Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Kakak Cantik Angel



Keesokan hari nya, Hansell libur kekantor karna dia ingin menemani adiknya, pagi hari seperti biasa Hansell rutin dengan kegiatan Gym yang dilakukan nya, dia membakar kalori untuk menyegarkan tubuh dipagi hari, Hansell begitu penuh dengan keringat yang bercucuran di sekitar dahi dan pelipis, bahkan membasahi dada bidang miliknya, Hansell pun menghentikan Treadmill dan meminum Infus Water yang dibuatkan Angel untuk diminum Hansell.


Ketika dirinya meneguk minuman tersebut Hansell tersedak melihat pungung wanita yang begitu mirip dengan Airyn


“apa aku terlalu merindukan nya” pria itu tersenyum seolah mengobati kepedihan nya sendiri, dia menuju ke Apartemen untuk membersihkan diri dikamar, Hansell begitu rapi dan tampan, dia membaca koran diruang tamu.


“kakak Angel ingin kebawah sebentar” celetuk Angel ketika memeriksa lemari es milik Hansell


“apa kau membutuhkan sesuatu?”


“iya, disini tidak ada susu kotak, Angel ingin meminumnya”


“kapan kau besar nya Angel, apa perlu kakak belikan?” tanya Hansell


“tidak, Angel akan pergi dengan kakak cantik” wanita itu sibuk mengotak atik telepon gengamnya dengan memberikan pesan kepada Airyn, namun gadis itu tidak membalas pesan tersebut, seketika Angel menelfon kembali tapi Airyn tidak juga mengangkat telepon nya.


terpaksa Angel pergi sendiri dan berlalu keluar apartemen Hansell, dia menuju lift untuk kesupermarket bawah, dikamar Airyn gadis itu baru saja selesai mandi akibat dirinya baru selesai olah raga, dia melihat banyak pangilan tak terjawab dari Angel, bahkan Angel mengirimkan pesan


“Kak, tolong bantu aku”


membuat airyn tersentak begitu kagetnya dengan pesan tersebut, bahkan fikiran gadis itu telah dikepung imajinasi negatif, Airyn menelfon Angel namun pangilan itu berada diluar jangkauan, tanpa pikir panjang, Airyn keluar dari kamarnya dan berlalu ke kamar Angel tanpa mengeringkan rambut, dia dengan cepat berlari dengan begitu khawatir, beruntung mereka berada dilantai yang sama membuat Airyn tidak repot mengunakan lift.


Airyn menekan bel yang berada di pintu tersebut, dirinya begitu gelisah memikirkan Angel, bahkan wanita itu ingin sekali membuka paksa pintu lantaran dia mengetahui Password Apartemen tersebut, namun Airyn mengurungkan niatnya, dia menunggu beberapa detik


untuk melakukan hal tersebar


“siapa yang membunyikan bel banyak sekali, dan ini masih pagi apa dia tidak tau jika hal ini menganggu ketenangan, kalau angel untuk apa dia menekan bel, menyebalkan” gerutu hansell dengan kesal, dirinya membanting koran kearah samping dan beranjak dari sofa untuk membukakan pintu


“aku tidak bisa menunggu lagi, maafkan aku Angel jika aku lancang” dirinya menekan tombol yang sama dengan hari ulang tahun nya, akirnya pintu itu terbuka, dan Airyn dengan cepat mendorong pintu itu, namun betapa kagetnya dirinya melihat pria berhadapan langsung didepan matanya, bahkan pria itu bukanlah orang asing melainkan Hansell, tentu saja Hansell tak percaya dengan apa yang dilihat nya saat ini, dia membulatkan mata dengan sempurna untuk memastikan agar penglihatan nya tidak salah.


Airyn terdiam melihat Hansell begitupun sebaliknya, mereka saling tidak percaya satu sama yang lain nya bahkan membuat Airyn melupakan niat awalnya, namun dirinya kembali menarik kesadaran diri.


“airyn”


“hansell”


Hansell meraih gadis itu dan memeluknya dengan begitu rindu, Hansell memeluk dengan begitu keras hingga Airyn memberontak dengan berkata sakit, ternyata ini bukanlah mimpi


“apa ini benar kau?” Hansell memeluk Siryn sekali lagi, hingga tidak memberikan airyn jeda untuk biacara “kenapa kau disini?” “kenapa rambutmu basah?”


dia bertanya tanpa airyn menjawab pertanyaan tersebut.


“Hansell lepaskan aku!” Airyn mendorong Hansell dan melihat sekitarnya “apa ini apartemen mu? "Tanya nya dengan bingung, hansell pun menganggukan kepala seraya menjawab pertanyaan Airyn, wanita itu keluar dari dalam dan menutup kembali puntu itu, dia menekan pin sekali lagi dan ternayta benar itu pin yang sama dengan yang semalam


“apa yang kau lakukan?” tanya Hansell, kali ini hansell yang binggung akan tingkah aneh Airyn


“apa kau kenal Angel?” Hansell pun menganggukan kepala nya


“dimana dia? Apa dia baik-baik saja?” tanya Airyn dengan cemas, tentu saja Hansell ikutan cemas lantaran adiknya tengah pergi


“dia tadi pergi, kenapa kau bertanya?”


“dia mengirim ku pesan, mengatakan minta tolong, karna itulah aku kesini” jawab Airyn dengan cemas, bahkan Hansell memucat atas pernyataan barusan


“pergi kemana dia?” tanya Airyn, untu menghentikan keterpakuan Hansell


“ke Supermarket yang berada dilantai bawah” belum sempat Hansell membalas pertanyaan Airyn, wanita itu langsung pergi menuju lantai bawah, diikuti dengan Hansell, namun saat mereka menunggu Lift seorang wanita yang mereka cemaskan keluar dari sana dengan memakan permen begitu nikmatnya


“Angel” bentak Hansell dan Airyn, membuat gadis itu terkejut dan menjadi tegang nya


melihat dua Kakak yang berada didepan nya.


“kenapa? Apa aku melakukan kesalahan?” tanya Angel dengan begitu polos kearah dua orang yang begitu kusut di depan mata nya


“kau dari mana saja? Kenapa kau mengirim pesan minta tolong padaku, apa kau tidak tau aku mencemaskan mu?” balas Airyn dengan begitu kesal


“oh kakak, maafkan aku, tadi angel hanya minta tolong untuk temani kebawah namun batrai ponsel ku habis” balas Angel dengan takut, bahkan wajah kakak nya saja terlihat begitu tegang ditambah dengan Airyn


“sepertinya aku meningalkan barang belanjaan ku dibawah, aku pergi sebentar” Angel pun menutup kembali pintu lift itu dengan cepat, membuat Airyn hanya menutup mata atas kelakuan kekanak-kanakan Angel,


Setidaknya setelah melihat Angel baik-baik saja Airyn sudah merasa tenang, dia pun berbalik kearah kamar, namun dirinya melupakan sesuatu yaitu Hansell, pria itu menarik tangan Airyn dan menyudutkan nya kedinding


“kau mau kenamana? Bukankah kau harus menjelaskan sesuatu kepadaku? Rambut basah ini ?” tanya Hansell dengan begitu intim nya, membuat Airyn menjadi gugup menatap mata pria itu


“Hansell aku harus mengeringkan rambutku, pergilah” gadis itu mendorong tubuh Hansell, namun pria itu memperkuat tenaganya


“baiklah, aku ada urusan bisnis disini dan semalam aku bertemu Angel dia meminta tolong menunjukan tempat untuk mengantarnya ke Apartemen mu, kebetulan aku juga tinggal diapartemen ini karna itulah aku bisa kekamar mu dengan keadaan seperti ini” balasnya dengan menundukan pandangan sambil mengigit bibir bawah akibat gugup


“kenapa kau tidak menghubungiku jika ke Korea?”


“apa kau tidak bisa menjauh sedikit, kau membuat ku sesak” Airyn mendorong tubuh pria itu dan berlalu ke Apartemen nya, tentu saja Hansell mengikuti Airyn


“kenapa kau mengikutiku”


“bukankah kita harus menjalin hubungan yang baik dengan tetangga” tukas Hansell, seketika Airyn membuka pintu Apartemen dan masuk kesana, Hansell pun melihat ke sekitar ternyata Airyn baru saja menempati rumah ini, terlihat jelas banyak nya barng-barang yang tertumpuk dan masih berada didalam bungkusan nya


“kapan kau sampai disini?” tanya Hansell


“2 hari yang lalu”


“kenapa kau tidak menghubungi ku?”


“apa kita sedekat itu, bahkan aku tidak memiliki nomor ponsel mu” celetuk Airyn, Hansell meraih ponsel Airyn dan memasukan nomor nya disana, tak lupa dia melakukan panggilan ke nomor handphone nya sendiri.


Airyn yang melihat itu membiarkan saja dan melanjutkan kegiatan mengeringkan rambut. Seketika gadis itu mendekati Hansell secara tiba-tiba, membuat Hansell menyudut kearah dinding


“aku masih teringat jelas dengan perkataan dari kakak teman ku, dia berpesan kepada adik tersayang nya, apa kau tidak tau kecantikan itu menipu, kalo dia orang jahat bagaimana, apa begini cara anda berterima kasih tuan Hamillton kepada orang yang menyelamatkan adik anda dari Ketersesatan” sindir Airyn dengan mata tajam nya yang indah


“heii, aku hanya memberi nasehat adik ku” Hansell pun mengusap kepala Airyn seraya tersenyum kepada wanita itu “jika aku tau itu kau, sudah pasti aku dengan senang hati menerima kenyataan” tangan pria itu menyelusuri bagian telingan airyn, dia menyelipkan rambut airyn disana “lagian aku sudah sangat bahagia menerim kenyataan" sekarang mata Hansell menatap sendu kepada Airyn, dia memeluk Airyn sekali lagi untuk memastikan kenyataan, entah kenapa Airyn begitu nyaman denga pelukan Hansell, namun dirinya menyadari sesuatu bahwa pria ini milik wanita lain.


“Hansell, lepaskan” Airyn melepaskan Hansell dengan kasar, tentu saja Hansell merasa aneh dengan sikap barusan, sekasar apapun Airyn di tidak pernah menjauh dari pelukan nya


“apa kau ada masalah?”


“tidak”


“baiklah aku akan membantumu membersikan apartemen ini, aku tau kau belum menata barang mu” Hansell mendudukan diri dengan santainya di ruang tamu, seakan dia siap menemani airyn kapan pun.


“Pergilahh, bukannya kau harus kekantor”


“tidak aku tengah libur”


Setelah mendengar jawaban itu Airyn hanya diam, lalu meraih barang belanjaan nya, dia mengeluarkan pakaian dari tas-tas itu dan merapikan nya didalam kamar, Airyn meraih beberapa box untuk dibuka, namun Hansell meraih Box itu dari tangan nya dan membuka box besar tersebut, meskipun Airyn merasa sakit hati menerima kenyataan pria ini akan bertunangan, dirinya tidak bisa mengusir Hansell dengan kasar, lantaran pria itu sudah terlalu baik kepadanya, lain dari itu semua Airyn memang tidak mampu melakukan nya.