Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Tidak bisa percaya



Airyn melihat Hansell tengah memeluk dirinya, bahkan ia berusaha melepaskan diri namun pria itu menahan tubuh Airyn untuk tetap disisi, tentu gadis itu menolehkan sedikit pandangan dengan raut wajah kesal, berusaha melepaskan diri dari cengkraman pria yang begitu menyebalkan, Airyn sadar jika Hansell telah terbangun dari tidurnya, bahkan pria itu memberikan perlawanan setiap kali Airyn mengerakan tubuhnl, untuk merengsek jauh dari pelukan Hansell


“Lepaskan aku, apa yang kau lakukan Hans, apa kau fikir aku ini kekasihmu, sadarlah” bentak Airyn dengan kalimat tidak enak didengar, membuat mata pria itu terbuka secara perlahan, ia menautkan kedua alisnya dengan tajam, seolah Hansell tidak suka dengan kalimat yang baru saja dilontarkan oleh Airyn, melihat tatapan itu Airyn menundukan kepala dengan gugup, tentu ia sadar jika kalimat yang baru saja dilontarkan sangat menyinggung, bahkan Hansell merengangkan sedikit pelukan mereka.


“Apa kau benar-benar ingin berpisah denganku? Apa tidak ada kesempatan untuk kita bersama lagi, jujur saja kau masih mencintaikukan?” ucap Hansell, saat kedua matanya begitu mengontrol tingkah gadis itu, tentu saja ada rasa takut untuk membalas sebuah pertanyaan yang retorika dari pria yang masih Airyn cintai.


“Aku harus pulang, besok aku akan bekerja” ucap gadis itu saat mengalihkan alur pembicaraan, seolah ia enggan untuk menjawab apapun yang menjadi hal pribadi diantara mereka


“Jawab dulu pertanyaanku, apa kau benar-benar ingin berpisah denganku?” tanya Hansell sekali lagi, tatapanya sangat menuntut sebuah jawaban dari Airyn, namun gadis itu hanya diam dan menatap Hansell dengan tenang, ia sadar jika kali ini mereka kembali bersama, sangat sulit untuk mengendalikan Hansell, sebab pria itu akan meminta haknya untuk melindungi Airyn, bukankah Hansell pria yang seperti itu? rela terluka dan terlibat untuk wanitanya, bahkan ia selalu melindungi Airyn dengan segenap yang ia punya, tanpa mempertimbangkan keselamatanya sendiri. Tapi dihati yang paling dalam Airyn benar-benar mencintai Hansell, ia sadar diamnya akan menjadi sebuah penolakan atas jawaban yang Hansell inginkan, namun jika ini yang terbaik untuk posisi Airyn, ia siap menerima apapun yang menjadi konsekuensinya nanti


“Baiklah, pulanglah dengan hati-hati” Hansell melepaskan tubuh gadis itu dari dirinya, tentu saja ia sadar Airyn tengah menolak hatinya, segenap cinta yang Hansell harapkan benar-benar dipatahkan, bahkan Airyn tidak memberikan kesempatan dihubungan mereka.


Airyn beranjak dari sana, sambil mengemasi barang-barangnya, diekor pandangan matanya Airyn menyadari jika Hansell tidak melepaskan tatapan itu, ia membalikan tubuh dengan segera, memberikan hormat untuk beranjak pergi, tentu saja ia sangat gugup dan canggung dari sebelumnya seperti sebuah perasaan asing yang membuat dirinya bersalah, Hansell yang diam sambil mengamati berusaha menerima dan meyakini diri, jika saat ini tidak pantas untuk dirinya meminta hal lebih pada Airyn.


Airyn berlalu keluar dari kantor yang nantinya akan menjadi tempat ia mengabdi untuk bekerja, tempat yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan Airyn sendiri, bahkan sebuah jabatan yang jauh dibawah standarnya, bukankah ini lucu? Airyn dengan rela melepaskan kehidupan yang gemilang untuk sebatas perasaan sayang kepada seseorang, kehidupan yang sebenarnya dimimpikan oleh orang lain namun ia lepaskan untuk berada dihidup Hansell.


Apalagi jika bukan cinta? Ia amat mencintai pria itu hingga Airyn rela melepaskan apapun yang berharga bagi dirinya, untuk menyelamatkan Hansell, jadi jika Airyn menolak untuk mempertimbangkan hubungan mereka, bukankah alasan itu sangat jelas? Jika sebenarnya Airyn ingin melindungi Hansell, sebab jika mereka memiliki suatu ikatan sudah pasti Hansell akan mengunci langkahnya untuk bereaksi.


“Astaga, apa tidak ada yang menjemputku? Kenapa aku percaya diri sekali menjadi orang biasa” gerutu gadis itu saat menyelusuri trotoar ditengah malam, ia melirik kejalan raya yang hampir sepi oleh pengendara, seolah aura dingin menembus bagian tulang belulangnya, hingga Airyn mengapit tubuh mengigil itu dengan blazer yang ia kenakan, benar-benar keadaan diluar ekspektasi Airyn sendiri “Kenapa aku menjadi menyedihkan” ucap gadis itu saat berjongkok ditepi trotoar, ia mendongak kearah rembulan yang terlihat bercahaya namun tidak mampu menghangat, seperti Hansell, terlihat didepan matanya namun tidak bisa ia sentuh dan genggam.


Dari arah belakang, langkah hansell sangat gusar untuk menghampiri Airyn, ia tidak mampu menahan diri lagi membiarkan kekasihnya kedinginan, bahkan Hansell tidak habis fikir oleh gadis itu, bagaimana bisa seorang Nona Petrov melepaskan kehidupanya, apa yang Airyn inginkan sebenarnya, seolah semua orang ingin bahagia dan berjaya, ia malah merubah kehidupan hingga menderita, bahkan tampak sekali tidak ada yang mengawasi dirinya, apa Merry benar-benar sengaja mengabaikan Airyn seperti ini, namun mata Hansell terhenti, kearah mobil hitam yang berada diseberang sana, ia menatap curiga kearah orang yang berada didalamnya, seolah mereka mengamati Airyn yang tengah berjongkok di trotoar jalan.


Belum sempat Hansell melangkah pergi, namun Airyn keburu memasuki taxsi, hingga dengan cepat pria itu mengituti gadisnya dari arah belakang, bagaimanapun ia tidak akan membiarkan gadis itu sendirian, meskipun Airyn tidak menginginkan dirinya lagi, Hansell akan seperti dirinya biasa pada Airyn, sebab hansell sudah bertekad, jika saat ini Airyn adalah tanggung jawabnya.


Beruntung, mobil yang Airyn tumpangi memang mengantarkanya ketujuan, mata Hansell sedikit tidak menyangka jika tempat tinggal gadis itu diluar fikiranya, seperti kos-kosan sederhana yang jauh dari harapan Hansell, bahkan nampak sekali betapa sempitnya bangunan itu untuk menjadi tempat tinggal Airyn Petrov, gadis itu menelusuri tangga besi untuk menaiki lantai tinga, tepat disebelah kiri ia membelokan sedikit tubuh dan membuka pintu dari kunci yang baru ia ambil dalam tasnya.


Sontak Hansell tidak percaya, bahkan jauh diluar dugaanya, apa maksud Airyn sebenarnya dengan semua ini? Padahal ia mendengar jelas jika Airyn mengatakan tingggal di sebuah apartement, namun ia tinggal dikos-kosan sederhana yang sama sekali tidak cocok untuk Nona Petrov, Hansell menyandarkan tubuhnya belakang, ia menatap pintu yang menjadi tempat Airyn tinggal, perlahan lampu kamar gadis yang ia cintai telah redup menandakan airyn tengah mengistirahatkan diri.


“Darrel! Sambungkan telfonku pada Merry” bentak Hansell dengan kesal, ia menekan pedal gas untuk melajukan mobil dari sana, tentu dengan segara Darrel menyetujui permintaan Hansell.


“Apa yang ingin kau bicarakan Hansell?” sahut Merry setelah mengerti akan perkataan Darrel


“Merry, apa yang kau fikirkan. Bagaimana bisa Airny tinggal ditempat seperti ini, apa kau tidak mementingkan keselamatkannya. Astaga Merry, aku bahkan masih belum bisa menerima Airyn saat melepaskan tanggung jawabnya, dan sekarang ia benar-benar berubah 180 derajat dari yang aku bayangkan. Apa kau fikir aku bisa menerima ini” umpat Hansell dengan kesal, membuat Merry mengerti akan hal yang ingin Hansell ketahui, meskipun ia sadar jika keputusan Airyn juga berat untuk diterimanya.


“Aku mengerti, tidak mudah untukmu menerima semua ini, bahkan aku juga seperti itu Hansell. Tapi percayalah, Airyn melakukan semua itu memiliki alasan, bahkan tanpa kita fikirkan gadis itu telah merancang hal-hal yang jauh didepan. Hanya saja kau harus bisa beradaptasi dengan dirinya yang sekarang, aku yakin saat ini Airyn tidak kembali kesisimu, tapi percayalah gadis itu amat mencintaimu, hanya saja yang terpenting saat ini bukanlah hubungan kalian melainkan bagaimana ia berada disisimu untuk tidak meninggalkanmu lagi, bahkan saat ini alasan terbesar ia melepaskan semuanya. Untuk terus melihatmu dan menjaga dirimu. Percayalah padanya, maka kau akan memahami semuanya” ucap Merry dengan nada pengertian, entah kenapa hatinya semakin luluh setelah Airyn menerima dirinya sebagai ibu kandung.


“Aku paham hingga disana, tapi Merrry. Apa maksud semua ini? apakah hal yang dilakukan oleh Airyn ini berbahaya?” ucap Hansell dengan begitu menyudutkan, bahkan pandanganya sangat buram akan kejernihan hingga kesal melanda membuat Hansell meremas stir mobil.


“Berbahaya atau tidaknya, yang jelas keselamatan Airyn sangat terjaga dan bahkan aku sudah menjamin itu, apa kau fikir aku lepas tangan kepada putriku? Aku tidak sebodoh itu. jika saat ini Airyn melepaskan semuanya dan menjelma menjadi orang biasa, aku ada dijarak aman untuk terus melindunginya, aku rasa kau sadar jika ada orang yang memantau Airyn bukan? Itu semua adalah orangku, bahkan diperusahaanmu aku menempatkan seseorang untuk menjaganya, hingga ditempat tinggalnya sendiri, meskipun Airyn tidak mengetahui itu” ucap Merry, membuat Hansell menarik nafas lega, setidaknya ia tidak keberatan sama sekali, dan ia merasa sedikit tenang jika orang mencurigakan itu ialah orang-orang Merry


“Baiklah, apa aku boleh bertanya?” tanya Hansell dengan kalimat dingin, membuat Merry melipat kedua tanganya seolah ia siap mendengarkan


apapun yang Hansell katakan.


“Apa yang ingin kau tanyakan?” ucapnya dengan kalimat singkat, membuat Hansell berdiam beberapa detik untuk berfikir


“Apa yang ingin kau lakukan disana? Aku yakin alasan kau mengizinkan Airyn ke Korea. Untuk melakukan sesuatu dibelakangnya, meskipun Airyn sangat mempercayaimu, tapi aku masih belum bisa menerima itu, semua orang yang ada didekat gadis itu akan menjadi target waspadaku” ucap Jansell dengan nada yang sedikit ditekan, membuat Merry terdiam, ia tidak menyangka pria itu akan menebak dirinya, tapi lebih dari itu semua, Merry tidak salah merestui anaknya bersama dengan Hansell, sebab ia membutuhkan pria yang tidak boleh mempercayai siapapun kecuali Airyn, bahkan Hansell bersikap berbeda dari pria lain, yang bersikap sopan kepada ibu pasanganya, ia bahkan waspada pada Merry, sebab dimasa lalu Merry sangat mengecewakan gadisnya.


Bukankah sikap seperti ini yang diinginkan Merry, laki-laki yang bisa menerima Airyn dengan seluruh kekuranganya, dan laki-laki yang menjaga gadis itu dan selalu waspada pada siapapun yang mengancam keberadaanya, seorang pria yang sangat tepat untuk berada disisi Anaknya.


Setelah menyelesaikan percakapan lewat telfon seluler akirnya kedua orang itu saling memutus panggilan , hingga mobil Hansell terparkir di bassement apartemennya. ia menguatkan diri menghadapi semua ini, seolah Hansell tidak boleh takut dan lemah.


Untuk menghadapi sesuatu yang sulit, Hansell perlu kuat bukan, bagaimana ia menyelamatkan Airyn jika ia tidak percaya pada dirinya.


****


Darrel yang saat ini menunggu kedatangan orang penting bahkan wanita yang menjadi idamannya selama ini telah merapikan diri dengan sempurna, ia sangat gugup menanti kedatang Nona Petov, jujur saja Darrel tidak menganggumi Nona Petrov akibat cinta melainkan rasa bangga akan wanita itu, ia adalah wanita pertama yang membuat Darrel tertegun, bahkan Nona Petrov sangat berkarisma dengan kepintaran serta wibawa seorang pemimpin sebagai orang teratas, bahkan siapapun akan kalah jika dibandingkan dengan wanita itu.


“Selamat pagi Darrel” ucap Airyn dengan senyum manis, tentu gadis itu mengunakan pakaian sederhana yang jauh dari dugaan Darrel, pakain kantoran yang tidak bermerek seperti biasa, bahkan membuat Darrel tertegun jika tubuh Nona Petrov mampu mengunakan pakaian sederhana yang tidak cocok untuk Tubuhnya.


“Selamat pagi Nona Petrov, apa anda merasa nyaman?” tanya Darrel dengan penuh canggung, membuat Airyn melirik ketubuhnya yang dipandang Darrel dengan sangat aneh


“Oh, tentu saja. Aku sangat nyaman hari ini. tapi Darrell…..lebih baik berhenti memanggilku seperti iyu. rasanya aku tidak nyaman dengam sebutan Nona Petrov, panggil saja Airyn karna itu sangat cocok untuku yang hari ini menjadi Staff biasa” ucap Airyn dengan penuh sopan, membuat Darrel tertegun memandang keramahan gadis dihadapanya, selama ini ia selalu memandang Airyn sebagai wanita yang dingin dan berkarisma, namun diluar dugaan ia sangat nyaman dan ramah, seolah angin surga menerjang Darrel untuk menganggumi Nona Petrov, pantas saja tuannya begitu gila akan gadis itu


“Darrel…kenapa kau diam saja? Apa ada yang salah dari ucapanku?” celetuk Airyn dengan binggung, membuat pria itu mengambil alih kesadaranya


“Tidak nona…silahkan masuk, saya akan mengantar anda kemeja tempat anda bekerja” seketika keduanya menuju kearah lift dan memasukinya, namun baru saja Darrel menutup pintu lift, seseorang menahanya dari arah luar, tentu itu Hansell.


Ia menatap kearah Airyn yang berada dihadapanya, sesuai dugaan gadis itu mengunakan pakaian sederhana, bahkan Airyn benar-benar merubah diri sedetail mungkin, membuat Hansell sedikit kagum pada kekasihnya, maksudnya mantan kekasih.


Ia memasuki lift yang sama, bahkan menempatkan diri disamping Airyn dan mengeser posisi Darrel, airyn yang berlagak tidak saling kenal memandang kearah depan, membuat beberapa kariyawan yang ada disana sedikit kaget akan tingkaah bosnya, sangat jarang untuk direktur mereka bersikap kurang sopan seperti itu, bahkan kepada Darrel, hingga tatapan Direktur tidak dilepaskan kepada wanita disampingnya, hingga timbul sebuah pertnyaan siapa wanita itu? apakah seseorang yang dikenali Direktur, jika dilihat dari tingkahnya wanita itu sangat berarti baginya.


Setelah lift berdenting, akirnya Airyn dan Darrel keluar dari sana, membuat Hansell sedikit tidak rela, namun melihat Darrel berjalan beriringan dengan Airyn ada api cemburu yang tidak wajar, hingga tanpa sadar ia pun menyusul dua orang yang ada didepan matanya.


“Tuan, kenapa ada keluar? Bukankah lantai anda berada dilantai atas?” ucap Darrel dengan binggung, tentu Hansell kelabakan ingin mengucapkan apa, ia tidak mengerti kenapa keluar dari sana


“Kenapa memangnya, ini perusahaanku. Jadi sudah menjadi kewajibanku untuk mengantar kariyawan baru kemeja kerjanya” ucap Hansell dengan angkuh, membuat Airyn menarik senyum disudut bibir, bahkan ia menahan hal itu agar tidak mempermalukan Hansell


“Alasan macama apa itu seorang Direktur mengantar staff biasa kemeja kerjanya, meskipun Nona Petrov kekasihnya, tapi kariyawan disini akan binggung dengan tingkah yang ia lakukan” gumam Darrel melirik panjang kearah Hansell, namun ia tidak ingin berdebat dengan pria itu dan melanjutkan perlajanan


"Kenapa Hansell seperti ini, bagaimanapun aku harus bertingkah cuek dan mengabaikan dia” gumam Airyn dengan menarik senyum terdalam


Melihat tiga orang berjalan menghampiri ruangan yang sangat ramai akan kriyawan, membuat mereka terdiam, seolah kehadian direktur dan sekretaris pribadinya, membuat mereka sangat tercengang, sebab jarang sekali untuk dua orang penting menginjakan kaki diruang staff seperti ini, membuat semua mata menunduk hormat, bahkan tanpa disadari mereka mengabaikan orang asing diantara mereka, membuat tanda tanya akan wanita itu, tentu saja paras cantiknya membuat semua laki-laki terpana, hingga dada Hansell berdenyut sesak menyaksikan tatatapan buaya.


“Ini tempat anda Bona Airyn” ucap Darrel dengan kalimat canggung, membuat Hansell merasa binggung, bagaimana bisa Darrel bersikap seperti itu pada kekasihnya, sebab sebutan Nona Airyn adalah panggilan akrab untuk seseorang, tatapan tajam penuh ancaman tertuju pada Darrel, membuat ia mendekatkan diri pada pria yang ada disampingnya


“Tuan, Nona Petrov yang meminta saya untuk memanggilnya dengan sebutan biasa, karna Nona Petrov tidak ingin mencolok disini, saya tengah mengikuti perintah saja. Maafkan saya tuan” ucap Darrel dengan gugup, membuat Hansell sulit sekali menetralkan emosinya, ia bersikap angkuh berdiri disamping meja Airyn, sedangkan gadis itu tengah menempati kursi yang menjadi tempat ia bekerja beberapa waktu kedepan, melihat semua mata melirik kearahnya, Airyn berdiri dari sana dengan sikap canggung.


Ia menundukan sedikit tubuh untuk memberi hotmat, betapa anehnya tingkah Airyn kali ini, bukan menurut Hansell dan Darrel saja, bahkan dirinya sendiri, seumur hidupnya Airyn tidak pernah memberikan hormat, meskipun kepada rekan kerja yang berumur diatasnya, ia tidak pernah membukukan badan, namun kali ini Airyn mencoba, pertamakalinya bagi Airyn melakukan hal diluar batasan, hal yang sebelumnya enggan ia lakukan, bukankah ini sangat aneh? Hidup gadis itu berubah seketika kenyataan terungkap “Perkenalkan nama saya Airyn Petrovika, kalian bisa memanggil saya dengan sebutan Airyn, hari ini saya menjadi Staff baru disini, dan saya mohon kerjasama semuanya” ucap gadis itu dengan kalimat lugas, membuat Hansell mengepalkan tangan karna geram, ia ingin sekali memeluk gadisnya, bukan karna apa-apa, melainkan bangga akan gadis yang masih ia cintai, yang selama ini dipandang Hansell sebagai wanita berkuasan dan tinggi diatas segala-galanya, ternyata diluar dugaan Airyn mampu bersikap sederhana dan merendah, apa yang ingin dicari Hansell dari wanita lain, jika seluruhnya ada didiri Airyn.


“Apa benar ia staff biasa? Kenapa ada Direktur disampingnya bahkan dua orang perting yang terlihat jarang berada diruangan ini saja mengantarkan dia, bukankah ini aneh?” bisik beberapa kariyawan wanita yang tertangkap oleh pendengaran Airyn


“Dengar semuanya, dia bukanlah orang penting disini. Dia sebatas Staff biasa, jadi tidak perlu heran kenapa hari ini aku keruangan kalian, karna aku ingin memeriksa kinerja kalian disini. Kembalilah ketempat masing-masing dan berhenti untuk bicara yang tidak-tidak” ucap Hansell ketika matanya menatap kearah Airyn, membuat semua kariyawanya mengerti, siapa yang bisa membatah Direktur utama


Airyn berterimakasih jika kali ini Hansell mengerti tentang apa yang dia inginkan, membuat gadis itu tanpa segan memberikaan senyum hangat seperti biasa, begitupun dengan Hansell ia snagat bahagia bisa melihat Airyn setiap harinya