Dikra juga berfikir seperti Hansell barusan
“jika bukan masalah masa lalu, lalu apa?” seketika Dikra mengangkat bahu, seakan menjelaskan dirinya benar-benar tidak mengetahui apapun selain itu
“ada yang aneh dengan semua ini” celetuk Hansell, membuat Dikra melebarkan mata dan mendekat ke arah nya, bahkan dengan cermat dirinya ingin mendengar penjelasan dari Hansell.
“apa?”
“tidak kah kau berfikir, jika selama ini dirinya selalu berada di belakang Airyn, dan melakukan apa saja untuk menghancurkan musuh Airyn, bahkan dirinya tak segan membunuh orang terdekat Airyn, hanya saja dia tidak pernah menyakiti Airyn sedikit pun, coba kau fikirkan saat insiden Airyn terkena racun saat menolong mu, bukan kah lebih baik dia membiarkan Airyn meninggal hingga mendapatkan seluruh kekayaan Nona Petrov, sebab dikontrak itu sangat jelas tertera jika Airyn meninggl seluruh kekayaan yang dimiliki nya jatuh ke tangan orang tersebut dengan seutuh nya, namun apa! Fakta nya dia menyelamatkan Airyn bahkan tidak membiarkan orang lain menyakiti nya, lebih tepat nya, ini adalah bentuk perlindungan kepada gadis itu, dan fakta nya bukan harta yang di incar nya dengan bersembunyi selama ini, lain dari semua itu, Airyn lah yang menjadi target utama nya, meskipun aku tidak tau apa target yang di inginkan nya dari Airyn” jelas Hansell, membuat Dikra begitu kaget mendengar nya, mengapa dirinya tidak pernah memikirkan hal sesederhana itu, selama ini dia bersembunyi, untuk mengamati diam-diam dengan kecangihan teknologi, namun dirinya tidak pernah menarik kesimpulan yang begitu sederhana berdasarkan fakta yang ada
“Airyn? Apa yang di inginkan nya dari Airyn?” tanya Dikra dengan begitu penasaran nya
“hanya ada dua hal, yang pertama dia menginginkan Airyn menjadi seseorang dihidup nya, atau yang kedua, dia ingin menyiksa Airyn menjadi boneka nya, namun berdasarkan dua pilihan itu, aku yakin yang pertama adalah kemungkinan yang besar, bahwa dia menginginkan Airyn menjadi milik nya, jika pun itu benar, berarti semua nya memang memiliki masa lalu, mungkin Airyn melupakan sesuatu yang sangat penting, aku tidak tau itu apa, hanya saja kesimpulan ku terlalu kuat untuk mengarah kesana” sesaat mata Hansell menatap tajam ke arah Dikra, dia merasakan gejolak amaran setelah menarik kesimpulan, jika ini semua dilakukan untuk memiliki kekasih nya, tentu saja Hansell tidak akan membiarkan, entah bagaimana, dia tidak akan bisa membagi kekasih nya dengan siapapun, membuat Dikra mengerti apa yang menjadi makna dibalik sorot mata Hansell
“Hansell, itu hanya dugaan sementara, tapi jika itu fakta nya, aku rasa kau harus menyiapkan mental untuk menghadapi nya, mungkin hal ini terlihat biasa disaat dirinya menyembunyikan diri, namun kita tidak bisa mengukur masa depan, bisa saja diri nya saat ini telah bertindak tanpa kita ketahui, jadi jagalah Airyn, bagaimana pun aku sangat berhutang nyawa kepada nya” seru Dikra sembari menepuk pundak Hansell, membuat pria itu melihat ke arah tangan Dikra yang menempel di bahu nya, seakan dia sudah mengerti dengan situasi genting yang tengah dihadapi nya saat ini
“sejak kapan kau menjadi dewasa” seru Hansell memecahkan keheningan mereka
“benarkah, seperti nya kau melupakan dirimu yang dulu Dikra, tapi aku sedikit tak percaya kau memiliki prinsip saat ini” balas Hansell seakan wajah nya mencemooh teman nya
“kau!! Apa kau fikir aku tidak bisa tumbuh, seiring bertambah nya usia aku juga semakin dewasa, menyebalkan sekali” Dikra beranjak dari sana, dia berjalan ke arah bar mini yang berada didekat mereka
“apa kau mau minum?” tawar Dikra kepada Hansell, membuat pria itu beranjak dari duduk nya
“tentu saja” Hansell berjalan menghampiri kursi yang berada di depan Dikra, sembari dirinya meneguk satu gelas alkohol yang dituangkan Dikra untuk nya.
Sesaat mereka meneguk alkohol dengan menempelkan gelas satu sama lain nya, membuat mereka tersenyum saat meneguk nya, Dikra menanyakan beberapa hal kepada sahabat nya, bagaimana perkembangan Hansell selama di Korea, membuat Dikra tidak percaya jika Hansell tidak memiliki kekasih selama lima tahun belakangan
“seperti nya, kau diciptakan hanya untuk mencintai Airyn, pria yang malang” ledek Dikra
“aku sangat bahagia dengan takdir itu” balas Hansell sembari meneguk minuman nya.
“kau memang luar biasa, tapi Nona Petrov itu sangat luar biasa Hansell, dia mengerikan dan sangat licik, membuat aku tak habis fikir” celetuk dikra di saat kesadaran nya mulai menghilang
“memang” balas Hansell dengan nada dingin
“kenapa kau mencintai nya, apa kau tidak takut dengan nya, bahkan setelah aku mengetahui fakta nya, aku mulai merinding menghadapi nya, aku tidak bisa seperti dulu, membuat ku kehilangan cara untuk bersikap didepan nya” sambung Dikra disaat kepala nya mulai melayang akibat alkohol yang tengah dihabiskan nya, sedangkan Hansell masih saja belum mabuk dengan minuman nya, dia hanya tersenyum mendengar celotehan Dikra barusan.
“entahlah, tidak ada yang aku takutkan dari nya, bahkan saat dirinya menjadi Nona Petrov pun aku tidak pernah takut menghadapi nya, aku tidak mengerti sebesar apa diriku mencintai nya, namun aku memastikan tanpa Airyn aku tidak akan bisa melanjutkaan hidup ku” balas Hansell sembari mata nya memandang ke arah alkohol yang sudah diteguk nya, sedangkan Dikra sudah menghilang dibalik tidur lelap nya
“anak ini, aku fikir dia benar-benar dewasa, tapi masih saja mabuk dengan cepat” Hansell beranjak dari sana, sembari merebahkan tubuh disofa, dia tidak mengerti bagaimana cara untuk pulang, lantaran membuka pintu itu mengunakan pin, sedangkan Dikra tertidur pulas di alam bawah sadar nya, membuat Hansell memejam kan mata, lantaran fikiran nya tentang Airyn belum juga reda
“apa yang harus aku lakukan? Aku benar-benar takut kehilang nya” seru Hansell dengan senyum getir