Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Perkara Hellena



“Nona Petrov” seketika itu langkah kaki Airyn terhenti, saat dia mendengar laki-laki paruh baya menyapa namanya dengan begitu akrab, Airyn memalingkan wajah dan melihat arah suara yang menyapanya


“halo Tuan Sillky” sapa nya dengan begitu tegas


“Airyn” seketika itu pula Tuan William memberikan senyum kepada anak sahabatnya


“hallo paman” kali ini senyum ramah diberikan Airyn kepada Tuan William


Namun berbeda dengan Hansell dia tak mampu berkata-kata ketika melihat Airyn dengan jarak pandang yang sangat dekat, membuat Marry merasa tidak nyaman dengan keadaan yang terjadi, tentu saja ketegangan Hansell menular kepada Dikra, Hansell tidak menyangka setelah semua ini Airyn benar-benar berbeda, bahkan gadis ini begitu dekat dengan dirinya, namun sama sekali tidak melihat kearah Hansell, tentu saja ada sedikit kecewa yang terjadi, namun Hansell seperti menerima kenyataan bahwa keadaan telah berubah diantara mereka


“apa kau kenal baik dengan Nona Petrov William?” tanya Sillky


kepada ayahnya Dikra


“tentu saja, dia putri teman ku, Petrov” jelas nya


“oh iya aku sampai lupa jika kau berteman baik dengan Petrov” saut Tuan Sillky


dengan senyum nya, namun ketika dia menjawab pernyataan tersebut, william melihat ke arah Marry, namun wanita itu mengabaikan nya.


“Nona Petrov, apa kau bersekolah disini?” tentu saja ini hanya kalimat basa basi semata


“iya, saya menerima kelulusan hari ini” jelas Airyn


“begitukah, berarti anda sepantaran dengan putri saya Hellena, apa kalian berteman?” tanya tuan Sillky kepada Airyn, tentu saja airyn melihat kearah hellena, Sillky sangat senang jika putri nya mampu berteman dengan Nona Petrov


“apa yang daddy katakan, mana mungkin aku berteman dengan dia” ketus Hellena, seakan dia tidak mengetahui siapa Airyn itu sebenarnya, membuat Sillky merasa tak percaya dengan sikap anaknya, bahkan dia tidak menyangka anak nya berani bersikap seperti itu tanpa tau siapa Nona Petrov ini, sama hal dengan tuan Sillky yang lain juga merasa tegang akan sikap Hellena barusan, apalagi Hansell dia merasa sangat tercengang hingga tak mampu berkata.


“hahaha, tentu saja saya tidak mengenali dia Tuan Sillky” nada biacra Airyn begitu menghina kearah Hellena membuat gadis itu semakin terprovokasi dengan emosi


“siapa juga yang mengenalimu, apa penting nya kau dikenali, bahkan kau tidak pantas diberikan hormat oleh ayahku, masih saja berlagak sombong, kau fikir siapa dirimu dengan percaya dirinya berkata seperti itu, tentu saja saya tidak mengenali dia Tuan Sillky, oh gosh!! aku ingin sekali mengajari mu cara bicara yang sopan kepada Daddy ku,tidak tau diri sekali”


“Hellena!!” bentak Sillky kepada putrinya, dia tidak mengerti apa yang membuat putrinya mampu berbicara seperti itu kepada Gadis Petrov, bahkan membuat semua orang merasa asing dengan suasana yang terjadi, tak terkecuali Hansell, dia sangat tidak menyangka dengan sikap Hellena barusan.


“apa yang kau bicarakan Hellena” cela Hansell, membuat Hellena semakin tidak suka dengan Airyn, lantaran Hansell malah membentak dirinya.


“Hellena kau harus minta maaf kepada Nona Petrov nak” sillky berusaha menenangkan fikiran bodoh anak nya, agar secepat mungkin memohon maaf kepada gadis tersebut, namun Hellena tidak bergeming sedikit pun membuat Sillky tidak percaya dengan kebodohan Anak nya


“daddy” Hellena mengepalkan tangan sambil memancarkan sinar kemurkaan kepada Airyn, dia tidak ingin meminta maaf atas kesalahan nya, Hellena masih belum menyadari siapa yang dihadapinya saat ini, lantaran dia berfikir gadis yang disapa ayahnya ini hanyalah gadis biasa yang mungkin saja bawahan ayahnya, lantaran Ayah nya memang terkenal begitu ramah kepada kariyawan.


“apa yang kau lakukan cepatlah minta maaf” bentak nya dengan begitu geram kepada putinya, yang masih mematung dan diam ditempat tanpa mengindahkan perkataan nya. namun Hellena semakin menajamkan setiap pandangan nya, dia tidak akan sudi meminta maaf kepada wanita yang dibenci dirinya, lantaran selama ini Hansell telah kembali kepada Hellena dan tidak lagi bertegur sapa dengan Airyn, membuat Hellena yakin Hansell membenci gadis itu, sebab setiap kali Hellena memperhatikan Hansell yang berpapasan dengan Airyn, pria yang dicintainya selalu menghindar.


Dari sanalah dia berfikir bahwa Hansell membenci Airyn, hingga Hellena berani merendahkan Airyn dihadapan Hansell, ditambah saat ini ada ayahnya, tentu saja Hellena semakin mengeluarkan keberaniaan nya itu


“apa aku salah?” tanya Hellena dengan menatap tajam kepada Airyn


“dari keluarga mana kau berasal, bahkan orang tua mu saja tidak mendatangi acara perpisahan ini, jelas-jelas kau bukan siapa-siapa, kau hanya seseorang yang mengunakan nyali mu untuk meradang, apa kau berfiikir kau bisa menang? Cih menyebalkan sekali, aku tidak pernah berfikir wanita seperti mu mampu berpesta di tengah para elit-elit terkemuka, apa kau tidak malu hanya membawa orang yang kau sewa” ketus Hellena dengan begitu geram nya, lantaran dia berfikir Marry adalah orang yang disewa Airyn untuk mengadiri pesta karna dia malu membawa orang tuanya, hal itu dilihatnya lantaran Airyn dan Marry seprti tidak akrab satu sama yang lain nya, tentu saja tatapan mata Airyn begitu tajam ketika gadis itu menyinggung tentang orang tua nya, bahkan terasa begitu sakit dihati nya, menerima ucapan Hellena yang tidak sesuai dengan kenyataan.


“Hellena” Silly semakin tidak mempercayai putrinya, bagaimana bisa putri yang dibesarkan nya tidak tau bersopan satun dan itu kepada Nona Petrov yang berbahaya, bahkan putrinya ini sangat bodoh mengunakan mulutnya


“ apa yang kau bicarakan, Nona Petrov ini adalah” namun belum sempat Tuan Sillky melanjutkan pernyataan nya Airyn langsung mencela


“Tuan Sillky” Airyn dengan tajam menatap kepada Tuan Sillky, mengisyaratkan dia tidak boleh melanjutkan pembicaraan nya, lantaran Airyn ingin melihat seberapa jauh putrinya ini berani berlagak.


“aku tidak tau apa masalahmu dengan ku, tapi tidak bisakah kau bicara yang sopan kepada manusia yang kau anggap rendah” balas Airyn dengan mengepalkan kedua tangan nya, tentu saja Hansell memperhatikan gadis itu, membuat dia sangat tidak berdaya disana, karna dia telah berjanji dengan dirinya sendiri untuk tidak mengundang Airyn memperhatikan dirinya, jika Hansell mengecagat Hellena saat ini, tentu saja membuat Airyn memfokuskan diri kepadanya. Hansell hanya berharap Hellena melonggarkan sikap kekanak-kanakan nya yang angkuh itu.


“aku tidak memilik masalah apa-apa, buka kah kau duluan yang berlalagak tidak mengenaliku, padahal kau sangat kenal siapa aku. Kau hanya wanita rendahan tapi menatap diriku begitu rendah, apa yang kau banggakan, setelah aku perhatikan wanita disampingmu pasti hanyalah orang yang kau bayar untuk mengahadiri pesta ini, karna kau malu mengakui orang tua mu bukan? Kau bahkan tidak memiliki orang tua untuk menghadiri acara ini, namun saat ayahku menyapa orang rendahan seperti mu, kau begitu sombong menjawabnya, kau fikir dirimu siapa? Bahkan kau tidak memliki gelar keluarga” bentak nya hingga membuat semua orang terperangah dengan ucapan Hellena, tentu saja pernyataan tersebut membuat semua tamu undangan menatap ke arah mereka, dan mengundang tontonan, Hellena merasa bangga telah mempermalukan gadis ini dihadapan semua orang, namun dia salah, dialah yang mempermalukan diri sendiri, hingga semua orang disana berdecak kagum karna kebodohan gadis yang menghina Airyn.


Dimata Airyn, Hellena hanyalah lalat ingap yang bisa dibunuh nya dengan sekali tepuk, namun gadis bodoh ini begitu menghina hingga tidak tau malu menggunakan mulutnya, sedari tadi Airyn masih menahan diri karna menghargai Tuan Sillky namun dirinya tidak akan mampu lagi bertahan jika lawan bicaranya begitu kurang ajar.


Meskipun Airyn orang biasa dimata Hellena, tidak pantas untuk dirinya mengeluarkan kata yang tidak bermakna sama sekali, namun belum sempat Tuan Sillky menarik tangan putri nya, tamparan langsung melayang kewajah Hellena


“dasar jalang” bentak Hellena setelah menerima pukulan dari Airyn, seketika mulut itu mengeluarkan kata ****** tangan Hansell lah yang mendarat dipipi Hellena, membuat Tuan Sillky meradang melihat putinya ditampar oleh laki-laki didepan matanya


“apa yang kau lakukan” bentak Sillky, tentu saja saat ini mata Airyn menatap Hansell yang penuh kemurkaan kepada Hellena, membuat Airyn menatap lebih jelas bagaiama raut wajah itu.


“saya minta maaf Tuan Sillky atas tamparan ini, tapi saya tidak mampu menerima lagi sikap yang keterlaluan, setelah memancing kemarahan, dan tidak memiliki sopan santun kepada orang lain, bahkan dia tidak menghargai lawan biacara nya, bagaiamna bisa aku menghargai putri mu sebagai wanita, kau mengatai nya dengan sebutan ******, apa kau fikir dirimu sesuci apa? Ternyata selama ini aku telah salah menilai mu Hellena, kau tak lebih dari rubah licik yang menipu ku dengan tampang baik, apa ini jati dirimu yang sebenarnya?” pancaran emosi terlihaat jelas dimata Hansell, dia begitu marah hingga tak memiliki perasaan, selama ini baru pertama kalinya tangan Hansell mendaratkan pukulan kepada wanita, namun dia masih belum lega dengan rasa sakit yang dikatakan Hellena tentang Airyn, bahakan Airyn yang diperlakukan tidak sopan, tapi Hansell sendiri yang merasakan kegeraman.


“kak Hans, apa..apa yang kau lakukaan?” air mata Hellena begitu tak karuan, dia berfikir kembali mengapa menjadi Hansell yang begitu murka. Bukankah Hansell membenci Airyn, karna itulah Hellena berani melakukan hal ini agar mendapatkan sanjungan dari pria itu. Namun kenapa menjadi seperti ini, Hellena begitu tak menyangka situasi aneh apa yang terjadi, dia masih setia memegang pipi nya mengunakan telapak tangan.


“bukankah kau sudah lihat aku menampar mu, apa kau sudah sadar sekarang!!” bentak Hansell dengan begitu garang kepada Hellena


“kau sudah keterlaluan Hansell” bentak tuan Sillky yang melihat putrinya diperlakukan tidak pantas oleh Hansell didepan matanya


“jika aku sudah keterlaluan, ini semua karena putrimu, rasa sakit atas tamparan itu mungkin segera hilang, namun perkataan nya barusan apa bisa menghilang begitu saja? seharusnya kau mengajari putrimu tentang sopan santun, jika kau menyalahkan aku atas tindakan menyadarkan putrimu, lalu putrimu bagaimana? Dia bahkan tidak menyadari dimana dirinya berada saat ini, bahkan aku rasa otak nya benar-benar tak digunakan untuk bicara” bentak Hansell kepada Tuan Sillky yang tengah membela anak nya itu


“memangnya apa yang aku lakukan, aku mengatakan kenyataan, dia bukan siapa-siapa untuk mu, kenapa kau membelanya, apa kau mencintai nya? kau bahkan memilih ****** itu dari pada aku” teriak Hellena yang merasakan penghinaan dari orang yang dicintainya


Setelah mendengar pernyataan tersebut tentu saja Hansell geram, dia bungkam lantaran tak mampu menjawab pernyataan atas cinta nya kepada Airyn, namun dia begitu kesal ketika Hellena menyebut diri Airyn dengan kata ******, bahkan tatapan emosinya kepada Hellena tak mereda dari mata Hansell.


"berhenti mengucapakan kata itu tentang Airyn, apa masih kurang tamparan yang aku berikan, jika mulutmu sekali lagi mengatakan nya jangan salahkan aku jika aku tidak memiliki hati sebagai manusia, apa masalahmu sebenarnya hingga kau berlaku seperti ini, siapa dirimu hingga mengatakan dirinya seperti itu. apa kau tidak malu mengatakan wanita lain dengan sebutan itu padahal kau sendiri seorang wanita" bentak Hansell kepada Hellena, membuat Hellena memandang Hansell beserta air mata kecewa


Namun berbeda dengan Airyn dia merasa ada yang salah dengan dirinya, kenapa ketika pria itu membela nya dia merasa begitu terlindungi, bahkan tidak ada penolakan sama sekali, Airyn merasa sangat memiliki seseorang ketika melihat luapan emosi pria yang ada didepan nya, mata Airyn dan Hansell bertatapan satu sama yang lain nya, Airyn merasa seperti mengenal namun sangat asing, dia bahkan tidak mengerti dengan apa yang dirasakan nya saat ini ketika melihat mata itu.


“kenapa kau ikut campur masalahku” Airyn pun membentak Hansell, dia kembali mengambil alih perdebatan tersebut dan menyudahi tatapan mereka, namun Hansell hanya bungkam tanpa bicara, matanya masih didera oleh emosi, sedangkan Dikra hanya menjadi penikmat ketika drama saat ini begitu menegangkan, bahkan setelah Hansell menjauh sejauh mungkin, takdir tiba-tiba saja mendekatkan mereka, bukan kah ini sesuatu yang luar biasa untuk ditonton oleh Dikra.


“dan kau, mengapa kau merasa dirimu sangat tinggi didepan ku? Aku bahkan tidak pernah bertemu orang yang tidak tau diri seperti ini sebelumnya, atas dasar apa tatapan mata mu begitu tajam menghadap ku, bahkan kau sangat tidak pantas melakukan itu. Aku sangat kasihan dengan Tuan Sillky yang baik hati, karna dia memiliki seorang putri yang tidak tau diri seperti ini, tapi aku katakan sekali lagi, jika kau melampaui batasan mu sekali lagi jangan harap aku bisa memaafkan mu lebih dari ini ” balas Airyn kepada Hellena, tentu saja Sillky tidak akan mampu membalas apa yang dikatakan oleh Nona Petrov tersebut, lantaran dirinya tidak akan mampu berkata apa-apa selain menerima apa yang terjadi kedepan nya.


“jika aku mengatakan aku tidak menyukaimu, berati aku tidak menyukaimu, jika kau bertanya atas dasar apa, sudah pasti aku membenci orang seperti mu, tidak memiliki apa-apa namun seperti orang berkuasa didepan ku. Memalukan sekali, jika aku menjadi dirimu, aku akan pergi dari sini! Bukan kah itu lebih baik untuk mu, dari pada kau menjadi tontonan orang-orang hingga tak akan mampu lagi berdiri, jadi pergilah dari hadapan ku, maka aku akan mengampuni mu atas tamparan ini, dan kau berkata tidak akan memaafkan ku lebih dari ini, bukan kah itu kata kata yang cocok dari ku untuk mu” balas Hellena dengan begitu tidak suka nya, membuat Sillky membiarkan apa saja yang terjadi kepada putrinya, lantaran bagaimana pun Sillky membela putrinya, Hellena tetap salah, dia hanya mencoba pasrah dan membiarkan Hellena berbicara sesukanya, mungkin karna dirinya yang selama ini memanjakan Hellena, hingga tidak mengajarinya dengan baik, makanya gadis itu tumbuh dengan persepsinya sendiri. Tuan Sillky berharap Hellena mampu menerima kenyataan atas perbuataan nya sendiri.