Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Ulah Lee Soo Mi



Keesokan paginya, bel Apartemen Airyn berbunyi, ternyata sepasang adik kakak memberikan senyuman kepadanya di pagi hari, Hansell terlihat rapi dengan jas yang membaluti tubuh tinggi dan kekarnya, sedangkan Angel mengunakan pakaian santai biasa, mereka bermaksud ingin sarapan bersama Airyn, sebab masakan Airyn begitu membuat candu dua adik kakak itu, tentu saja dengan senang hati Airyn membuatkan sarapan untuk mereka.


Hansell pun permisi untuk pergi kekantor nya, dia mencium kening adiknya Angel dan mengusap kepala gadis muda tersebut, sedangkan Airyn hanya tersenyum memandang dua pasang adik kakak didepan mata nya, setelah Hansell beranjak Airyn mengantarkan nya kedepan, seketika Angel masih melanjutkan untuk menghabisi makanan.


“aku titip Angel, dia sedikit merepotkan tapi dia anak yang patuh” pinta Hansell


“iya aku mengerti” seketika Airyn ingin masuk kembali tapi Hansell selalu saja menarik gadis itu dan memeluknya, bahkan Hansell mengkecup pucuk kepala Airyn membuat gadis itu memberontak atas perlakuan Hansell kepadanya


“apa yang kau lakukan, Angel masih didalam, aku tidak ingin dia salah paham” tegur Airyn


“aku menginginkan kesalah pahaman itu, jika dia menganggap kita pasangan itu adalah suatu kebahagian untuk nya, apa kau tau Angel mengingginkan ku cepat menikah, tapi sekarang aku sudah memiliki calon kakak ipar yang tepat untuk nya” goda Hansell kepada Airyn, bahkan membuat mata mereka saling bertatapan atas kalimat yang dilontarkan pria itu, tentu saja kakak ipar yang dimaksud Hansell adalah gadis yang saat ini ditatap nya, namun bagia Airyn, orang itu adalah anak nya Tuan Ji


“dasar laki-laki brengs*k, dia mengoda ku padahal sudah memiliki calon istri” Airyn mendorong Hansell menjauh dari matanya dan menutup pintu itu dengan kesal, bahkan ada rasa sakit dihatinya ketika menginggat apa yang dikatakan tuan Ji kemarin.


“kenapa Airyn menghindari ku, tidak seperti dirinya” gerutu Hansell, membuat fokus nya hilang ditengah perlajalanan ke kantor, dia selalu saja mengingat bagaimana sikap manja gadis itu, bahkan Hansell selalu saja berfikir mengapa Airyn selalu menolak saat dipeluk oleh nya, apakah dia melakukan kesalahan, hinga Hansell lupa diri akan arah kantornya


“ah sial, aku kelewatan” pria itu membanting stir dan melajukan mobil dengan kencang, dia memarkirkan mobillnya di Lobby sembari di sambut oleh petugas disana untuk di parkirkan, setelah itu Hansell memasuki perusahaan, tentu saja seluruh mata kariyawan melihat dirinya, mereka semua menyambut kedatangan Hansell dengan sapaan ramah, bahkan kariyawan wanitanya terlihat tergila-gila akan CEO tampah Grup HH. Sepanjang perjalananan Hansell membalas dengan senyuman hingga mendudukan diri di ruangan.


“tuan muda, ada begitu banyak kontrak yang menunggu untuk ditanda tangani oleh anda” jelas Darrel


“aku akan menandatangani nya segera”


“Lee Soo Mi menjadi artis yang akan mengiklankan produk kita bulan ini, namun dia menolak melakukan nya jika bukan anda sendiri yang membujuk nya, saat ini kerjasama pihak Star Hit dengan kita cukup baik, anda mungkin perlu menghiburnya untuk melakukan sesi pemotretan” sambung Darrel


“aku tau, biarkan Somi kemari” setelah mendengar jawaban Hansell, pria itu keluar menuju meja kerja nya, lalu Darrel menghubungi pihak agensi Somi.


Tak lama kemudian wanita cantik itu datang dengan dandanan yang begitu heboh, bahkan membuat Darrel kaget melihat penampilan dewi korea, terlihat memcolok dengan warna merah yang sangat seksi, bahkan membuat punggungnya terbuka lebar dibelakang.


“apa Hansell ada didalam?” tanya Somi kepada Darrel, pria itu menganggukan kepala, seraya membukakan pintu untuk Somi


“Hans” sapa gadis itu kepada pria yang dicintainya, tentu saja Somi melangkah kearah Hansell dan seperti biasa dia mendudukan diri didekat meja kerja Hansell


“duduklah disana” Hansell berdiri dari duduk nya, lalu berpindah ke sofa diikuti dengan somi disana, namun wanita itu tetap saja duduk menempel dengan Hansell


“kenapa kau belum melakukan pemotretan?” tanya Hansell dengan serius


“aku ingin makan malam bersamamu, setelah itu aku akan melakukan nya dengan senang hati” rayu Somi dengan tatapan nya yang mengoda


“tidak bisakan kau Profesional, jangan gabungkaan masalah pribadi dan pekerjaan”


“apa aku salah melakukan nya, ini bukanlah masalah pribadi, bukankah biasanya Presdir akan mengajak kencan Aktris nya?” jelas Somi dengan begitu mengoda


“kau ini sorang wanita bagaimana bisa kau mengatakan hal itu Somi” tentu saja Hansell marah dengan pernyataan Somi yang kurang sopan barusan


“hans, kau terlalu naif selama ini” tangan gadis itu membelai lengan Hansell “kau selalu saja menghindariku, apa yang kurang dari diriku”perlahan dia mendekatkan wajahnya ke telinga Hansell “apa kau yakin bisa menolak ku” namun seketika fokus pria itu terpecah


“apa yang kau lakukan” dia menjauh dari Somi, dan berdiri dari duduknya, meskipun begitu dia tidak ingin menyentuh wanita yang tidak dicintainya, bahkan memikirkan itu saja membuat dia menyakiti Airyn.


Melihat penolakan tersebut Somi begitu geram dengan laki-laki yang memberikan punggung itu kepadanya, jika selama ini dia mengunakan cara halus tapi selalu saja ditolak dengan cara kasar Somi harus mendapatkan Hansell.


Tanpa segan dirinya meraih tangan Hansell begitu kasar, membuat pria itu tak mampu mengelakan jangkauan Somi, seketika bibir Somi mendarat di bibir Hansell tanpa diperkirakan, wanita itu mencium Hansell dengan paksa, membuat Hansell terpana dengan apa yang dilakukan oleh Somi kepadanya.


“apa ini, jika kak Airyn melihat kakak akan menjadi salah paham” Angel menutup pintu dengan keras, dia meletakan makan siang yang dibuatnya dengan Airyn di meja Darrel, seketika tangan Angel menahan Airyn agar tidak mendekat keruangan Hansell


“kenapa tidak masuk?” tanya Airyn kepada Angel


“kakak sedang sibuk ternyata” balas Angel dengan senyum yang dipaksakan.


Hansell pun keluar dari pintu itu karna dia begitu kaget adiknya menyaksikan hal barusan, namun dirinya malah melihat Airyn tengah berdiri bersama Angel di meja Darrel, membuat tubuh Hansell bergindik begitu ngerinya, pria itu begitu terkejut melihat keberadaan Airyn disana, mereka saling menatap satu sama lain nya, yang satu menatap penuh kebingungan dan yang satunya menatap penuh penyesalan akan rasa bersalah yang tidak mampu tertahankan.


“Airyn” saut Hansell seketika, membuat mata Somi yang berada didalam ruangan terbelalak mendengar nama Airyn.


“kak ayo kita pergi” seret Angel kepada Airyn, tentu saja Airyn begitu heran melihat sikap Adik Hansell, mereka menuju Lift dengan cepat membuat Hansell merasa bersalah kepada Airyn, bahkan fikiran nya tak karuan setelah melakukan itu dengan Somi, meskipun bukan keinginan nya.


“Hansell” Somi mendekat ke arah pria yang berada dipintu itu, dia melihat kearah luar dan mendapati dua wanita yang berada di dekat Lift, tentu saja Somi melihat wanita yang tengah membuka pintu itu dengan rambut Blonde nya, dia mengingat dengan jelas wanita itu menutup pintu Hansell dengan penuh keterkejutan melihat mereka tengah bercumbu, sudah pasti itulah Airyn, bahkan sikap nya saja terlihat begitu gusar saat menekan tombol Lift.


“dia tidak seperti yang aku fikirkan, ternyata Airyn yang dicintai Hansell biasa saja” gumam Somi ketika melihat kearah Angel, ternyata wanita itu keliru antara Angel dan Airyn, dia mengabaikan keberadaan Airyn yang sesungguhnya.


“Somi, kau keterlaluan kenapa kau seperti itu” bentak Hansell kepada Somi


“maafkan aku Hans, aku juga hilang kesadaran” lirih wanita itu dengan rasa bersalah, namun dirinya merasa puas telah bisa mencium Hansell


“keluarlah” Hansell berubah begitu dingin, dia mengusir Somi dengan begitu kasar, fikiran nya begitu kacau ketika melihat wajah Airyn, dia merasa bersalah hingga tak tertahankan, Hansell begitu menyesal telah membiarkan Somi melakukan itu kepadanya.


"Darrel batalkan semua kontrak yang kita lakukan dengan Agensi Somi" mendengar perintah hansell, darrel menganggukan kepala mengerti, hansell membanting pintu dengan sangat keras akibat emosinya yang meledak kepada Somi.


Sesaat rasa bersalah menghantui dirinya, membuat tubuh nya tidak tenang dalam posisi duduk, Hansell meraih telepon genggam dan menelfon Angel


“kenapa kak?” tanya Somi dibalik telepon itu kepada kakak nya


“Angel kau berada dimana?” tanya nya


“kami berada di Mall kak, aku membeli beberapa pakaian berasama Kak Airyn” balasnya


“apa kau bicara didekat Airyn?”


“tidak”


“apa Airyn melihat apa yang terjadi tadi” tanya Hansell


“tidak, aku langsung menutup pintu dan mengajaknya pergi, apa itu pacarmu?” tanya nya


“tidak”


“lalu kenapa kau melakukan nya?” bentak Angel dengan kesal


“tidak seperti yang kau fikirkan, Angel kakak akan kesana, tunggu kakak disana” seketika Hansell mematikan telepon nya, dia bergegas pergi untuk menemui Airyn dan Angel, entah kenapa ada rasa bersalah yang tertanam disana, membuat Hansell tidak tenang sebelum melihat wajah Airyn


“kenapa Hansell begitu mencintai wanita itu” gerutu Somi kepada dirinya, seolah dia begitu kesal setelah melihat wajah Airyn yang ternayata Angel, bahkan Somi merasa percaya diri dengan dirinya, dia akan bersaing dengan Airyn agar mendapatkan Hansell, karena selama ini Somi selalu mendapatkkan apa yang diinginkan, jika saingan nya hanya sebatas wanita yang tidak menarik dia percaya akan memenangkan hati Hansell