Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Tidak Terampuni



Hansell memperketat penjagaan untuk istrinya, bagaimanapun ia tidak bisa berdiam diri di kamar Hotel dan menunggu hasil, ia sangat mengerti mengapa berita ini di kabarkaan malam hari, sebab di malam hari banyak orang yang sudah terlelap dan sedikit kemungkinan untuk membereskanya, hingga ada jeda sampai pagi untuk memperpanjang berita agar menghasilkan cerita lain yang lebih menyimpang.


“Jangan memberitakan tentang ini, jika anda tidak ingin acara kita berantakan” ancam Jenny dengan penuh penekanan kepada Direkturnya, membuat wanita setengah berumur itu tidak percaya atas yang di dikeraskan Jenny padanya.


“apa kau gila! Berita sepenting ini telah diberitakan oleh banyak media dan kau melewatkanya. Ada apa dengan mu!” balas wanita itu dengan tidak menyangka, sebenarnya apa yaang di fikirkan oleh Jenny hingga diluar kendalinya sebagai Direktur, meskipun selama ini Jenny selalu pintar dan cekatan tapi kali ini gadia itu terlihat bodoh sekali, ia bahkan mengancam akan berhenti dari stasiun televisi jika dipaksa memberitakan hal tentang Hansell Hamillton di acaranya.


"Apa kau di suap untuk tutup mulut Jen?" Tuduh wanita parih baya itu ketika menyambung perkataanya.


"Apa menurutmu aku orang seperti itu?" balas Jenny dengan melemparkan pertanyaan, seolah ia ingin wanita itu yang menjawab lontaran kalimat barusan.


"Tidak" lirihnya dengan menyelisik secara seksama, bahkan ia bertopang dagu menatap Jenny untuk menimbang-nimbang “Jenny. Sebanyak ini pembawa berita yang aku kenal. Hanya kau yang paling pintar dan bijaksana, bahkan berita apapun selalu menajdi pencarian utama di kata kunci pemberitaan kita jika kau yang membawakanya, tapi ada apa dengan dirimu kali ini, sehingga kau menolak berita sehangat ini. Jika kita tidak memberitakanya semuanya akan mengubah opini mereka sehingga berita ini bisa saja simpang siur, sebab di dalam pemberitaan kita selalu menjadi center utama. Apa kau masih belum memahami dunia ini, tidak peduli berita tersebut sebuah kebenaran atau kebohogan, tugas pembawa berita hanya menyampaikan sesuai fakta dan bukti yang ada. Dan kali ini segala hal sangat mendasar, apa yang kau tunggu lagi” jelas Direktur dengan penuh penekanan, berharap anak didiknya dapat mengerti, meskipun kali ini ia tidak mengerti dengan keinginan Jenny.


“Aku tahu. Tapi kau lebih tahu bagaimana diriku bukan. Aku ingin menjadi nomor satu dari segalanya. Aku telah mendapatkan sesuatu yang jauh lebih mengejutkan dari yang kau bayangkan. Mungkin aku akan berada di pencarian kata kunci pertama selama satu pekan. Jadi untuk semua itu, jangan memberitakan Hal ini dulu” ucap Jenny dengan sungguh-sungguh, membuat wanita itu terbelalak tidak percaya, apa maksud wanita gila itu dengan "sesuatu" bahkan ia tidak mau memberitakan skandal Hansell Hamillton, lalu bagaimana caranya menjadi nomor Satu.


“Percaya padaku, dan jangan memberitakan hal ini. Beri aku waktu 24 jam dari sekarang, maka aku akan memberitakan fakta yang esklusif yang bisa membuat dirimu dan satu negara terpana” ucapnya dengan pandangan berbinar, bahkan ia berucap dengan santai namun penuh keyakinan, membuat Direktur itu terdiam dalam mempertimbangkan, apakah ia perlu mempercayai Jenny atau menganggap wanita itu sebagai orang gila, hanya saja selama ini Jenny tidak pernah salah sedikitpun dan selalu mengagumkan, akankah kali ini perkataannya sesuai dengan harapan, jika benar apa yang diucapkanya suatu jakpot kemenangan, tentu saja hal ini menjadi terobosan


besar.


“Dasar wanita gila. Terserah kau saja. Jika perkataanmu tidak benar, aku akan mencabut statusmu sebagai pembawa berita. Apa kau mengerti” ancam Direktur pada Jenny, membuat gadis itu menganggukan kepala dengan angkuh sembari melenggang keluar dari ruangan, tentu saja ia sudah memperkirakan hal ini akan terjadi ketika menolak tawaran Jungkyung, bahkan Jenny ingin melihat apa reaksi teman baiknya saat mengetahui keberanan nantinya, benar-benar hari yang mendebarkan untuk esoknya.


Pemberitaan tentang Airyn yang sebagai wanita simpanan dan juga wanita yang mempermainkan dua pria secara bersamaan mulai surut, hanya saja Grup HS mengalami kerugian sekitar 3 persen sesuai dengan bursa efek, sehingga mengalami kerugian mencapai miliaran dolar dalam beberapa jam, bahkan membuat para pemegang saham meributkan hal itu dan memberontak kepada Hansell, selain itu keluarga Lee juga mendapatkan nama buruk di masyarakat akibat putra dari anak sulungnya menyukai gadis yang tidak baik, bahkan hal ini menjadi keributan atas pengemar Dall di sosial medianya, hngga pria itu di kecam dengan hujatan secara beruntun, bahkan ketika Dall keluar semua orang membicarakanya.


semalaman Dall telah menemui Hansell dan berunding tentang hal ini, Hansell menyarankan untuk tidak membuat keributan sebelum berita ini mereda, sebab untuk mempertahankan harga saham kedua perusahaan, Hansell perlu mengambil kepercayaan publik tentang mengungkap kebenaran dari pada menarik berita dengan kekuasaan, sebab hal ini akan menimbulkan kerugian oleh kedua perusahaan, jadi sebelum melakukan Confrensi Pers ,berita yang tidak mendasar ini perlu dibereskan sebelum di klarifikasi.


Darrel telah menemukan Frada dan mengkonformasi atas hilangnya Nyonya Merry, dengan segenap kemampuan yang dimiliki Frada tidak tidur semalaman karna melacak keberadaan beliau, sebab hal ini sangat penting untuknya, karna menyangkut Griffin, sedangkan Darrel tengah berada di ruangan yang sama dengan Frada, membuat gadis itu sedikit kagum jika pria bernama Darrel cukup cekatan dan juga pintar dari pada Dikra, selain itu Frada juga mengetahui kebenaran akan kepastian Griffin yang masih bernyawa, membuat dirinya bersemangat kembali untuk membalas dendam, selain ditanganya Griffin tidak boleh lenyap oleh siapapun.


Merry berada di ruang bawah tanah tanpa ada sinyal apapun, yang ada disini hanya kamera pengawas dan beberapa orang bertubuh kekar serta anak buah Merry yang telah di taklukan oleh oleh para pria itu, mereka dihabisi hingga babak belur hingga membuat Nerry tidak menyangka tindakanya kali ini sangat bodoh, tapi untuk mengetahui kebenaran yang sangat sulit ditemukan sangat pantas untuk Merry menghadapkan diri pada kematian, setidaknya ia perlu mengetahui siapa yang mengendalikan putrinya selama ini, tentu selama perjalanan kebawah tanah ini Merry menuruni lorong panjang yang bertangga kayu lalu ada sebuah persimpangan tiga bercabang di hadapanya, hanya saja ia tidak bebelok kemanapun selain menelusuri lorong hingga ke bagian bawah, sebab petunjuk itu mengatakan demikian, jika Merry berjalan tidak sesuai petunjuk maka ia tidak akan keluar hidup-hidup dari sana.


Di setiap dinding hanya ada obor kayu yang menempel di dinding, serta jalan sempit beralas tamah, namun ketika sampai dibawah sana keadaanya malah di luar dugan Merry, tempatnya sangat luas dari perkiraan seolah tempat ini memang di buat sebagai tempat persembunyian sekaligus tempat tinggal untuk seseorang, tempat ini sangat luas dengan seluruh fasilitas lengkap, hanya saja di tempat itu ada ruangan yang berpintu-pintu tanpa diketahui apa yang ada dibalik sana.


Namun di sebelah pojok kananya ada sebuah penjara dengan kasur tunggal, sehingga Merry dalam mengetahui jika orang yang di tahan di balik penjara dengan tangan di borgol itu, adalah Griffin.


Hanya Saja ada yang aneh dari semua ini, meja kerja dan sofa-sofa besar itu tidak mungkin diloloskan dari gang sempit yang Merry lalui barusan, sekalipun sofa dan kursi bisa dibongkar pasang rasanya sangat tidak mungkin untuk mengangkutnya hingga kebawah sini, sebab perjalanan menuju ruang umata sangatlah panyang dan curam.


Sehingga Merry dapat menyimpulkan ada jalan rahasia lain yang lebih mudah diakses menuju tempat inj, dan hal itu hanya diketahui oleh pemilik tempat ini, tapi siapa pemiliknya? apakah orang yang berada di balik surat kontrak, jika benar begitu Merry tidak sabar lagi untuk bertemu dengan orang tersebut.


Bagi Merry tempat ini seperti kastil mewah yang di dirikan dibawah tanah dengan memanipulasi bentuk luar saja, dengan begini tidak akan ada yang menyangka jika di dunia ini ada tempat semenabjukan ini, bahkan Merry sendiri tidak berfikir ia akan berda disini.


“Lepaskan aku!” bentak Merry kepada para pria berwajah datar tanpa ekspresi di hadapanya, bahkan sedari tadi Merry memberontak namun mereka bertindak seolah tidak mendengar, ada hal aneh disini, Merry adalah seorang sandera tapi megapa mereka tidak melukai sedikitpun bahkan tidak menyakitinya selain menahan dengan berbagai pengamanan untuk mengikatnya, bahkan Griffin yang senasib dengan dirinya terbaring disana dengan tubuh terikat seolah di paksa tertidur, sedangkan anak buahnya dihabiskan dengan memar dinagian wajah hingga tidak sadarkan diri, namun Merry sendiri di biarkan mengamati sekitar ataupun berteriak, bahkan telah banyak kata-kata mengutuk yang dilayangkan sesuka hatinya, namun mereka tetap tidak bereaksi.


Sedari malam hingga pagi buta tidak ada yang berbicara atau menanggapi Merry. Sebenarnya ada apa dengan tempat ini, hingga ada sepengel ingatar terkait ucapan William di masa lalu, apa yang sering kamu pedulikan adalah sumber terbesar yang akan mengecewakan.


Lalu apa sebenarnya masksud dari perkataan William, dan hubungannya dengan Merry, hingga siapa yang akan mengecewakan Merry? Apakah Airyn? tidak mungkin gadis itu, Merry tidak memiliki siapun yang merasa penting kecuali Airyn, dan hampir seratus persen anaknya tidak mungkin mengecewakan.


****


Airyn mengerjapkan mata ketika melihat ruangan kosong tanpa suaminya, bahkan Airyn meneriaki nama Hansell untuk mencari suaminya, namun pria itu tidak menyahuti ucapan Airyn, membuat dirinya meringis perih akibat sakit kepala yang mendera, sebenarnya dimana Hansell berasa sehingga tidak ada di kamar ini. Bahkan ini masih pagi butu dan suaminya tidak ada disana, apakah terjadi sesuatu hingga Hansell menghilang sedini ini.


Airyn memilih mandi untuk menyejukan tubuhnya, berendam air hangat di pagi buta dapat merilekskan tubuh dari rasa pegal akibat berbaring di tempat tidur, sehingga Airyn merendamkan tubuh di dalam sana, bahkan hampir membuat tidur ayamnya melayang menjadi lelap.


Mata wanita itu sedikit sinis, ketika nama frada tertera di layar ponselnta, bahkan ia berfikir hal sepenting apa yang membuat Frada menganggu dirinya di pagi buta ini.


“Nona Petrov apa tidurmu nyenyak?” sapa Frada dari balik sana, membuat Airyn menganggukan kepala meskipun tidak bisa diakses oleh Frada.


“Tentu saja. Apa yang terjadi sehingga kau menelfon diriku di pagi buta ini. Seharusnya ini kasus yang sangat penting sehingga kau menganggu pagiku Nona Frada” ucap Airyn ketika melemparkan pertanyaan, membuat Frada mengigit bibir bawahnya saat gugup melingkup.


Tentu saja Wanita itu berbicara pelan-pelan di dalam kamar mandi, sebab Darrel sangat jelas melarang untuk tidak mengabari Airyn soal hilangnya Merry karna hal ini bisa saja menimbulkan kesalah pahaman antara Hansell dan Airyn, hanya aja Frada tidak punya waktu mempertimbangkan hubungan keduanya, sebab kepentingnya sangatlah mendesak.


“Nona, kau perlu tenang menyikapi apa yang akan aku jelaskan. Sepanjang malam aku telah bekerja sesuai kemampuaku, dan kali ini kau tidak boleh gegabah dalam bertindak, sepertinya kita akan menuai kemenangan, meskipun kau perlu melewatkan beberapa hal berat kedepanya. Kemarin Nona merry telah diculik” sontak ucapan Frada menembus lapisan katulistiwa yang mengemparkan untuk Airyn.


Apakah wanita ini sungguh-sungguh mengucapkan jika Merry tengah diculik, bagaimana mungkin ibunya bisa diculik jika beliau sangat ahli melindungi diri dan begitu hati-hati, bukankah Merry memiliki orang-orang handal yang mampu mengawal dirinya sehingga tidak semudah itu menembus pertahanan untuk menculiknya, bahkan ini tidak masuk untuk Airyn percaya.


“Tidak Nona Petrov. Nona Merry yang mengantarkan dirinya sendiri, hingga ia berakir di culik” jelas frada sekali lagi, membuat tegak Airyn terhayung hingga tanganya meraba dinding untuk bertahan, tubuhnya melemas seolah tidak memiliki tenaga untuk bertanya.


Tentu keraguan Airyn terpecahkan, Jika Merry yang mengantarkan dirinya sendiri, karna sangat tidak mungkin untuk wanita itu di culik, sebab Merry memiliki lapisan pelindung yang sangat handal dan dapat dipercaya, bahkan setia padanya, sangat tidak mungkin wanita otu di culik selain melemparkan dirinya sendiri.


Tali sekarang yang menjadi pertanyaan, Apakah Merry telah gila hingga mengantarkan dirinya dengan tangan kosong, Airyn bisa menebak apa yang dilakukan Merry adalah tindakan tergila yang pernah dilakukanya, sudah sangat jelas ia sengaja membawa anak buah yang tidak handal hingga berakir seperti ini.


“Tunggu..tunggu….aku perlu mencernanya dengan baik, aku benar-benar tidak bisa menerima fakta ini” lirih Airyn untuk menenangkan diri, seolah ia harus mengendalikan fokusnya untuk mengerti akan keadaan, mungkin Frada tengah mengatakan ia menemukan sesuatu hingga melaporkanya dengan nada semangat seperti yang Airyn dengar.


“Jadi kau mengatakan jika di culik, dan kau bekerja semalaman untuk menemukanya, lalu apa kau berhasil menemukan Merry?” tanya Airyn untuk memperjelas keadaan


“Tidak Nona, hanya saja aku menemukan fakta jika Griffin benar-benar masih bernyawa” sontak kalimat senang yang terakses oleh telinga Airyn membuat wajahnya meredup, bahkan ekpresinya mengeras tanpa ada hawa pembunuh yang sulit disingkirkan, tangan Airyn mengepal untuk menahan amarah yang hampir mengatup-ngatup, namun rasanya ia sudah mencapai batasanya untuk bertoleransi dengan Frada.


“aapa kau gila!! Kau bekerja semalaman hanya untuk memastika soal Griffin dan mengabaikan keberadaan ibuku. Apa kau ingin mati!! Jika terjadi sesuatu dengan Merry aku akan membunuhmu sebelum kau bisa membunuh Griffin dengan tanganmu, kau bahkan mengabarkan tentang Merry diculik dengan nada riang seolah tidak apa-apa bagimu, tanpa kau memikirkan siapa yang tengah bicara dan mendengarkanya, perlu aku ingatkaan padamu Frada. Keamanan dirimu ada dibawah perlindunganku, jika aku melepaskan mu, apa kau fikir dalam waktu sedetik kau bisa hidup!! Jadi berlaku sesuai jalur, dan utamakan apa yang pantas diutamakan, dan singkirkan nafsu membunuhmu” tariak Airyn dengan geram, seolah emosinya meledak hingga sulit dikendalikan, selama ini Airyn telah menahan dirinya untuk mengontrol emosi, tapi mendengar Merry menghilang dan frada melaporkan tanpa ada kemajuan membuat darah Airyn mendidih, bahkan ponsel itu terputus akibat Airyn menghempasnya hingga hancur lebur.


Matanya mengulirkan dendam dan amarah yang sulit di tahan, bahkan emosi Airyn mengatup-gatup hingga sulit di reda, bagaimana bisa Hansell membiarkan dirinya tidur nyeyak setelah Merry menghilang, pasti Hansell sudah mengetahui sesuatu, sehingga ia tidak ada di kamar ini.


Benar-benar pagi yang mencengkram sehingga Airyn mengobarkan api membunuh yang kentara, esuai dugaan Airyn telah diberitakan sepanjang malam dan menjadi buah bibir di masyarakat, kali ini ia tidak akan memberikan ampun kepada siapapun, entah itu Jungkyung, James, Frada ataupun orang dibalik surat kontrak.


Semuanya harus berada di genggamanya, hingga Airyn ingin sekali membunuh, untuk kali ini Airyn tidak ingin lagi mengunakan hati manusianya, sudah cukup ia dimanfaatkan oleh manusia yang tidak menghargai dirinya, dan kali ini Airyn ingin memperlihatkan siapa dirinya sebenatnya, jika dimata mereka Airyn hanya seperti orang rendahan, mari kita lihat seberapa rendahnya mereka bagi Airyn sendiri.


“Lacak keberadaan Hansell dan aku akan turun di Vasment hotel dalam 5 menit kedepan” perintah Airyn kepada anak buahnya, membuat semua orangnya menunggu dan mengikuti titah Nona Petrov, namun diluar ruangan, Airyn dicegat oleh anak buah Hansell untuk berada di dalam Hotel saja, namun tindakan ini malah seperti permainan kecil yang diberikan Hansell untuknya, beberapa detik langkah Airyn terhenti, hingga pintu lift yang ada diseberang sana terbuka, sehingga pria berpakaian hitam dengan persenjataan lengkap menjatuhkan semua anak buah Hansell tanpa ampun, bahkan gerak mereka sulit terdeteksi tanpa ada perlawanan sama sekali, tentu saja itu adalah para algojo Airyn yang sudah dilatihnya bertahun-tahun, dan mereka bertugas untuk menghabisi para musuh.


Walaupun orang-orang Hansell berniat mencegatnya, tetap saja kali ini mereka menjadi musuh, dan orang yang dilatih tidak mengunakan hati itu, benar-benar kentara soal membunuh, hingga kali ini Airyn akan melakukan aksinya tanpa mengampuni siapapun.


"Apa kalian sudah mengamankan James?" tanya Airyn ketika memeriksa laporan tentang keberadaan Merry


"Sudah Nona, namun dia masih tutup mulut walaupun telah di habisi" ucapnya dengan kalimat dingin


"Jika dalam waktu 24 jam James tidak berguna, lenyapkan saja dia. Tanpa dirinya aku sudah mengetahui siapa orang itu. Hanya saja aku butuh alibi untuk memperkuat argumenku" ucap Airyn, sontak membuat mereka semua mengangukan kepala mengerti sambil melakukan mobil dengan kencang.


Senyum Airyn tampak menghina atas berita yang keluar tentang dirinya, apakah mereka tidak bisa menulis dengan fakta yang benar, bahkan nama lengkap Airyn saja tidak dapat ditemukan, dan sekarang mengemparkan Korea dengan berita tidak masuk akal, membuat Airyn mengacungkan jempol atas penulis yang memberitakan soal dirinya.


"Aku harap tebakan ku salah. Jika ini adalah sebuah kebenaran tentu saja aku akan menjadi orang paling kecewa, sebab orang yang mengendalikan kehidupanku selama ini adalah orang yang paling dekat dengan diriku sendiri" gumam Airyn dengan tangan mengepal, tentu rasa takut, semas, khawatir, gugup dan kecewa menghampiri di dalam raga. Namun Airyn mencoba untuk mengendalikan diri dalam ketenangan, sebab dirinya tidak bisa hancur dan berantakan, sebelum menyelesaikan permainan.