
Keesokan paginya, Angel meregankan badan karena dia tertidur begitu panjang, bahkan dari jam 8 malam dia telah tertidur pulas, Angel merasa menikmati tidur nya setelah menangis ditengah perjalanan, alhasil matanya menjadi bengkak, membuat Angel tidak percaya dengan bentuk sembab wajah nya.
Kala itu dirinya melihat ke meja makan, dia memandang Airyn dan kakak nya, bagaimana pun dia berfikir tidak akan ada wanita yang pantas menjadi kakak iparnya selain Airyn, gadis itu membuat Angel terkagum-kagum, dengan semua yang dimiliki dan disandangnya, bahkan Airyn masih bisa menjadi wanita biasa, dia mampu mengurus rumah dengan baik, dan gila sekali memasak untuk kakak nya, bahkan sikap nya itu membuat kakak nya Hansell yang begitu mandiri menjadi pria manja, Hansell tidak akan memakan makanan nya jika bukan Airyn yang memasak, dia juga tidak akan mengambil makanan nya jika bukan Airyn yang mengambilkan nya kepiring, bahkan gadis itu selalu memisahkan tulang ikan untuk disantap Hansell.
Perhatian mana lagi yang didustakan oleh Hansell, jika Airyn telah melengkapi semuanya.
“Angel, kenapa mata mu bengkak sekali?” tegur Hansell yang melihat Angel berdiri didepan pintu kamar
“mungkin karna Angel tidur terlalu lama kak” balas nya sembari mendudukan diri di kursi makan, tentu saja Airyn memperhatikan wajah gadis itu, dia hanya tersenyum dan mengambilkan makanan kepiring Angel, tak lupa Airyn menyiapkan susu coklat yang sudah dipanaskan untuk gadis muda tersebut.
“terimakasih kak” balas Angel dengan tersenyum tulus
“sama-sama, habiskan makanan mu” Airyn mengusap kepala Angel dengan begitu gemas nya, dia mendudukan diri disamping gadis itu dan menyantap sarapan mereka.
Entah kenapa Angel tidak bisa menyembunyikan kekagumanan nya ketika melihat sikap Airyn kemarin , selama ini dia hanya menganggap Hellena sebagai teman baik nya, namun saat itu Hellena menunjukan siapa dirinya yang sebenarnya, membuat dia mengerti dan sadar diri.
“Angel, apa benar pekan depan kau akan balik lagi ke Amerika?” tanya Hansell disela kesibukan mereka mengunyah makanan
“iya kak” balas adik nya dengan malas
“kenapa dirimu menjadi tidak semangat, biasanya kau selalu senang ke Amerika bertemu teman-teman mu” ledek Hansell kepada adik nya
“tapi, aku akan merindukan Kak Airyn, bagaimana ini?” celetuk nya dengan wajah memelas
“bukankah aku sudah berjanji” cela Airyn menatap Angel
“iya, hanya saja aku akan merindukan mu kak” seketika Angel mengelayuti tanagn Airyn yang berada di samping nya, membuat Airyn tidak bisa menepisnya, melihat sikap Angel memberikan rona malu di pipi Hansell, bahkan dengan adik perempuan nya dia merasa cemburu.
Mereka menyelesaikan sarapan, setelah itu Hansell pergi kekantor siang hari nya, sedangkan Airyn dan Angel menghabiskan waktu dirumah untuk maskeran, tentu saja Airyn membeli semua produk yang berada disana, dia melihat jelas bagaimana Angel menyukainya, gadis itu terlihat sibuk mengeluarkan tiap-tiap kosmetik, membuat Airyn hanya mengelengkan kepala melihat kelakuan nya.
“Angel, kenapa bengkak matamu masih belum hilang” Airyn meraih rahang Angel dan memeriksa nya, dia melihat bengkak dibagian mata itu masih belum kempes, seketika Airyn mengambil dua sendok makan cembung yang didinginkan nya dilemari es, Airyn mengkompres mata Angel hingga gadis itu tidak dapat menolak, Airyn mencoba melihat kembali mata Angel dan merasa sudah sedikit menghilang pembengkaan nya, dia berhenti melakukan hal tersebut, tentu saja Angel mengucapkan terimakasih dan melanjutkan menonton drama yang tengah disiarkan ditelevisi korea
KEDIAMAN TUAN JI
Somi menangis dikamar nya, dia telah diberhentikan oleh stasiun televisi, dan bahkan perusahaan Tuan Ji terancam bangkrut, tentu saja ini sangat mengemparkan seakan keadaan berbalik seperti putih menjadi hitam dengan seketika, Somi yang tengah naik daun nya jatuh sejatuh-jatuh nya, membuat semua pemberitaan media menyiarkan kejadian semalam, namun mereka memblurkan wajah Airyn dan Angel, hanya melihatkan wajah Lee Soo Mi, bahkan media bungkam tentang informasi mengenai Nona Petrov, tidak ada stasiun televisi yang memberitakan nama tersebut, mereka menyamarkan nama nya akibat dua wanita itu menjadi korban atas kesombongan artis yang tengah naik daun.
Sekarang Tuan Ji merasa kacau, dia telah mengalami banyak kerugaian akibat Nona Petrov mengakuisisi banyak saham milik nya, bahkan properti nya saja sudah menjadi nama Nona Petrov, tentu saja Tuan Ji merasa stress dengan masalah nya, dulu dia membuat perusahaan nya seperti ini dengan sengaja lantaran ingin menghancurkan perusahaan Hansell, tapi sekarang dia benar-benar berada dititik ini, bahkan untuk minta tolong kepada Hansell membuat Tuan Ji tidak bisa mengangkat kepala nya, anak nya membuat kesalahan yang begitu fatal lantaran wanita, dan adik kandung Hansell dipermalukan oleh Somi.
Seketika Somi membawa koper nya untuk keluar dari rumah ini, dia tidak bisa tinggal dengan orang tua yang telah melakukan kekerasan kepada anak nya, Somi benar-benar mendapatkan pukulan batin yang begitu kuat, hingga mentalnya saja terguncang dengan semua pemberitaan media, tiap kali dia ingin mengakiri hidup nya, membuat Somi tidak mengerti apa yang harus dilakukan nya, selain keluar dari sini.
“mau kemana kau pergi” tegur Tuan Ji yang begitu penuh dengan amarah
“ayah” suara itu keluar dari mulutnya dengan begitu pelan, dirinya begitu takut, dan gemetaran, bahkan tanpa sadar Somi mundur dari langkah nya, namun semakin melihat tingkah tersebut membuat Tuan Ji tidak bisa meredakan amarah nya, dia tidak menyangka pada akirnya anak yang dibesarkan nya menjadi benalu untuk kehidupan tua nya, dia tidak memiliki apapun selain istrinya, dirinya terlah berbaik hati membesarkan gadis itu, bahkan diri menerima dengan suka rela, namun inikah balasan yang didapatkan nya.
Seketika tongkat yang berada ditangan Tuan Ji melayang hingga mendarat di tubuh Somi dengan begitu kuat, bahkan membuaat gadis itu berteriak kesakitan akibat amarah yang disalurkan ayah nya disana, kulit Somi lebam, muka nya sembab, bahkan dirinya tidak berdaya untuk berdiri, Somi ambruk hingga tidak mengerti lagi, kehidupan apa yang tengah dijalani nya, selama ini dirinya tidak pernah diperlakukan seperti ini oleh laki-laki yang berada dihadapan nya, namun setelah kebangkrutan yang melanda Tuan Ji, dia melampiaskan amarahnya kepada Somi, dari tadi malam beliau menyiksa Somi hingga teramat perih, bahkan kulit nya saja belum sembuh dan ditambah dengan sakit yang baru, gadis itu berteriak ke arah ayah nya meminta ampun atas segala kesalahan nya, meskipun beliau hanyalah ayah tiri nya namun Somi telah dibesarkan sepenuh hati nya selama ini, membuat Somi begitu menyayangi Tuan Ji, hingga teramat sayang, namun kali ini dia tidak bisa lagi mengerti mengapa seorang ayah bisa berubah, apa karena dirinya bukanlah darah daging dari Tuan Ji?
Pertanyaan itu berkecambuk di otak Somi bahkan Tuan Ji masih setia memukul Somi hingga gadis itu meringkuh kesakitan, berulang kali Somi memohon ampun, berulang kali pukulan mendera tubuhnya, bahkan semua nya terasa remuk dan hancur, air mata saja tidak bisa diredakan, Tuan Ji menyeret wanita itu kedalam kamar mandi dan menyiram tubuh wanita itu dengan setelan air panas, membuat Somi menjerit karena perih nya
“apa kau puas merasakan nya, itulah yang akan aku rasakan nanti nya karena ulah mu” bentak nya tanpa meredakaan amarah nya
“ayah,,,, ampuni Somi..ayahh Somi janji nggak akan mengulangi nya, ampun ayah..ini sakit sekali.. Somi janji nggak mengulangi nya…ayah Somi janji” gadis itu mengusapkan kedua tangan nya sambil menyembah kaki ayah nya untuk meminta maaf, air matanya terberai dengan rasa sakit, bahkan Somi tidak kuasa menahan luka yang mengalir ditubuh nya ditambah dengan siraman air panas, kulit nya seakan mendidih, namun ayah tirinya tidak memperdulikan, dia tidak mau memberikan pengampunan, dia begitu puas melihat gadis itu terluka dan menjerit begitu perih nya
“jika bukan karena ibumu, kau fikir aku mau menerima mu, selama ini aku mengasuhmu lantaran ibu mu yang meminta nya, aku memberikan semua nya, harta dan kekuasaan tapi kau mengunakan nya dengan penuh kesombongan, sekarang kau rasakan bagaimana yang aku rasakan, hanya karena anak haram seperti mu membuat aku seperti ini, apa kau fikir aku mau menerima ini semua jika kau belum ku bunuh!!” bentak Tuan Ji saat dirinya menjambak rambut Anak tiri nya.
“Tuan Ji!!!!!” seketika itu teriakan Hansell mengema di kamar mandi itu, dia tidak menyangka dengan semua pemandangan yang dilihat nya “apa yang anda lakukan, apa anda sudah gila” Hansell menjauhkan Tuan Ji dari anak nya, dia mengangkat Somi keluar dan menyuruh Darrel yang berada di ruang tamu membawa Somi kerumah sakit, sedangkan Tuan Ji hanya mematung melihat Hansell menyaksikan semua nya, dia terkulai lemah seakan begitu pasrah.