
Sudah semalaman Merry tidak lagi melihat Zates, ia bahkan tidak di perbolehkan keluar dari kamar ini, jika ada yang Merry butuhkan selalu ada beberapa pengawal dan beberapa pengurus tempat ini yang menyediakan kebutuhanya, bahkan Merry mencoba mencari alasan untuk melihat situasi di luar sana sebab Zates dengan jelas mengatakan, jika Airyn tengah menuju tempat ini, jadi bisa di pastikan putrinya mungkin sudah berada di tempat yang Merry sendiri tidak mengenalinya.
Sama halnya dengan Merry, Aiyn dan Hansell juga merasa sedikit kebingungan akan tempat ini, bahkan ia tidak mengetahui pertukaran waktu yang terjadi, hanya saja terkadang Airyn merasa sangat mengantuk bahkan ingin mengistirahatkan diri, keadaan fisiologis inilah yang menjadi patokan Airyn jika saat ini tengah berada pada malam hari, meskipun begitu di keadaan seperti ini mana bisa Airyn dan Hansell mengistirahatkan tubuh mereka, meskipun orang-orang yang mengawasi memperlakukan dua pasangan itu seperti tuan rumah, tetap saja mereka tidak ingin terkecoh.
Zates berada di ruang kerjanya dengan begitu sibuk, ia bahkan melewatkan makan malam hanya untuk mengurus beberapa bisnis dan juga memutar otak untuk menyusun rencana, bahkan Zates tidak melewatkan apapun kecuali mempelajari dengan tajam tentang perhitungan yang nanti di buat untuk Jilixing dan juga putra tirinya James. Pria itu mendongakan kepala kearah Sabrina yang menenteng berkas di tanganya, bahkan gadis itu seperti tegang akan sesuatu hal yang tanpa terduga terjadi, tentu Zates telah mempelajari sikap dari sekretarisnya yang sangat mudah di pahami seperti membalikan sebuah buku.
“Tuan, kita mendapatkan surat perintah!” sontak situasi yang di laporkan Sabrina itu menarik perhatian Zates, ia melepaskan bolpoin yang tengah di samaikan di jemari tanganya, untuk mendengarkan perkataan Sabrina yang lebih menarik minat “Ada yang melaporkan jika perusahaan obat anda menjual obat-obat terlarang dengan Zat yang kadarluarsa dengan jangka besar, bahkan beberapa rumah sakit menghentikan operasi yang sudah kita monopoli, bahkan berbagai rumah sakit menuntut penjelasan dari anda Tuan, dan juga ganti rugi”
Sontak perkataan Sabrina mengundang simpati Zates, tentu ia bukanlah pengusaha seperti itu, bahkan setiap produksi obat yang di hasilkanya selalu di kerjakan secara bersih, sehingga Zates sendiri tidak pernah mengoperasikan obat terlarang di bawah perusahaanya, karna itu termasuk kedalam prinsip Zates sendiri, apapun hal bersih yang ia kerjakan tidak akan ia campurkan dengan hal kotor, jadi sangat tidak mungkin ia melakukan hal tersebut di dalam perusahaan obat yang ia kembangkan, jika semua menjadi sekacau ini sudah pasti ada campur tangan orang lain untuk memanipulasi perusahaanya dengan tujuan menjatuhkan.
“Jadi apa yang sudah kau lakukan, beri aku laporanya” pinta Zates saat menjulurkan tanganya kepada Sabrina yang tengah membawa beberapa berkas.
“Saya telah menghentikan operasi obat dan Vaksi di perusahaan dan juga sementara waktu menghentikan tiap obat-oba yang tengah kita kembangkan, saat ini saya menyelidiki ada pihak dalam yang berusaha menjebak kita. Dan sangat di pastikan tidak akan mudah menemukan dirinya, namun….” sontak Zates mengangkat kepalanya saat mendengar penuturan ambigu dari Sabrina.
“Apa? Apa kau fikir aku harus mengunakan pengaruh bawah tanah untuk menemukan hal ini! Jangan harap aku melakukan hal itu Sabrina. Bukankah sudah aku jelaskan, apapun yang terkait perusahaanku, anggaplah itu bukan milik diriku, kerjakan semuanya sebersih mungkin, karna aku yakin kita akan memecahkan kebohongan ini dengan kebenaran, sebab sesuatu yang benar tidak membutuhkan alasan untuk memenangkanya”
“iya Tuan saya mengerti. Saya tengah mencoba melacak beberapa orang yang mencurigakan di perusahaan kita, bahkan orang-orang yang sudah terkonfirmasi itu adalah orang setia yang bekerja selama bertahun-tahun. Tentu saja saya tidak mengerti motif apa dari semua pengkhianatan ini, tapi saya melihat dalang utamanya adalah orang yang berada di lingkungan kedokteran” jelas Sabrina kepada Tuanya Zates yang tengah mengamati laporan di tanganya, membuat Zates cukup mengerti dan memahami, apa yang Sabrina katakan tidaklah salah, bahkan ia bisa sensitif dalam mencurigai tersangka, ini cukup untuk kemajuan dirinya yang selalu berkembaang untuk hari kehari, namun masalah utamanya saat ini, mengapa orang itu mengusik Zates Apakah seseorang itu mengetahui sesuatu tentang Zates!
“Sabrina, periksa pria ini. Dan tanyakan apakah mereka mengenal pria tersebut. Jika semua ini campur tanganya, tidak perlu tanyakan apapun. Karna aku sudah mengetahui alasanya” seketika Zates memberikan beberapa data Dokter James pada Sabrina, tentu saja ia telah menyiapkan seluruhnya sedari awal, dan James adalah pria yang selalu lepas dari cengkramanya, namun selama ini Zates membiarkan pria itu berkeliaran lantaran ia hanya ancaman kecil yang tidak akan menganggu putrinya, namun siapa yang menyangka jika saat ini James di luar perkiraan, bahkan ia mengetahui tentang perusahaan yang berada di bawah kuasa Zates.
Hal ini seperti pertanda jika sebenarnya James berada di sekitaranya untuk mengamati keadaan, setelah targetnya lengah prianitu itu akan akan menerkam untuk menikam, namun bukan Zates jika membiarkan kejahatan meraja lela di sekitarnya.
“S-Siapa pria ini?" tanya Sabrina saat melihat data dan satu lembar foto yang di selipkan di atasnya.
“Dia adalah seorang psikolog yang cukup ternama di beberapa rumah sakit di Irlandia dan juga Amerika, dalam 3 tahun terakir ini dia berada di Korea, aku hanya berfikir ia hanya melebarkan sayap untuk menjulang prestasi. Tapi siapa yang dapat menyangka motif dan niat sebenarnya, bisa jadi dia di sini dibawah perintah dan kekuasaan seseorang. Hal inilah yang membuat dirinya bisa mengumpulkan kekuatan untuk menyerang. Anggap saja dia salah satu musuhku, tapi ingat! Kau harus menanyakan sebatas keterlibatan antara mereka saja. Jangan coba-coba ikut campur untuk hal lainnya, setelah hasilnya telah kau dapatkan, segera temui Dorbin dan laporkan segala sesuatu padanya. Lalu fokus kembali kepada perusahaan, dan lakukan skreaning untuk pengecekan data terhadap kariyawan kita. Aku tidak ingin kau menyisakan satu penghianatan yang bersemayam di dalam perusahaanku. Apa kau menegerti?”
“Mengerti tuan!!” seketika itu Sabrina keluar dari ruangan Zates, ia mengepalkan tangan melihat sikap pilih kasih yang diberikan antara dirinya dan juga Dorbin, kenapa Sabrina tidak bisa menjadi orang yang bisa mengenali dua sisi Zates, padahal selama ini dirinya sudah menjadi gadis yang baik.
“Sabrina…” sontak penuturan Zates yang terlontar begitu saja, menarik perhatian Sabrina untuk berbalik badan, ia yang hampir mencapai ambang dengan senang membalikan tubuh menghadap pria itu, berharap ada sesuatu hal yang ingin di katakan Zates pada dirinya.
“Iya Tuan, apa ada yang ingi anda sampaikan?” tanya gadis itu dengan sedikit tersenyum, membuat Zates berdiri dari kursi kerjanya sembari melangkah mendekati Sabrina.
“Terimakasih atas kerja kerasmu. Tenang saja, aku akan menekan beberapa pihak untuk memberikan kelongaran untuk kita menginvestigasi kesalahan ini. Jadi gunakan kesempatan ini sebaik mungkin. Dan jagan terlalu terbebani dengan tanggung jawab yang aku limpahkan padamu, karna sepertinya kau sedikit tertekan atas segala yang terjadi, aku benar-benar minta maaf” ucap pria itu ketika menepuk pundak Sabrina dengan niat menenangkan, sebab Zates merasa wanita itu sedikit kelelahan sebab raut wajah kusam yang ia tampilkan barusan.
Baru saja wanita itu merasa sedikit bahagia, langsung saja segalanya sirna. Ternyata memang tidak ada harapan untuk Sabrina, bahkan ketika Sabrina kecewa atas sikap Tuanya saja. Pria yang sangat dewasa dan bijaksana itu tidak mengerti atau menyadari, apa yang bisa di harapkan dari hal ini, jika Zates memang memisah-misahkan dirinya diantara manusia.
“Terimakasih Tuan. Anda tidak perlu khawatir, saya bisa melakukanya dengan baik” belum sempat Zates mengusap kepala gadis itu dengan senyum manis yang berniat ia berikan, Sabrina dengan segera membalikan badan, sembari menghilang di balik pintu tanpa terduga.
****
Merry tidak mengetahui kemana dirinya akan di bawa pergi, ia bahkan masih belum bisa berhenti mencerna keadaan, jika tempat yang selama ini di anggap sebagai tempat terpencil dan berada di tengah huntan belantara, ternyata memiliki akses terdekat dengan sebuah perusahaan besar di pinggiran kota, setidaknya untuk ukuran desa seperti ini, gedung itu terlihat cukup berkelas.
Kali ini Merry hanya mendiamkan diri di kabin penumpang bersama dengan Zates di hadapanya, tentu saja mobil yang mereka kendarai berjalan dengan sangat lancar sesuai dengan protokol lalu lintas, bahkan di dalamnya Merry tidak merasa seperti menaiki sebuah kendaraan, melainkan berada di suatu ruangan yang senyap dengan tempat duduk yang berhadapan, semuanya terkesan sangat mewah dan tempat duduknya juga sangat nyaman, setidaknya untuk orang seperti Merry kendaraan ini sangatlah layak dan sesuai standar.
“Kita mau kemana?” tanya Merry saat memberanikan diri bersuara, tentu saja ia tidak bisa mengakses pemandangan kearah luar, sebab pria itu seperti membatasi pendangan dari dalam sana. Mendengar Merry akirnya bersuara membuat Zates bertopang dagu melirik wanita yang ia cintai itu.
“Bukankah kau ingin mengetahui sesuatu? Bagaimana hubunganku dengan Louis, dan siapa aku sebenarnya. Aku akan membawamu kesuatu tempat, dimana ada seseorang yang akan menjelaskanya” ucap Zates dengan sikap ramah, bahkan ia berbicara dengan nada lembut yang membuat Merry tidak perlu takut atau waspada saat berada di sekitarnya.
Wanita itu hanya menatap tanpa membalas perkataan Zates, ia hanya berfikir apakah ia bisa mempercayai perkataan pria itu hingga bersikap normal, atau apakah ia bisa mempercayai orang yang akan menjelaskan sesuatu padanya dan juga menerima semua alasan tersebut nantinya, sebab bisa saja pria yang sangat licik itu memanipulasi semuanya kan, meskipun kepala tetap saja hitam, tetap saja isi kepala seseorang tidak ada yang mengetahuinya.
“Kenapa kau diam saja? Apa kau merasa aku akan membohongi dirimu dengan sandiwara? Tenang saja Merry, aku tidak akan melakukan hal itu. Sebab sebelum mendengar penjelasan dari narasumberku, kau akan menaruh kepercayaan penuh padanya” sontak mata Merry membulat seperti seorang gadis polos yang bisa di tebak jika tengah kebingungan, membuat Zates ingin sekali mendekat lalu memesrai sambil mengoda wanita yang sangat istimewa bagi dirinya, tapi ini bukan saatnya, karna Zates tidak ingin memperlakukan Merry dengan tidak layak, ia harus memberikan harga diri setinggi mungkin pada Merry, sebab menyentuh wanita yang ia cintai di ruangan seperti ini, termasuk sikap seorang pria yang tidak bermoral.
“Baiklah, mari kita lihat siapa narasumbermu itu, jika benar sesuai dengan ekpektasiku, aku harap penjelasanya tidak mengecewakan nanti” celetuk Merry dengan penuh pertentangan, membuat Zates terkekeh dengan sikap melawan yang Merry biarkan, tentu saja Merry tidak ingin mempedulikan bagaimanaa pria itu mengejeknya, sebab selain jengkel dan merasa muak Merry tidak merasakan perasaa apapun, bahkan ketika wajah yang di milikinya adalah wajah seorang pria yang Merry cintai, tetap saja ia tidak merasakan rasa berdebar seperti sebelumnya, kali ini Merry sudah menyadari pria itu adalah Zates Laos Petrov bukan Louis Petrov.
“Kenapa kau terlalu membenci diriku? Apa kau tidak takut akan mecintaiku nanti?" tanya Zates ketika mengoda Merry, namun wanita itu hanya bersikap ketus penuh pandangan membunuh yang enggan untuk mempedulikan kehadiran pria itu “Baiklah. Aku terima kau tidak menyukaiku, meskipun kita sudah menghadirkan seorang putri yang sangat cantik dan sangat mengagumkan di dunia ini, tetap saja kau tidak mempertimbangkan diriku sedikutpun. Hanya saja apa kau benar-benar mengabaikan semua yang terjadi setelah menikmati malam yang panjang….”
“Apa kau bisa diam! Kenapa setiap hal yang selalu memalukan seperti itu, dasar tidak tahu malu!”
“Aku memang tidak tahu malu, tapi hanya denganmu. Selama ini aku selalu menjaga mertabat dan harga diriku di setiap orang yang aku jumpai, aku bahkan selalu mengelompokan sikapku kepada mereka, dan untuk wanita selalu menjadi suatu hubungan transaksional dengan menarik keuntungan satu sama lain. Tapi apa kau tahu hal apa yang membuatku mencintaimu Merry?” ucap Zates ketika menempatkan pertanyaan di ujung perkataanya, tentu saja Merry bersikap tidak peduli seolah tidak ingin mendengarkan perkataan konyol dari pria tidak tahu malu itu, hanya saja dari mimik dan raut wajahnya ia sangat penasaran dengan kelanjutanya, membuat Zates menarik senyum di sudut bibirnya dengan samar, bahkan jika ini berada disebuah komik, mungkin Zates dapat mengambarkan betapa lebarnya telinga Merry ketika ingin mendengar penjelasanya.
“Karna, hanya dirimu yang membuatku nyaman untuk menampilkan dua sisi manusia di dalam diriku secara natural. Di satu sisi aku merugikan dirimu dengan segala sikap ku selama ini, bahkan aku menempatkan dirimu di dalam kebingungan selama bertahun-tahu. Aku bahkan membawa dirimu ke markas untuk meceritakan tentang siapa diriku, dan hal apa yang sudah aku lakukan, bahkan membertahu dirimu jika aku adalah seorang pembunuh yang berhati dingin tanpa pandang bulu. Tapi di satu sisi aku juga bisa memperlakukanmu dengan baik, mecintaimu, merindukanmu, bahkan aku bisa menyentuhmu dengan perasaan serta memberikanmu kedamaian dan rasa aman. Bahkan aku baru menyadari aku selalu nyaman menjadi diriku sendiri saat berada di sekitarmu. Jadi untuk itulah, kenapa aku harus membutuhkan alasan untuk mencintaimu, jika dengan hal sesederhana itu saja aku sudah mempunyai alasan untuk mecintai mu”
Lirih pria itu dengan kalimat lembut penuh penuturan dalam, bahkan Merry yang tadi enggan menampilkan ketertarikan, kali ini malah menatap penuh peduli dengan tatapan nanar yang bisa di tebak ada tersentuh yang dalam disana.
“Jangan menatapku seperti itu, jika tidak aku tidak akan segan-segan lagi denganmu. Aku adalah pria yang selalu ingin memberikan martabat yang tinggi untuk wanita yang aku cintai, apalagi dirimu. Karna itulah berhenti menatapku degan pandangan peduli” ucap Zates ketika memperingati sikap Merry padanya, tentu saja wanita itu mengerjapkan mata saat dirinya terhipnotis dengan perkataan Zates barusan, entah kenapa ada bagian hati yang selama ini selalu berdebar untuk pria bernama Louis Petrov, namun kali ini terjamah oleh Zates dengan seluruh sikap kejam itu, sebenarnya hal apa yang membuat Merry bisa seperti ini pada zates.
Apakah karna wajah yang sangat mirip dengan Louis itu? Atau karna Merry sudah menganggap tentang kehadiran Zates di antara kehidupanya. Sebab jika alasanya karna Zates memiliki wajah yang mirip dengan Louis, tentu saja itu alasan yang tidak memiliki alibi, sebab saat Merry melihat kehadiran pria itu, mencium aroma tubuhnya yang khas, bahkan memandang kedua matanya, ia selalu melirihkan nama Zates, bukan Louis.
“Kenapa harus aku? Bisakah kau mencintai wanita lain yang mengenal dirimu. Bahkan sebelumnya aku tidak kenal dirimu, bahkan aku tidak mengenal ada Zates yang hidup di bumi ini. Tapi tiba-tiba ada seseorang yang mengatakan ia mencintaiku dengan lantang seolah-olah telah tertanam dalam, apakah kau fikir aku bisa menerima semua hal ini, tanpa alasan. Bahkan aku tidak merasa pernah berinteraksi dengan dirimu sebelumnya, jadi dengan seluruh alasan ini sangat pantas untuk diriku tidak mencinta mu”
“Sayangnya itu hanya menurutmu saja! Meskipun kau tidak pernah mengetahui ada Zates di dunia ini, percayalah kau selalu berinteraksi dengan diriku di masa lalu, hanya saja kau tidak mengetahuinya” sontak ucapan pria itu membuat Merry terpana, bahkan ia terdiam dengan posisi tubuh menengang, sikap lantang dan tatapan dalam penuh keterkejutan dapat di rasakan oleh lawan, pandangan Merry yang sangat mengancam menunjukan sikap pertentangan dirinya.
Apakah pria itu tengah mengakui jika selama ini Merry sudah di bodohi? Jika benar begitu di bagian mana mereka telah membodohi dirinya!!