Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Rencana kepulangan ke Irlandia



Siang hari nya Hansell mengantarkan Airyn ke apartemen, dia mengendarai mobil sambil mengenggam tangan kekasih nya, bagaimana tidak Hansell seakan tidak bisa lepas dari wanita itu, Airyn masih saja tersenyum memandang ke arah pria nya, dia mengamati jalanan yang sedari tadi dilewati nya, seketika fikiran dipenuhi akan niatan ingin kembali ke Irlandia, membuat senyuman memudar dari wajah nya.


“sayang, ada pa? apa terjadi sesuatu?” tanya Hansell disaat mata nya mengalihkan pandangan ke arah depan


“tidak” balas Airyn dengan suara dingin,


Mendengar itu semua Hansell hanya terdiam memandang kekasih nya, dia mengerti pasti ada hal yang tengah dipikirkan oleh Airyn, hingga mood nya berubah seketika, namun Hansell tidak ingin memaksa, dia membiarkan kekasih nya melakukan hal yang dia bisa.


“Hansell” seru nya di tengah keheningan mereka


“ada apa?” balas Hansell


“kalau misalnya aku kembali ke Irlandia bagaimana?” tanya nya dengan nada sedih, membuat Hansell terdiam mendengar lontaran pernyataan dari kekasih nya, bagaimana pun dia juga merasakan sedih yang melanda secara tiba-tiba


“aku tidak akan kembali” Airyn memalingkan wajah ke arah samping sembari mata nya melihat hamparan gedung yang sudah dilewati


“Airyn, kenapa seperti itu? Jika terlalu mendesak pulang lah ke Irlandia, bagaimana pun kau juga memiliki tanggung jawab besar, aku tidak mempermasalahkan apapun, asalkan kau bahagia melakukan nya” balas Hansell dengan senyuman yang diberikan nya kepada gadis itu, membuat Airyn melepaskan genggaman tangan mereka


“semudah itu kah” gadis itu melipat kedua tangan nya seolah dia benar-benar kesal dengan respon Hansell barusan, tentu saja pria tersebut tersenyum melihat tingkah Airyn.


Hansell memakirkan mobil di bassement Apartemen, lalu membukakan pintu untuk kekasih nya, Airyn berjalan mendahului Hansell, namun pria itu mengikuti punggung nya dengan setia, Airyn menekan pin untuk membuka apartemen nya, sedangkan Hansell masih setia mengikuti nya, namun pria itu terlambat selangkah hingga Airyn menutup pintu tanpa membiarkan nya masuk.


“apa dia marah?” tanya Hansell dengan bingung, pria itu menekan tombol pin Airyn sembari memasuki ruangan dengan menganti sendal rumah, gadis itu tidak terlihat dimana-mana membuat Hansell memasuki kamar nya.


“Airyn, ada apa? Apa kau marah pada ku?” tanya Hansell saat melihat Airyn memeluk bantal guling sambil menyembunyikan wajah


“aku tidak mau bicara dengan mu, aku akan ke Irlandia, pergilan dari sini” teriak nya ke arah Hansell, membuat pria itu memudarkan senyuman nya, Hansell mencoba mendudukan diri di samping Airyn, dia berusaha menepuk pundak kekasih nya namun Airyn menepis tangan nya.


“Airyn, aku sangat sedih berpisah dengan mu, tapi kau memiliki tanggung jawab yang besar, tidak kah kau memikirkan bagaimana susah nya Marry dan Berto mag-handle semua nya, aku tau jika bukan karna hal mendesak kau tidak akan kembali, tapi sayang. kadang kita tidak bisa memiliki semua nya, kau harus menyelesaikan tanggung jawab mu, barulah kau bisa mendapatan apa yang kau mau, Airyn mengertilah, aku sangat merindukan mu, jika bukan karna keadaan kita yang sama-sama sibuk aku ingin berada disisi mu, tapi bagaimana lagi, sebagai manusia kita tidak bisa memilih keadaan apa yang kita mau” tutur nya sambil mengusap kepala gadis itu dengan penuh sayang, Airyn hanya diam didalam posisi nya, dia tidak bergeming sedikit pun, membuat Hansell mengangkat tubuh gadis itu dengan paska, hingga akirnya Airyn mendudukan diri menghadap Hansell dengan wajah yang ditekuk lesu.


“kenapa jadi dirimu yang sedih, bukan nya aku yang harus nya sedih, karna aku yang akan ditinggalkan” seru Hansell sembari tangan nya mengangkat wajah kekasih nya


“apa kau akan merindukan ku?” tanya Airyn dengan tatapan sendu penuh kesedihan


“tentu saja, bahkan sekarang aku masih merindukaan mu” balas Hansell sembari memeluk kekasih nya “jika kau tidak tahan lagi, aku akan menghampiri mu sayang, kenapa kita harus mempersulit semua nya, sedangkan keadaan saja memberi kita kemudahan” sambung nya sembari mengusap kepala Airyn


untuk menenangkan


“benar kah, kau akan ke Irlandia?” tanya gadis itu saat memastikan kembali janji yang dibuat Hansell untuk nya


“tentu saa” Hansell menganggukan kepala dengan yakin nya, dia tidak menyangka Airyn akan semanja ini kepada dirinya. “kapan kau akan kembali ryn?”


“mungkin besok aku akan pergi” balas nya dengan nada sedih, membuat Hansell semakin sedih mendengar pernyataan kekasih nya, namun dirinya mengulas senyum untuk mengobati semua.


“kenapa aku begitu mencintai mu, bahkan menjauh saja untuk beberapa hari terasa begitu sakit” sambung nya lirih, membuat tangan Hansell terhenti saat mengusap pipi nya


“benar kah, berarti kau benar-benar mencintai ku dengan tulus, Airyn apapun yang terjadi aku tidak akan sanggup mengecewakan mu lagi, karna itulah jangan membuatku salah paham dengan dirimu, aku sangat takut melakukan kesalahan, aku sangat takut menerima fakta kau menderita karna ku, tolong ajari aku bagaimana mengenal dunia mu” tutur Hansell dengan penuh serius


“kenapa? Aku bahkan tidak ingin kau mengenal ku seutuh nya, bukan kah lebih baik kau tidak mengetahui apapun, agar kau tidak kecewa” balas nya


“tidak, meskipun aku kecewa, aku tidak akan mampu membenci mu, sekecewa apapun aku, perasaan ku tidak akan bisa hilang kepada mu, Airyn lebih baik aku kecewa karna fakta, dari pada aku kecawa karna dirimu membohongi ku selama ini, jadi jangan sembunyikan apapun dari ku, terlalu banyak hal yang ingin aku tanyakan, terlalu banyak lah yang ingin aku ketahui, namun aku belum siap menghadapi nya, karna dirimu masih saja menutup diri”


“Hansell” air mata Airyn menetes begitu saja, membuat tangan Hansell mengusap nya secara spontan


“jangan menangis lagi, aku membenci nya, Airyn berbagilah dengan ku meskipun itu luka mu, tidak perlu melindugiku disaat dirimu sendiri tersakiti karna itu, aku sangat membenci semua nya, aku tau semua hal yang telah kau lakukan untuk ku, apa kau fikir aku ini bodoh?” tutur Hansell dengan sedikit kesal ke arah kekasih nya


“apa maksud mu?” tanya Airyn dengan tatapan tajam seolah dia ingin mengerti apa yang ingin dikatakan Hansell sebenar nya


“aku tau, kau menyelamatkan perusahaan ku dari serangan yang sudah disusun rapi oleh tuan ji untuk menghancurkan nya, aku tau kau ke Korea selama ini bukan untuk urusan seremeh itu, tapi untuk melindungi ku dari ancaman orang yang berada dibalik surat kontrak, semenjak kita bertemu kembali di Tiongkok nyawaku telah menjadi ancaman, karna itulah kau berada di dekat ku saat ini, agar mereka tidak mencelaki ku bukan? aku tau bagaimana kau bersusah payah bertahan disini hanya untuk ku, disaat perusahaan mu terbangkalai disana, bahkan kau tidak memikirkan banyak nya penurunan saham di Irlandia, aku mengetahui semua nya, apa kau fikir aku sebodoh itu, aku tau kau telah melakukan banyak hal Airyn, tapi kenapa kau tidak pernah berbagi dengan ku, kenapa?” tanya Hansell dengan suara berat yang mulai tertahan di kerongkongan nya


“Hansell bagaimana bisa kau……” Airyn bungkam memandang pria nya, dia tidak percaya Hansell mengetahui segala nya, bahkan dia menyusun semua nya dengan begitu mulus hingga tidak memiliki kemungkinan kecil untuk terlacak, namun pria itu malah mengetahui segala hal yang ditutupi nya


“aku tahu Airyn, tapi disaat aku ingin mengungkapkan kegundahan ku, keadaan selalu saja tak mendukung, membuat aku tidak berdaya untuk memaksa mu, sekarang pulang lah ke Irlandia, aku merasa baik-baik saja jika kau sudah aman, aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan mu” Hansell memeluk Airyn sekali lagi, kali ini dia menumpahkan air mata tanpa suara nya, Hansell menahan begitu kuat rasa terluka, dia tidak menyangka gadis ini mengantarkan nyawa nya ke Korea hanya untuk melindungi nya, bagaimana bisa Hansell menerima semua fakta ini.


“aku tidak ingin pergi Hansell” gadis itu meregek dengan tangisan nya, dia merangkul Hansell dengan begitu erat, seakan dirinya semakin takut kekasih nya tidak baik-baik saja setelah ditinggalkan


“aku bisa menjaga diriku Airyn, di hidup ini tidak ada yang aku takutkan kecuali kehilangan mu, saat kau berada di Irlandia dengan aman, aku yakin aku akan kuat menghadapi semua nya disini, Airyn kadang kita tidak bisa menerima begitu saja bagaimana orang lain mempermainkan takdir kita, ada kala nya kita harus melawan nya, mungkin kali ini saat nya untuk kita melawan, aku tidak peduli lagi tentang apapun, yang aku pedulikan, kau harus lepas dari perjanjian yang mengikat seluruh dirimu, apa kau fikir aku bahagia hidup mu terikat dengan nya, aku terluka setiap kali melihat kau dikendali kan, karna itulah untuk kali ini saja, izinkan aku melakukan nya, biarkan aku menghadapi nya. Kumohon” tutur Hansell dengan begitu yakin nya, dia sudah memikirkan seluruh masalah ini bulat-bulat, selama ini Hansell diam hanya untuk menyelidiki apa yang sebenar nya terjadi, jika Hansell langsung mempertanyakan nya kepada Airyn, tentu saja gadis itu akan menghapus semua jejak agar tidak bisa terlacak, karna gadis itu tidak ingin melibatkan Hansell didalam peperangan yang tengah dilakukan nya.


Airyn selalu membiarkan DIA membunuh siapapun, bahkan kerabat Airyn sendiri, namun untuk masalah Hansell, gadis itu benar-benar tidak ingin menyerah, dia mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk melindungi Hansell, setidak nya jika Hansell terluka Airyn juga akan terluka, karna itulah selagi ada Airyn disisi pria itu, Hansell akan baik-baik saja, namun saat ini keadaan perusahaan nya mengalami penurunan yang buruk, sudah jelas ini campur tangan orang yang berada dibelakang surat kontrak, untuk mengirim Airyn kembali ke Irlandia, tapi disisi lain Hansell telah mengetahui semua nya, membuat seluruh rencana Airyn berantakan, pria itu tidak akan memperbolehkan Airyn mempertaruhkan nyawa nya untuk menyelamatkan Hansell, membuat gadis iti semakin takut menghadapi kenyataan.


“aku tidak ingin kembali” tutur nya dengan begitu tak kuasa


“kau harus kembali sayang” sahut Hansell seketika


“apa kau gila, bagimana bisa aku kembali disaat dirimu tidak dalam keadaan baik-baik saja Hansell” bentak nya dengan emosi yang meninggikan nada suara


“Airyn kau tidak bisa seperti ini, kau tidak bisa melindungi ku terus menerus, apa kau pikir kau ini tuhan? Ada kalanya kau memiliki batasan, jangaan menguji kesabaran ku Airyn, jika kau mempertahan kan egois mu dengaan berpura-pura tegar, kau akan kehilangan semua nya, apa kau ingin kehilaangan Marry dan Berto?” jelas Hansell


“jika aku kehilangaan mu bagaimana? Apa kau fikir aku masih bisa hidup Hansell!! Aku mungkin akan terluka kehilangan mereka namun aku lebih menderita kehilangan mu, bahkan memikirkan kau tiada membuat ku merinding ketakutan, kau fikir aku egois, lalu dirimu apa? Kau bahkan tidak memikirkan bagaimana aku, hingga kau tidak memperdulikan nyawa mu, DIA tidak selemah yang kau fikirkan Hansell, jika dia semudah ekspetasi mu, sudah dari dulu aku menghancurkan nya, namun sampai detik ini, aku selalu dipermainkan, apa kau fikir dirimu baik-baik saja, dasar bajing*n” bentak Airyn dengan air mata yang tidak tertahan kan, bahkan tangan nya memukul dada bidang pria itu


“sayang” Hansellmeringkuh tubuh Airyn kepelukan nya, bahkan dada nya begitu sakit menerima kenyataan yang ada, apapun yang mereka lakukan tetap saja salah untuk dijadikan pilihan, membuat Hansell tidak mengerti lagi bagaimana menghadapi situasi ini.


Ditengah perdebatan panjang itu, Hansell berusaha menenangkan kekasih nya, dia terus mencoba melakukan apapun untuk meyakinkan Airyn, saat ini Hansell ingin sekali menghadapi orang itu, namun jika Airyn di Korea tentu saja sangat sulit bagi DIA menyentuh Hansell, namun jika Airyn di Irlandia ada dua kemungkinan baik yang akan terjadi, yang pertama gadis yang dicintai nya aman disana, yang kedua kesempatan untuk dirinya mengetahui hal licik apa yang dilakukan orang itu untuk menghabisi nyawa orang lain tanpa jejak, meskipun ini sangat berbahaya Hansell akan mencoba bertahan untuk melawan nya, meskipun setitik kemungkinan berhasil menjadi tidak mungkin, Hansell akan mengubah faka itu jadi keberhasilan, karna dia percaya jika tuhan mengizinkan nya hidup semua orang tidak akan bisa mengubah fakta itu atas kehidupan seseorang.