
Ikatan yang begitu kuat melilit tubuh Frada, mungkin jika di kualifikasikan Hansell merupakan keponakanya atas silsilah keluarga Farhaven, tapi mereka adalah dua orang yang tidak saling mengenal, sebab diusia Frada yang belia dirinya berada di Negara lain untuk tinggal bersama ibunya, hingga saat Frada kembali sepulang sekolah terjadi sesuatu mengerikan yang menimpa kedua orang tuanya, dan Frada yang kala itu berada di lemari pakaian hanya mampu gemetar dengan tubuh terikat dan mulut di sumbat, kedua orang tuanyalah yang melakukan itu agar Frada tidak keluar, tapi mereka tidak sadar jika pentilasi memanjang di lemari itu membuat Frada menyaksikan kejadian yang tidak bisa ia lupakan, yaitu kematian kedua orang tuanya sendiri di musim gugur.
Setelah beberapa jam dan polisi datang hingga memeriksa keberadaan Frada yang berada di dalam lemari pakaian, dan diwaktu yang sama Frada di bawa kekantor polisi untuk diamankan, bahkan Frada sempat di tempatkan di sebuah rumah sosial anak di bawah umur, mengingat dirinya merupakan anak di bawah umur yang tidak memiliki keluarga lagi, namun seorang pria yang tak lain Tuan Hamillton menyelamatkan dirinya, membawa Frada pergi dan menyekolahkan dirinya setinggi mungkin, di bawah biaya hidup yang di berikan oleh pria bernama Hamillton, hingga gadis itu tertarik dengan jaringan, perangkat, dan komputer, ia seolah menekuni hal tersebut dan menjajakan diri ke dalam perusahaan Petrov dengan memamerkan kemampuan yang ia miliki, sedari awal Frada memang bertujuan untuk mengeliligi Airyn agar mengetahui pergerakanya, bahkan berada di sekitar Airyn adalah langkah terbesar untuk memancing serta megetahui musuh, bahkan pada saat itu Frada mulai menyelusuri selut belut keluarganya dan mempelajari akan siapa dirinya, betapa kagetnya Frada menemukan sebuah fakta akan hal itu, orang taunya mereka lenyapkan hanya karna Griffin ingin menjadi pemimpin di Grup Farhavrn, namun ketika ia menumbangkan kakak-kakaknya, keluarga Petrov yang merupakan Louis Petrov dan istrinya Charllot Farhaven menempatkan posisi pertama dan melengser kejayaan Farhaven.
“Ck...” Frada yang tertegun mendengar perkataan Hansell yang membuatnya sedikit terpana, melepaskan decakan penuh penghinaan atas apa yang baru saja di lontarkan pria itu, tentu saja Hansell yang saat itu duduk tenang di depan Frada menautkan alis dengan tajam menatap kearahnya. “Kau bicara seolah-olah orang lain memiliki niatan akan istrimu, apakah kau melakukan ini karna tidak percaya pada dirimu sendiri Tuan Hansell Hamillton. Kenapa kau menuduh hal yang tidak masuk akal itu padaku? Apa karna kau berfikir orang yang mengecewakan istrimu adalah orang yang paling dekat denganya, dan karna itulah kau mengeksekusi diriku karna bisa saja aku berpotensi seperti mu! Apakah begitu!”
Hansell terdiam saat perkataan Frada seperti menuduh dirinya, tentu sepenuhnya hampir benar, dan Hansell juga merasakan kekecewaan atas dirinya karna itulah ia melakukan hal tak mendasar ini pada Frada.
“Tidak semua orang sepertimu Hansell Hamillton. Hal yang paling berbahaya adalah saat kau tidak bisa mengerti tentang dirimu sendiri. Coba kau fikir, masalah yang terjadi dan rasa kecewa yang dialami Nona Petrov itu semua terjadi karna dirimu, yaitu kau yang belum selesai dengan dirimu sendiri. Kau menepis kenyataan jika kau adalah keturunan keluarga Farhaven, sedari awal kau juga menepis kenyataan jika dirimu sudah bergelimang hal kotor atas pemimpin di markas besar bawah tanah, bahkan menepis kenyataan jika sudah mengecewakan istrimu. Kau yang belum selesai atas dirimu itu, dan malah menyalah tuduhkan pada orang lain, apa kau masih belum sadar kekacauan ini terjadi ulah siapa!! Jika sedari awal kau bisa menerima kekurangan dan tidak mengangap dirimu selalu baik, mungkin semuanya tidak akan rumit, tapi kenyataanya apa. Kau ingin terus menjadi baik tetapi tidak ada hal baik di dirimu, tanganmu, jati dirimu, bahkan kehidupanmu saja juga bercampur dengan seluruh hal kotor dan keji”
Hansell mengepalkan tangan mendengar perkataan Frada, bahkan ia tidak bisa membantah apapun sebab apa yang di katakan wanita itu sangatlah mendasar, sedari awal Hansell yang menyembunyikan dirinya, ia tidak ingin Airyn mengetahui hal itu karna Hansell tidak ingin mengakui akan diri dan jati dirinya sebenarnya, bahkan Hansell sangat munafik atas dirinya sendiri, ia bertingkah lemah dan bodoh semata-mata untuk menutupi hal berbahaya yang ia sandang.
“Hansell biar aku katakan padamu satu hal. Nona Petrov mendatangiku untuk meminta sebuah cip yang bisa mendeteksi tanpa mampu di blokir atau di retas oleh pihak manapun, dan aku memberikan perangkat yang aku rancang dengan kemampuan terbaik yang aku miliki, aku memasangkanya pada tubuh Nona Merry untuk mengetahui keberadaan beliau. Aku fikir Nona Petrov melakukan hal itu karna Nona Merry adalah ibunya, tapi ternyata ketika cip itu berada di markas utama yang merupakan tempat kalian di tahan, Nona Petrov memiliki rencana lain yang diluar pengetahuanku. Ia diam-diam merakit bom senyap bersama orang-orang handal di bidang Bioteknologi dan Biokimia untuk menghancurkan markas itu, bahkan aku saja tidak mendeteksi pergerakan mencurigakan yang Nona Petrov lakukan. Hingga aku mulai sadar akan sebuah sinyal berbahaya di dekat inang yang aku tanam alat pelacak itu, Nona Petrov mungkin tidak sadar akan perangkat yang aku miliki itu, di luar perangkat itu sebagai alat pelacak, perangkat yang aku pasang di tubuh Nona Merry itu juga merupakan alat pendeteksi jika ada sinyal berbahaya atau bahan peledak di sekitarnya, aku bahkan bisa meretas sebuah sinyal dan juga meretas bom hanya dengan perangkat itu. Tapi ternyata Nona Petrov lebih cerdik dariku, untuk mengantisipasi ke unggulan perangkat ku, Nona Petrov membuat bom senyap yang tidak memiliki jaringan perangkat Bioteknologi yang bisa di retas, seolah sedari awal Nona Petrov memang sudah berniat menghancurkan markas itu. Dari sana aku berfikir, apakah ia sekejam itu hingga ingin melenyapkan orang tuanya dan juga suaminya hidup-hidup, tapi disisi lain aku mulai berfikir, apakah sebenarnya bom itu juga ia gunakan untuk dirinya sendiri. Dan sekarang aku mulai yakin atas pemikiran akirku, jika sebenarnya Nona Petrov memang mengunakan bom itu untuk mengubur dirinya, namun tanpa sengaja ada kalian juga disana, dari sini aku bisa menyimpulkan jika kau sebagai suami tidak sepenuhnya memahami istrimu”
Sontak perkataan yang Frada berikan membuat Hansell terdiam, ia tidak mampu berkata-kata seolah tidak bisa lagi membalas perkataan Frada, Hansell melirik kearah anak buahnya, matanya seperti memancar untuk mereka membuka ikatan di tubuh frada.
Tentu dengan segera anak buah Hansell bergerak untuk melakukanya, sedari awal Hansell tidak ingin melukai Frada yang merupakan bibi kecilnya juga, tapi disisi lain ia sangat membenci kehadiran keluarga Farhaven, dan juga membenci dirinya sendiri. Apakah itu semua karna, Hansell tidak berdamai dengan dirinya sendiri?
“Keluarlah, aku ingin bicara denganya” perintah hansell pada anak buahnya yang ada disana, tentu mereka meninggalkan Frada dan juga Habsell di ruangan.
Frada menepuk bajunya yang dirasa kotor akibat ikatan tali barusan, ia melirik kearah Hansell yang meneguk habis minumanya hingga tandas. “Aku sudah mengetahui hal itu sedari awal. Aku hanya ingin memastikan apakah kau tidak memiliki niatan yang buruk atas Airyn. Jika kau tidak memilikinya aku benar-benar berterima kasih Frada, dan aku juga minta maaf atas hal yang terjadu. Tapi ada satu yang ingin ku tanyakan? Apa kau ingin menghancurkan Griffin atau menghancurkan keluarga Farhaven, atau jangan-jangan kau ingin memiliki kejayaan keluarga Farhaven!”
Diam membentang, membuat Frada begitu enggan untuk mengatakan kebenaran, namun rasanya ia tidak bisa mengabaikan pertanyaan yang tidak pernah di tanyakan oleh orang lain padanya.
“Sedari awal niatanku tidak pernah berubah, aku ingin memiliki kejayaan keluarga Farhaven dan menghancurkan Griffin, tapi semenjak aku berada disisi Nona Petrov aku mulai menyadari bagaimana terkutuknya keluarga itu, semua darah daging di keluarga itu hanyalah orang-orang munafik, Nyonya Charllot, kakek buyut Farhaven, Griffin dan juga dirimu! Hingga sekarang aku ingin menghancurkan dirimu”
Hansell terkekeh mendengar perkataan Frada, rasanya ini sangat lucu bukan, bicara dengan anggota keluarganya yang satu keturunan darah, namun saling menghancurkan. Rasanya Hansell memang sudah salah langkah sedari awal untuk mengambil alih hak waris keluarga itu.
“Apa Airyn mengetahui akan dirimu yang ingin mengambil alih kejayaan Farhaven?” tanya Hansell pada gadis yang saat ini menatap dirinya dengan tajam, tentu saja Frada terdiam sebab Airyn tidak mengatahui hal ini, ia hanya mengetahui akan Frada yang ingin membalas dendam pada Griffin, lalu setelah itu ia akan mengambil kejayaan Farhaven tapi tanpa sepengetahuan Airyn, lantaran itu bukan lagi permasalahan antara kesepekatan mereka. Jadi bagi Frada, Nona Perov tak perlu tahu akan tujuanya sesunggugnya, tapi semenjak mengetahui hubungan antara Nona Petrov dan juga Keluarga Farhaven kenapa Frada merasa dirinya tidak jauh berbeda dari Hansell, juga menyembunyikan niatan sebenarnya dan juga menafikan fakta akan tujuanya.
“Kita bahkan sama saja, untuk itulah aku melakukan hal ini padamu. Jangan terlalu kaget atas dirimu sendiri Frada, sebab kita memiliki aliran darah yang sama, jadi munafik sudah menjadi darah daging kita.” Seru Hansell saat menatap rendah kearah Frada, membuat Frada sedikit terdiam atas kalimat yang ia lontarkan pada Hansell, tapi rasnaya juga merupakan kalimat yang pantas untuk dirinya sendiri “Aku tidak ingin membalikan kata-kata yang kau katakan padaku barusan, hanya saja aku ingin menanyakan saru hal? Apa yang kau inginkan dari Airyn? Apa kau ingin ia membantumu menemukan Griffin, dan mengambil alih hak keluarga Farhaven, atau kau ingin menghancurkan Airyn untuk memuluskan tujuanmu?”
“A-Aku tidak akan melakukan hal itu!!” bantah Frada seketika, bahkan ia begitu marah ketika membals perkataan Hansell. “Tentu saja sedari awal aku ingin membalaskan dendam atas kematian ayahku pada Griffin dan ingin mengambil alih kejayaan Farhaven. Tapi itu dulu sebelum aku mengetahui seluk beluk antara Petrov dan Farhaven, namun sekarang aku sudah sadar, jika keluarga itu sangat terkutuk, bahkan berdiri saja tidak pantas, aku tidak akan mengecewakan Nona Petrov, karna bagiku ia sama menyedihkanya dengan diriku. Untuk itulah tujuanku kali ini berubah, aku akan menghancurkan keluarga Farhaven yang kau hidupkan dengan tangamu sendiri!!”
Bentak Frada kepada Hansell, tentu membuat Hansell tertawa atas penyangkalan wanita itu. “Aku akan menunggu uluran tanganmu untuk menghancurkan posisiku ini, aku bahkan ingin melepaskanya tapi semuanya tidak mungkin. Jika kau memang memiliki tujuan itu, jangan sesekali merubah niatanmu hari ini Frada. Karna jika tidak, aku sendiri yang akan membuat perhitungan padamu” sontak perkataan Hansell membuat Frada bungkam, apakah Hansell serius ingin menghancurkan posisinya, tapi kenapa?
“Kenapa kau menghancurkan dirimu sendiri?” tanya wanita itu saat meninggikan suara menatap kearah Hansell, membuat pria yag tadinya ingin beranjak pergi memalingkan wajah seketika menatap kearah Frada.
“Karna aku menyusahkan. Sudah sepantasnya untuk di hancurkan” ujarnya untuk pergi dari sana, membuat Frada terdiam memandang punggung pria yang menjauh pergi dari hadapanya, bahkan baru kali ini gadis itu melihat seseorang yang ingin menghancurkan dirinya sendiri hanya karna seorang wanita, jika benar Hansell menginginkan Frada menghancurkan keluarga Farhaven, sama saja halnya dengan Hansell menghancurkaan dirinya, tapi kenapa harus seperti itu. Bukankah Nona Petrov tidak mempermasalahkan akan siapa Hansell Hamillton, tapi kenapa ia melakukan hal itu tanpa sepengetahuan Nona Petrov.
****
Pagi harinya Airyn menyadari sebuah tangan melintang ke pinggangnya, bahkan tumpuan tangan itu terasa berat seperti memeluk Airyn dari arah belakang, ia memutar kepala melirik kearah belakang, menyaksikan Hansell sudah meringkuk memeluk dirinya dengan pakaian kerja yang belum ia lepaskan, bahkan Airyn seperti mencium bau alkohol di tubuh dan aroma suaminya.
Airyn masih memandangi wajah itu dengan tatapan panjang yang enggan untuk di lepaskan. “Apa masalah yang kau hadapi sebnarnya?” tanya Airyn dengan nada pelan kepada Hansell yang terlelap, rasanya ia tidak bisa membiarkan pria itu menjadi sekacau ini.
Wanita yang tengah hamil itu memilih pergi dari ranjang untuk membersihkan diri ke kamar mandi, bahkan sebelum pergi ia menyelimuti tubuh suaminya sambil menutup jendela kaca dengan gorden pintu berwarna Gold yang mengkilat, setidaknya dengan nuansa kamar yang redup bisa meningkatkan kualitas tidur suaminya di pagi hari.
Airyn menganti pakaian sembari menyisir rambut panjangnya yang indah dan wangi, ia berjalan kesisi suaminya seraya mengusap pipi Hansell yang dirasa kelelahan, Airyn mendaratkan sebuah kecupan di dahi pria itu sembari berlalu kearah dapur. Baru saja Airyn sampai di dapurnya yang sudah ramai akan pembantu rumah tangga, gadis itu tersenyum kearah mereka sambil melihat lemari es sebagai penyimpanan bahan makanan.
Kali ini ia ingin membuatkan sarapan dan juga sup daging sapi untuk pereda alkohol yang ada di tubuh suaminya, tentu saja Airyn terlihat sangat menyenangkan di dapurnya, sambil bercerita dengan pembaantu rumah tangga mereka.
"Tuan baru kembali dini hari sekitar jam 5 pagi Nyonya, Tuan menolak untuk makan dan memilih masuk kamar setelah ia pulang, untuk itulah saya tidak jadi memanaskan makananya” seru seorang wanita yang cukup tua dari dirinya, membuat Airyn membulatkan mulut seolah mengerti, ia sedikit berfikir kenapa Hansell pulang pagi-pagi sekali, bukankah ia akan menginap di kantor.
“Yasudah bi, aku akan membawa makanan ini ke kamar. Sisanya di bereskan saja” Airyn memindahkan makanan yang ia buat untuk diantarkan pada suaminya di kamar, wanita itu melihat kearah ranjang yang masih menyisihkan Hansell diatasnya, pria itu maih tertidur pulas, membuat Airyn terasa tidak tega untuk membangunkan.
Melihat suaminya masih mengunakan sepatu, tentu Airyn mengelengkan kepala seraya membukanya pelan-pelan, bahkaan Airyn membuka kaos kaki hitam yang Hansell gunakan dan juga duduk di pinggir ranjang, Airyn masih memandang wajah suaminya itu seraya berfikir panjang “Apa yang membuatmu menjadi sekacau ini?” tanya Airyn ketika meremukan tangannya, seolah ada sepintas ingatan yang mulai membuatnya takut “Tidak mungkin kau sudah mengetahui dalangnyakan! Aku sudah menutupinya dan juga sudah berusaha untuk menghapus jejak” sambung Airyn sedikit bergumam saat memandang pria itu.
Hansell mengerjapkan mata, seolah ia merasakan ada seseorang di dekatnya, pria itu mulai membuka mata perlahan demi perlahan, hingga sebuah senyuman hangat menyapa dirinya dengan wujud cantik seperti seorang malaikat, Airyn meraih tombol yang ada diatas tempat tidurnya untuk membuka tirai gorden secara otomatis, membuat mata Hansell terasa sakit ketika silau matahari menampakan diri padanya.
“Sayang, kenapa kau membuka tirai kamar, aku masih mengantuk” seru Hansell seraya mendekatkan diri pada Airyn untuk bermalasan di tubuh istrinya.
“Bangunlah, redakan pagarmu” ujarnya dengan kalimat dingin, membuat Hansell mendogakan kepala kearah istrinya yang terlihat kesal akan Hansell pagi pagi ini.
“Airyn, Apa kau marah padaku?”
“Menurutmu? Apa kau tidak tahu aku sangat benci kotor, dan aku sangat benci seseorang tidur tapi tidak menganti pakaianya, bahkan kau masih mengunakan sepatu untuk tidur di kasur ini. Tidakah ini keterlaluan hansell”
“Oh….”pria itu melirik keadaan tubuhnya, rasanya ia benar-benar melanggar hal yang Airyn terapkan “Aku lupa, karna meminum alkohol dengan jumlah yang cukup banyak” ujarnya dengan tawa bodoh yang di tampilkan pada Airyn. Namun seketika mata Hansell menyelisik menatap istrinya "Bukankah beberapa Hari lalu kau mengatakan sangat menyukai bau alkohol di tubuhku, kenapa sekarang kau malah menjadi marah" dengusnya saat menatap Airyn, membuat wanita itu mengerucutkan bibir sambil berfikir.
"Itu....I-Itu kemarin, sekarang aku tidak suka!!" protesnya dengam intonasi tinggi, membuat Hansell melirikan mata dengan pandangan bingung pada Airyn. “Cepatlah bangun, habiskan supmu” perintah wanita yang akan menjadi seorang ibu, membuat Hansell bangkit dari tidurnya seperti sangat malas namun ia paksakan, Airyn membantu pria itu melepaskan jas dan dasi yang msih di kenakan, bahkan istrinya membuang pakaian Hansell begitu saja pada keranjang pakaian kotor yang ada di sudut kamar mereka.
“Apa kau memiliki banyak pekerjaan? Apa aku harus bekerja saja, agar tidak menyusahkan dirimu?” tanya Airyn saat membuka kancing baju suaminya, membuat Hansell mengerutkan kening menatap kearah wanita itu.
“Tidak! Aku di rumah saja, aku masih bisa menjalankan perusahaan dengan baik, Darrel sangat pintar dan ia juga bisa di handalkan, jadi jangan bekerja dulu, Dokter menyarankan istirahat saja disaat kehamilanmu masih muda”
“Tapi sepertinya kau terlalu kelelahan untuk bekerja, di tambah perusahaanku yang juga harus kau jalankan, bukankah ini sangat merepotkan”
“Tidak sayang, itu tidak merepotkan. Aku bahkan senang membantu pekerjaamu” seru Hansell ketika memeluk tubuh istrinya, bahkan ia mencari sumber kenyamanan yang ia rindukan semalaman.
“Baiklah. Tapi jika kau tidak bisa melakukanya, katakan saja. Aku pasti memiliki waktu sekali-sekali untuk menyelesaikan permasalahan perusahaan” saat Airyn berhenti bicara Hansell menjatuhkan pelukanya, seraya mengusap lembut kepala Airyn dengan sayang.
“Semuanya baik-baik saja. Tidak perlu khawatir” jelasnya dengan senyum manis kepada Airyn, bahkan Hansell memeluk istrinya sekali lagi hingga mereka sama-sama melepaskan diri.
Airyn melihat Hansell menghabiskan sup yang ia buat, seraya memberikan vitamin untuk suaminya, tentu saja sehabis makan Hansell mandi sebab ia harus bersiap-siap untuk bekerja.