Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Bertemu Kembali



Darrel pun menyusun jadwal keberangkatan Hansell ke KL Grup di Tiongkok, tak lupa Darrel mengejar beberapa hal yang perlu diselesaikan dalam waktu singkat terkait perusahaan, saat ini untuk menghemat waktu Hansell terbang ke Tiongkok menggunakan jat pribadi miliknya, tentu saja setelah dia mendirikan perusahaan terbesar di Korea, dirinya harus menyesuaikan diri pada tempatnya, Hansell banyak belajar beberapa hal dari Airyn, dia mulai menyesuaikan diri dimana dia berada, dia menempatkan sesuatu yang pantas untuk dilakukan nya, tentu saja sederhana dialam kemewahan hanyalah fiktif belaka, jika seseorang ingin mengerjakan sesuatu secara sempurna tidak perlu mengunakan kata setengah-setengah, itulah yang membuat Hansell merubah pola hidupnya sat ini.


Hansell telah mendarat di Tiongkok, bahkan banyak hal yang telah berubah di kota ini, namun dirinya masih belum berubah sama sekali, perasaan nya kepada Airyn masih saja seperti sebelum nya, bahkan memori tentang Airyn masih terukir jelas diingatakan nya, Hansell ingin bernostalgia sebentar dengan keadaan di Tiongkok, dia mengingat kembali dengan Hotel tempat mereka bertemu, bahkan Hansell menginap di Hotel yang sama dengan terakir kali nya saat bersama Airyn, tentu saja Hansell telah menjual Hotel tersebut lantara dia membutuhkan dana untuk membagun sebuah Grup besar di Korsel.


“Darrel siapkan pertemuan ku nanti malam dengan tuan Kim, aku hanya ingin tidur dan menghabiskan waktu berbaring dikamar ini”


“baik Tuan” Darrel pun meletakan koper Hansell dan berlalu kekamar nya.


Sesekali Hansell meneguk kopi sambil melihat kearah kaca, dia melihaat betapa indahnya keadaan kota dipenghujung senja, namun semua orang malah sibuk mengendarai kendaraan dan memadati jalanan, dia melihat betapa banyak nya orang yang terjebak macet dengan sore yang indah ini, membuat Hansell merasa sadar diri bahwa dia juga seperti mereka, dia selalu terkungkung didalam ruangan tanpa melihat senja di penghujung Sore.


mungkin bagi sebagaian orang yang tidak memiliki tangung jawab yang besar hidup bagi nya adalah kesenangan, namun untuk perkerja seperti hansell Hidup seperti hukumaan, semakin dia menyianyiakan waktu dia akan semakin kehilangan, sebab waktu adalah uang, dia harus bekerja tanpa melongarkan sedikit waktunya, jika dirinya sampai melongarkan waktu tentu saja menyia-nyiakan banyak hal, membuat dia kehilangan materi yang susah payah dicari selama ini, bukan kah ini hukuman lantaran dirinya mendapati semua yang ingin dimiliki, namun dia membayar segalanya dengan haraga mahal, yaitu ruang privasi, kehidupan pribadi telah terabaikan sia-sia karna materi.


Hansell tengah bersiap-siap menuju KL Grup, saat ini masih jam 7 malam, tentu saja Tuan Kim tengah menunggu kedatangan Hansell, pria itu menginjakan kaki disebuah Gedung yang begitu besar dan luas. Hansell berjalan dengan begitu tampan nya membuat siapa saja memandang dirinya, tentu saja saat ini dia tengah gagah mengunakan jas yang sesuai dengan postur tubuh bidang.


Ketika Hansell dan Darrel keluar dari lift ada seorang wanita cantik yang memberi dia hormat, wanita itu terlebih dahulu kagum dengan ketampanan yang dimiliki Hansell, dia itu menunjukan ruang Direktur kepada Darrel dan Hansell, ketika wanita itu membuka pintu ruangan, hansell pun memasukinya, terlihat jelas Tuan Kim selaku Direktur Utama disana berdiri dan menyambut kedatangan Hansell.


Dia mempersilahkan kedua pria itu duduk di sofa yang berada didepan mereka, dan Tuan Kim pun mendudukan diri didepan nya, setelah mereka berjabat tangan satu sama lain, Hansell mendudukan pokok permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan Ji milik ayahnya somi.


“jadi ini masalah internal perusahaan Grup Ji, saya sangat kasihan dengan apa yang telah terjadi kepada beliau, saya dan tuan Ji telah lama terjerat didalam bisnis ini, beliau adalah orang yang sangat baik, tapi saya membutuhkan pertimbangan lebih lanjut untuk menerima tawaran kalian tuan” jelas Tuan Kim


“jika anda bisa memberikan kelongaran sedikit saja saya akan memperbaiki keadaan sesegera mungkin tanpa anda mendapatkan kerugian, namun jika anda mencabut saham dari perusahaan Ji, tentu saja kita sama sama rugi atas hal itu Tuan Kim”


Pria paruh baya itu hanya diam memikirkan beberapa perihal, dia hanya berfikir bagaimana cara dia mengiyakan tawaran ini sedangkan perusahaan bukanlah milik dirinya, namun laki-laki muda yang berhadapan dengan dia sangatlah meyakinkan, membuat Tuan Kim ragu atas apa yang diperbuat nya saat ini.


“ada apa?”


“nona sedang menunggu anda diluar, karna ada tamu dia menyuruh saya untuk masuk” jelas sekretaris wanita kepada tuan Kim


“bagaimana bisa?” tuan Kim begitu tersentak mendegar hal itu, membuat diri nya bangun dari duduk dengan kaget, dia baru ingat beberapa waktu yang lalu Nona Petrov pemilik KL GRUP menghubungi dirinya secara pribadi untuk bertemu hari ini, namun dia lupa lantaran tidak sempat mengatakan kepada sekretaris, sedangkan hari ini dia terlanjur membuat janji dengan Hansell, tentu saja tuan Kim merasakan takut yang begitu ngeri, dia bingung ingin berbuat apa.


“seperti nya anda melupakan janji kita Tuan Kim” gadis itu melangkah masuk dengan begitu kesal nya, membuat Tuan Kim menundukan kepala dan Hansell menatap lebar, bagaimana tidak itu adalah Airyn Petov yang berdiri didepan mata nya, Hansell seperti tak mampu menahan tubuhnya ketika berdiri, membuat Darrel begitu kaget ketika melihat kecantikan itu untuk kedua kalinya, bahkan Airyn lebih cantik dari pada dewi korea yaitu Somi.


“maafkan saya Nona” saut tuan Kim dengan begitu sopan dan gugupnya, dia mempersilahkan Airyn menduduki kursi kerja nya, tentu saja Airyn merasa kesal ketika dirinya diperlakukan seperti ini oleh anak buah nya. bahkan tuan Kim membuat dirinya menunggu diluar, Hansell masih saja menatap tanpa meredakan pandangan nya, membuat Airyn bertatap mata sekejap dengan Hansell, Wanita itu berjalan dengan anggun mendudukan diri di meja kerja tuan Kim, sedangkan Hansell, Darrel dan tuan Kim duduk disofa depan meja kerja.


“aku tidak menyangka kita mendapatkan kerugian dari saham di Korea, bagaimana ini bisa terjadi” tanya Airyn kepada tuan kim


“nona masalah itu tengah saya bicarakan nya dengan Tuan Hansell” mata Airyn tertuju menatap Hansell yang berada didepan mata nya, tentu saja mata mereka saling bertatapan satu sama lain.


“oh maafkan atas ketidak sopanan ini Tuan” Airyn melangkah kedepan dan memberi salam sambil mengulurkan tangan nya kepada Hansell, namun pria itu masih tidak percaya dengan wanita yang berada didepan nya saat ini, dengan gugup Hansell menjabat tangan Airyn, untung saja dia masih mampu menyembunyikan kegugupan saat ini


.


.


bagaimana Hansell bertemu dengan Airyn setelah 5 tahun??