
Airyn begitu lahap menyantap mie instan di pagi hari, membuat Hansell mengelengkan kepala melihat tingkah kekasih nya yang kurang lazim, namun gadis itu tidak mempedulikan apapun, dia hanya menikmati mie instan yang membuat lidah nya candu.
“Airyn kau sudah menghabiskan 4 kotak, apa kau yakin ingin memakan nya lagi?” celetuk Hansell memadang kotak kosong yang baru saja dihabisi kekasih nya
“kenapa memang nya?”
“ini tidak baik untuk kesehatan mu, kenapa kau bisa memakan makanan instan seperti ini, apa kau tidak takut dengan bahaya nya”
“tidak"
“yang benar saja, sudahlah hentikan semua nya, kau memakan nya terlalu banyak” Hansell menarik kotak mie instan yang baru saja di sedu oleh Airyn
“hansell, kenapa kau mengambil punya ku” teriak Airyn ke arah pria itu
“kau berlebihan sekali memakan nya, apa kau fikir ini makanan sehat, jika ini makanan sehat aku akan membiarkan kau memakan sepuas mungkin” balas Hansell saat tangan nya menjauhkan kontak mie instan tersebut
dari kekasih nya.
“aku tidak mau, aku mau makan mie, kemarikan punya ku” pinta Airyn dengan begitu kesal, bahkan dia mencoba menjangkau dari tangan Hansell, namun tubuh nya kurang tinggi dari pria itu “Hansell apa yang kau lakukan” bentak Airyn dengan suara nya yang mengeras, membuat Hansell terdiam melihat wajah marah yang ditampilkan kekasih nya.
Selama perkembangan hubungan mereka menjadi lebih baik ditambah mereka telah resmi menjadi pasangan kekasih, Hansell sangat jarang melihat Airyn marah, gadis itu berubah menjadi gadis lembut yang ramah, namun kali ini wajah garang yang ditampilkan Airyn seperti pengobat rindu di bantin Hansell, seakan dia menemukan kembali kekasih nya. Hansell membalas semya itu dengan senyuman hingga Airyn semakin menajamkan mata nya.
“apa kau pikir aku sedang bercanda?” seru nya dengan raut wajah kesal yang tidak berubah
“tidak”
“kenapa kau tertawa, apa kau menertawaiku?”
“tidak sayang, aku hanya tidak ingin melihat pacarku memakan makanan seperti ini secara berlebihan, kau sudah memakan 4 kotak mie instan, jika menambah lagi aku kasihan dengan perutmu, nanti perut mu merasa kaget mencerna makanan tidak sehat ini” jelas nya dengan nada rendah yang begitu lembut
“tidak!” balas Hansell dengan nada mutlak
“kau!!!” Airyn berteriak ke arah kekasih nya, dia mengeluarkan wajah garang nya hingga Hansell tertegun saat memandang Airyn, bagaimana bisa gadis itu sangat cantik dengan wajah marah itu
“kau? Kekasih ku berteriak ke arah ku, apa kau fikir aku akan diam saja, seperti nya aku harus menghukum mu” tatap Hansell dengan mata mengoda nya
“apa yang kau lakukan?” teriak Airyn saat kaki nya berjalan mundur ketika Hansell memajukan langkah nya, pria itu meletakan mie instan ke sembarang tempat yang bisa dijangkau nya, dia menatap Airyn hingga kekasih nya ter-intimidasi
“Hansell apa yang kau lakukan, maafkan aku”
“sayang, mari kita buktikan segarang apa dirimu” pria itu menyudutkan Airyn ke dinding, hingga posisi punggung nya menempel kedinding, Airyn seperti mengerti dia akan menjadi mangsa oleh predator yang siap untuk melahap.
Hansell menurunkan pandangan nya ke arah bibir Airyn, meskipun berulang kali dia melakukan disana, bahkan telah mencicipi habis kemanisan yang dipunya, namun Hansell tidak pernah bosan untuk menikmati nya, entah kenapa setiap kali menyentuh tubuh Airyn terasa seperti tubuh baru yang tidak pernah di jamah nya, membuat hasrat nya aktif terlalu besar tanpa mampu dikontrol.
“kau tidak mungkin melakukan nya disini
Hansell, ini masih pagi, bahkan ini masih jam kerja, kau tidak boleh menyiksaku lagi, kau mungkin tidak merasakan nya, karna aku yang paling tersiksa, aku merasa seluruh badan ku remuk karna ulah mu, kau tidak tau bagaimana aku menahan semua nya, jadi jangan memulai nyalagi, dan jangan memancing nya lagi, jika tidak aku tak akan memaafkan mu, aku benar membunuh mu!!” cerocos Airyn dengan begitu cepat nya, membuat Hansell tertawa renyah kepada kekasih nya.
“apa maksud mu” Hansell langsung memeluk Airyn dan meredupkan seluruh hasrat nya, bagaimana pun dia tidak akan tega menyiksa Airyn lagi, bahkan lain dari itu semua Hansell yang menjadi masalah nya, disaat dia memulai dia selalu serakah mengingin kan, jadi Hansell tidak akan berani melakukan disaat dia terlanjur jauh menyiksa Airyn kemarin malam.
“kau ini, menyebalkan” gadis itu memelas dengan suara manis dan manja nya, dia menepuk dada Hansell dengan tinju mungil nya, membuat pria itu hanya tersenyum melihat tingkah malu Airyn yang saat ini berada dipelukan nya
“aku tidak akan melakukan nya lagi” Hansell melepaskan pelukan nya dari Airyn, dia memandang wajah kekasih nya seakan melepaskan rindu yang masih saja membelengu “ tapi aku tidak akan melewatkan ini” seketika bibir nya menempel di bibir Airyn, bahkan dia mendaratkan nya dengan mulus disambut tekstur lembut yang mengairahkan indra perasa nya, Hansell ******* bibir bawah Airyn dengan penuh romantis, membuat waniat itu menikmati nya, entah kenapa ini ciuman berbeda yang dirasakan nya, seakan Hansell mengontrol emosi nya, Airyn memeluk kekasih nya, dia tidak ingin melepaskan nya membuat Hansell hanya tersenyum memikirkan bagaimana gadis itu menolak dirinya, namun disaat melakukan dia malah ingin mendominan, tentu saja Hansell mengabulkan permintaan Airyn, dia mencumbu bibir kekasih nya hingga lidah mereka menari-nari dengan lihai nya, membuat suasana pagi begitu indah saat bertemu sang mentari.
Airyn masih bahagia dengan cumbuan Hansell, dia tersenyum di sela tautan bibir yang masih saja menempel, sedangkan Hansell berulang kali mempermainkan kekasih nya, dia melepaskan diri dari Airyn, membuat gadis itu menarik kembali Hansell untuk melakukan nya, bahkan wakah imut itu membuat Hansell tersenyum saat menyaksikan betapa candu nya Airyn dengan ciuman mereka. hal ini lebih candu dari pada mie instan yang dinikamati nya barusan.