
Dokter dengan jelas mengatakan, besar kemungkinan untuk Hansell mengigat kembali kenangan yang sedang ia lupakan, namun dibalik prediksi itu mereka juga menegaskan ini hanyalah asumsi dan segalanya tergantung dengan diri Hansell sendiri.
Tentu Airyn sangat menantikan hal itu, tapi sayangnya ia terlalu di kecewakan dengan fakta yang sedang terjadi, Hansell kembali sadar seperti biasanya, namun ia sadar dengan dirinya yang masih melajang tanpa ingat tentang Airyn dan anaknya, kenapa dari segala hal, Airyn adalah orang yang Hansell lupakan, memangnya sesakit apakah hal itu hingga Hansell harus melupakan dirinya.
“Ini tidak adil” tangis Airyn ketika duduk di ruangan suaminya, bahkan Angeline dan orang tuanya sedang melihat wanita yang kala itu duduk dikursi roda miliknya.
Airyn sungguh tidak bisa menerima jika Hansell melupakan dia begitu saja, bahkan Airyn tidak bisa menerima kenapa dari segala kenangan hanya Airyn yang khusus ia buang dari memorinya, bukankah mereka saling mencintai lalu kenapa Hansell seperti ini.
“Airyn……” lirih Merry ketika mengusap pundak anaknya, bahkan ia juga kecewa jika harapan yang sedang Dokter berikan malah membuatnya kecewa.
“Kenapa harus aku yang kau lupakan dari segala hal?” tanya wanita itu saat menjatuhkan ungkapan sakit didadanya, membuat tim dokter merasa canggung, sebab mereka dapat mengenali siapa Nona Petrov itu, namun dari segala Image mengerikan dan ganasnya yang melekat pada kepribadianya, mereka tidak menyangka Nona Petrov bisa menangis dan terluka akibat seorang pria, bahkan ia sepasrah itu hingga semua orang melihatnya dengan penuh prihatin.
Namun Hansell hanya diam saja, matanya menatap hangat kearah Airyn, bahkan ia ingin bicara namun terhentikan ketika kaki Airyn mulai ia pijaki kelantai kamar, secara perlahan wanita yang baru selesai melahirkan itu melangkah sempurna tanpa ada gentar sedikitpun.
“Apakah anak kita belum bisa mengembalikan ingatanmu? Apakah aku masih belum bisa membuatmu ingat kembali? Kenapa harus aku yang kau lupakan Hansell?” tanya Airyn ketika meraih tangan suaminya, bahkan ia menangis dengan sakit ketika bicara dengan penuh perih. “Dari pada menerima sebuah surat yang kau tulis untuk mengatakan kau sudah menghilang, aku lebih merasa sakit ketika kau ada di hadapanku namun tidak mengigatku, ini lebih perih dari sekedar di tinggalkan. Apakah ada yang salah pada kita sampai kau melupakan aku?”
“Airyn……”
“Hansell……..aku terus merindukanmu, aku terus menantimu untuk kembali, aku tidak percaya kau akan meninggalakan aku seperti ini, aku tidak pernah mengunjungi makanmu karna aku percaya itu bukanlah tempatmu, sekarang aku mohon, ingat aku.......kenapa aku harus dilupakan”
Sungguh kata-kata itu membuat siapa saja merasakan sedih yang tidak bisa mereka tepiskan, nampaknya Nona Petrov sangat mencintai Hansell Hamillton, membuat beberapa orang tidak menyangka jika Airyn yang terkenal sebagai sosok mengerikan bisa menjelma menjadi gadis biasa yang menangis hanya karna cinta.
“Maafkan aku” terus Airyn ketika menarik tangan suaminya, bahkan tubuh Hansell terhayung kearah depan, ketika tangan Airyn dengan sempurna melingkar dipermukaan lehernya, di hadapan semua orang wanita itu mencium mesra bibir Hansell, bahkan Hansell tidak bisa bicara sepatah katapun, karna Airyn dengan leluasa mencubu hangat bibirnya, memberikan sentuhan tersayang mereka diatas kerinduaan yang teramat besar, Airyn tidak peduli bagaimana semua orang melihat dirinya, namun kali ini ia tidak akan menyerah, ia masih berharap Hansell akan mengigat, karna Airyn percaya, ia pasti bisa membuat Hansell sadar.
Hingga diantara kelembutan ciuman mesra yang sedang terjadi dihadapan semua orang, membuat mata yang menutup rapat, terbelalak secara sempurna, rma ia dapat merasakan bibir lembut suaminya kali ini menuntut masuk hingga meruntuhkan pertahanan.
Hansell menjangkau pinggul Airyn, bahkan ia menengelamkan lidahkan kedalam mulut wanita itu, memberikan ciuman menuntut hingga semua orang terpana menatap reaksi luar biasa dari Hansell Hamillton, sungguh Airyn ingin menyerah namun di tahan oleh suaminya, hingga tubuh yang tadinya ingin mengintimidasi Hansell, kali ini malah terintimidasi di dalam permainan yang sedang ia mulai.
Mata Zates membulat menatap tim Dokter yang selama ini bertugas mengamati perkembangan Hansell, bahkan beberapa dari mereka menangkap sikap Hansell seperti sosok berbeda dari dirinya yang bertingkah sebagai anak remaja, apakah pria itu sudah mendapatkan Ingatanya kembali.
“Kenapa kau begitu naif Nona Petrov” lirih Hansell diantara kesesakan dada yang bergemuruh bahkan ia berucap diantara ciuman mereka yang tersengal, hingga jantung Airyn berdegup kencang tatkala pia yang sangat ia cintai itu menatapnya dengan buas, apakah ini suaminya.
“Ha-Hansell…apakah kau?”
“Aku mengigat istriku, bagaimana aku bisa melupakanmu lebih lama” sungguh kata itu melonggarkan seluruh dada mereka yang tersumbat, seperti kelegaan ragawi yang tidak terbatas. “Aku merindukanmu sayang......” ungkapnya lagi ketika membelai sayang rambut Airyn, bahkan ia menarik tubuh Airyn untuk masuk kedalam pelukanya, menengelamkan wanita itu disana, untuk memecahkan tangisan yang paling menyesakan dada.
Airyn benar-benar menangis tak berdaya diatas kerinduan yang terus ia panjaatkan, selama ini Hansell adalah sosok yang membuatnya terus hidup dan bertahan atas dunia yang begitu kejam, hingga sepenggal surat ia terima yang menyatakan pria itu sudah di rengut oleh kehidupan, tentu dunia Airyn sempat hancur, penyokong terbesar bagi hidupnya yang selama ini terus memberikan kemakmuran, kali ini sudah musnah, namun beruntung, dua janin yang ada di kandungnya menguatkan Airyn, membantu Airyn untuk tetap hidup ketika dua detak jantung ada di dalam tubuhnya, bahkan ketika Airyn sedih mereka seperti menendang-nendang untuk menenangkan, hingga Airyn mulai menerima semuanya, tapi hari ini ia di berikan hadian oleh Tuhan, sorang suami yang kembali dengan selamat dan ada di depan matanya tanpa Airyn harapkan dengan lebih, Hansell memeluknya dengan cinta, memebelainya penuh kasih sayang , menangis di hadapanya akibat menyesal, mereka tenggelam kedalam ikatan yang tidak akan bisa dilepaskan, diatas cinta yang paripurna, hingga menjelma menjadi nirwani yang kembali ketika senja.
“Hansell aku sangat merindukanmu” rintih Airyn dengan penuh kesesakan, ketika suaminya ada di dalam pelukanya, bahkan sudah mengigat tentang dirinya, membuat semua orang menepi dari ruangan itu, untuk meninggalkan Airyn dan Hansell secara bersamaa, sungguh Angeline tak bisa membendung rasa haru yang paling menyentuh ini, bagaimaa bisa kakaknya dan kakak iparnya memiliki kisah yang sulit Angeline ceritakan, bahkan perjuangan mereka menjadi bukti jika masalah yang terus kejam atas kehidupan, akan kalah dengan perjuangan untuk terus menghadapi dan melawan.
“Zates” lirih Merry ketika memeluk suaminya, rasanya ia tidak menyangka Airyn akan bahagia setelah melalui banyak derita atas kesalahan orang tuanya.
“Sayang, tenanglah, kau jangan terlalu tertekan, fikirkan anak kita, adik dari Nona Petrov”
“Siapa yang tertekan, aku sangat bahagia” bantah Merry pada suaminya, hingga keduanya saling menguatkan, bahkan Merry tidak bisa menyangka jika akirnya anak mereka akan bahagia diatas luka yang tanpa sengaja di berikan.
*
“Tadi aku hanya ingin membuat kejutan, rasanya sangat aneh saja untuk memberitahu bahwa aku sudah ingat, tapi aku tidak menyangka, Nona Petrov bisa membuat sebuah drama yang mengusik seluruh hati nurasi mereka, sampai aku tidak menyangka istriku sedramatis itu, apalagi saat kau bicara, kenapa harus aku yang kau lupakan, wahhh..... itu kata yang membuatku ingin sekali memelukmu”
“Apa kau meledek ku” ketus Airyn dengan wajah memerah, rasanya ia terlalu marah memikirkan saat Hansell mengatakan tidak ingat apapun tentang mereka, namun ia terlalu malu bersikap seperti tadi di hadapan semua orang.
“Naafkan aku, tapi aku sangat bahagia, akirnya kau tidak membenciku, tadinya aku sempat takut kau akan membenciku, tapi untunglah kau masih mencintaiku dan merindukan aku”
“Tentu saja Hansell, aku terus merindukanmu, bahkan setiap harinya aku terus merindukanmu, untung saja ada anak kita yang menemani aku, membuatku terus hidup untuk menunggumu bersama anak kita”
“Airyn maafkan aku” terus Hansell dengan rasa bersalah, rasanya ia sudah memberikan penderitaan pada istrinya, kenapa Hansell bisa sebodoh itu mengambil keputusan tanpa memikirkan Airyn.
Mendengar suaranya yang di rundung sesal, tentu Airyn mendongakan kepala kearah atas, ketika mereka sedang terbaring diatas ranjang rumas sakit di ruangan Hansell, wanita itu mentap mata suaminya dengan sayang sambil menarik senyum manis dengan tulus. “Ini bukanlah salahmu, kenapa kau minta maaf. Aku berterimakasih padamu, sudah bertahan dan berjuang untuk tetap baik-baik saja. Bahkan aku merasa sangat sedih jika selama ini kau berada dalam keadaan yang mengkhawatirkan, tapi tidak masalah, mungkin ini semua adalah langkah dan jalan terbaik untuk kita, terimakasih Hansell, sudah kembali”
Sungguh mata pria itu tidak bisa ia alihkan dari istrinya, bahkan rasanya Hansell ingin terus membenamkan cinta sampai purnama berganti untuk mengakiri birahi asmara keduanya, Hansell ingin bercinta hingga esok pagi seolah tak ada jeda dalam perpaduan keduanya, sayangnya Airyn dalam keadaan tidak sehat dalam meleburkan kerinduaan mereka, membuat Hansell perlu menahan hasrat diatas keinginan yang terus mengelora.
Pria itu menangkup kedua pipi Airyn sambil mencium sayang disana, meleburkan kerinduaan dalam pertautan cinta keduanya, sungguh Hansell tidak bisa menahan dirinya, hanya saja ia sudah terlanjur sadar diri atas keadaan istrinya, tapi tidak masalah, yang jelas Airyn sudah ada dalam pelukanya.
“Hansell……apa kau baik-baik saja?” tanya wanita itu saat ia sadar tubuh suaminya sudah bereaksi panas, membuat Hansell menengelamkan kepala kesebagian bahu Airyn, sambil menghirup wangi isana, rasanya ia sangat malu mengutarakan perasaan yang cukup tidak pantas saat ini.
“Bagaimana aku baik-baik saja, saat tubuhku merindukanmu”
Sontak wajah Airyn memerah, ia tidak menyangka suaminya serindu ini hingga sulit mengendalikan birahi cintanya, bagaiman Airyn menyikapi saat keadaan tidak mengizinkan dirinya memenuhi kewajiban, bagaimanapun ini sudah hak Hansell setelah sekian lama tidak mendapatkan Airyn.
“Hansell, apakah kau semenderita itu?” tanya wanita itu dengan gugup, membuat Hansell terdiam sebelum berdehem dengan suara serak yang malah membuat Airyn semakin bergairan.
“B-Bagaimana…….kalau aku yang membantumu untuk melepaskanya” usulnya dengan penuh malu, membuat pria itu mengeluarkan wajahnya dari sana sambil menatap kedua mata Airyn dengan penuh selidik.
“Dari mana kau belajar hal seperti itu? kau tidak menyewa brondong untuk memenuhi kebutuhan fisiologismu selama aku tidak adakan?”
“Apa kau gila! Apa kau fikir aku orang yang seperti itu!” bentaknya dengan wajah marah, bahkan rasanya Airyn kehilangan nafsu untuk membantu suaminya.
“Aku hanya bercanda, aku percaya padamu sayang” terus Hansell ketika memeluk Airyn dengan sayan.
“Aish…….kau ini! Aku mempelajarinya dari buku panduan kehamilan, disana dengan jelas tertera jika saja suami meminta haknya pada istri namun keadaan tidak memungkinkan, sang istri bisa mebantu suami untuk……”
“Hussttt…….aku mengerti, jangan di teruskan, pembahasanmu terlalu teoritis, bagaimana jika kita langsung melakukan prakteknya” ajak pria itu hingga mata Nona Petrov membulat secara sempurna atas usulan yang Hansell sepakati.
“Se-Sekarang?”
“Tentu saja sekarang sayang, bukankah kau sudah paham secara teori, maka praktekan pada suamimu”
“Tapi hansell……aku….aku belum siap”
“Aku akan mengajarimu pelan-pelan untuk membantu kebutuhan fisiologis-ku, tolonglah suamimu, aku sangat menderita”
Hingga kedua pasangan itu benar-benar berakir di dalam kamar mandi rumah sakit, bahkan Hansell terus mengajari Airyn hal itu untuk pertama kalinya saat Airyn terus memerah dibawah tuntutan suaminya, demi apapun Airyn merasa lega dan malu secara bersamaan, kenapa hal seperti ini membuatnya malah terkungkung dalam rasa mengairahkan antara mereka, sungguh Airyn hampir menghabiskan satu jam lebih di dalam sana bersama dengan suaminya yang sedari tadi terus ia bantu untuk melepaskan derita.