
Berto menodong kepala Airyn dengn pistol yang di ambl alih dari tangan Nona Petrov, ia menarik gadis itu keluar secara paksa, setidak nya jika saat ini Airyn di genggaman nya, posisi Berto akan baik baik saja, sebab semua senjata yang mengancam Berto dalam keadaan siap untuk menembak, mereka semua sudah memastikan kedua ibu jari tidak menghalangi penutup hammer, hanya menunggu waktu dimana pelatuk itu akan di lepaskan, hingga menembak ke arah Berto untuk di taklukan, bahkan orang yang bersembunyi dengan sigap mendekat guna menampakan diri dalam mengkondisikan pistol ke arah Berto sebab membahayakan orang penting bagi Tuan nya, Yaitu Nona Petrov
“Apa yang kau lakukan!!” teriak Airyn kepada pria yang menodong nya, membuat Berto tersenyum sungging ke arah semua orang, dia seperti orang yang kerasukan akan kemenangan
“Aku akan menghancurkan kepada wanita ****** ini jika kalian mencoba menembak ku, menjauh!!” bentak Berto ke arah semua orang yang mengunakan penutup kepala dengan pakaian serba hitam, entah kenapa suara gemericik terdengar akibat mereka menukar posisi dengan posisi siaga yang semakin siap untuk di tembakan
“Jangan!! Tunggu!” teriak Airyn, dengan begitu gugup “Jangan menembak nya, pikirkan lah baik-baik" tutur Airyn untuk menenangkan keadaan, membuat semua orang yang mengepung Berto mengurungkan niatan.
______________
Sedangkan di kantor, Hansell terbangun dari kepala pusing yang mendera kuat, ia melihaat sosok Darrel berada di hadapan nya, Hansell melihat sosok itu dengan pandangan buram, membuat pria itu mengkerutkan kening, akibat rasa pusing yang mentransisi hilang
“Darrel” seru Hansell ke arah sekretaris nya itu
“Tuan Hansell, apa anda baik-baik saja” tanya Darrel dengan cemas, terlihat bagaimana tegang wajah pria itu menatap ke arah Hansell
"Aku baik, bagaimana bisa kau disini?” tanya Hansell ke arah Darrel yang memasang raut wajah cemas yang tak mampu di hilang kan.
“Nona Petrov yang menghubungi saya untuk segera kesini” tutur Darrel kepada Hansell, membuat pria itu heran dengan apa yang di ucapkan sekretaris pribadi nya itu, sebab Hansell berfikir untuk apa Airyn menyuruh Darrel ke Irlandia
“Dimana Airyn!!” sentak Hansell seketika, membuat darrel bungkam tanpa kata “Dimana Airyn!!” bentak nya sekali lagi!
“Hansell, aku sudah menemukan posisi Airyn” celetuk Merry yang tiba-tiba ada di antara mereka berdua
“Airyn!” Hansell bangkit dari duduk nya dan bergegas mengikuti langkah Marry, di susul dengan Darrel yang tak kalah khawatir nya dari Hansell, terlihat jelas bagaimana sempoyongan nya Hansell saat tertatih dalam langkah nya, namun ia memaksakan diri untuk menyusul langkah merry. Mereka bertiga mengendarai mobil yang di kawal oleh ajudan guna menuju tempat yang sudah di temukan.
Hansell mengingat kembali semua nya, ia hilang kesadaran saat berdebat dengan Airyn, sudah hampir tiga jam Hansell tak sadarkan diri, sebab saat ini hampir jam Lima pagi, kecemasan semakin melanda, entah kenapa banyak pertanyaan yang ada di fikiran Hansell saat ini, dia hanya berharap semoga gadis itu baik-baik saja.
Lain dari itu semua pertanyaan yang paling menganjal adalah, kenapa Darrel yang membangunkan mereka, jika saat ini Darrel tidak di Irlandia mungkin Marrry dan Hansell tidak akan bangun dari pingsan mereka, jika bukan Airyn yang menyuruh Darrel ke Irlandia mungkin saat ini mereka masih saja hilang kesadaran, Hansell hanya sibuk memikirkan semua hal yang terjadi hingga tak dapat mengerti, entah kenapa dia semakin
gusar dari sebelum nya.
Di tambah penjelasan Marry yang mengatakan Berto terlibat dengan semua nya, membuat Hansell semakin merinding untuk memikirkan kemungkinan terburuk, di tengah perjalanan mereka menyelusuri jalanan, sebenar nya mobil Berto telah di tanam alat pelacak oleh Merry, sebab belakangan ini gerak gerik rekan nya sangat mencurigakan, di tambah Airyn pernah mengatakan untuk tidak boleh percaya kepada siapapun, termasuk dirinya sendiri, membuat Marry mencerna baik-baik kata-kata itu.
_______________
Sedangkan di tengah jalanan yang sepi itu masih terjadi ketegangan untuk saling membunuh, Berto mangantarkan nyawa nya sendiri untuk di rengut
“Berto, apa kau tidak tau sikap mu ini akan sia-sia” bentak Airyn
yang semakin sesak atas apa yang dilakukan Berto pada nya
“Aku tidak peduli” balas pria itu “asalkan kau menepatkan janji mu Nona Petrov” seru nya di telinga Airyn dengan nada pelan, membuat gadis itu memejamkan mata akibat kebodohan Berto.
“Lepaskan senjata mu, jika tidak Tuan ku tidak akan mengampuni mu!!” Teriak salah satu dari mereka yang mengunakan pakaian serba hitam
“Apa kau fikir aku bodoh!! Jika aku sudah melawan seperti ini tentu saja nyawaku tidak akan di ampuni lagi, sekalipun aku menurunkan senjata ku” Balas berto kepada semua orang dengan penuh penekanan, seketika saja cahaya lampu menyorot tempat kejadian, membuat semua pasang mata tertuju ke arah mobil tersebut, tentu Airyn juga menatap ke sana.
“Drama apa ini?” kekeh nya ke arah Airyn dan Berto, membuat dua orang itu menatap dengan tajam
“apa kau Grifin?’ tanya Airyn dengan tatapan tajam, bahkan dirinya tak mempedulikan todongan Berto lagi
“Hallo Nona Petrov, senang bertemu denagan anda, benar. Saya Griffin” seru nya dengan terkekeh “Saya sangat menantikan saat ini, dimana akan bertemu dengan peliharaan Tuan saya secara langsung, ternyata di luar dugaan anda sangat muda sekali, pantas saja anda sangat cocok dengan Tuan saya Nona” sambung Griffin ke arah Airyn
“Sangat muda?” berarti orang itu bukan pria berumur, jika dia bukan pria berumur dan seusia dengan ku bagaimana bisa ayah terlibat dengan nya? Padahal selama ini aku sudah menduga di musuh atau rekan kerja ayah!” gumam Airyn saat mencerna perkataan Griffin
“Apa yang anda fikirkan Nona Petrov?” tanya Griiffin dengan penuh sopan, bahkan intonasi suara nya begitu lembut hingga tutur kata yang keluar tak mencerminkan image kotor yang ada di diri pria tersebut
“Apa peduli mu tentang fikiran ku, bagaimana bisa kau menemui ku seorang diri, apakah Tuan mu sebegitu takut berhadapan dengan ku” seru Airyn dengan nada menghina
“Jaga bicara mu Nona Petrov!” balas pria itu dengan suara kesal “meskipun Tuan nya sangat muda dari dirinya, Griffin sangat menghormati Tuan nya itu.
Seketika Griffin melirik ke arah Nona petrov yang selama ini ingin di temui nya, ada satu hal yang menganjal di kepala Griffin, dari banyak musuh yang dimiliki Tuan nya, kenapa Nona Petrov tak pernah ia temui semenjak 10 tahun lebih semenjak terlibat, membuat sebuah tanda tanya baru di fikiran Griffin, hal apa yang di takutkan Tuan nya untuk menemui wanita ini lemah seperti gadis yang saat ini di todong oleh Berto.
Seketika Griffin melangkah kan kaki nya ke hadapan Nona Petrov, namun Berto menempelkan pistol kekepala Airyn dengan lekat, membuat semua anak buah Griffin menodong nya semakin dekat, melihat hal itu Griffin mengankat tangan sebagai pertanda tunggu dan berhenti.
“Bagaimana pun aku harus membawa Nona Petrov dalam keadaan hidup Berto, mari kita bekerjasama” tutur Griffin ke arah Berto, sebab usia mereka bisa di bilang hampir sepantaran
“Bekerjasama? Bukan kah kau hanya menjadikan ku kaambing hitam saja” balas Berto ke arah Griffin
“Apa kau lupa, persyaratan awal mu!!! Kau menjadi kaki tangan ku untuk menutupi seluruh aib pembunuhan itu, dan sekarang kau mengatakan aku mengkambing hitamkan mu, bagaimana bisa kau setega itu pada ku, setelah kita bekerjasama selama 10 tahun dan sekarang kau tidak mau menerima kenyataan” balas Griffin dengan raut wajah santai dan tenang
“Wajah pria itu mengingatkan ku pada seseorang, tapi siapa?” gumam Airyn saat menatap wajah Griffin dengan lekat “Bahkan sikap tenang nya itu sangat familiar”
“Karna itulah, jika aku harus mati, aku akan membawa gadis ini bersama ku agar Tuan mu menderita, apa kau tak ingin tau latar belakang Tuan mu Griffin” singgung Berto ke arah Griffin, membuat pria itu merubah ekspresi wajah nya menjadi datar
“Apa maksud mu” tukas Griffin dengan cepat, membuat Berto terkekeh penuh kepuasan, sebab ia sudah menanti momen dimana akan mengatakan ini, mengatakan bahwa Berto mengetahui beberapa Fakta tentang Tuan nya itu, hingga apa yang di inginkan Berto terpampang, dengan waut wajah kesal yang jarang di perlihatkan Griffin.
DORRR!!
Tembakan itu dengan keras mengenai kepala Berto, hinggga mencucurkan darah segar, bahkan tubuh nya ambruk dengan tidak berdaya, membuat semua orang kelabakan dengan apa yaang tiba-tiba terjadi, mereka mencari sumber tembakan, bukan berasal dari Griffin melainkan seseorang yang baru saja datang.
Hansell mengenggam pistol dengan tangan gemetar, dirinya melangkah kan kaki saat semua anak buah yang dibawa nya mengepung Griffin dan beberapa orang nya, Hansell berlari cepat menghampiri Airyn yang tidak percaya dengan keadaan Berto, mata Airyn memandang tak menyangka, pria itu hancur dengan sekali tembakan di kepala, membuat Airyn gemetar di dalam posisi berdiri.
Brukkk…
Pelukan jatuh ke tubuh Airyn, Hansell memeluk kekasih nya didalam dada bidang nan lebar itu, bahkaan tubuh Airyn menghilang di dalam dekapan hangat Hansell, ia mengarahlan bidikan ke kepala Griffin, diri nya melindungi Airyn yang gemetar di posisi berdiri, Airyn masih saja terdiam dengan linangan air mata yang tertahan, bahkan Airyn tak mampu membalas pelukan Hansell.
“Akir nya aku bertemu dengan mu Tuan Griffin” sapa Hansell dengan tatapan tajam, terlihat jelas bagaimana ganas pandangan Hansell ke arah Griffin, membuat pria itu tidak percaya dengan pemandangan yang terjadi, sebab Griffin mengetahui Hansell anak Hamilton, bisa dibilang kenalan nya dimasa lalu, namun selama ini Griffin mengetahui Hansell adalah pria yang jauh dari darah segar manusia, namun sekarang tangan nya dengan pasti menodong pistol ke arah Griffin, bahkan dengan jarak yang jauh, pria itu dengan tepat menghancurkan kepala Berto dnegan sekali tembakan, tentu saja Hansell bukan orang sembarangan dalam mengunakan senjata itu, ditambah Berto berdekatan dengan kekasih nya Airyn, hal itu menjadi pertanda bahwa pria ini percaya diri membunuh Berto, jika dia tidak percaya diri bagaimana bisa dia melakukan nya, sedangkan kekasih yang di cintai nya begitu dekat dengan Berto.
Marry yang melihat sikap Hansell tertegun tak menyangka seolah pria itu menjelma menjadi orang berbeda, seketika Meryyn melirik ke arah Berto yang tidak bernyawa lagi, tubuh nya ambruk tak menyangka, Berto selaku rekan nya telah meninggal dalam keadaan mengenaskan di tangan Hansell.