
“Kenapa kau tidak bisa mencintai ku?” ujar gadis itu saat menatap sedih kedua mata pria yang sama sekali tidak pernah mencintai dirinya
“Apa aku memiliki alasan lagi? Aku sudah bilang aku tidak bisa mencintaimu, sangat jelas alasanya bahwa aku tidak mencintaimu” balas pria itu, membuat Jungkyung tersenyum pelik, seolah ini semua seperti sandiwara sangat menyebalkan untuk ia terima.
“Mimpi itu lagi, kenapa aku tidak bisa melupakan dia” gumam Jungkyung saat menutup matanya mengunakan telapak tangan yang mungil, ia baru saja tersadar dari mimpi yang selalu saja menghadirkan pria itu, mimpi yang sebanarnya kenyataan yang terjadi “Benar-benar menyebalkan” ucapnya dengan kesal
Saat gadis itu bersilonjor disamping kaca menghadap kearah taman, ia melihat ponsel yang entah kenapa tertera panggilan dari orang yang begitu ia cintai
“Kakak….kenapa dia menelfonku?” tanya Jungkyung kepada dirinya sendiri, gadis itu kembali menelfon namun tidak memiliki jawaban dari sana “Ya…sudah” ia kembali meletakan ponsel ditempat semula, namun entah kenapa ia merasa kesal akibat pria yang selalu memberikan harapan palsu padanya.
Tak lama kemudia sebuah pesan tertera disana, membuat gadis itu sangat bahagia jika pesan tersebut dari pria yang ia harapkan, bahkan jauh dari ekpektasinya Jungkyung sangat bahagia jika pria itu mengajak dirinya bertemu hari ini, dengan segera ia mengeluarkan seluruh pakaian yang paling bagus untuk janji temu hari ini.
Ice coffe yang paling nikmat dicicipinya dengan roti red velvet paling manis, ia melirik kearah kiri sembari memperhatikan sekitar, seorang pria yang tidak asing tertangkap oleh mata Jungkyung, membuat mata mereka saling bertatapan satu sama lain.
“Apa kau mengenalnya?” ujar Dikra kepada Hansell, saat berlalu dihadapan Jungkyung
“Tidak” seru Hansell seketika, membuat gadis itu berdecak kesal atas pelakuan yang baru saja diberikan Hansell padanya
“Hei….tuan Hansell, apa kau tidak mengenalku?” hardik Jungkyung kearah pria iru, membuat semua orang menatap mereka bertiga “Wah… apa kau benar-benar tidak mengenalku, laki-laki ******** sepertimu bagaimana bisa melupakan wanita dalam waktu satu malam” ucap Jungkyung dengan kalimat ambigu yang ia sengaja melontarkan, membuat semua orang berbisik-bisik menatap ke arah Hansell
“Apa yang kau katakan” bentak Hansell dengan kesal, membuat Dikra melirik panjang kearah gadis itu, sebab ia tengah berfikir apakah Hansell melakukan hubungan satu malam dengan wanita lain, sebab itu sangat tidak mungkin, karna Hansell sangat sulit melupakan Airyn sebab ia teramat cintai pada mantan kekasihnya.
“Aku mengatakan yang sebenarnya, disaat ayahku meminta pertanggung jawabanmu, kau menolak karna memiliki kekasih, bukankah itu pertanda kau laki-laki bajingan” hina Jungkyung kearah Hansell, tentu ia menceletukan kata memalukan untuk pria itu, sebab niatnya sangat jelas untuk mempermalukan Hansell, sebab sikap Hansell terakir kali benar-benar membuat Jungkyung kesal setengah mati.
“Astaga, kenapa dengan gadis gila itu…. apa yang kalian lihat. Aku tidak mengenal wanita ini” bentak Hansell, ketika membela diri, membuat Dikra melirik panjang “Apa yang kau fikirkan, apa kau fikir aku sudi melakukan hal seperti itu dengan wanita lain” bentak Hansell kearah Dikra, namun tatapan menyelidik dikra banar-benar memancing emosi Hansell
“astaga….sudahlah, ayo keluar” ia menarik Dikra keluar dari café itu, seolah Hansell sangat muak dengan apa yang diucapkan wanita gila itu tetang dirinya.
“Dan, untuk kau. Lebih baik tidak bercanda dengan mencemarkan nama baik, karna itu sebuah kejahatan” ucapnya dengan kalimat menghina, bahkan tatapan merendahkan hansell terpampang nyata kearah Jungkyung
Ia berlalu dari hadapan gadis itu, namun tanpa sengaja Hansell berhadapan dengan James yang baru saja masuk kedalam cafe, hingga langkah mereka terhenti, namun tidak ada kata apapun yang terlontar selain tatapan mengancam.
“Hmmm…” Dikra berdehen diantara ketegangan itu “Ayolah Dikra” ucap Hansell dengan tatapan dingin kearah James, ia keluar dari sana dan James pun melirik panjang kearah Hansell.
“Kakak” teriak Jungkyung yang memecahkan perhatian James, ia menebarkan senyum seramah biasanya, perlahan gadis itu menghampiri James yang tengah melangkah kearahnya.
“Apa kau sudah lama menungguku?” tanya james kepada wanita itu, membuat Jungkyung mengelengkan kepala karna merasa tidak keberatan sama sekali, James memeberikan senyuman manisnya pada gadis yang ada dihadapanya saat ini, ia mengusap kepala Jungkyung dengan lembut, membuat gadis itu berdebar akan perasaan yang tidak wajar.
Tentu pria yang ada dihadapanya saat ini, adalah dokter yang pernah merawatnya namun entah kenapa jungkyung mulai jatuh cinta, hingga mengetahui jika pria itu sulit untuk jatuh cinta pada wanita, awalnya ia sangat menerima hal itu, namun suatu keadaan membuat Jungkyung kecewa Jika Jmes mencintai wanita lain, bahkan pria itu tidak pernah sekali pun mencintai dirinya dan dengan mudah wanita bernama Airyn menarik hatinya, sebuah nasib yang ironis untuk harus diterima.
Tapi tetap saja, Jungkyung tidak bisa membenci, atau menjauhinya, dengan terus disisi James adalah kebagian tersendiri untuk hatinya.
“apa kau mengenal pria tadi?” tanya James kepada Jungkyung, membuat gadis itu mengkerutkan kening atas pertanyaan yang dilontarkan pria yang sangat ia cintai
“Pria mana?”
“Pria yang kau bilang memiliki hubungan satu malam denganmu? Apakah itu benar?” ucap James dengan tatapan serius, sebab ia akan sangat kecewa jika Hansell mengkhianati Airyn
“Kenapa memangnya? Apa kakak cemburu?” tanya gadis itu dengan lirih
“Tentu saja aku cemburu, jika dia masih bertahan dengan laki-laki ******** seperti itu” bentak James dengan kesal, membuat gadis dihadapanya tertegun
“Maaf…maksud ku, aku mengenal Hansell, dia kekasih dari Airyn. jadi jika benar apa yang kau ucapkan. Tentu aku sangat marah” jelas James seketika, bahkan ia tidak berfikir akan ucapan barusan, membuat hati gadis itu berdenyut nyeri, sebuah pengakuan cinta dari orang yang ia cintai kepada gadis lain, apa ada manusia yang sebodoh dirinya, tetap saja mencintai pria itu yang sangat jelas mencintai gadis lain.
“Jugkyung….kau mau kenama?” teriak James saat melihat gadis itu beranjak dari tempatnya
“Astaga, aku lupa” umpatnya dengan kesal, ia mengejar wanita yang menjadi mantan pasien itu
“Tunggu, kau mau kenama. Biar aku antar pulang” ucap James ketika menarik Jungkyung, bahkan air mata telah membasahi wajahnya “Maafkan aku” lirih James dengan rasa bersalah
“Kenapa kakak tidak pernah mencintaiku? Kenapa kakak tidak pernah melihat aku? Apa yang kurang dari diriku? Apa aku kurang cantik? Apa aku aku kurang kaya? Apa aku kurang dari segi fisik? Apa karna aku pernah memiliki sakit mental? Aku sudah sembuh sekarang. Aku subah baik-baik saja sekarang, tapi setiap pertemuan kita, selalu Airyn dan Airyn yang selalu kakak ceritakan. Ada kalanya aku memiliki perasaan, ada kalanya aku juga capek jika terus seperti ini” bentak Jungkyung kedapan James, membuat pria itu berdiam diri diposisi, bagaimanapun ia juga mengerti bagaimana rasanya mencintai sebelah pihak
“Jika saja perasan ini bisa berubah dengan sendirinya, aku juga ingin mencintaimu, tapi aku tidak bisa menentukan nya. maafkan aku” lirih James kepada wanita itu sambil menariknya kedapan pelukan nyaman.
****
“Astaga, kenapa dengan gadis gila itu?” umpat Hansell dengan kesal, membuat Dikra mendudukan diri diruang kerja Hansel sambil memutar kubus untuk dimainkan oleh tanganya
“Apakah yang dia katakan benar? Aku fikir ia tidak jauh beda dari Nona Petrov” ucap Dikra tanpa melihat kearah Hansell
“Apa yang kau ucapkan, apa kau menyamakan Airynku dengan dia. Yang benar saja” balas Hansell saat mendudukan diri disofa yang ada diruangan itu
“Sadarlah Hansell, makna airynku lebih baik kau hapus, dia bukan lagi kekasihmu” sindir Dikra, saat memutar kursi menghadap Hansell “apa kau tidak ingin melupakan Airyn, kadang kita perlu mencari orang baru untuk melupakan sesuatu, meskipun terlihat ******** kau perlu sedikit egois pada dirimu, aku rasa gadis itu tidak ada kurangnya” ucap Dikra kepada Hansell, tentu ia sangat senang jika Hansell melupakan Airyn dan mencari penganti Nona Petrov, sebab Dikra dengan mudah mempengaruhi Hansell jika hal itu terjadi.
“Kenapa kau sangat senang jika aku melupakan Airyn dan bahkan menginginkan pengantinya sesegera mungkin? Apa aku memiliki tujuan? Perlu kau tau aku memang membuat batasan untuk diriku sendiri, tapi bukan berarti aku harus mengunakan orang lain untuk bersenang-senang dan melupakan Airyn, aku tidak butuh hiburan untuk itu, karna aku tidak perlu bersenang-senang mengunakan hati seseorang untuk melupakan” sindir Hansell dengan kesal, membuat Dikra sedikit geram atas sikap yang ditampilkan oleh temanya.
“Apa kau benar-benar mencintai Airyn sebegitunya, mari kita lihat sampai kapan kau akan bertahan” pria itu turun dari kursi kerja Hansell, ia berlalu keluar ruangan dengan sedikir kesal, tentu Hansell hanya diam saja, karna ia sangat membenci sikap Dikra yang sangat kurang ajar.
“Kenapa Dikra menjadi seperti ini?” gumam Hansell dengan geram
Setelah pria itu pergi, Darrel masuk keruangan Hansell, ia memberikan hormat kepada pria yang tengah sibuk bekerja didalam sana.
“Ada apa Darrel?” tanya Hansell
“Tuan, saya telah mendapatkaan beberapa kadidat yang sudah lulus seleksi dan tidak perlu anda ragukan lagi pengalaman dan latar belakang pendidikanya, hanya saja saya perlu pertimbangan anda untuk memilih mereka, bagaimanapun mereka akan menjadi pegawai pribadi anda.” Tutur Darrel
“Baiklah, kapan waktu seleksinya?” tanya Hansell dengan kalimat dingin, membuat Darrel membuka map yang ada ditanganya
“Minggu depan tuan, ada 10 orang kadidat, dari 340 pelamar” ucap Dareel, membuat Hansell menganggukan kepala mengerti
“Baiklah, luangkan waktuku hari itu, dan juga aku berterimakasih atas usahamu selama ini” Darrel memberikan senyum paling ikhlas, bagaimanapun kalimat sederhana itu benar-benar membuat dirinya bahagia dan bangga, telah bekerjasama dengan atasan yang rela memberikan kompensasi non finansial “yaitu ucapan terimaksih kepada keriyawan”