
“Cukup Zates” sanggah Merry seolah enggan untuk bermain-main dengan pria itu, bahkan ia menjauhkan tubuh Zates sembari turun dari ranjang besar tersebut, tentu Merry merasa sangat bingung atas pernyataan cinta yang pria itu lontarkan tanpa tahu malu, meskipun faktanya pria itu adalah ayah kandung Airyn, namun sangat aneh bagi Merry untuk menerima begitu saja mempercayainya, bahkan kehadiran Zates yang berawal dari mana saja sudah membuat Merry tidak bisa menerima, seperti fakta gila yang tidak mungkin ada.
“Apa yang kau ucapkan tadi?” tanya pria itu saat menahan pergelangan tangan Merry dalam cengkramannya, membuat tubuh wanita itu tersentak seolah Zates mengunakan kekuatan untuk menghentikan langkah Merry
“Cukup! Aku bilang!! ” bentaknya saat mendengus penuh kesal bahkan bersisungut jengkel ketika mengulangi kalimat yang sama.
“Tidak...Tidak, bukan itu! Tadi kau memanggil nama ku” ucapnya dengan senyum mengoda, membuat Merry terdiam hingga sulit berkata-kata “Kenapa dengan pipimu, apa kau sakit? Apa perkataanku membuat dirimu malu?” kali ini Zates mengunakan kekuatanya dengan lebih besar agar wanita itu jatuh kembali ke pelukanya, tentu sekuat tenaga Zates memeluk Merry hingga tubuh mereka menempel secara sempurna, bahkan Zates mengunci pertahananya dengan melilitkan kedua kaki agar Merry tidak melawan ataupun pergi.
Apakah pria itu kehilangan akal, bagaimana bisa ia melakukan hal seperti ini pada Merry, walaupun wajahnya bukan orang asing tetap saja ia adalah orang lain bagi Merry, bukankah sangat aneh di perlakukan tidak pantas oleh orang yang sebelumnya tidak dikenali.
“Aku sungguh-sungguh saat mengatakan aku mencintaimu!” penuturan Zates kali ini begitu lembut bahkan mampu menyisir tuntas kerutan binggung di dahi Merry, selama ini dirinya tidak pernah membayangkan wajah pria seperti itu akan mengucapkan cinta, meskipun dirinya bukan Louis Petrov tetap saja jantung Merry bergetar hebat hingga sulit di kendalikan, bahkan hembusan nafasnya saja terasa tidak nornal sampai membuat Merry kehabisan kata-kata untuk membantah.
“Tidakkah kau ingin tahu, bagaimana aku bisa mencintai dirimu, bagaimana aku bisa terjebak dengan dirimu, dan bagaimana cara aku melindungi putri kita, seharusnya sebagai ibu dari Airyn kau harus berhenti membuat dinding padanya. Meskipun selama ini kau terbiasa memanggil putri kita dengan sebutan Airyn, tetap saja dia adalah anak kandungmu. Kau tidak bisa menolak jika anak itu memanggil mu Ibu, sebab langkah sederhana menghancurkan pembatas yang kau terapkan, dengan mengubah nama panggilan diantara kalian berdua” ucapnya ketika menyisir rambut Merry dengan jemari lembut, bahkan penuturan Zates terasa seperti mendongeng sehingga Merry tidak mempunyai alasan untuk membantah.
“Aku tahu, kau belum siap untuk menerima semuanya, tapi bisakan kita mulai dari hal menyenangkan. Salah satunya mengetahui kenapa diriku mencintai dirimu?”sambung Zates ketika melabuhkan pandangan serius pada mata Merry, membuat wanita itu tersadar hingga mengelengkan kepala untuk menangkis hal bodoh yang baru saja terfikirkan, tidak mungkin ia bisa terjebak oleh bujuk rayu pria itu, lagian siapa yang mengetahui niatanya sesunguhnya, bahkan bunga yang paling beracun saja adalah bunga yang wangi dan indah, sudah jelas tampilan dan cara sederhana penuh cinta ini bisa menjadi racun yang tengah ia taburkan kepada Merry.
“Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Aku merasa diriku tidak pernah bertemu denganmu, jadi jangan mengada-ngada”
Bantahnya dengan penuh tudingan mengancam, membuat Zates tersenyum ketika mendengar celotehan dari mulut Merry, memang benar wanita itu terlalu polos sehingga mudah di bodohi, bahkan sampai detik ini saja Merry masih belum menyadari.
“Baiklah jika kau menyangkal. Tapi apa kau tidak ingin mengetahui siapa diriku?” ucapnya dengan penuh penawaran, membuat Merry membulatkan mata seolah ingin tahu lebih dalam, tentu ini hal yang paling di inginkan Merry dari seluruh penjelasan, pria itu memang bukan Louis Petrov, namun siapa Zates itu sehingga mempunyai kemiripan yang cukup sama dengan Louis hingga tidak akan bisa di bedakan sedikitpun.
“Namaku, Zaterius Laos Petrov”
Sontak penuturan pria itu, membuat tubuh Merry menegang seolah tidak bisa membayangkan penjelasan apa lagi yang lebih mencengangkan, melihat respon yang luar biasa dari Merry menjadi penghiburan tersendiri bagi Zates, ia menangkup kedua pipi Merry untuk mengkecup kening wanita itu, sebelum menjelajahi pinggiran wajah untuk berlabuh ke daun telinganya “Aku adalah saudara kembar Louis Petrov” kali ini imajinasi Merry yang di anggap tidak mungkin itu berubah menjadi kenyataan, apakah ini mungkin seorang Louis Petrov memiliki kembaran, tapi ini sangat sulit di percaya, bahkan Merry yang sebegitu ingin tahunya dengan kehidupan pria yang ia cintai, sudah menelisik kedalam kepribadianya, tidak ada tanda-tanda pria itu memiliki kembaran atau saudara.
“B-bagaimana mungkin Louis memiliki saudara kembar, itu tidak mungkin, aku sudah mengetahui kehidupanya secara pribadi bahkan tidak ada tanda-tanda dia memiliki saudara selain keluarga sambungnya” bantah Merry dengan gugup
“Apa kau sudah menyelisik masa lalu pria itu, sebelum diangkat menjadi anak di keluarganya. Jika belum bagaimana bisa kau menyimpulkan telah mengetahui secara keseluruhan. Siapa ibu kandungnya, dimana ia dibesarkan sebelum di angkat menjadi anak oleh keluarga tirinya, atau bagaimana ia bisa mengenal diriku sehingga menawarkan mu untuk membuat keturunan bagi mereka, agar menjadi formalitas dalam mempertahankan Charllot di sisinya, apa kau tidak pernah berfikir seperti itu?” Merry bungkam dengan tatapan dalam, tentu saja semua yang di urutkan Zates tidak di ketahui sama sekali, hingga di titik ini Merry menyadari banyak poin yang sudah ia lewatkan. Tapi kenapa? Apa karna ia terlalu mencintai Louis Petrov hingga tidak mencurigai apa-pun tentangnya!
“Jelasakan semuanya padaku. A-aku akan mempertimbangkan penjelasanmu jika memungkinkan”
“Sayangnya, aku bukan orang yang bicara tenpa bukti. Jadi aku akan mengajak dirimu ke sebuah tempat untuk membuktikan kebenaran itu. Untuk malam ini kita istrirahat saja” balasnya seraya memanjai Merry, tentu ada penolakan secara terang-terangan seolah Merry masih enggan untuk melakukan hal ini bersama Zates.
“Aku tidak bisa seperti ini, meskipun kau adalah ayah anak ku. Tetap saja kau bukan suamiku, kita tidak memiliki alasan untuk tidur di ranjang yang sama. J-jadi jangan melanggar batasan diantara kita” protes Merry saat menyuarakan pendapatnya, tentu jantung Merry berdetak kencang seolah siap meloncat keluar karna gugup tak kelapang.
“Jika kau bukan istriku. Malam ini kau menjadi kekasihku. Apa sepasang kekasih masih membutuhkan alasan untuk berpisah ranjang, jadi jangan menolak ku Merry”
“Tidak! Atas dasar apa kau melakukan hal ini dengan keputusan sebelah pihak, aku bukan mainan yang bisa kau tidurkaan tanpa mempertimbangkan persetujuanku, jika kau ingin tidur dengan wanita masih banyak di luar sana yang sudi menemani dirimu, kecuali aku! ” bentak wanita itu ketika enggan menatap kearah Zates meskipun merasakan kekesalan yang nyata, ia sangat kesal dengan sikap kekanak-kanakan yang sangat mengerikan dari pria itu, tetap saja umur keduanya tidak muda lagi, bagaimana bisa ia melakukan hal memalukan tanpa sopan santu, seolah biasa saja.
“Atas dasar putri kita. Airyn adalah darah daging kau dan diriku. Kenapa tidak untuk menjadi kekasih, apa kau tidak membayangkan bagaimana bahagia Airyn ketika mengetahui orang tua kandungnya masih hidup, dan ini akan menjadi awal yang baru untuk kita berdua, tidak..tidak untuk kita bertiga” ucap Zates dengan bersemangat, membuat Merry terdiam di dalam pelukan posesif itu.
“Sekalipun Airyn putrimu, apa kau pantas untuk memulai lembaran baru dan menunjukan diri pada dirinya. Jangan bodoh untuk hal itu, meskipun kebenaran darah dangingmu adalah Airyn, aku rasa kau hanya akan menerima penolakan dari dirinya. Bagaimana bisa dia menerima orang yang sudah mengendalikan hidupnya selama bertahun-tahun lamanya. Dan kau jangan melupakan tentang kejahatanmu yang tidak bisa terampuni, jika kaulah yang sudah membunuh ibu dari suaminya. Di batas ini saja kau harus tahu diri Zates akan posisimu yang tidak mungkin di terima, sebab semakin tinggi kau mengiginkan sesuatu maka semakin tinggi kau mendapatkan kekecewaan, jadi jangan berharap lebih dari ini. Sedari awal kau memang tidak punya tempat diantara kehidupan Airyn, cara satu-satunya yang paling tepat dengan bersembunyi dan mengurung diri. Sebab semakin besar harapan yang kau terapkan maka semakin tinggi kekecewaan yang kau alamai nanti” kali ini ucapan Merry itu mampu membuat Zates terdiam, ia bahkan tidak bisa berkata-kata lagi selain mendengarkan apa yang ingin di sampaikan oleh wanita yang ia cintai “Apa kau juga yang membunuh ayah yang dia cintai, Louis Petrov?” tuduh Merry saat menyelipkan pertanyaan
“Tidak! Apa ada saudara yang akan membunuh saudaranya sendiri” kali ini sikap serius yang Zates tampilkan membuat Merry terdiam, pria itu tidak sedang berbohong ataupun menyangkal, Merry dapat menyadari ia berkata jujur, tapi jika bukan Zates yang membunuh Louis Petrov, lalu siapa lagi? Bukankah saat itu Merry melihat sendiri penculikan itu untuk menghabisi Louis Petrov.
****
Hansell sangat merindukan Istrinya, yang ia takutkan hanyalah sikap menyerah wanita itu, jika saja saat ini Airyn lemah dan memilih menyerah hingga bersembunyi bagaimana? Akankah istrinya baik-baaik saja dan masih memberikan asupan untuk tenaganya, sebab Hansell sangat mengenal wanita itu, ia benar-benat melupakan makanan jika terfokus untuk suatu masalah ataupun pekerjaan, dengan hilang dirinya dan juga Merry sangat jelas jika Airyn akan melupkan hal penting itu untuk kelangsungan hidupnya.
“Bukankah dia sangat menyedihkan” celetuk Frada ketika menyenggol bahu Darrel, mata mereka menatap kearah Nona Petrov yang tengah sibuk di Pantry Bar yang ada di ruangan itu, bahkan ia sebegitu fokus hingga tidak memikirkan apapun, seolah terkejar sesuatu yang sebenarnya tidak ada yang mengejarnya.
Semenjak suaminya menghilang ia memang mengalami perubahan emosi yang naik turun, namun kali ini perubahan emosi Nona Petrov tersebut sangat asing hingga Frada takut jika saat ini bukan Nona Petrov yang menguasai jiwa wanita itu.
“Aku berharap suaminya cepat kembali, agar bisa melihat sikap Nona Petrov yang cukup mengkhawatirkan” sambung Darrel ketika berdecak kagum memandangi Nona Petrov, bahkan wanita itu memberikan respon di luar dugaan Darrel. Nona Petrov yang terkenal berwibawa itu dengan sikap angkuh yang tidak bisa di pisahkan dari pribadinya, kali ini malah seperti orang asing bagi Darrel.
Kemana perginya Nona Petrov yang menakutkan penuh intimidasi mengerikan, sekarang ia bersikap seperti kucing rakus yang menghabiskan banyak makanan, bahkan semenjak Darrel memberitakan tentang cip yang terpasang di kulit Hansell, mood wanita itu membaik dalam jangka waktu cepat, bahkan setelah ia menerima fakta jika ayahnya masih hidup, ia seperti menolak peduli sehingga lebih sibuk dengan aktifitasnya sendiri.
Salah satunya menikmati cemilan kemasan dan beberapa makanan siap saji seperti Pizza, Ayam goreng hingga minuman Soda, dan tidak lupa makanan berlimpah ruah di sofa mereka membuat Frada amat jijik melihat kelakuan Nona Petrov
yang sangat rakus.
“Apa dia benar Nona Petrov?” ucap keduanya dengan waktu bersamaan, seolah memiringkan wajah untuk menyelisik ingin tahu, seharusnya wanita mengerikan dan juga penuh sikap intimidasi itu tidak sesantai ini, tapi kenapa berubah menjadi polos tanpa dosa seakan berbeda dari karakter dirinya biasa, apakah ada sesuatu yang salah di otaknya hingga menjadi berbeda jauh.
Airyn yang menyadari tengah di perhatikan oleh dua pasang mata, mengalihkan pandangan dengan senyum polos “Apa kalian tidak lapar. Aku membeli mie kemasan cukup banyak. Jika kalian mau, silahkan saja sedu dan nikmati makanan ini” ucapnya saat menarik mie dari tempat sajianya, bahkan sumpit kayu yang Nona Petrov gunakan itu adalah sumpit murahan yang sebelumnya tidak pernah ia gunakan di hidup ini, tapi kali ini Nona Petrov malah menikmati makanan berkualitas rendah dengan rendah protein dan vitamin, apakah Nona Petrov sehat?
“Apa anda baik-baik saja?” putus Frada saat memberanikan diri bertanya.
“Tentu..” ucapnya saat mulut kecil itu terpenuhi dengan makanan hingga kalimatnya saja samar-samar terdengar.
“Tapi bagaimana bisa anda baik-baik saja Nona, sedari tadi anda menghabiskan banyak makanan, apakah anda tidak akan memiliki gangguan pencernaan nanti, bahkan aku merasa ini berbeda jauh dengan porsi makan anda sebelumnya” sambungnya dengan ingin tahu tinggi, membuat Darrel menganggukan kepala seolah setuju dengan argumen Frada.
Airyn meletakan sumpitnya di wadah plastik itu, sembari mengunyah sisa makanan yang belum di telanya, setelah ia melenyapkan semua Airyn membuka mulut untuk bicara kearah Frada “Entahlah, aku terlalu bersemangat untuk makan kali ini, sebab suamiku baik-baik saja, apa lagi yang harus aku fikirikan” balasnya.
“Baiklah jika begitu Nona, sepertinya aku ingin keluar sebentar. Nikamati waktu ada” sambung Frada dengan sikap segan, membuat Darrel memberanikan diri bersuara
“Aku juga ingin keluar, nikamati waktu anda Nona” ucapnya, setelah keduanya pergi Airyn menyeruput kuah segar itu untuk pencuci mulutnya, meskipun selama ini Airyn tidak pernah mengkonsumsi mie kemasan, tetap saja ia cukup tergila-gila dengan rasa nikamat dari makanan yang tidak bergizi ini.
Matanya terdiam kearah tempat kosong yang melompong, kali ini air mata Airyn berceceran tanpa ada pembatas yang menghalanginya “Bagaimana bisa aku baik-baik saja, jika aku tidak bisa menemukan suamiku” gerutu Airyn dengan kesal, seolah ia sangat membenci dirinya sendiri.
Membuat Darrel mengangkat kaca mata yang ia gunakan sebagai anti radiasi, ternyata Nona Petrov hanya bersandiwara kuat di hadapan mereka, tentu saja wanita itu akan terluka atas kehilangan suaminya dan sikapnya kali ini hanya sebagai pelarian semata, Darell menarik tubuhnya yang tersandar di balik pintu untuk melangkah pergi meninggalkan Villa persembunyian mereka, lebih tepatnya tempat milik Frada yang di beli oleh Nona petrov.