
“Kepung semua bagian, dan jangan biarkan ada yang lolos dari tempat ini. Pastikan Merry tidak akan keluar dari sana. Mari kita lihat siapa orang yang ia temui” tegas Airyn bersama degan Darrel dan Frada yang ada di sampingnya, memasuki terowongan yang sebelumnya pernah ia lalui dengan penuh kebingungan. Tapi kali ini, Airyn ingin melihat siapa orang yang bersama dengan Merry di dalam ruangan bawah tanah itu, dan apa yang sudah Merry lakukan selama ini, hingga ia kembali ke Korea secara mendadak.
Anak buah Airyn mendobrak ruang tegah yang ada di pintu-pintu di hadapanya, tentu saja tempat itu merupakan titik Merry berada di dalam sana, hingga Airyn masuk dengan langkah percaya diri, sebab ia ingin mengetahui alasan Merry memutuskan berhenti bekerja dengan Airyn, tapi bersekutu dengan Tuan Zaterius.
Hingga beberapa jeda mata Airyn di suguhkan kehadapan Hansell dengan wajah panik saat bertatapan dengan dirinya, begitupun dengan Darrel dan Frada yang sama terkejutnya dengan kehadiran Hansell di dekat Merry.
Membuat Airyn yang tadinya begitu percaya diri saat melangkah, terhenti kehadapan seorang pria yang tidak bisa ia percayai berdiri tegap di depan matanya, wajah pria yang selama ini menjadi ayahnya, adalah sosok yang tengah memeluk Merry sembari membulatkan mata kehadapan Airyn, bahkan Zates yang kala itu menatap Airyn secara langsung, seolah terdiam dengan kaku hingga tidak mampu melakukan apapun.
Tubuh Airyn ambruk tanpa ada tenaga yang bisa ia kerahkan, seraya mendongakan kepala kearah pria yang merupakan perwujudan ayahnya, Airyn yang seperti melihat sosok dunia lain itu dibuat gemetar, tanpa mampu bicara ataupun mempertanyakan siapa dirinya, tentu Airyn melihaat reaksi Merry yang sama terkejutnya atas apa yang Airyn lihat kali ini, namun nampak sekali Merry tidak terkejut atas pria yang tengah menyentuh bahunya, melainkan terkejut atas kehadiran Airyn yang tidak terduga.
“Airyn..” panik Hansell seraya menghampiri istrinya dengan langkah besar, dan menyambar tubuh Airyn yang sudah gemetaran, mata Airyn yang berlinang dengan bulir ait itu tidak bisa di sembunyikan, ketika ia melihat sosok ayahnya yang sudah di yakini meninggal beberapa tahun silam, namun berdiri sehat di kedua matanya yang telanjang “A-Airyn…” seru Hansell untuk membuyarkan pendangan istrinya, bahkan ia menutupi pandangan Airyn dengan dada bidangnya, agar tidak bisa mengakses Zates yang berdiri tegap di hadapan mereka.
Tangan mungil yang gemetar itu perlahan meraih baju yang Hansell gunakan, berusaha mencari sumber suaranya yang menghilang, akibat rasa shock yang melanda tiba-tiba, Airyn sekuat tenaga memberanikan diri sambil menarik nafas dalam-dalam, untuk mencerna apa yang terjadi, tidak mungkin ayahnya masih hidup, dan tidak mungkin itu adalah sosok arwah yang menghantui, sebab Airyn dapat melihat ia berdiri kokoh seperti manusia biasa, yang juga di sadari oleh Merry dan suaminya.
Airyn memiringkan kepala untuk mengintip sedikit pandangan pada pria itu, seolah ingin memastikan kembali apa yang ia lihat barusan, dan seorang pria yang mirip dengan ayahnya itu tengah membawa Merry untuk duduk di sofa, seraya memandang kearah Airyn yang takut di pelukan suaminya.
“A-A-Apa itu. S-Siapa pria itu” seru Airyn dengan suara bergetar, bahkan hampir tidak terdengar jika tidak di posisi yang dekat dengan dirinya, tentu Hansell memejamkan mata seolah semuanya berantakan, hingga tidak mampu berkata-kata lagi, sedangkan Frada dan Darrel yang ada di belakang Airyn di buat bingung atas reaksi Nona Petrov.
Seharusnya bukan begini kejadian yang akan terjadi, sebab tadinya Nona Petrov ingin menangkap basah Merry untuk melihat apa yang dilakukan wanita itu sebenarnya, tapi kenapa Nona Petrov sangat terpukul dan terlihat tidak berdaya akan orang asing di depan mata mereka.
“Sayang tenanglah, kendalikan dirimu...” seru Hansell ketika memeluk istrinya, seolah ingin memberikan perlindungan, namun Airyn mendorong Hansell dengan sekuat tenaga. Bahkan Airyn bisa dengan mudah menepis tubuh pria itu, tapi dengan tubuh bergetar dan tenaga yang tidak berdaya, membuat Airyn mengerahkan banyak kekuatan untuk mendorong Hansell agar menjauh, bahkan membuat tubuh Airyn terpental kearah belakang, sembari memandang takut bukan kearah Zates lagi, melainkan suaminya Hansell.
“Apa yang terjadi sebenarnya. A-apa maksud dari wajah itu, dan apa maksud keberadaanmu disini. Jangan katakan padaku, kau sudah mengetahui hal ini, tapi menyembunyikan fakta ini dari ku” seru Airyn dengan tatapan kecewa, hingga mencabik-cabik hati Hansell sampai membuatnya terluka, apakah semuanya akan berakir hari ini. Bahkan sebelumnya tatapan Airyn tidak sedalam ini, Hansell tidak pernah melihat Airyn akan kecewa sekuat itu, tapi kali ini tatapan istrinya terpampang nyata, hingga Hansell dibuat tidak berdaya akan apa yang sudah ia lakukan.
Zates mengusap kepalanya dengan cukup frustasi, melihat Merry yang sama kagetnya dengan putrinya Airyn, membuat Zates tidak menyangka ia akan berhadapan dengan situasi yang diluar perhitungan.
Jika saja sedari awal Hansell sadar Airyn diam-diam mengamati pergerakan dan memberikan perhatian tinggi akan ini, mungkin hal ini tidak akan terjadi, tapi sepertinya semua hal tidak berjalan sesuai rencana, sehingga Zates cukup terpukul atas kegagalan yang berakir dengan hasil sia-sia.
Sekali lagi Airyn mencengkram kasar baju yang di gunakan Hansell, dengan mata membesar penuh ancaman. Ia mencengkram dengan tatapan tajam untuk Hansell mengatakan fakta sejujurnya, hingga sikap kasar dan lancang Airyn membuat Hansell sadar, dirinya tidak punya pilihan lain, selain menghadapi istrinya “Siapa orang itu, kenapa dia mirip sekali dengan ayahku” teriak Airyn kepada suaminya, hingga membuat Frada dan Darrel terpongah tidak menyangka, bahkan kedua mata mereka membulat secara semputna, tanpa menyembunyikan wajah kagetnya ketika melihat kearah Zates.
Apkah Nona Petrov tengah mengatakan jika Tuan Zaterius itu memiliki wajah yang mirip degan ayahnya Nona Petrov, tapi bagaimana mungkin. Hanya saja jika di ingat-ingat kembali, Nona Airyn belum melihat wajah Tuan Zaterius secara langsung, jadi sangat wajar jika ini kali pertamanya Nona Petrov bertemu Tuan Zaterius, tapi bagaimana bisa Tuan Zaterius itu memiliki wajah yang mirip dengan ayahnya Airyn. Apakah Tuan Zaterius merupakan Louis Petov. Membuat Frada menutup mulutnya ketika menyimpulkan seluruh kejadian itu di benaknya.
Hansell hanya diam seolah ia tidak bisa mengatakan apapun, bagaimanapun Zaterius merupakan ayah biologis Airyn. Bahkan ia tidak bisa mengelakan fakta jika pria itu bukan ayahnya Airyn, membuat Hansell berfikir panjang atas penjelasan apa yang akan dia keluarkan pada istrinya.
Sekali lagi mata Airyn melirik kearah Zates yang perlahan mendekati dirinya dan Hansell, namun melihat pria itu semakin dekat, membuat Airyn menajamkan mata seolah tidak suka dan membenci sosok itu ada di depan matanya, hingga langkah Zates terhenti dengan segera, ketika memandang kebencian dan rasa tidak terima yang sangat besar di kedua bola mata putrinya, apakah sekecewa itu Airyn saat melihat dirinya.
“J-Jangan coba…c-coba mendekati ku" cegat Airyn untuk menghentikan Zates "A-Apakah kau yang mengrim rambut itu padaku!!” seru Airyn sekali lagi dengan suara bergetar, hingga membuat Hansell menajamkan mata kearah Zates, seolah tidak percaya akan apa yang di katakan oleh Airyn, kali ini mata Darrel dan Frada dibuat terpana, mereka berdua mengingat perkara paket rambut yang di kirimkan beberapa waktu sebelumnya, yang menunjukan hasil keterkaitan biologis antara Airyn dan rambut seorang pria.
Apakah itu rambut Tuan Zaterius. jika benar begitu, bisa di pastikan jika Tuan Zaterius adalah ayah biologis Nona Petrov, hanya saja apakah Tuan Zaterius seorang Louis Petrov yang sudah meninggal, atau orang yang mengubah seluruh bentuk wajahnya menjadi Louis Petrov.
“Ya. Aku menyesal atas itu. Tapi aku bukan Louis Petrov” seru Zates dengan kalimat rendah penuh rasa bersalah, membuat Frada dan Darrel semakin tidak menyangka ataupun tidak bisa berkata apa-apa, sebenarnya apa yang sudah terjadi, kenapa bisa seperti ini.
Bahkan membuat Nona Petrov terpana seperti itu, bertahun-tahun mengenal Nona Petrov, mungkin baru kali ini melihat wanita itu hilang kendali atas dirinya, bahkan Airyn kehilangan sikap tenang, hingga wanita mengerikan yang di kenal kenal bertahun-tahun lamanya, menjadi sosok asing yang begitu lemah dari image nya.
Merry yang masih didera pusing, akirnya berdiri dengan terhayung, untuk menghampiri Zates dan juga Airyn yang terkapar di lantai. Bagaimana mungkin Merry duduk tenang disana, melihat situasi menegangkan yang terjadi, membuat dirinya tidak bisa berdiam diri dengan segala pertanyaan yang mungkin berkecimbuk di fikiran putrinya, namun sulit untuk ia lontarkan “Airyn, semua ini ada alasanya nak, bisakah kau tenang dan mengendalikan dirimu. Sambil mendengarkan penjelasanku dan juga Zates” seru Merry dengan penuh harap, membuat Airyn merasa semakin jengkel.
Selama ini tidak pernah wanita dingin itu bersikap peduli khas sikap ke ibuan, dan tidak pernah Merry memanggil dirinya dengan panggilan “Nak” membuat Airyn menepiskan air mata yang tidak bisa ia tahan, hingga rasa amarah dan kecewa membuat dirinya kehilangan arah akan 2 orang yang tidak bisa di percayai, Merry dan juga suaminya Hansell.
“Apa aku tidak salah dengar Merrry. Sejak kapan kau seperti ini padaku, kau bahkan membiarkan aku hidup di dalam kebohongan, dan tidak mengungkapkan kenyataan meskipun kau tahu kebenaranya. Aku masih bisa menerima dan menghargai dirimu sebagai ibu yang sudah melahirkan ku dan merawatku selama ini, karna aku mencoba melihat dari sisi berbeda. Dan setelah sekian lama, wajah ayahku tiba-tiba berdiri tegap di hadapanku dan kau mengatakan membicarakan ini dengan tenang. Untuk apa lagi? Apa untuk kehobongan dan fakta gila yang perlu aku terima lagi!! Sampai kapan aku harus dibuat terpana akan apa yang terjadi, Ha! Untuk apa aku harus mendengarkan penjelasan kalian, dan di bodohkan oleh kalian!” teriak Airyn hingga membuat Frada meneteskan air mata akan rasa sakit yang di rasakan Nona Petrov, tentu rasa kasihan melingkupi Darrel, serta rasa bersalah juga di rasakan Hansell, sedangkan Merry dan zates tidak mampu menyangkal apapun dari perkataan putrinya.
“A-Aku cukup lelah dengan kalian. Apa boleh aku pergi saja dari dunia ini” lirih Airyn dengan kalimat rendah yang perlahan-lahan menghilangkan kekuatan suaranya, dan juga menghilangkan kesadaranya, membuat wanita itu terbaring di atas keramik marmer sebagai alas tubunya, tentu Hansell meraih tubuh istrinya seraya menyambut Airyn dengan panik, membuat semua orang heboh akan hilangnya kesadaran Nona Petrov.
Tapi belum sempat Hansell mengangkat tubuh Airyn, Zates dengan segera meraih tubuh putrinya untuk direbut dari Hansell “Aku seorang dokter. Aku akan memeriksa putriku” tukas Zates dengan kalimat tegas, seolah tidak mempedulikan penolakan Hansell, ia bahkan membawa Airyn kesebuah ruangan yang memiliki perlengkapan kesehatan disana, bahkan Zates memiliki segala sesuatu jika tiba-tiba ia membutuhkan operasi dadakan untuk seseorang, setidaknya dengan kemampuan dan alat medis yang ia punya sangat tepat bagi Zates untuk memeriksa putrinya yang hilang kesadaran.
“Hansell, dia benar-benar seorang Dokter, jadi biarkan saja ia memeriksa Airyn” seru Merry ketika mencegat tangan menantunya, seolah tidak perlu meragukan Zates, membuat Hansell mengusap kasar kepalanya seolah rasa pusing dan sesak di dada mendera.
Mereka berdiri di depan ruangan medis yang ada disana, seolah Hansell tidak bisa tenang sebelum memastikan istrinya baik-baik saja, melihat Merry yang terdiam dengan rasa menyesal itu membuat Hansell mengahampirinya.
“Apakah benar Zates ayah biologis Airyn?” tanya Hansell dengan tangan mengepal seolah menahan rasa kesal.
“Benar” balas Merry saat mendongakan kepala melihat Hansell.
“Kenapa bisa seperti itu!!” teriak pria itu, hingga rasa muak akan fakta mustahil membuat dirinya sulit mengendalikan emosi. Bahkan tanganya di hempaskan ke dinding, hingga memer di pemukaan tanganya bisa dilihat secara nyata, sedangkan Darrel dan Frada yang hanya diam tapi mengamati keadaan, mereka hanya bisa menunggu dan diam di posisi yang sewajarnya.
“Kendalikan dirimu. Jika kau tidak bisa menenangkan diri, bagaimana kita bisa menenangkan Airyn. Dengan situasi ini, seharusnya kau sadar siapa yang paling Airyn benci, hingga membuat ia sangat kecewa! Aku dan dirimu, jadi dari pada mempertaanyakan keberadaan Zates, lebih baik pertanyakan kepada dirimu sendiri, apa yang akan kau jelaskan pada Airyn nanti” seru Merry dengan nada peringatan, hingga membuat Hansell diam dan tidak melakukan apapun, bahkan pria itu menghempaskan tubuhnya untuk jatuh dari posisi berdiri, seraya mengusap kacau rambut dan juga membuka kaitan dasi yang terikat rapi di setelan pakaianya.
Zates keluar dari ruangan itu, menatap kearah Hansell seolah tengah menahan kesal, ketika melihat Zates keluar dan berdiri diambang pintu, membuat dua orang yang menunggu kabar tentang Airyn, mendekati Zates untuk bertaya, namun belum sempat Hansell mendekati Zates, pria itu terlebih dahulu membesarkan langkah mendekati tubuh hansell, seraya mencengkram kerah kemeja yang Hansell gunakan, hingga sebuah pukulan mendarat di pipi menantunya itu.
“Apa kau tidak tahu keadaan istrimu” tekan Zates dengan penuh amarah akan Hansell, bagaimana bisa pria itu tidak mengetahui keadaan Airyn yang saat ini telah mengandung anak di rahimnya.
“Apa maksudmu?” cemas Hansell dengan begitu takut, sebenarnya apa yang terjadi pada istrinya, hingga wajah Zaterius sepanik dan sekesal itu.
“Airyn tengah mengandung dan ini sudah masuk dalam 7 minggu kehamilan. Dan beberapa waktu dia tertekan dan banyak fikiran, membuat sistem imunnya menurun. Sebagai seorang suami seharunya kau bisa berkonsultasi akan kesehatan istrimu dengan Dokter, tapi kenapa kau tidak melakukanya, hingga membiarkan seorang janin ada tanpa disadari. Jika saja Airyn berada di dalam stress berat, ini bisa menjadi kemungkinan ia mengalami keguguran. Beruntung bayinya sangat sehat dan cukup kuat diusinya yang masih rentan” jelas Zates dengan berapi-rapi, seolah tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika kehamilan Airyn tidak diketahui.
Hansell menepiskan tangan pria itu, berdiri dengan tegas seolah pandangan kosong dan rasa bersalah menghampiri, bagaimana bisa Airyn bisa hamil selama 7 minggu dan tidak mereka sadari, apakah ini alasan perubahan sikap Airyn dalam beberapa minggu ini, tapi saat Airyn mengatakan tengah mengecek kehamilanya, ia mendapatkan hasil Negatif, bagaimana bisa ini terjadi, Hansell berjalan kearah ruangan untuk melihat istrinya, membuat Zates menghela nafas seolah tidak bisa menahan kekesalanya.
“Zates bagaimana dengan Airyn? Benarkah ia tengah mengandung” tanya Merry ketika tidak percaya anaknya tengah mengandung dan tidak percaya jika putrinya tidak sadarkan diri.
Hansell duduk di depan Airyn yang tengah terbaring tidak sadarkan diri, bahkan ada infus yang menjalar ketubuhnya, membuat pria itu mengenggam tangan Airyn seoalah merasa bersalah, tentu saja pandangan Hansell tidak mampu di lepaskan dari istrinya, membuat Merry dan Zates msedikit terpukul atas ketidak sadaran Airyn.
“Airyn mengalami shock dan beruntung tidak mempengaruhi kesehatanya dan janin yang tengah bertumbuh. Bagaimanapun Airyn harus berkonsultasi kepada dokter kandungan akan perkembangan bayinya karna menurut pengamatanku, ia tengah mengandung anak kembar, sebab aku mendengar dua detak jantung pada kehamilanya, hal ini tentu saja sangat mungkin karna faktor genetik yang ada di tubuh Airyn” seru Zates, membuat Hansell memalingkan wajah kepada pria itu dengan tatapan tidak ramah.
“Jadi kau benar-benar saudara kembar Tuan Louis? Mengesankan sekali” seru Hansell dengan sikap jengkel “Tapi aku tidak ingin membahas itu, aku hanya ingin istriku baik-baik saja”
“Tidak hanya kau saja, aku juga ingin putriku baik-baik saja. Bahkan menyaksikan suaminya tidak peduli akan kesehatan dirinya, membuat aku sebagai seorang ayah cukup kesal, untuk memberikan Airyn secara suka rela pada laki-laki yang tidak perhatian pada dirinya”
“Aku perhatian pada Airyn. Hanya saja kami tidak menyangkan akan terjadi seperti ini. bahkan Airyn tidak mengalami mual seperti ibu hamil pada umumnya dan tidak mengalami permintaan yang aneh-aneh” seru Hansell membalas perkataan pria itu.
“Lalu bagaimana dengan permintaan istrimu yang secara tiba-tiba ke Indonesia, apakah kau tidak bisa membayangkan bagaimana aneh dirinya yang selama ini tidak pernah menuntut banyak hal” dengus Zates kearah Hansell, bahkan pancaran matanya dan Hansell saling menyerang, seolah tidak ada yang ingin mengalah diantara mereka.
“Apa kalian sudah selesai berdebatnya!” bentak Merry yang sedari tadi mendengarkan dua ocehan dari mulut para pria itu, bahkan ia sangat kesal akan dirinya yang tidak bisa menjelaskan apapun pada Airyn “Zates apakah Airyn akan baik-baik saja?” tanya Merry sekali lagi, sebab Zates belum memberikan penjelasan pada Merry.
“Putriku baik-baik saja, aku memberikanya beberapa suntikan untuk mengistirahatkan tubuhnya dan tentu tidak akan berbahaya bagi janin, dan juga Airyn harus meminum bebrapa vitamin mengingat sistem imunya menurun. Jangan lupa setelah ini perhatikan makan dan asupan Airyn, serta apa saja yang ia konsumsi, biasanya kehamilan anak kembar sangat merepotkan, dan beruntung Airyn tidak mengalami mual dan muntah di kehamilan anak pertam, di tambaah anak kembar. Ini benar-benar kasus yang sangat jarang di dunia kedokteran. Bahkan biasanya, jika seorang wanita tengah mengandung anak kembar, ia akan mengalami berbagai hal yang cukup melelahkan, entah itu kelelahan ekstrim, mual-mual yang terus terjadi, hingga berat badan naik dan perut yangcepat mengalami pembesaran. Di tambah hamil anak kembar akan meningakatkan human chorionic gonadotropin (HcG) yang merupakan hormon yang di produksi oleh Plasenta setelah Implantasi terjadi. Hal ini cukup menjadi keuntungan bagi Airyn, tapi tetap ada kemungkinan jika Airyn akan megalami itu nanti, tergantung bagaimana seorang suami akan siaga untuk menjadi seorang ayah” jelas Zates meskipun menyelipkan sindiran kepada Hansell, yang tengah setia mengenggam tangan istrinya dan mendengarkan penjelasan pria itu.
“Aku cukup terkesan, ternyata anda benar-benar seorang Dokter” ejek Hansell.
“Jadi menurutmu bagaimana bisa aku memiliki perusahaan Farmasi terbesar dan Laoboratorium di Amerika, jika tidak memahami masalah kedokteran, jika hanya pembisnis saja yang menguasai perusahaan obat, tentu saja tujuanya untuk sebuah keuntungan, bukan untuk menyembuhkan pasien. Jadi sebagai seorang Dokter aku ingin memiliki perusahaan obat, bukan untuk mengembangkan bisnis atau menjadikanya ladang keuntunga dan uang, melainkan untuk menjadi peluang agar banyak masyarat yang sakit bisa mendapatkan kesembuhan dengan harga terjangkau, tentu saja perusahaanku menjunjung tinggi rasa kemanusiaan dan juga memberikan masyarakat kemudahan di tengah persaingan bisnis yang mulai mencekik perekonomian rakyat” seketika Hansell menarik nafas panjang-panjang, ia tidak bisa berdebat dengan orang seperti itu, jadi sebagai anak kecil Hansell harus mengalah pada orang tua.
Merry keluar dari ruangan itu, sedangkan Zates tengah memeriksa perkembangan putrinya yang sejauh ini masih baik-baik saja, membuat mata Hansell terpaku melihat sikap Hansell yang sedari tadi tidak melepakan gengaman tanganya dari jemari istrinya, hingga menyentuh hati Zates akan sikap pria itu, tangan Zates mengapai pundak Hansell tanpa sengaja, membuat menantunya memalingkan sedikit wajah saat menyadarinya “Airyn akan baik-baik saja, jangan mencemaskan dirinya. Tapi fikirkan bagaimana caramu menyelesaikan kesalahpahaman ini. Aku yakin jika Airyn akan mengerti tentang dirimu yang tidak mengetahui kebenaran akan Jilixing. Jika kita harus mencari salah dan benar, akulah yang paling salah diantara semua ini. Tapi bukan itu masalah yang terpenting sekarang, melainkan bagaimana caramu bisa tenang dan berbicara sejujur-jujurnya kepada istrimu” seru Zates seraya mengangkat tanganya dari pundak Hansell.
“Aku sangat mengetahui kau begitu mencintai Airyn. karna itulah aku percaya kau bisa melindunginya, tapi jika rasa sakit sebenarnya di berikan oleh dirimu, aku tidak bisa berkata apa-apa selain kecewa akan pilihanku sendiri. Karna itulah jangan membuat Airyn kecewa Hansell, apa yang aku dan Merry harapkan mungkin terlalu besar padamu, tapi dibanding harapan kami aku tahu kau lebih mementingkan perasaan dan keinginan istrimu. Maka cobalah untuk jujur dan menjelasakan dirimu yang sebenarnya pada Airyn, karna jika kau tetap diam tanpa meluruskan tenyang siapa dirimu sebenarnya, hal ini hanya akan membiatkan dirimu terjebak kedalamkesalahan selanjutnya, dengan terus berbohong pada Airyn dan memberikan ia kesempatan mengetahuinya dari cara lain, yang mungkin mengakibatkan kekecewaan melebihi ini”
“Apa Airyn bisa memaafkan kesalahanku?” seru Hansell saat memandang kewajah istrinya yang terlihat damai disana.
“Jika kau bisa mencintai wanitamu dari sisi terburuknya, aku yakin dia juga bisa mencintai dirimu apa adanya. Percaya pada hatimu sendiri dari pada terus berdebad dengan logika”
Hansell bungkam, ia terdiam tanpa membantah apapun dari pria itu, mungkin apa yang di katakan Zaterius tidak salah, dan apa yang dimaksud Zates dapat dimengerti oleh Hansell, namun ia terlalu takut untuk menjelaskan tentang dirinya.
****
Airyn terbangun setelah beberapa jam terbaring, mata Airyn yang mengerjap dengan rasa pusing di kepalanya perlahan menghilang, hingga membuat Airyn menatap kearah langit-langit kamar yang cukup asing bagi dirinya, perlahan mata wanita itu teralihkan kepada sosok yang tertidur, sambil menyembunyikan wajahnya di tepi kasur yang Airyn tiduri, bahkan tangan pria itu mengengagam jemarinya tanpa melepaskan, tentu itu adalah Hansell suaminya, yang selalu berada disisinya, tapi bisakan Airyn berasa disisi Hansell untuk kali ini.
Airyn melepaskan tanganya dari genggaman Hansell, tentu saja ia melakukanya secara perlahan seraya mengambil infus yang bersambung ke tubuhnya, Airyn mengambil infus tersebut untuk turun dari ranjang, sebab ia enggan membangunkan Hansell yang tengah istirahat.
Langkah kaki Airyn perlahan-lahan berjalan membuka pintu kamar, hingga seorang pria yang sangat mirip dengan ayahnya itu tiba-tiba berlari dengan terengah kearah Airyn lengkap dengan wajah cemasnya, tentu Zates mengawasi Airyn dari kamera yang ia pasang di kamar, untuk memantau perkembangan anaknya, bahkan saat melihat Airyn sudah siuman ada rasa lega yang melongarka dada, tapi tiba-tiba Airyn bangkit dari ranjang tanpa aba-aba, membuat Zates secara implusif berlari menghampirinya, sebab sudah naluri seorang Dokter jika terjadi sesuatu pada pasiennya.
“Apa kau baik-baik saja?’ tanya Zates dengan wajah peduli meskipun ia tahan sedemikian rupa, membuat Airyn mengepalkan tangan seolah menahan kekesalan dan amarahnya, Airyn sangat paham akan situasi yang ia hadapi, dan Airyn sudah menyiapkan mental atas hari ini, ia bahkan tidak menyangka jika dirinya akan pingsan melihat seseorang yang mirip ayahnya berdiri tegap secara tiba-tiba, mungkin akibat memikirkan beberapa hal hingga Airyn kelelehan.
“Apa kau pantas menanyakan keadaanku. Bahkan aku tidak ingin melihat wajahmu” ketus wanita itu dengan sikap tidak ramah kehadapan Zates, membuat Zates menghela nafas dengan berat untuk menghadapi hal ini.
“Bagaimanapun aku adalah doktermu Nona Petrov” seru Zates dengan sikap perintah yang tidak merasa takut sedikitpun pada Airyn, bahkan ia menutup pintu kamar itu sambil mengendong tubuh putrinya yang masih lemas untuk masuk keruang makan.
Zates mendudukan putrinya yang meronta dengan jengkel seraya memeriksa tanda vital ditubuh Airyn, dirasa semuanya aman Zates berlalu dari tempat Airyn untuk membuka laci kecil yang ada di nakas tersebut.
Zates menarik tangan Airyn untuk melepaskan infus yang terpasang ditubuh putrinya secara perlahan, membuat Airyn terpana memandang pria yang sangat mirip dengan ayahnya, namun disaat itu Airyn sadar jika lelaki yang berusia matang itu bukanlah Louis Petrov, sebab menyaksikan keahliaanya sebagai seorangg dokter profesional bagaimana mungkin itu ayahnya Louis.
Tapi kenapa wajah mereka sangat mirp sehingga tidak ada keraguan dihati Airyn saat memandangnya, hingga bulir air mata tanpa sengaja, membasai pipi Airyn karna kerinduan yang terpendam dalam, di buat sirna tanpa beban rasa.
“Aku bukan Louis Petrov” seru Zates seraya merapikan kotak medisnya, sambil duduk tenang dan menatap Airyn dengan sikap dewasa, bagaimanapun ia adalah seorang ayah dan juga pria dewasa, meskipun ia sangat salah kepada putrinya tetap saja Zates tidak bisa melemahkan diri akan rasa bersalah itu.
“J-Jadi siapa kau?” tanya Airyn seketika.
“Aku adalah Zaterius Laos Petrov, kakak kandung dari Louis Petrov” sontak penuturan Zates membuat Airyn tergugu, ia bahkan tidak bisa mengedipkan mata ataupun mengeluarkan bantahan apapun, padahal Airyn sudah mengetahui pria ini jelas bukan ayahnya, tapi kenapa Airyn merasa terluka “Dan aku adalah ayah biologis mu” sambung Zates dengan penuturan tegas yang di sengaja, seolah ia tidak ingin bersembunyi lagi, sebab Zates tidak mau Ziryn terluka atau berada dalam bahaya, bahkan mengingat keterkejutan Airyn hari ini, sudah membuat Zates merinding hebat hingga ia gemetar takut untuk kehilangan putrinya.
“T-T-Tidak mungkin! Bagaimana bisa itu terjadi!” Bantah Airyn dengan sikap tidak terima, membuat Zates sulit berkata-kata namun ia tidak boleh menyerah, bahkan pria itu dengan serius berbicara dengan putrinya, berharap Airyn dapat mengerti.
“Ini cukup panjang untuk aku jelaskan Airyn. Tapi Merry bisa mengkonfirmasi hal ini padamu” setelah ucapan itu Merry datang dari balik pintu sambil menutupnya kembali, bahkan Merry yang tidak pernah dilihat menangis kali ini sudah berlinang air mata di depan Airyn sambil menghampiri putrinya, membuat air mata Airyn berlinang dengan tubuh gemetar yang ia rasakan.
“Airyn maafkan ibu nak” perkataan Merry barusan, merambat ke relung hati terdalam yang selama ini tidak pernah Airyn dapatkan dari seorang ibu, bahkan Merry selalu membatasi dirinya terhadap Airyn, sekalipun Merry sudah mengakui ia adalah ibu kandung Airyn. Tapi kali ini ucapan yang terdengar singkat, namun merangkap keseluruhan hati, bahkan membuat Airyn merasa dihargai serata memiliki keluarga lagi, tidak bisa mengabaikan fakta jika ia tidak mampu melonak pelukan ibu kandungnya, yang tiba-tiba jatuh dengan hangat kepada tubuh Airyn yang pasrah.
Membuat Zates memalingkan wajah sebab ia juga berlinang air mata melihat reaksi Airyn dan Merry, bahkan Zates tidak pernah menyangka jika Merry berinisiatif sendiri mengakui dirinya, bukankah ini yang Zates harapkan selama ini. untuk menyatukan Airyn kepada Merry agar Airyn tidak merasa sendiri dan sepi tanpa keluarga, tapi rasa haru dan bahagia yang hadir menjadi satu sungguh menyesakan dada, hingga Zates ingin menangis sejadi-jadinya melepaskan kebahagian yang mendera.
“Apa yang terjadi sebenarnya M-Merry” seru Airyn dengan air mata yang menderas serta penuturan yang gemetar, bahkan hampir saja ia tidak bisa menahan rasa sedih dan juga bahagia yang silih berganti hadir secara nyata.
“Airyn maaf. Ini semua salah ibu nak, ibu yang tidak bisa jujur pada diri sendiri dan menganggap kebahagianmu sudah cukup dengan Nyonya Charllot dan Tuan Louis, tanpa ibu sadari, hal itu ternyata menjadi luka bagimu, dan membuatmu tidak ingin memiliki apapun di hidup ini. Tapi percayalah, ibu tidak bermaksud seperti itu, meskipun kenyataanya ibu sudah melakukan kesalahan hingga kau tidak bahagia. Kenyataan Zates adalah ayahmu itu memang benar, bagaimanapun kau sudah mendapatkan buktinya bukan. Kadi dia adalah ayah Bilogis" seru Merry dengan nada menyesal hingga sulit berkata-kata, namun ia sudah menata hati untuk kuat sebelum menghadapi Airyn.
Mata Airyn menatap Zates yang memandang kearahnya, bagaimanapun saat di rasakan jika pria itu bukanlah ayahnya Louis melainkan sosok lain yang berbeda jauh dari ayahnya, membuat Airyn sangat yakin jika Zaterius adalah sosok yang berbeda dengan Louis. Biasanya tatapan seorang Louis Petrov cukup sendu dan penuh dengan senyum, tapi pria itu malah kebalikanya, tegas dingin dan juga beriwaba, membuat Airyn menatap Merry seolah tidak percaya jika ia harus mendapatkan fakta seperti ini lagi.
Kedua orang itu larut di dalam penjelasan kepada Airyn, membalas setiap pertanyaan yang Airyn tanyakan dan juga menjawab apapun yang ingin di ketahui oleh putri mereka. Membuat Hansell yang ada dibalik pintu menepis air matanya, seolah ia cukup haru atas kisah hidup orang tua Airyn dan juga Airyn yang menjadi korban atas mereka.
Entah kenapa Hansell melihat penjelasan dan kisah itu dari sisi berbeda, ia melihat apa yang Zates berikan juga dari sisi berbeda, seolah Zates diam-diam mencintai putrinya dan Merry, ia menjaga mereka berdua tanpa di sadari oleh dua orang itu, bagaimana rasanya ketika harus menghilang dari orang yang seharusnya keluarga bagi kita sendiri, bukankah ini sebuah rasa yang tidak bisa di gambarkan sakitnya.
Seperti hidup namun tidak memiliki raga untuk di sentuh, di peluk dan juga dilihat, seperti mengambang tanpa ada tujuan selain melindungi orang tersayang.