
Selama dia bergelut didunia bisnis, baru kali ini dia mengajak bertemu seseorang yang sama dengan dia mengeluti bisnis, dan pertama kalinya Airyn gugup menemui pria, untuk orang sepenting Airyn, tidak pernah dia yang meminta untuk bertemu, siapapun orang yang membutuhkan nya, harus bersusah payah untuk merangkak mendapatkan kepercayaan yang akan diberikan dirinya. namun jika bersangkutan dengan hansell dia rela menawarkan waktu berharga untuk pria itu.
Airyn tidak pernah memberikan apapun dengan untung kecil dan tak pernah ingin melepaskan tanpa untung besar, begitulah caranya berbisnis hingga tak ada yang mampu menjatuhkan dirinya, bahkan sangat banyak pengusaha yang mencoba menjilat, namun Airyn tidak akan tertipu dengan segala tipu daya, dia hanya membutuhkan kerjasama dan kesetiaan sebagai bentuk loyalitasnya dalam bekerja, jika orang lain mengatakan dirinya buas selama ini, tentu saja Airyn mengerti, lantaran mafia kelas kakap yang sudah membuat perjanjian dengan ayahnya untuk melindungi gadis tersebut, karna itulah Airyn tidak dapat menolak hal apapun yang terjadi dihidup nya
Namun apapaun yang terjadi Airyn tidak pernah melakukan kejahatan didalam berbisnis, dia tidak pernah malakukan pencucian uang, pengelapan dana, pemalsuan pajak dan memakai uang panas untuk melebarkan sayapnya, dia selalu memutar kembali setiap keuntungan yang didapat hingga menjadi lebih luas, meskipun musuh atau orang yang mengianatinya selama ini menghadang, orang itu akan habis dengan sendirinya.
Dan sampai sekarang Airyn tidak mengerti siapa dibalik itu semua, dirinya tau hanyalah kelas mafia yang menjadi pelindung keselamatanya selama ini, dan orang itu adalah bantuan yang diberikan ayahnya kepada Airyn.
Airyn menyuruh semua ajudan tidak mengikuti makan siangnya bersama Hansell, begitupun Marry mengerti apa yang harus dilakukanya, saat Airyn pergi Merry yang mengantikan posisinya, meskipun Berto merasa khawatir tapi dia mencoba berlapang dada menerima segalanya.
Hansell telah sampai di bawah, dia berada diparkiran bawah tanah yang terhubung langsung dengan lift khusus milik Airyn, ketika gadis itu keluar dengan senyuman yang tertuju langsung kepada yang tengah menunggu dirinya, tentu saja Hansell menyambut dengan begitu akrab nya, namun Airyn teelihat begitu Gugup.
Mereka berdua menuju ke Restaurant Jepang yang tak jauh dari sana, seorang laki-laki dan wanita menghabisi makan siang nya bersama-sama,tentu saja sifat perhatian tak lepas dari Hansell, dia menarikan kursi untuk gadis itu, lalu menyelimuti paha Airyn dengan kain, sesekali mereka berbincang dengan begitu menyebalkan satu sama yang lain nya, tentus aja terselib beberapa hal tentang Hansell dan Airyn, namun dengan tenang Airyn menghabiskan semua makananya, entah mengapa saat bersama Hansell selera makan wanita itu seperti meningkat.
“kau ingin membicarakan apa dengan ku ryn?” tanya Hansell yang tengah menikmati dessert miliknya
“begini mengenai saham mu” seketika itu dia merasa takut melanjutkan, sebab ada canggung disana, Tentu saja Hansell mengerti keadaan mereka, dia mulai mengarahkan perhatian nya mendengarkan penjelasan Airyn
“tidak apa-apa, bicaralah” Hansell memberikan senyum untuk menguatkan Airyn
“Hansell, aku minta maaf atas pertikaian kita. Aku ingin menjual kembali saham itu kepada mu” sontak Hansell mengkerutkan kening
“kenapa kau menjualnya? Airyn aku tidak ingin menerima hal tersebut secara Cuma-Cuma, jangan karena kita sudah berteman dekat, kau menjadi selembek ini dalam berbisnis, aku tidak ingin mempertaruhkan apapun, jadi tetaplah berseberangan tanpa kita saling menyerang”
“ apa kau merasa aku kasihani? dan juga menerima cuma-cuma apa maksudmu” tentu saja nada bicaranya meninggi karna mendengar pernyataan Hansell barusan
“kenapa kau berfikiran sempit sekali, kau bahkan belum mendengar alasanku tapi sudah menasehati apa yang akan aku lakukan, bisnis dan pertemanan tentu saja dua hal yang berbeda bagi ku, kau fikir aku orang yang bodoh untuk memurahkan hati mengembalikan saham mu dengan Cuma-Cuma, bahkan aku belum sempat mengucapkan kalimatku, kau langsung saja mencela. Aku hanya berfikir, selama ini didalam dunia bisnis kau menganggap diriku seperti apa?” kali ini, sikap Airyn berbeda dari dirinya yang malu, dia mendominan perbincangan mereka, membuat Hansell mencerna setiap kata yang diucapkan, tentu saja hal tersebut mengenai sasaran yang tepat.
Selama ini Hansell berfikir, Airyn seperti macan buas yang memakan daging apa saja yang lezat, dan membunuh siapa saja yang menyerang, bahkan untuk menjadi sekutunya saja dalam berbisnis harus mengorbankan banyak hal untuk dipertangung jawabkan, tentu dirinya meninbang untuk membuat relasi dengan Nona Petrov, namun kalimat terkair dari Airyn meragukan argumen nya.
selama ini dia selalu memandang Nona Petrov dilingkungan bisnis begitu mengerikan berdasarkan informasi yang belum di konfirmasi dengan kenyataan, namun Airyn bertolak belakang dengan segala hal yang dituduhkan dirinya.
Jauh dari lubuk hati terdalam Hansell mempertanyakan, orang seperti apa Airyn sebenarnya?
Nona Petrov dan Airyn sangat lah berbeda! yang mana dirinya?
“aku minta maaf atas perbuatanku, apa yang ingin kau sampaikan?” jawab Hansell dingin, tentu saja privat room itu begitu hening, sorotan mata tajam Airyn terasa nyata seperti sorot mata yang tidak dikenali Hansell sebelumnya, dia seperti bertengkar dengan pertanyaan dan kenyataan, membuat Hansell ingin sekali mendapatkan jawaban
“saya tidak mengerti seperti apa anda menilai saya Tuan Muda Hamilton, namun saya disini hanya menegaskan kekeliruan anda sangat tidak mendasar, tadinya saya ingin menjual saham yang telah diakuisisi namun belum sempat saya lebarkan keseluruh perusahaan. Tapi sepertinya tuan Muda Hamilton tidak memerlukan nya, saya minta maaf telah menilai anda terlalu tinggi dan berharap untuk lebih, tapi Tuan Muda Hamillton pandangan anda yang tidak mendasar itu lebih baik anda perjelas agar tidak keliru” Airyn beranjak dari duduknya, dan meninggalkan ruangan itu, namun kaki nya terhenti ketika ada fikiran aneh yang merambar di dalam otak nya, dia memalingkan sedikit wajah nya
"Hansell aku ingin betranya pada mu, apakah kau tau bahwa aku akan menghabisi siapa saja yang mencoba mengalagi jalan ku? " ssketika itu pernyataan Airyn membuat Hansell mengepalkan tangan, hati nya sepeti menolak sikap Airyn yang seperti ini, hingga membuat Hansell tidak bergeming menjawab pertanyaan.
"Hanse sekali lagi aku bertanya, apa kau yakin aku akan melakukan itu? " kali ini Airyn mengepalkan tangan nya, dia menumpik keberanian yang membiat hatinya ingin menjerit kesakitan, namun pria yang membuat jantung nya berdebar itu tidak bergeming menjawab pertanyaan, pria yang sebenarnya telah dicintai Airyn jauh sebelum Hansell mencintai nya, Airyn terlebih dahulu terjun kedalam perasaan nya.
Namun kali ini pria itu diam tanpa menjawab apa-apa, tentu saja itu pertada bahwasa nya Hansell mempercayai semua rumornya, membuat Airyn sedikit mengkasihani Hati nya, jika dia terlanjur patah tanpa disambut, Airyn menatap lurus kearah depan dengan memunggungkan Hansell, dia berlalu keluar Ruang nya, dela Air mata yang berderai tanpa suara.
Bahkan hansell pun tak mampu menghentikan gadis tersebut, akibat perkataan Airyn sangat membuat dirinya merasa tertegun, Gadis itu meneteskan air mata kecewa atas perlakuan Hansell, bagaimana bisa seorang Hansell meragukan dirinya? tentu saja image nya diluar sangat merusak citra, tapi seorang Hansell yang melihat sisi Airyn, kenapa masih mempertanyatan orang seperti apa dirinya!?
Tidak kah itu semua menjawab fakta, bahwa Hansell belum mencintai nya.