
“Apa kamu sudah siap?” tanya Merry kepada suaminya, bahkan Merry membantu Zates untuk mengunakan dasi formal yang menghiasi pakaian mewah yang membalut tubuh pria dewasa itu, tampilan Zates amat elegan, bahkan karismanya sangat luar biasa hingga membuat Merry sedikit terpaku melihat suaminya itu, mereka berdua saling melihat kearah kaca depan dengan tatapan meyakinkan, sehingga pantulan keduanya sangat terhubung satu sama lain.
“Mulai hari ini, kehidupan mu akan berubah. Kau akan mengumumkan pada dunia siapa dirimu sebenarnya, dengan mengambil tangung jawab pada anak kita dan diriku. Aku harap kau bisa menjalankan semua ini dengan tenang, meskipun ini pertama kalinya untukmu di publick, aku mohon jangan panik dan terus genggam tangan ku, jika nanti kau merasa takut, maka tatap saja mataku” ucap Merry untuk memberikan ketenangan pada Zates, membuat pria itu tersenyum ketika melihat istrinya, sebab nampaknya Merry-lah yang luar biasa panik.
“Terimakasih sayang, kau meningalkan satu kata lagi, nanti jika aku ingin menangis aku akan memelukmu” serunya seraya mengoda Merry, membuat wanita itu menepuk tubuh Zates ketika candaan nya mencairkan ketegangan yang Merry alami. “Aku akan menghadapi dunia untuk anak kita, jadi kau jangan terlalu tegang. Jika kau tegang aku juga bisa ikut tegang, sekarang kita percayakan pada Airyn” seru pria itu sembari menyelipkan ciuman lembut di kening istrinya.
"Baiklah, aku akan berusaha tenang" balas Merry sambil memeluk tubuh Zates, ia mendekap pria itu dengan posesif seperti meminta sebuah perlindungan untuk menghangatkan hatinya.
***
Sedangkan Aryn yang ada di kamarnya, dengan bingkai foto Hansell di sisi wanita itu, membuat mata Airyn terpaku pada suaminya, ia yang duduk di depan meja rias menatap penuh cinta seolah kali ini senyuman Airyn benar-benar menguatkan dirinya, beberapa hari ini Airyn selalu di hiasi oleh air mata, setiap kenagan kecil tentang Hansell terus terasa menyenangkan, namun disaat bersama juga menyakitkan, setiap pakaian suaminya ia gunakan untuk tidur seolah merasa di peluk seperti malam-malam sebelumnya, dan Airyn juga terus mengkonsumsi sup tulang sapi yang menjadi makanan favorit suaminya, segala hal terntang Hansell lambat laun mulai ia sukai, meskipun ada kesedihan yang menghampri, namun mulai sekarang berubah menjadi penerimaan yang nyata.
Sudah seminggu semenjak Hansell tidak ada di sisinya, dan sudah seminggu Airyn merasa sesak setiap malamnya, namun ia sadar di pagi hari ia harus kembali bahagia untuk kedua anaknya yang amat kuat di dalam sana, dan bahkan Airyn sudah melakukan konsultasi dengan Psikolog untuk memberikan pengobatan pada luka batinnya, mengajarkan Airyn cara menerima, dan juga mengajarkan Airyn cara ikhlas untuk menjalani kehidupan sehari-hari, Airyn benar-benar merasa lega ketika detak jantung anak kembarnya terasa begitu kencang, bahkan saat perutnya bergejolak benar-benar seperti penghiburan di kala kesedihan yang melanda.
Meskipun tidak di pungkiri, kadang Airyn bicara sendiri seolah-olah ada suaminya, namun Airyn sadar halunisasi yang ia ciptakaan itu adalah penagkal rasa sakit, meskipun sebenarnya ia sudah menerima keadaa, tetap saja Airyn membutuhkan yang namanya penghilang rasa sakit pada umumnya dan untuk jiwanya, halunisasi tentang Hansell adalah obat untuk ia bertahan saat ini, sebelum akirnya Airyn berproses untuk menjalani hidup tanpa hal itu.
“Aku akan memperjelaskan hubungan kita pada dunia. Dan hari ini aku akan menyelesaikan seluruh kesalah pahaman yang terjadi di hubungan kita, aku tidak akan membiarkan mereka menentang kita, dan akan aku singkirkan seluruh keraguan itu” ucap Airyn saat mengusap perutnya sambil memandang foto suaminya yang begitu tampan dengan tawa tulus dan bahagia.
****
Sedari malam rasanya Jenny tidak bisa tidur tenang, namun syukurlah ia mampu tidur selama 30 menit untuk acara hari ini, Jenny sudah mengkondisikan setiap hal dengan baik. Ia benar-benar mengunakan koneksi untuk pertama kalinya, dan Jenny akan menjadi seseorang yang akan mengungkap kebenaran dan sejarah berpuluh-puluh tahun lamanya, bahkan rasanya Jenny cukup bimbang atas berita besar hari ini, hanya saja ia tidak akan mundur lagi, jika ia terlibat sudah begitu panjang.
Sedangkan Frada yang kala itu telah siap dengan tugas yang di berikaan oleh Airyn, benar-benar ikut serta untuk peng-informasian berita hari ini, ia akan meretas segala stasiun pemberitaan di seluruh media dunia, Frada dengan beberapa anggota terbaik yang ia punya, yang bernama "Pasukan badas" itu, benar-benar merasa berperang hari ini, ia bertugas mengumpulkan komentar jahat yang akan di pertontonkan untuk menjerat mereka kedalam jeruji besi, dan Frada sudah melacak seluruh data mereka hingga menemukan kejelasan atas pemilik akun anonim itu, dan bahkan data-data orang yang akan Nona Petrov eksekusi sudah berada di tangan Darrel, serta beberapa orang yang mendapatkan hukuman kecil berada di tangan Zates, hingga siang ini ia sudah berada di ruang kendali yang amat besar, tentu merupakan perusahaan Hansell yang akan di eksekusi nantinya, selain perusahaan ini tidak ada tempat yang bisa melakukan aksi Frada denga luar biasa.
“Apa semuanya sudah siap?” ucap Jenny yang kala itu memasuki ruang monitor di perusahaan raksasa milik Hansell Hamillton, membuat Frada yang luar biasa ganas itu memalingkan wajah melihatnya.
“Tentu saja, setelah kau melakukan Live maka seluruh stasiun televisi akan menayangkanya. Dan kita hanya membutukan waktu 1 jam, apakah itu cukup?” tanya Frada pada pewarta Jenny yang akan menjadi pembawa berita ter-hot abad ini.
“Tentu saja, bahkan kau memberikan waktu yang amat banyak untukku” seketika Jenny tersenyum puas kearah gadis itu, seraya menepuk pundaknya untuk ucapan terimakasih atas kerja kerasnya.
Jenny keluar dari ruangan Frada, hingga dirinya bersirobok dengan Darrel yang begitu gusar untuk masuk ke dalam ruangan. “Tuan Darrel, kenapa anda begitu panik?” tegur Jenny pada Darrel, membuat langkah Darrel tersendat untuk berhenti di depan Jenny.
“Nona Jenny, apa kau sudah yakin untuk berita hari ini?” tanya pria itu dengan gugup.
“Tentu saja, aku sangat percaya diri” ucap Jenny kehadapan Darrel dengan penuh percaya diri.
“Lalu bagaimana dengan Frada, apa semuanya aman. Tidakah kita perlu mempertimbangkan lagi untuk meretas media internasional, ini tentu akan membuat berita besar nantinya, aku takut saja jika tindakah kita ini malah membuat beberapa pihak merasa tersingung”
“Kenapa kita harus memikirkan mereka, jika saja mereka tidak memperkeruh situasi Nona Petrov dan Tuan Hansell, semuanya tidak akan seperti ini. Dengan meretas media internasional, ini akan menjadi tamparan keras kepada mereka, kita memiliki damage yang luar biasa, selain bisa mengungkapkan kebenaran, kita akan mengatakan pada dunia jika media mereka masih memiliki sistem yang kurang aman, sehingga pihak kita bisa masuk dengan mudahnya” ucap Jenny sambil lalu, bahkan ia tertawa dengan mengerikan seolah benar-benar membuat Darrel terdiam atas sikapnya.
“Baiklah. Aku akan mengurus sisanya"
“Tidak perlu, kau hanya perlu menonton pertunjukan, sebab segala hal sudah aku persiapkan tanpa cacat” hingga Jenny berlalu memasuki sebuah ruangan yang di gunakan sebagai tempat siaran, bahkan di ruangan itu sudah mendatangkaan beberapa pakar dan juga orang-orang penting dunia yang bisa diajak bekerjasama, bahkan ada diantara mereka yang menawarkan diri untuk ikut serta dalam hal ini, bahkan rasanya Jenny bermimpi bisa mewawancarai orang hebat itu.
"Jika begitu, aku akan menjemput primadona kita hari ini. Nona Petrov yang akan datang tepat pada waktunya" seru Darrel saat berlalu meninggalkan tempatnya berdiri.
****
Kilau kamera itu sudah menyerang Zates dan juga Merry dengan pakaian rapi yang mereka kenakan, seluruh awak media menyorot Zaterius yang lebih akrab di kenal sebagai Tuan Zat, bahkan saat kakinya melangkah saja semua berita sudah menyiarkan tentang dirinya, bahkan banyak dari mereka yang mengekspos wajah Zaterius yang luar biasa tampan, tentu merupakan orang nomor 3 yang bertenger di jajaran elit dunia, dan merupakan orang ke 3 yang memasuki pasar internasional dengan kekayaan mencapai 430 Miliar Dolar setara dengan 5.745,23 trilliun, jika di Rupiahkan.
Bahkan saat ini ia mengandengan Merry Laurent yang terkenal sebagai orang kepercayaan Nona Petrov di persaingan bisnis dunia, yang merupakan orang berpengaruh dan bukan orang sembarangan, Merry merupakan wanita pertama yang memiliki kecerdasaan luar biasa sehingga dengan bantuan Merry Laurent perusahaan Raksasa APV bisa berkembang dengan luar biasa, dan tentu saja semua orang mengetahui jika Louis Petrov yang sudah meninggal merupakan ayah dari Airyn Petrovika, dan ternyata sebuah kenyataan paling mencengangkan menguncang dunia, jika di katakan bahwa Tuan Zat yang terkenal itu adalah kembaran Louis Petrov, dan Airyn Petrovika bukanlah anak Charllot Farhaven, melainkan anaknya Merry Laurent.
“Sekarang ini saya sedang berada di sebuah rumah sakit terbesar di Negara ini, yaitu Rumah Sakit HS yang merupakan rumah sakit yang dimiliki Hansell Hamilton. Di sini sudah berada beberapa pihak yang terlibat dalam pembuktian genetik Nona Petrov yang merupakan anak biologis dari pasangan Zaterius laos petrov dan Merry Laurent, bahkan mereka menyiarkan hal ini secara langsung untuk melihat ke-sahan sebuah hasil tes DNA tersebut, saya sendiri cukup tercengang dengan fakta akan Tuan zlZaterius yang mengandenga Merry Laurent sebagai istrinya, bahkan nampak sekali bagaimana dekatnya hubungan diantara dua orang tersebut , namun apakah hubungan ini hanya sebuah kepura-puraan untuk melindungi nama Nona Petrov atau hubungan mereka benar-benar Sah sebagai suami istri” ucap seorang Reporter yang saat ini berada di pinggiran karpet merah, yang merupakan tempat seluruh orang menyorot mereka.
“Tuan Zat, apakah hubungan anda hanya sebuaah Settingan saja untuk menutupi scandal Nona Petrov?” teriak gadis itu, namun Zates dan Merry mengabaikanya.
“Tuan Zat bisakah anda mengklarifikasi sedikit tentang apa yang terjadi sebenarnya”
“Tuan Zat, apakah hubungan ini sebuah setinggan untuk menutupi aib Nona Petrov”
Hingga langkah Zates yang tadinya gugup, menegang penuh kebencian atas pertanyaan sampah yang membakar jiawa-nya, ucapan dari mulut wanita yang tidak tahu diri itu, tengah mengatakan tentang aib Airyn, tentu saja pertanyaan itu adalah penghinaan yang tidak mampu ter-maafkan.
Dengan kilau mata tajam dan aura menyeramkan, yang bahkan tidak pernah Zates tampilkan sebelumnya, benar-benar membuat Merry tertegun memandang suaminya, ia yang tadinya mulai menenangkan Zates agar tidak terlalu terprofokasi rasanya di bungkam oleh cenkraman tangan Zates yang begitu keras.
Seluruh reporter dan para kameramen terdiam, bahkan orang yang mengambil gambar saja terpaku melihat ekspresi menyeramkan nan tajam itu tertampil di kameranya, bahkan tatapan Zaterius itu membuat gadis yang bertanya tadi bungkam hingga dirinya amat takut dan gugup.
“Aib?”seru zates saat menantang kearah wanita itu “Kau tahu kenapa aku mau melakukan acara seperti ini. Itu semua hanya karna orang-orang rendahan seperti dirimu. Bahkan hari ini jika aku mau, sangat mudah untuk menghancurkan media kecil seperti kalian, menghentikan operanisinya dan membuat media itu gulung tikar dengan apa yang aku miliki. Namun seperti apapun aku mengeluarkan uang untuk membungkam kalian, hanya akan membuat ratusan orang tumbuh seperti dirimu, karna itulah untuk membalas dan membungkam kalian, mari kita lakukan pembuktian atas kenyataan ini, hingga nanti kalian akan merasa sadar diri jika berita yang kalian miliki hanya kumpulan sampah yang tidak berarti”
Membuat semua orang terdiam dan bungkam, bahkan banyak orang tertegun medengar perkataan Zaterius, sangat benar yang di katakanya, bahkan ia bisa dengan mudah melakukan itu, tapi untuk Nona Petrov ia mau melakukan acara rendahan seperti ini, bukankah itu bukti jika ini semua memang fakta yang terjadi, jika sebenarnya Airyn memang anak mereka.
“Dan kalian bertanya apakah wanita ini hanya sebuah tameng saja. Jika hari ini aku di suruh memilih, dunia yang aku miliki sekarang atau Merry, aku dengan bangga melepaskan apa yang aku sandang untuk memilihnya” sambung Zates ketika meraih tubuh Merry untuk mendekat kearahnya, tubuh mereka yang menempel rapat membuat dada Merry terasa terbakar akibat deguban yang tidak beraturan, mata Zates yang penuh cinta itu membuat semua orang terpaku melihat dirinya, tak terkecuali gadis yang sudah bergetar takut saat mengengam sebuah microfon di tanganya.
Hingga ciuman hangat di berikan pada istrinya penuh dengan kasih sayang, memberikan kelembutan dan sentuhan penuh cinta pada wanita yang begitu ia sayangi, mengusap kepala Merry untuk terus mencubu dirinya hingga semua orang yang terpana memandang Zates dan Merry.
Namun mereka harus secapatnya sadar untuk mengambil gambar yang luar biasa, seolah seperti para elit dunia yang luar bias mengagumkan, hingga sekarang fikiran mereka mulai berjalan, jika saja benar Zaterius adalah ayah kandung Nona Petrov dan Merry adalah ibu biologisnya, bisa di pastikan 3 orang itu akan bisa menguasai dunia dengan statusnya, benar-benar membuat mereka terlihat seperti serpihan debu yang tidak berarti, dengan sekelas berlian dari dasar laut terdalam.
Zates melepaskan Merry atas ciuman posesif yang di berikan, rasanya Zates tidak terima cintanya di ragukan oleh orang lain, bagi Zates tidak ada yang boleh meragukan kasih sayangnya kepada Merry kecuali wanita itu sendiri, sebab jika ada keraguan di hati Merry, berarti memang Zates yang kurang usaha untuk mendapatkanya, dan orang lain yang hanya berkomentar Tentu membuatnya tidak bisa menerima, membuat Zates ingin menunjukan pada dunia jika wanita itu adalah milik Zaterius dan wanita yang akan menjadi Nyonya Besar Laos.
“Maaf jika kata-kata mereka melukai-mu” lirih Zates ketika menatap kedua mata istrinya dengan penuh cinta dan kasih sayang yang luar biasa, ia bahkan mengusap pipi Merry dengan lembut seraya menatap sendu penuh keteduhan.
“Tidak apa-apa. Aku tidak terluka, karna mereka hanya orang lain yang tidak akan bisa melukai kita” balas wanita itu kepada suaminya, membuat Zates mengulas senyum termanisnya di depan semua orang, bahkan banyak orang yang mulai mengambil gambar pria tampan itu dari seluruh sudut dan tidak ada kejelekan di wajahnya sama sekali.
Zates mendekatkan dirinya kehadapan Merry, seraya menghadiahkan ciuman di kening istrinya, hingga seluruh mata terpana menyaksikan hal itu, rasanya Zates tidak main-main dalam memerkan Merry di depan publik. Bagaimana tidak, Tuan Zat yang terkenal di Amerika itu bukanlah orang sembarangan, bahkan ia tidak pernah terkena gosip dengan wanita ataupun tidak pernah memamerkan dirinya pada siapapun, ia adalah orang yang tidak pernah terekspos namun seluruh orang mengenalinya, bahkan kilas balik hidupnya dalam merintis karir saja mampu membuat orang terpaku dengan sejarah Tuan Zat, sayangnya ia benar-benar tertutup, wajahnya hanya di gambarkan dengan ilustrasi, dan dirinya hanya di ceritakan melalui buku, banyak temuan Vaksin yang luar biasa ia ciptakan sehingga banyak orang yang memberikan julukan Tuan Zat sebagai “Dewa Obat” dan sekarang ia memamerkan seorang Merry Laurent di di hadapan publik, imagenya yang tegas dan selalu menjaga privasi kali ini di patahkan dengan sikap Zates yang bertekuk lutut kepada Nyonya Merry.
“Astaga apa aku yang sudah mencari masalah” gumam gadis yang kala itu hanya mampu meremukan jarinya, ia amat gugup dan takut ketika apa yang ia dapatkan dari beberapa sumber malah di patahkan dengan beberapa kata dan sikap dari Zaterius. “Matilah aku. Karirku hancur sudah” ucapnya dengan begitu sesal.
Hingga pandangan semua orang teralihkan pada sebuah mobil hitam yang terhenti di ujung karpet merah itu, menampilkan seseorang yang di tunggu-tunggu datang, yaitu Airyn Petrovika, ia adalah Nona Petrov yang mengegerkan dunia, bahkan semua orang mengetahui siapa dirinya dengan berita hari ini, membuat Zates dan Merry tersenyum seraya saling memberikan kode untuk pergi, sebab nampaknya putri mereka akan berjalan menelusuri karpet ini.
Airyn turun dengan anggun, perutnya yang cukup besar dan tubuhnya yang luar biasa mengemaskan benar-benar membuat mereka terpaku, jika bisa di katakan mungkin baru kali ini mereka melihat jika di dunia ini ada wanita yang hamil secantik ini, bahkan seperti apapun dirinya tidak menutup kemungkinan jika visualnya amat luar biasa, Nona Petrov yang merupakan Nyonya Hamilton ternyata memiliki aura yang tidak pernah padam, bahkan sinarnya saja mampu membuat semua orang terintimidasi atas dirinya.
Hingga senyum manis Airyn bertebaran keseluruh jangkauan mata, membuat semua orang bersorak atas kecantikan dan juga dirinya yang luar biasa mengagumkan tentu saja beberapa pengawal sudah menjaga Airyn, seperti Nyonya besar yang di berikan perlindungan ketat, serta Darrel yang dengan bangga berjalan di belakang wanita itu, rasanya mereka tidak bisa berkata apa-apa selain memberitakan kedatangan Nona Petrov yang sudah di tungu-tunggu, jika Tuan Zaterius di katakan orang paling misterius, mungkin Nona Petrov jauh lebih misterius dari yang di bayangkan.
Airyn yang sudah mencapai ujung terhenti dari langkahnya, bahkan dia yang seharunya memasuki pintu VVIP itu mengurungkan niat, airyn membalikan badan untuk menghadap kearah kamera dan para Reporter yang sudah ada disana, tentu seluruh ajudan Airyn mengambil posisi melindungi wanita itu, bahkan mereka berdiri di radius yang paling sempurna untuk mengepunginya, membuat Darrel juga ikut siaga untuk menjaga Nona Petrov.
Airyn yang menatap seluruh kamera yang menyorot dirinya, memasang wajah penuh serius sebelum akirnya menundukan tubuh memberi hormat kearah mereka, rasanya Airyn tidak perlu menutupi dirinya lagi bukan, sebab orang di balik surat kontrak itu pada kenyataanya tidak ada, hanya saja Jilixing yang merecoki dirinya, dan ternyata surat kontrak yang di tulis oleh ayahnya Zates hanya sebuah harapan untuk dirinya bertahan, dan berkat surat kontrak itu Airyn bisa berdiri di hadapan jutaan mata yang mungkin melihat dirinya, meskipun kamera mereka hanyalah perwakilan saja, namun dengan jaringan internet dan berita media mungkin seluruh dunia tengah memandanginya, dan Airyn ingin memperkenalkan dirinya yang baru, dirinya yang akan berjuang untuk tidak menghindari kenyataan, dan Airyn yang akan kuat di kedua kakinya sendiri.
Mulai detik ini, meskipun takdir merengut hal berharga bagi dirinya, merampas belahan jiwanya, dan mengambil paksa separuh hidupnya, Airyn tidak akan menyerah karna baginya Jansell dan kedua anak mereka adalah alasan untuk bertahan, tidak ada surat kontrak, tidak akan ada ancaman, tidak akan ada ketakutan, yang ada hanyalah keberanian untuk menghadapi kenyataan, dan detik ini Airyn akan menantang dunia untuk menghadapi dunia yang tengah menghantam dirinya dengan seluruh cacian, hinaan dan juga kata-kata sampah mereka, bahkan sampai menuntut Airyn melepaskan Hansell, tentu saja di batas itu Airyn tidak akan bisa mentoleransi lagi, sebab memperjuangkan hubungannya sebagai istri Hansell, adalah hal pertama yang akan membuat Airyn bisa melangkah bebas, dan kali ini Airyn melakukanya.
“Terimakasih atas partisipasi teman-teman media, aku cukup tersanjung jika kalian sudah datang keacara hari ini, dan mungkin hari ini kalian sudah mengetahui apa yang akan saya lakukan di Rumah Sakit ini. Saya meminta kita semua sama-sama menghargai bagaimana privasi kehidupan setiap orang, dan saya sangat meminta kerjasa semuanya. Saya bukanlah publik figur yang siap memanjakan masyarakat dengan berita tentang kehidupan pribadi saja, karna itulah saya memimta media menjaga batasan untuk mengusik ranah privasi saya dan Juga Hansell Hamillton, dan beberapa berita yang sempat besar hari ini, membuat saya ingin mengatakan yang sebenarnya kepada kalian, jadi untuk itulah mohon kerjasamanya atas acara malam ini”
Hingga Airyn menutup kata-kata itu dengan salam hormat yang ia berikan kepada rekan media, bahkan banyak kilau yang menyorot dirinya, sampai akirnya Airyn berlalu kearah pintu untuk memasuki acara Jenny.