Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Menyesuaikan situasi



Angel mengulas senyum dengan bahagia, meskipun dirinya pernah kecewa terhadap Hellena, gadis itu telah memaafkan nya jauh sebelum Hellena menyadari kesalahan nya, Angel benar-benar menganggap Hellena sebagai teman baik nya, jika bukan karna gadis itu Angel tidak akan keluar dari cangkang nya, jika bukan karna kata-kata Hellena, Angel tidak akan seperti sekarang.


Meskipun kenangan itu begitu buruk saat di ingat, namun ada hikmah dari semua yang pernah terjadi dia antara mereka, sesaat gadis itu menyeruput minuman vanilla nya didepan lift yang masih tertutup rapat, seketika lift itu berbunyi dengan cepat Angel melangkahkan kaki namun dirinya terdiam saat Airyn keluar dari sana


“Angel apa kau baik-baik saja? Kenapa lama sekali?” tanya Airyn dengan raut wajah cemas nya


“kakak” Angel memeluk Airyn dengan bahagia yang menyelimuti dirinya.


“apakah terjadi sesuatu yang baik?” tanya Airyn dengan tersenyum saat Angel bergelendotan di tubuh nya, mendengar pertanyaan tersebut tentu saja Angel menganggukan kepala dengan wajah bahagia.


“baiklah, apa yang membuat mu senang?” tanya Airyn dengan begitu penasaran


“aku bertemu teman lama ku disini” jelas nya sembari menegadah melihat Airyn


didepan mata


“benarkah” Airyn turut bahagia menyaksikan tingkah Angel, membuat calon adik ipar nya membenarkan semua nya


Seketika mereka melaju keluar untuk menuju pusat perbelanjaan sesuai janji yang mereka buat, saat Angel berjalan di lobby perusahaan yang luas dan besar itu, dirinya melirik ke arah Hellena, tentu saja dia menyaksikan Hellena menyeruput minuman yang diberikan nya, melihat hal itu Angel tersenyum seakan pertemanan nya dan Hellena telah baik-baik saja.


Airyn dan Angel sangat sibuk memilih baju untuk mereka berdua, bahkan Angel memilihkan selera nya untuk dikenakan Airyn, tentu saja mereka berdua bertolak belakang, namun Aiyn tidak bisa mengelak karna gadis itu terus saja memaksa nya untuk mengunakan, mereka berdua begitu sibuk kesana kemari untuk mencoba dan mencari, bahkan tanpa disadari barang belanjaan Angel sudah mengunung bahkan bisa penuh di lemari, membuat Airyn mengelengkan kepala tak percaya dengan kemampuan belanja yang dimiliki oleh Angel.


Dirinya mendudukan diri di sofa tunggu yang sudah disediakan, Airyn mengeluarkan ponsel seluler nya, ternyata ada panggilan tak terjawab dari nomor asing, tentu saja Airyn menelfon nya kembali, lantaran empat puluh panggilan tak terjawab tertera di sana, sebab nada dering ponsel Airyn di silent saat bekerja, gadis itu hanya berfikir siapa yang menelfon diri nya, sebab tak banyak yang tahu nomor pribadi Airyn kecuali orang terdekat.


“hallo” sapa Airyn dengan nada datar


“sayang, apa kau baik-baik saja?” seru seseorang dari balik sana, membuat Airyn tersenyum saat mendengar nya, siapa lagi kalau bukan Hansell


“Hansell, aku merindukan mu, kenapa kau menelfon ku dengan nomor baru?” tanya Airyn


“Airyn jawab dulu pertanyaan ku, barulah kau bertanya, apa kau baik-baik saja disana, aku sangat merindukan mu” balas Hansell dengan sedikit geram kepada kekasih nya, lantaran sedari tadi dirinya tidak tenang saat Airyn tidak mengangkat panggilan tersebut


“aku baik-baik saja, maafkan aku, nada ponsel ku terhening kan” tutur nya


“syukurlah, kau dimana sekarang, apa sudah makan?” tanya pria itu dengan penuh peduli


“aku sudah sarapan bersama Angel, aku berada di toko baju, mugkin habis ini kami akan makan siang”


“apa kau sedang sibuk belanja?”


“iya, aku menemani Angel, karna dia tidak memiliki pakaian, aku menculik nya tanpa persiapan” kekeh Airyn kepada Hansell, membuat pria itu membalas nya dengan kekehan yang sama


“kau ini, jaga dirimu baik-baik, aku merindukan mu” tentu saja Airyn tersenyum saat Hansell mengatakan rindu kepada nya “aku tutup dulu, aku banyak kerjaan, bye sayang” seketika mereka saling menyudahi panggilan, membuat Hansell dan Airyn saling tersenyum saat menyaksikan akiran ponsel mereka masing-masing.


“kakak, aku sudah selesai” tukas Angel saat tangan nya penuh dengan baju yang baru saja dicoba, namun sesaat seorang pelayan menawarkan diri untuk membantu nya, tentu saja gadis itu memberikan baju tersebut kepada pelayan.


“benarkah. apa kau yakin sudah membeli semua nya?” tanya Airyn untuk memastikan kembali


“sudah, ini terlalu banyak” tutur nya dengan sungkan


Airyn mengantarkan Angel pulang kerumah nya, yaitu rumah Angel yang berada di irlandia, gadis itu ingin mengambil beberapa barang nya disana, dan juga Airyn memberikan pengawasan yang ketat disetikar rumah Angel, lantaran diri nya harus balik ke kantor.


“Angel apa kau yakin baik-baik saja, aku sangat takut meninggalkan mu” seru Airyn dengan wajah cemas nya


“aku baik-baik saja kak, sudah sebanyak ini penjaga mu, pasti aku baik-baik saja” balas nya dengaan meyakinkan calon kakak ipar nya itu


“baiklah, aku akan segera menjemput mu, jangan kemana-mana, kabari aku jika terjadi sesuatu, apa kau mengerti?”


Angel menganggukan kepala betapa paham nya dia akan perintah yang diberikan Airyn, dengan berat hati Airyn meninggalkan Angel dan berlalu kekantor nya, sedangkan gadis itu memasuki rumah nya.


“Marry perketat penjagaan untuk Angel, dan pantau terus sekitar nya, pastikan semua tempat terisi untuk penjagaan, aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan nya” tegas Airyn dari balik telepon kepada Marry


“baik nona” Marry mengerti akan tugas nya, dia melakukan apa yang diperintahkan Airyn.


***


Sedangkan di Korea, Hansell dan Dikra duduk bersama, mereka berbicara mengenai beberapa hal penting, membuat situasi semakin tegang, ditambah ada Frada ditengah-tengah mereka, tentu saja gadis itu sangat berguna untuk menjelaskan duduk permasalah nya.


“terimasih Dikra, sudah membantu ku” tutur Hansell saat mata nya jeli memandang ke papan kaca yang penuh dengan bukti dan jejak yang sudah dikumpulkan Dikra selama ini


“apa maksud mu, aku melakukan ini juga untuk diriku sendiri” seketika mereka saling tersenyum saat melirik pandangan


“tuan Hansell, bukan kah ini saat yang tepat untuk bertemu dengan orang yang kau sembunyikan” seru Frada ke arah Hansell, membuat pria itu terdiam mendengar kan nya, seperti ada hal yang tengah di fikir kan nya saat ini


“aku rasa belum waku nya, karna aku perlu memastikan sesuatu” seru Hansell ke arah Frada


“apa yang anda ragukan” tanya gadis itu dengan sedikit geram membalas pernyataan barusan


“situasi kita bukan hal yang bisa disepelekan, sekecil apapun tindakan yang kita lakukan, itu harus dipertimbangkan secara matang-matang, saat ini aku masih menyelidiki sesuatu tentang orang itu, sebelum semua nya pasti! aku tidak akan mengunakan nya” tutur Hansell ke arah wanita yang memancarkan sinar tidak suka kepada dirinya


“apa yang anda pertimbangkan? Bukan kah dengan mengenal nya secara dekat kita dapat mengorok sesuatu” balas gadis itu dengan mencerca habis Hansell untuk menjawab petanyaan nya


“nona Frada, kadang didalam situasi seperti ini, anda harus membuang emosional anda sebagai wanita, jangan jadikan emosi anda merusak segala nya, aku berharap anda tidak melampaui batasan anda saat ini, aku tau kau memiliki tujuan yang sama, namun ambisi mu untuk mencari keberadaan orang itu, terlalu berbahaya jika dilakukan dengan cara gegabah” ketus Hansell, membuat dirinya beranjak dari sana, dan berlalu ke arah luar, melihat kekesalan Hansell tentu saja Dikra hanya memaklumi nya, sebab pria itu selalu berhati-hati dengan semua tindakan nya, ditambah dirinya tidak mudah mempercayai orang nya. " dan juga, apa kau tidak bisa mencurigai kejangalan!! diantara banyak nya orang yang yang aku utus dan menghilang, kenapa hanya dia yang bisa selamat, mungkin saat ini dia seperti kunci, namun siapa sangka jika nanti nya dia malah menguji kita saja, bisa jadi dia orang suruhan mereka, karna itulah tidak semudah itu untuk mempercayai sesuatu" tutup hansell, hingga dia keluar dari sana.


Dengan sikap Frada yang tidak sabaran tentu saja tidak sesuai dengan cara Hansell, Dikra hanya mengalah tanpa membela siapapun, dia mengetahui tidak mudah menyatukan dua orang yang berbeda, ditambah Frada tidak mengenali Hansell sebelum nya


“bajingan itu” gadis itu menghempas cangkir nya hingga berserakan, membuat Dikra sedikit kaget melihat emosi yang keluar dari frada “jika dia tidak mau bekerjasama untuk apa kita menyelamatkan nya, dasar sialan” umpat nya dengan penuh emosi


“Frada aku tidak menyalahkan mu, tapi aku rasa kau harus bisa memahami posisi mu saat ini, aku tahu kau memiliki obsesi, tapi jika kau tidak bisa memahami Hansell semua nya akan sulit untuk kita bekerja sama” balas Dikra dengan nada tenang


“apa harus aku yang mencoba memahami nya!!”


“tentu saja, karna kau yang membutuhkan dia, bagaimana pun Hansell adalah orang yang mengetahui banyak jejak dari orang itu” seketika tatapan Dikra tajam melihat ke arah Frada, membuat gadis itu terdiam memandang ke arah nya


Frada beranjak dari kursi nya, dia berjalan ke kamar nya yang berada di ruangan tersebut, gadis itu membanting pintu dengan keras hingga Dikra hanya menatap panjang punggung yang menghilang dibalik pintu tersebut, dia memahami saat ini Frada tersulut emosi, Frada adalah gadis yang cukup cantik, dan pintar, dia begitu cekatan dan lihai mengenai komputer dan teknologi, ditambah bela diri yang dikuasai nya, membuat gadis itu memiliki semua kemampuan sebagai gadis tangguh, hanya saja dirinya belum pernah menyentuh darah untuk menghabisi nyawa orang lain dengan tangan nya, Frada adalah anak penguasa kegelapan sebelum nya, bukan anak Griffin melainkan Archulles yaitu penguasa kegelapan sebelum Griffin, pria itu membunuh ayah Frada untuk memiliki tahta, dia bekerjasama dengan orang yang berada di balik surat kontrak untuk menghancurkan ayah nya, tentu saja Griffin adalah paman nya, namun didunia yang seperti ini ikatan keluarga tidak berarti apa-apa untuk mereka, membuat Frada melarikan diri dengan kemampuan yang dimiliki nya, hingga dirinya bersembunyi ditempat yang tidak diketahui, namun selama Farad menyelidiki tentang Griffin dia mengetahui fakta bahwa yang membunuh ayah nya adalah campur tangan orang yang berada di balik surat kontrak tersebut, dia menyelidiki semua nya hingga menemukan titik tentang Nona Petrov, secara diam-diam dia mengajukan diri kepada Airyn, meskipun awalnya Airyn menolak Frada, karna gadis itu tidak ingin keluar dari cangkang nya, dengan semua situasi yang mulai buruk Airyn menerima gadis itu sebagai orang nya, dia bekerjasama dengaan Frada secara diam-diam tanpa diketahui, dengaan kemampuan gadis itu dia bisa bersembunyi tanpa mampu dilacak, dan setelah satu tahun bersama, akir nya Airyn mengenalkan nya kepada Dikra yang memiliki tujuan yang sama dengan Frada, hingga sampai akir nya mereka sudah bersama selama empat tahun lama nya menyelidiki tentang kasus tersebut, namun tidak memiliki titik terang apapun, selain identitas Griffin, sebab kenyataan nya dia bersembunyi dibalik indentitas seorang Griffin yang diciptakan nya, membuat Frada sedikit kagum dengan cara licik orang tersebut, segala hal terntang nya tersembunyi secara sempurna.


Frada bisa saja membunuh Griffin, namun jika masih ada orang yang bersembunyi di balik surat kontrak tersebut, tentu saja sangat sulit menghancurkan Griffin, bisa jadi Frada yang akan lenyap duluan, karna hal itulah dia harus menghancurkan orang tersebut hingga dengan mudah melenyapkan paman nya, Griffin.