
“Biadab!!!!” bentak Hansell, dengan penuh kesal, entah kenapa ia masih terngiang-ngiang akan apa yang Merry jelaskan, membuat emosi Hansell begitu sulit untuk ia kendalikan, jika benar James adalah orang yang berada dimasa lalu Airyn. Jadi gadis itu memiliki peluang untuk pergi darinya, bahkan James sangat mencintai Airyn, dan dimasa lalu Airyn sangat peduli pada James.
Tentu saja pilihan terbaik untuk mengikat Airyn disisinya dengan pernikahan mereka, untuk mendeklarasikan sebuah peperangan, jika Hansell adalah garda terdepan untuk dihadang jika mereka ingin menghancurkan atau menganggu Airyn lagi
“Apakah Griffin orang yang berada dibalik surat kontrak itu?” pertanyaan itu menjalar keseluruh pemikiran Hansell, bahkan ia berfikir keras jika orang itu Griffin bagaimana bisa bekerjasama dengan Louis Petrov untuk melindungi putrinya, bukahkah Griffin adalah orang yang menjadi musuh Luois semenjak penculikan Airyn dimasa lalu, dan tidak mungkin Merry terlibat karna Merry telah mendarah dagingkan dendam pada Griffin, hingga pria itu sulit menampakan diri kepermukaan.
“Siapa orang yang ada dibalik Griffin? Orang yang melindunginya? Dan orang yang ia takuti?” Hansell memijat kepalanya dengan gusar entah kenapa ia sangat binggung atas kerumitan yang ada akan masa lalu mereka, jika benar Airyn memiliki musuh dari banyak pihak sudah jelas bukan, gadisnya tidak akan baik-baik saja, dengan Airyn melepaskan semua gelar Nona Petrov dan Haknya, sudah pasti Airyn tidak memiliki tameng untuk melindungi diri, hal inilah yang membuat Hansell memaksa Airyn untuk menikah, setidaknya dengan menyandang nama Nyonya Hamillton, Airyn masih memiliki lapisan pelindung, dan Hansell tidak akan melepaskan sedikit perhatian dari istrinya.
Pintu ruangan Hansell diketuk dari arah luar, membuat ia menginstuksikan untuk orang itu masuk, Jungkyung dengan keanggun nya melangkah menghampiri Hansell yang berlalu ke kursi kerja, seketika saja gadis itu menyodorkan beberapa berkas yang membutuhkan tanda tangan Hansell, namun saat pria itu sibuk membolak-balikan kertas, sorot mata Jungkyung tidak bisa diputuskan dari raut wajah simetris dengan rahang kokoh dan alis mata yang tajam, jika dilihat saat Hansell serius bekerja, laki-laki ini memancarkan aura Cool yang kental, hingga siapapun yang berada diposisinya mungkin akan terpikat, dan Jungkyung perlu mengakui saat ini jantungnya berdebar hebat, seperti apa yang ia rasakan kepada James, cinta pertamanya itu, namun apakah Ia telah jatuh hati pada Hansell?
“Tidak mungkin aku mencintainya, aku ingin memiliki Hansell untuk membalas Airyn” gumam gadis itu didalam diam, sebab ia tidak akan bisa menepiskan perasaan suka jika hal itu berubah kepada Hansell, sebab Jungkyung memiliki karakter ingin memiliki apa yang ia mau, jika benar ia mulai jatuh cinta pada pria yang dianggapnya target, sudah jelas ini semua akan rumit, hanya saja perasaan asing ini sangat aneh untuk diterjemahkan
“Apa anda baik-baik saja Nona Jung?’ tanya Hansell hingga membuyarkan lamunan gadis itu, membuat Jungkyung kelabakan saat membalas Hansell, tentu saja ia merasa sangat konyol atas pemikiran barusan, bahkan jika Hansell mengetahui jika beberapa detik lalu Jungkyung memikirkanya, apa yang dilakukan laki-laki itu
“Saya baik pak” balas Jungkyung dengan nada ringan, sontak Hansell menyodorkan berkas yang sudah selesai ia tanda tangani, gadis itu memberi hormat untuk berlalu dari sana, namun entah kenapa ia merasa melewatkan sesuatu
“Pak, apa boleh tawaran yang saya ajukan kemarin sore berlaku hari ini”ucap gadis itu dengan gugup, membuat Hansell terdiam sambil menimbang sesuatu, sebab ia merasa risih jika bawahan wanita bersikap seperti ini padanya, apa benar gadis ini sebatas mengajaknya untuk merayakan formalitas bekerja, atau ada maksud lain, jika ini hanya sebatas formalitas tentu Hansell tidak keberatan, tapi jika ini memiliki maksud lain Hansell harus berusaha menjauhi tanpa menyinggung sama sekali
“Maaf Nona Jung, saya sangat sibuk nanti malam. Lain kali saja jika ada kesempatan lagi” ucap Hansell dengan dingin, membuat gadis itu menelan malu hingga kedalam, bahkan ia melebarkan senyum penuh ikhlas meskipun dari dalam terasa mengutuk
“Tidak apa-apa pak, saya mengerti” gadis itu berlalu keluar dengan penuh kekesalan, entah kenapa semua rencana yang ia susun malah berantakan hanya perkara Airyn, bukankah gadis bernama Airyn itu telah kelewatan, ia merampas semuanya dan tidak memberikan Jungkyung kesempatan untuk mencicipi sedikit kemenangan, nanum sebagai wanita yang gigih dan pantang menyerah, hal ini tidak akan memudarkan niatan awalnya.
“Airyn, manager memanggilmu keruangan nya” ucap gadis bernama Tifanny yang tertera dilabel Id Card, membuat Airyn mengindahkan perkataan rekannya sembari mengucapkan terimakasih, ia beranjak ditengah kesibukan mereka, tentu saja Airyn berfikir ada hal apa hingga Menager memanggil dirinya, apakah Airyn melakukan kesalahan
Langkah kaki itu perlahan menuju ruangan General Manager, Airyn tentu sangat binggung atas apa yang akan ia hadapi, hanya saja ia tidak perlu menghindar jika ini terkait suatu kesalahan, meskipun Airyn telah membawa banyak masalah memasuki perusahaan ini, mungkin saja Manager itu tengah membutuhkaan sesuatu
“Permisi pak, apa saya boleh masuk” sapa Airyn yang berada diambang pintu, membuat pria yang tengah berumur dengan postur tubuh gendud dan mengunakan kaca mata itu melirik kearah Airyn, meskipun ia telah berumur dan dapat ditebak memiliki pasangan, namun laki-laki hidung belang akan terpana melirik lekuk tubuh Airyn, bahkan pria itu menurunkan sedikit kaca matanya untuk memperjelas pemandangan
“Masuklah Nona Airyn” ucapnya dengan nada genit, membuat Airyn menyunggingkan senyum, bahkan sangat jelas sekali bagaimana dirinya menghina pria menyedihkan itu, seolah ia haus akan kasih sayang
“Ada hal apa bapak memanggil saya keruangan?” tanya Airyn dengan penuh sopan, bahkan ia belum mendudukan diri sebelum dipersilahkan
“Duduklah dulu, baru kita bisa enak saat mengobrol” balasnya dengan penuh kelembutan, terpaksa Airyn menempelkan tubuhnya dikursi yang ada disana, tak segan pria itu berjalan mendekati Airyn hingga mendudukan diri tepat dihadapan gadis itu, tentu saja Airyn menyadari saat ini tua bangka itu tengah mengoda dirinya, bahkan dengan tubuh bulat itu ia masih percaya diri berhadapan dengan Airyn, bukankah ini etika yang kurang sopan untuk dilakukan oleh atasan.
“Benar kata para staff, kamu sangat cantik dan anggun, bahkan dirimu sangat mengagumkan. Maaf saya terlalu cuek hingga tidak menyadari, hanya saja kabar angin yang beredar benar-benar sebuah fakta yang benar adanya. Apa kamu sudah memiliki pasangan nona?” tanya pria itu dengan tatapan mengoda, membuat Airyn menahan sedikit rasa geram dan berusaha untuk tenang
“Bukankah ini etika yang kurang sopan terhadap bawahan, bahkan bapak menanyakan hal pribadi kepada saya, ini sangat jelas melanggar privasi bawahan” balas Airyn ketika melirik pria itu dengan tajam, seketika ia beranjak dari sana sambil merapikan dasi yang terikat rapi dikemejanya
“Maafkan saya Nona Airyn, saya hanya sedikit penasaran dan ingin mengenal Staff secara pribadi, mungkin ini sedikit menyinggung. Maafkan saya” ucap pria itu meskipun ia tidak ikhlas mengucapkanya, hanya saja gadis dihadapanya sangaat berbeda dari staff lain, biasanya mereka yang dipanggil keruangan ini hanya berani mendudukan diri dengan tatapan rendah, namun gadis ini penuh percaya diri dan sangat menantang, mungkin saja sebagai seorang atasan ia perlu mempertimbangkan beberapa hal agar merusak bekerja dengan nyaman, jika gadis ini tidak bisa diintimidasi, mungkin ia harus mengunakan cara lain
“Nona, saya ingin anda pergi ke Jeju untuk memeriksa Hotel kita yang ada disana,karna terjadi beberapa kesalahan teknis tentang data yang dilaporkan kepada perusahaan, sebagai orang yang terkenal dengan analisis yang bagus dikalangan staff saya menujuk anda secara pribadi memantau hotel HS yang ada dijeju” ucap pria itu sambil menyodorkan beberapa berkas kepada Airyn, tentu saja ada sedikit rasa aneh, namun ia membaca seluruh laporan itu dengan cermat dan Airyn menemukan beberapa kesalahan dan juga kejanggalan hanya sekali penjabaran “Apakah Nona Airyn keberatan?” ucap pria itu
“Tidak, saya tidak keberatan sama sekali, hanya saja kenapa Staff biasa seperti saya yang harus bertindak memeriksa kesalahan seperti ini, bukankah Direktur atau sekretarisnya yang lebih berhak melakukan perjalanan kesana” ucap Airyn saat menatap pria itu dengan penuh tanda tanya
“baiklah. Saya akan menerimanya” seketika saja Manager itu terdiam diposisi, bagaimana bisa gadis itu dengan mudah menerima hal seperti ini, jika saja ia salah melakukan analisis sudah pasti ia mendapatkan masalah yang lebih besar, bahkan gadis itu bisa dituntut oleh perusahaan, tapi dengan penuh percaya diri ia menyetujui ini semua, bukankah ini sangat aneh, apakah gadis dihadapanya tengah mengali kuruburan sendiri.
“Apa anda yakin nona, jika anda tidak yakin untuk pergi ke Jeju, saya bisa mengantakanya kepada Sekretaris Jung, anda bisa membatalkan untuk ke Jeju, anda pasti sadar ini tidaklah mudah, bahkan jika anda melakukan kesalahan anda bisa saja dipecat bahkan lebih berat dari itu” sanggah pria yang memandang Airyn dengan binggung, seketika ia memberikan senyum tulus karna bersedia melakukan perjalanan
"Manager Song, saya akan melakukan yang terbaik, karna saya percaya diri akan kemampuan yang saya miliki, jadi anda tidak perlu khawatir” ucap Airyn dengan penuh tekad, ia keluar dari ruangan itu sambil melangkah elegan, membuat tubuh Manager Song bergindik akibat nafsunya sebagai seorang pria
“Cantik sekali, tapi kenapa mengerikaan” batin pria itu.
Airyn sangat senag, ia akan bertugas diluar kota dalam waktu sepekan, bahkan ini sebuah hadiah bagi dirinya, karna Airyn tidak perlu lagi untuk menemui Hansell dalam waktu dekat dan pria itu tidak akan bisa lagi menuntut haknya sebagai suami, bahkan Airyn tidak mengakui Hansell sama sekali, ia bergegas pulang untuk mengemasi barang, sebab Airyn butuh beberapa keperluan yang ada dikamar kosnya untuk dibawa ke Jeju, salah satunya boneka yang diberikan ibunya Charllot sebagai penangkis mimpi buruk.
Airyn mencegat Taxi yang ada dijalan untuk mengantarkannya kebandara, bahkan Airyn sangat bahagia sekali atas perjalanan yang tidak mengunakan biayanya sendiri, sebab setelah memutusnya menjadi orang biasa Airyn benar-benar menolak apapun dari Merry termasuk uangnya sendiri, ia bertahan dengan gaji yang ia terima dari perusahaan Hansell, meskipun pria itu memberikan lebih kerekening bank Airyn, namun gadis itu mengembalikan sisinya agar gajinya utuh tanpa ada kelebihan.
“Apa kau bilang!!” bentak Hansell dengan tidak terima, tentu saja ia tidak terima bagaimana bisa Airyn ke Jeju tanpa sepengetahuanya, siapa yang berani mengirim istrinya pergi, apa mereka telah bosan menerima uang dari perusahan, membuat batin Hansell meluap-luap karna begitu emosi, ia menghempas pintu kantor hingga bersirobok dengan Jungkyung yang seketika berdiri dimeja kerjanya.
“Apa kau yang mengirim Airyn untuk ke Jeju?” tanya Hansell dengan nada kasar, bahkan membuat gadis itu tertegun hingga diam
“Apa dia sudah tahu? Bagaimana mungkin?” gumam Jungkyung dengan takut “Maaf pak, saya memberikan tugas ini kepada General Manager untuk memilih Staff terbaiknya dalam menangani masalah Hotel di Jeju, saya tidak tahu jika ia mengirim Nona Airyn kesana” balas Jungkyung dengan nada gugup, membuat Hansell berdecak kesal, ia berlalu dengan cepat menuju ruang Manager bahkan dengan emosi yang begitu memuncak hingga aura Hansell berubah menjadi pekat dan suram
“Kemasi barang-barangmu dan pergi dari sini!!” bentak Hansell saat mendobrak pintu ruangan, bahkan membuat dirinya semakin geram tak kepalang, menyaksikan tingkah tidak senonoh didalam kantornya sendiri, bagaimana bisa ada ******** seperti ini dibawah kakinya, benar-benar menjijikan
“Di-direktur” mereka berdua dengan cepat merapikan baju yang hampir saja terbuka, hingga Hansell sangat muak dan jijik “Kemasi barang-barang kalian dan angkat kaki dari perusahaanku segera, jika dalam 15 menit aku masih melihat kalian, aku benar-benar melenyapkan kalian berdua” bentaknya dengan begitu geram, bahkan gadis yang gemetar takut itu tidak berani melihatkan wajah selain menundukan pandanganya dengan tagisan
Hansell keluar dari ruangan itu dengan keadaan jijik dan marah, rasanya semua orang sangat tidak tau diri, bahkan sekretarisnya sendiri begitu merepotkan, berbeda sekali dengan Darrel yang setiap saat memudahkan pekerjaan Hansell, tapi Jungkyung itu setiap saat memuncakan emosinya, entah gadis itu bodoh atau terlanjur bodoh Hansell tidak mengerti, yang jelas ia harus menyusul istrinya.
“Nona Jung, bagaimana ini? kenapa Direktur keruangan saya? Apakah saya melakukan kesalahan?” tanya Manager Song dengan takut kepada gadis itu, membuat Jungkyung memancarkan tatapan jijik dan menepiskan tangannya
“Tidakkah kau dengar untuk mengemasi barangmu, cepat angkat kaki dari sini” Jungkyung berlalu dari sana dengan penuh kemenangan, untung saja Hansell bersirobok dengan kejadian seperti itu, jika sempat Manager itu angkat bicara atas kepergian Airyn, sudah jelas Jungkung yang akan pergi dari sini juga.
“Pak…anda mau kemana?” tanya gadis itu saat mengejar langkah Hansell
“Cancel semua petemuanku selama satu pekan ini, aku akan menemui gadisku” titah Hansell dengan tegas, membuat Jungkyung merasakan nyeri mendenyut didalam nadinya
“Apakah saya bisa ikut bersama anda pak?” tanya Jungkyung dengan nada dingin, membuat Hansell menghentikan langkah kaki dan berbalik badan melihat Jungkyung
“Nona Jung, saya pikir anda gadis yang pintar, ternyata saya sangat salah. Bukankah sebagai sekretarisku anda harus berada dikantor disaat Direktur memiliki keperluan keluar kota, untuk apa saya membawa anda ke Jeju jika saya hanya ingin mengejar wanita yang melarikan diri kesana, bahkan saya tidak melakukan pekerjaan, melainakn bersenang-senang” seketika saja hinaan yang Hansell berikan tidak diterima baik oleh pendengaran Jungkyung, membuat dirinya merasa terhina dengan amat sangat.
Hansell pergi dengan begitu kesal, bahkan gadis itu tidak tahu akan pekerjaannya, bagaimana bisa ia menjadi sekretarisnya, namun semakin Hansell memikirkan Jungkyung ia akan semakin membenci gadis itu, Hansell harus memfokuskan dirinya kepada Airyn, kenapa gadis itu menerima tawaran dengan mudah, bahkan dalam waktu satu pekan, apakah ini cara ia melarikan diri? Jika benar seprti itu, Hansell akan memberikan pelarian yang manis untuk wanitanya.
“Tunggu aku Airyn” gumam Hansell dengan senyum manis.