Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Menjadi bawahan



Hansell menarik Airyn dengan kasar, seolah ia tidak paham dengan apa yang dilakukan Airyn saat ini, kenapa gadis itu kembali bahkan dengan penampilan yang sama sekali diluar nalar berfikir Hansell


“Apa maksud semua ini” ucap pria itu dengan geram saat menyudutkan tubuh Airyn kedinding yang berada di dalam kantor, tentu ia tengah mengunci pintu yang berada diruang privasi miliknya, apa lagi jika bukan kamar yang ada disana, tempat dimana mereka berdua pernah menghabiskan malam bersama


“Apa yang kau lakukan” bentak Airyn kearah pria itu, bahkan kedua mata mereka saling bertatapan tanpa melepaskan pancaran mengancam penuh kilau tajam


“Bukankah pertanyaanku yang harusnya kau jawab, tidakkah kau fikir menjelaskan semua ini jauh lebih utama dari semuanya” bantah Hansell, seolah matanya menjelajahi tubuh Airyn yang mengunakan rok hitam selutut dipasangkan dengan kemeja putih dan blazer hitam menjadi luaran untuk menambah nuansa formal, bahkan penampilan itu sangat jelas mengambarkan jika ia sebagai pelamar kerja “Apa ini,, lepaskan…..aku bahkan tidak percaya kau melamar menjadi assisten, dan sekarang aku mengunakan pakaian asing ini! apa kau fikir hidupmu mainan” bentak Hansell, saat tangannya dengan kasar membuka blazer yang Airyn gunakan, hingga terjadi tolak menolak diantara keduanya, bahkan tubuh Airyn dengan kekuatan lemah itu berhasil dikalahkan, setelah berhasil melepaskan Blazer yang digunakan gadisnya, hansell menyentuh kemeja putih yang melekat ditubuh Airyn, betapa geramnya pria itu saat melihat sikap yang ditampilkan Airyn kali ini, siapa yang bisa menerima ini, wanita yang telah mencampakanya dan kini ada dihadapanya untuk menjadi bawahan.


Tentu Hansell tidak bisa menerima, seolah Airyn menganggap dirinya seperti permainan, melihat tidak ada perlawanan Hansell beralih mendang wajah Airyn yang menderas dengan air mata, hingga ia tersadar, jika dirinya sudah mencapai tahap berlebihan.


Tubuh gadis itu hampir saja dilucuti dengan kasar, seolah Hansell telah melakukan pelecehan kepada seoarang wanita, sadar akan diri yang kelewat batas , Hansell tertunduk bersalah dengan hati yang terasa amat resah, ia mengangkat kemeja Airyn yang sempat ia lepaskan hingga menelanjangi beberapa bagian dada dan lengan, perlahan Hansell mengkancingkan kembali kemeja tersebut untuk menutupi tubuh gadisnya.


Siapa yang bisa menyakiti Airyn, jika bukan Hansell yang mampu melakukanya, hanya dia yang selalu menyakiti Airyn, melakukan kesalahan, pergi dan terpaksa meninggalkan, dan sekarang tanpa sadar Hansell melakukan kekerasan, bahkan sampai tahap pelecehan, benar-benar pria yang buruk untuk harus dicintai.


Perasaan bersalah dan sesal sangat jelas terasa, ingin sekali ia membunuh dirinya sendiri, tapi entah kenapa wajah polos yang ada dihadapanya kali ini benar-benar membuat hati Hansell terenyuh, seolah tidak menampilkan jijik dan benci, bahkan dengan wajah yang sangat ketakutan Airyn menekuk pandang dengan takut.


“Maafkan aku” ucap Hansell dengan penuh sesal, bahkan suara rendahnya mampu menyelinap masuk kerelung hati Airyn, membuat gadis itu berhasil menghentikan tangisanya, bagaimanapun ia datang kesisi Hansell bukan untuk lemah dan merasa ditindas, Airyn sadar tidak mudah bagi Hansell menerima semua ini, bahkan ia telah menyiapkan diri untuk menghadapi pria yang mencoba menajuh dari dirinya.


Airyn merasa menyesal atas pilihan yang sulit dicerna oleh Hansell, ia sadar jika dirinya kembali tanpa diduga, bahkan disaat Hansell masih mencintainya, namun bukan itu yang terpenting sekarang, melainkan cara untuk berada didekat pria itu.


Dengan terpaksa Airyn menepiskan semua perasaan terluka, ia menegakan diri, mengambil alih seluruh kesadaran dan berusaha untuk kuat, Airyn merapikan pakaian yang sempat dilucuti oleh pria yang amat ia cintai, Airyn mendongak melihat Hansell yang amat tinggi berada dihadapanya, tentu pria itu tengah menatap dirinya dengan penuh pertanyaan, bahkan Hansell terlihat begitu geram dan ingin menerkam, hanya saja ia terlanjur sadar dengan posisi mereka.


“Tidak apa-apa, saya mengerti anda tidak bisa menerima ini, tapi saya perlu tegaskan tidak sepantasnya anda memperlakukan bawahan dengan mengikuti perasaan. Apa yang terjadi diantara kita sepertinya tidak perlu dilibatkan kedalam pekerjaan sekalipun anda seorang atasan” ucap Airyn dengan nada tegas, membuat Hansell sedikit kagum atas tingkah wanita yang menjadi mantanya namun sulit untuk menepiskan perasaan.


“Apa yang kau lakukan? Apa kau tengah bersandiwara. Siapa yang menjadi atasan dan bawahan. Jangan pikir aku akan menerimamu disini” ucap Hansell dengan geram, ia seolah tidak terima dengan apa yang dikatakan Airyn padanya, melihat hal itu Airyn mendiamkan diri untuk memberikan jeda, bagimanapun ia harus diterima diperusahaan ini, karna hanya ini jalan satu-satunya bersama dengan Hansell.


Dua langkah maju dan pria itu berhasil menyudutkan Aiyn hingga mentok kedinding, bahkan gadis itu berusaha menolah kearah kanan agar wajahnya dan tubuh Hansell tidak menyatu, meskipun Airyn sadar Hansell akan mengintimidasi dirinya, tidak sepatutnya Airyn lemah, sekarang posisinya bukan sebagai kekasih Hansell, melainkan sseseorang yang mencintai pria itu untuk melindunginya, Airyn harus bertahan diposisi agar tidak menunjukan kelemahan diri.


“Jangan membohongiku lagi, apa maksud semua ini, aku minta maaf dengan semua yang aku lakukan padamu barusan, aku sadar itu kelewatan, tapi Airyn, tidakkah kau sadar ini sangat aneh untuk ku, bagaimana bisa kau bekerja disini? Apa yang ingin kau lakukan, apa kau ingin kembali lagi denganku, jika memang begitu tidak perlu melakukan hal seperti ini, cukup ungkapkan saja, aku dengan senang hati memelukmu lagi” lirih Hansell dengan berjuta permohonan, ia sangat pasrah akan cinta dan dirinya, namun jika Airyn melakukan sesuatu hal dengan sebuah niatan tentu Hansell perlu tahu, ia tidak ingin terjadi sesuatu dengan Airyn.


Perlahan, jemari Hansell mengenggam tangan Airyn. ia sangat merindukan gadis itu, bahkan teramat sangat seolah ini menjadi hadiah bagi dirinya, tanpa sadar jantung Airyn bertedak sangat kuat, ia memang selemah ini jika terkait Hansell, tapi tidak mungkin Airyn mengatakan kebenaran, jika ia kesisi Hansell untuk menyelamatkan nyawa pria itu, sudah jelas Hansell menolak dirinya, meskipun dihati paling dalam Airyn ingin kembali kesisi Hansell tanpa diminta


“Tidak Hansell, aku benar-benar ingin bekerja dibawahmu, apakah alasan itu tidak cukup?” seru Airyn berserta pertanyaan yang dilontarkan


“Apa maksudmu degan bekerja dibawahku Airyn, bagaimana dengan tanggung jawabmu, perusahaanmu, dan bagaimana dengan Merry ibumu? Banyak hal yang diluar nalarku jika kau mengatakan hanya ingin bekerja, apa yang kau dapatkan dari itu, uang, pekerjaan, pengalaman! Jangan membohongiku, bahkan kau mendapatkan lebih dari ini. Apa tujuanmu sebenarnya! Apa kau mengantarkan nyawamu untuk melindungiku!” bentak Hansell dengan kesal, membuat Airyn melepaskan tangan dari pria itu, ia mendorong tubuh Hansell menjauh darinya


“Apa tujuanku, itu bukan masalahmu lagi, kenapa kau perlu bertanya, apa kau kekasihku! Jangan menyulitkanku untuk semua pertanyaan itu, tidak bisakah kau membiarkanku saja” balas Airyn saat menatap kearah Hansell dengan kesal yang rasanya begitu menyulitkan dirinya, tentu ia tidak ingin pria itu menolak, namun keingin tahuan Hansell sangat sulit bagi Airyn atasi.


“Aku hanya ingin bekerja di perusahaanmu, sebagai bawahanmu, apakah sesulit itu untuk menerimana ku, jika kau memerlukan alasan tentang tanggung jawabku, aku rasa kau paling mengerti bukan" seketika Airyn menatap kedua mata Hansell seolah ia ingin memastikan jika pria itu mengerti akan maksudnya


"Perusahaan petrov adalah sebagian dari perusahaan Farhaven, tentu saja mereka menyatukan keduanya karna ibuku Charllot adalah cucu pertama dari keluarga itu, kau sangat paham betul akan hal itukan. Mereka membutuhkan keturunan langsung dari ibuku, hanya saja ketidak sempurnanya membuat garis keturunan terputus. Namun ibuku berhasil mengkelabui keluarganya untuk bertahan disisi ayah, dengan meminjam rahim Merry. jadi secara tidak langsung, aku bukanlah garis keturunan dari keluarga Farhaven. dan aku sangat tidak pantas menjadi ahli waris kekayaan Petrov. apakah alasan itu tidak cukup untuk menantarkan aku menjadi bawahanmu, dan melamar menjadi kariyawan? "


"Alasan seperti apa itu Airyn, meskipun begitu kau tetaplah ahli waris sesungguhnya. tidak ada yang bisa menyangkal itu. kau tidka bisa mengabaikan tanggung jawan seperti ini, aku tahu kau sudah menerima Merry, hanya saja apa yang menjadi milikmu sedari awal tetap saja menjadi hak mu" tegas Hansell seketika. membuat Airyn menyunggingkan sedikit senyumnya membalas tatapan pria itu


" kau benar, aku memang ahli waris kekayaan Petrov, tapi aki tetap anak Ibuku Merry, bukan Nyonya Charllot, karna itulah aku memilih hal ini untuk membebaskan diriku" ucap Airyn


"Baiklah jika itu keputusanmu, tapi apa yang melatarbelakangi mu untuk berada disisiku? apa kau tengah melindungiku? apa kau membangun siasat?" balas hansell dengan kalimat menuduh, membuat Airyn menatap pria yang tengah bicara dengan gamblang itu


"Kau perlu tahu Airyn, aku tidak akan mau menerima apapun bentuk perlindungan yang kau lakukan, aku tidak ingin kau mengahncurkan seseorang jika terbukti ia salah, karna aku tidak akan rela jika kau melakukan kesalahan" ucap Hansell saat menatap dengan penuh serius pada wanita itu, sebab ia sadar, Airyn telah mengetahui beberapa hal tentang dalang dari semua ini, hanya saja saat ini Airyn tengah berdiam diri menyusun siasat.


"Apa kau tidak bisa menerimaku, jika nanti aku membunuh seseorang?" tanya Airyn dengan tatapan menuntut, membuat Hansell sedikit tersudut " oh aku lupa, jika kita bukan pasangan lagi, tidak apa-apa, aku sangat sadar akan posisiku" ucap Airyn membalikan diri mendududuki ranjang


"Airyn....bukan itu maksudku" seru hansell namun Airyn menepisnya dengan kasar, bahkan gadi itu menampilkan senyuman yang dipaksakan, seolah menyakiti perasaan Hansell, akan rasa bersalah....


"Apa mau mu Hansell! Apa! Apa tidak cukup menyulitkan ku, jika aku katakan aku kembali untuk bersama mu, apa kau mempercayai itu? tidak kan! Karna otakmu selalu berfikir tentang yang buruk terhadapku, aku melakukan ini semua pasti untuk sebuah tujuankan, itu yang kau fikirkan!! Benarkan! Terserah, jika kau mempercayai itu semua, itu terserah padamu, tapi aku tidak akan menjelaskan untuk membenarkan diri!” balas Airyn dengan begitu sesal, ia sedari tadi berusaha keras menahan emosi, tapi rasanya sulit sekali untuk Airyn mengedalikanya, kata-kata yang dilontarkan Hansell sangat mengecewakan, tentu Airyn sadar jika saat ini merasa bukanlah dalam suatu hubungan, lalu kenaoa ia harus kecewa dan merasakan sakit? benar-benar memuakan.


“Airyn maafkan aku” lirih pria itu, ia berjalan menghampiri tubuh Airyn, bahkan gadis itu menolak namun Hansell tetap memeluk, sekuat tenaga Hansell memeluk Airyn hingga pertahanan gadis itu sampai dibawah wajar, Airyn menagis tanpa disadari, seolah ia tidak menyangka Hansell akan berfikir seburuk itu tentangnya


"Aku tidak ingin menyakitimu, bahkan aku tidak pernah memikirkan hal buruk untuk semua orang, tapi kenapa kau tidak pernah mempercayaiku, dari dulu kau tetap menilaiku seperti itu, jika aku melakukan segala hal untuk suatu tujuan dan siasat, apa aku seburuk itu dimatamu, bahkan sepertinya aku tidak pantas mejadi manusia” ucap Airyn dengan rasa sakit yang sangat pilu, seolah cintanya tergores dengan luka, mengantarkan Hansell kesebuaah rasa sakit dan bersalah, memang benar ia tanpa sengaja menuduh Airyn, namun sebenarnya ia tidak bermaksud menuduhnya seperti itu.


“Aku minta maaf, aku memang salah. tapi aku tidak bermaksud mencurigaimu, hanya saja aku tidak ingin melihatmu kecewa dan merasa bersalah nantinya, meskipun caraku sangat salah. Maafkan aku” ucap Hansell ketika memeluk Airyn dengan penuh lembut, tanpa sadar ia mengkecup kepala gadis itu dengan sayang


Hansell mendudukan airyn ditepi ranjang, ia memeluk gadis itu untuk menenangkan, berulang kali Airyn menyadari namun ia tidak bisa menepis jika tubuhnya tidak mampu menolak semua ini. Keadaan tenang diantara keduanya terjadi, Airyn melepaskan diri saat menepis air matanya, Hansell memandang mata gadis itu dengan penuh peduli


“Aku ingin kekamar mandi dulu” lirih Airyn, membuat Hansell menganggukan kepala seraya memberi izin, Airyn menyegarkan wajahnya, ia memandang kearah kaca yang memantulkan dirinya, sedangkan Hansell membuka jas yang ia kenakan, entah kenapa jantungnya terasa seperti semula, berdetak seperti dirinya biasa, membuat senyum manis merekah indah diwajah pria itu


“Apa kau membutuhkan sesuatu?” tanya Hansell, ketika Airyn keluar dari kamar mandi, gadis itu mendudukan diri disamping Hansell, membuat pria itu melihat wanitanya dengan penuh peduli


“kenapa kau ingin bekerja disini? Bagaimana dengan perusahaanmu?” tanya pria itu, entah kenapa ia harus mempertimbangkan gadis Airyn tanpa menolak dengan gamblang, sebab Hansell tidak bisa berlaku egois seperti tadi karna sikap itu bisa saja melukai.


“Apakah semua kariyawanmu yang bekerja disini memiliki alasan tertentu, selain menerima pengalaman, dan menerima penghasilan bukan. Aku sama saja seperti mereka” ucap Airyn dengan tenang, membuat Hansell sedikit menepis tawanya


“Apa yang kau katakan, bahkan pengalaman dan penghasilanmu, jauh dibanding apa yang kau dapatkan disini” balas Hansell seketika


“Tetap saja, aku telah memilih perusahaanmu untuk berdedikasi, bagaimanapun usiaku masih 25 tahun, dan aku belum menikah, jika masalah pengalaman aku rasa tidak perlu untuk membicarakanya lagi, dengan semua itu tidakah kau harus mempertimbangkan aku” ucap Airyn dengan menyombongkan diri, sebab untuk diterima oleh seseorang kita perlu yakin dengan diri sendiri, melihat keyakinan itu Hansell hanya terdiam beberapa detik, ia menyibakan rambut Airyn kearah belakang, membuat gadis itu memalingkan wajah akibat canggung


“Baiklah, tapi aku tidak memiliki posisi sekretaris untukmu, karna Darrel telah memilih kadidat lain, bahkan kau dengar sendiri bagaimana aku menolakmu bukan. Jadi jika kau ingin bekerja denganku, kau jadilah asisten yang tinggal dirumahku” ucap Hansell, membuaat Airyn menelan salivanya dengan takut, sebab ia perlu menyiapkan diri untuk itu, jika Airyn tinggal disisi Hansell sangat sulit memantau gerak gerik orang yang berad dibalik surat kontrak dan juga James, ia perlu sedikit berjarak dengan pria itu agar mampu memantau dari jauh


“Tidak bisa, aku ingin bekerja diperusahaanmu, dan aku ingin memiliki rekan” bantah Airyn sekali lagi, membuat Hansell merasa kecewa jika gadis ini menolak dirinya, sebab ia berharap Airyn berda disisinya lagi


“Jika kau tidak mau, dengan terpaksa kau harus menjadi staff biasa, yang bekerja jauh dari sisiku” ucap Hansell seketika, ia sadar dengan hal itu Airyn pasti akan menolaknya, sebab Hansell meyakini Airyn meningglkan pekerjaanya untuk menjadi asisten pribadi, yang mengantikan posisi Darrel.


“Benarkah? Apa kau tidak menarik perkataan itu? aku setuju” ucap Siryn dengan gamblang, bahkan wajah bahagia tidak mampu disembunyikan dari dirinya, gadis itu menarik tangan Hansell untuk memaksakan salam deal diantara mereka berdua, betapa kagetnya Hansell dengan tingkah gadis yang ia cintanya.


“Apa kau yakin ingin bekerja menjadi staff biasa, tidak bisa”sanggah Hansell seketika, ia menarik tanganya dari Airyn, dan beralih dari tepi ranjang untuk berdiri menatap kearah luar


“Hansell, kau sudah mengatakan itu. bagaimana bisa kau menolaknya lagi” bentak Airyn dengan kesal, tentu ia tidak terima dengan sikap menyebalkan pria itu


“Kau yang benar saja, bekerja menjadi staff dengan apa yang kau punya, bahkan kau bisa menjadi Manager disini jika kau mau, kenapa kau harus menjadi staff” bentak Hansell dengan kesal, seolah ia tidak terima dengan hal itu, bahkan membayangkanya saja membuat Hansell ingin murka.


“Hei, kau ini bagaimana, bukanya kau sendiri yang mengatakan keputusan itu, dan sekarang kau menolaknya” saut Airyn dengan tegas, seolah ia tidak terima dengan apa yang Hansell ucapkan


“Tidak, kau harus bekerja disampingku, kau akan menjadi assisten pribadi yang ada diruanganku” ucap Hansell dengan ketus, sebab ia tidak akan membiarkan Airyn menjadi staff, karna Hansell megerti bagaimana kinerja staffnya, ditambah banyaknya pria diperusahaan ini, Hansell tidak akan bisa menerima itu, jika Airyn digoda atau diganggu oleh mereka


“Aku akan bekerja menjadi staff mulai besok, jika kau tidak terima, itu terserah padamu. Aku akan mengurus hal ini dengan Darrel” ucap Airyndengan ultimatum yang tegas, membuat Hansell semakin kesal, dengan sikap pengabaian yang diberikan gadis itu pada dirinya


“Airyn, apa-apaan ini” bentak Hansell saat berajalan menghampiri gadis yang ia cintai namun dengan cepat Airyn membentangkan diri diranjang sambil menikmati damainya kasur yang menumpu tubuhnya " Aku lrlah sekali dari perjalanan panjang, dan saat tiba di Apartemen aku harus menyiapkan beberapa barang untuk ditata rapi, bahkan aku belum tidur dari semalam, dan tadi aku malah tersesat, aku butuh istirahat, jadi jangan berdebat lagi"


“Gadis ini, aku perlu mempertimbangkan keputusanmu Airyn. istirahatlah” Hansell menarik selimut untuk menyelimuti gadisnya, ia sadar jika Airyn mendengar ucapanya barusan, begitupun dengan gadis itu.


Hansell keluar dari ruang privat miliknya, ia mendudukan diri dikursi kerja, seperti biasa ia perlu membicarakan ini dengan Darrel, sebab pria itu yang perlu menjelaskan sesuatu pada Hansell


“Permisi tuan?” Darrel membuka pintu sambil berlalu kearah dalam, ia berdiri dihadapan Hansell seakan bersiap menjelaskan sesuatu


“Kau sepertinya telah siap untuk menjelaskan sesuatu padaku, jelaskan apa yang ingin kau sampaikan” ucap Hansell dengaan tegas


“Maafkah saya atas semua kekacauan ini tuan, sebanarnya ini adalah permintaan dari Nona Merry. Disaat vidio anda tersebar luas dimedia online, bahkan Nona Merry melihat langsung pemberitaan itu, ia mengatakan jika Nona Petrov sama hancurnya dengan anda, untuk itu Nona Merry menginginkan saya berhenti dari pekerjaan ini dan digantikan oleh Nona Petrov agar ia bisa berada disisi anda meskipun bukan menjadi kekasih, awalnya saya tidak percaya dengan apa yang dia sarankan, karna bagi saya tidak mungkin Nona Petrov rela meninggalkan kehidupanya hanya untuk bersama anda, tapi diluar dugaan jika Nona Petrov benar-benar melakukannya, hal itulah yang membuat saya sagat yakin untuk mengundurkan diri, walaupun alasan yang saya berikan juga fakta yang sebenarnya ingin saya lakukan” ucap Darrel dengan tegas, membuat Hansell menautkan kedua alisnya dengan sinis


“Kenapa Merry melakukan itu? bukankah dia membenciku?” balas Hansell dengan sebuah pertanyaan kearah Darrel


“Entahlah tuan, tapi saya rasa Nona Merry tidak membenci anda, hanya saja ia benci jika putrinya tersakiti. Tapi saya percaya kali ini ia merestui hubungan kalian, sebab ia benar-benar merencanakan semua ini dengan matang, dan juga Nona Merry berpesan, jagalah Nona Petrov dengan baik, sebab ia tidak yakin jika Nona Petrov masih di Irlandia ia akan aman, dengan kalian berdua terus bersama bisa saja menjadi kekuatan untuk terus melindungi” sontak perkataan Darrel mencengangkan bagi Hansell, apa maksud pesan sebenarnya dari yang Merry ucapkan


Apakah itu sebatas pesan biasa, atau sebuah syiarat bagi dirinya, apakah saat ini Airyn telah lemah atau Hansell yang harus dilindungi? Atau saat ini Merry tengah melakukan sesuatu karna itulah ia perlu menjauhkan Airyn darinya, apapun alasan sebenarnya Hansell perlu meneliti lagi, sebab ia tidak ingin terkecoh dengan semuanya, sekalipun Merry ibu kandung Airyn


“Tuan sepertinya saya akan menolak semua kadidat, karna anda akan menerima Nona Petrov sebagai assisten anda yang baru kan?” tanya Darrel seketika


“Tidak, Airyn tidak bisa menjadi sekretarisku, sebab itu sangat bahaya bagi dirinya, sebagai ia akan bekerja dengan ekstra bahkan Airyn harus berada diluar ruangan seorang diri, aku tidak ingin mengambil resiko, syukur jika gadis itu mau disisiku, jika tidak bagaimana?” ucap Hansell, saat matanya melirik kearah ruangan tempat Airyn berada, ia melihat jelas bagaimana sikap Airyn menolak dirinya, tentu Airyn tidak akan mau sepanjang hari berada diruangan Hansell, dengan begitu ia harus mencari alternatif lain untuk melindungi kekasihnya


“Jadikanlah airyn staff biasa kita” ucap Hansell seketika, membuat Darrel tergangga, dari banyaknya pilihan Hansell menempatkan gadis yang ia cintai diposisi rendah, bahkan seorang Nona Petrov bekerja sebagai staff tentu itu sangat disayangkan


“Apa…apa anda yakin?” tanya Darrel dengan penuh gugup, membuat Hansell menganggukan kepala dengan begitu seriusnya, tentu Hansell tidak suka dengan pekerjaan itu, tapi setelah mendengar ucapan Merry, menjadi seornag staff biasa dna berada dikeramaian sangat membantu untuk menjaga Airyn.


“Apa alasan anda tuan, kenapa tidak sebagai menager atau assisten pribadi anda saja?” tanya pria itu sekali lagi, sebab ia tidak menyangka dengan pilihan yang Hansell berikan


“Bukankah sudah aku bilang, itu sangat berbahaya untuk Airyn, jika ia menjadi assistenku dia harus tinggal diluar sana sendiri, dengan keras kepala yang Airyn miliki ia tidak akan mau bekerja satu ruangan denganku. Jika aku menempatkan dirinya diposisi manager itu sangat bahaya lagi, karna Airyn sangat jauh dari jangkauan, sebab ia akan memiliki ruangan sendiri, tapi jika Airyn bekerja sebagai staff kita, itu akan sangat aman, ia akan bekerja dikeramaain dan dengan mudah Airyn dapat aku kontrol” ucap Hansell, membuat Darrel tidak paham akan logika bosnya itu, bagaimanapun itu alasan yang aneh untuk menempatkan posisi Nona petrov


“Baiklah Yuan, aku akan menyiapkan seluruh berkas untuk Nona Petrov” ucap Darrel, ia berlalu keluar ruangan, dan meninggalkan Hansell sendiri. Bagaimanapun Hansell sudah mengerti jika kepergian Airyn kali ini mengantarkan mereka kepada suatu hal yang rasanya semakin sulit dihadapi.


Hansell tidak akan membiarkan Airyn terluka, bahkan sedikitpun tidak boleh orang lain menyentuh Siryn, ia beranjak dari sana dan memasuki ruang privat tempat Airyn berada, tampak jelas gadis itu tertidur pulas diranjangnya, Hansell mendudukan diri ditepi yang berseberangan dengan Airyn, sambil menatap gadis itu penuh rindu dan sayang


"Kenapa kau selalu memberiku kejutan” ucap Hansell dengan nada renda, ia menyaksikan wajah mungil yang indah itu menutup mata dengan damai, perlahan Jansell menarik Airyn kedalam tubuhnya sambil memeluk gadis yang amat ia cintai, entah kenapa tidur kali ini sangat damai sekali dari hari biasanya, tubuh mungil itu terasa amat nyaman untuk dipeluknya, memang benar seseorang yang kita cinta sangat berbeda dari orang lain.