
Setelah kembali ke Apartemen, gadis cantik itu meletakan mantel hangat disembarangan tempat, dirinya juga melemparkan map berwarna coklat diatas meja bundar seolah melepaskan seluruh beban dalam bawaanya, sembari merebahkan tubuh di sofa empuk yang ada diruang tamu Apartemen yang cukup luas untuk ditinggalkan seorang diri, mata Jenny menutup untuk mengistirahatkan fikiran, hanya saja terlalu banyak hal-hal yang mengusik dirinya hingga sulit untuk melelapkan tubuh dalam tidur.
“Jung sialan, kenapa dia memberatkan aku dengan masalahnya” umpat Jenny dengan jengkel.
Meskipun mereka berdua adalah teman dari sekolah menengah, tapi bagi Jenny masalah pekerjaan tidak bisa ganggu gugat hanya karna hal remeh seperti itu, ia selalu memegang erat prinsip pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, Jenny benar-benar meniti karir dari nol tanpa bantuan orang tua yang cukup berpengaruh di negara ini, bahkan tidak ada yang mengetahui jika ayahnya adalah seorang Jaksa Umum.
Tapi kali ini dirinya dihadapkan kepada masalah Jungkyung hanya perkara seorang pria. Jika wanita itu ingin menyebarluaskan skandal percintai antara keluarga Koglomerat, dirinya bisa saja memberikan barang bukti kepada akun gosip yang lebih membutuhkan, tapi kenapa Jungkyung harus memaksa Jenny untuk memberitakan hal rendahan seperti ini, bukankah ini sangat merusak reputasi acaranya.
Hanya saja ada hal lain yang mengusik Jenny lebih dari Jungkyung, yaitu wanita Hansell Hamillton. Seorang pemegang kekuasaan nomor satu di negara ini, sangat tidak mungkin bagi Hansell Hamillton takut dengan persepsi masyarakat terkait wanitanya yang sebatas orang biasa, tapi mengapa ia harus menyembunyikaan identitas wanita itu jika menurut data sangat jelas jika Nona Airyn berasal dari kalangan rendah, seharusnya tidak masalah jika orang-orang mengetahui hubungan mereka, bagaimanapun juga Hansell bukanlah idola atau seorang aktor yang akan merusak reputasinya di publik, bukankah ini sangat aneh hingga membuat Jenny berfikir berulang-ulang.
Secara garis besar, pasti ada sesuatu yang berharga untuk di sembunyikan dari Nona Airyn, sehingga perkataan yang di ucapkan Jungkyung mungkin saja suatu kebenaran “Bahwa Airyn bukanlah orang biasa” lalu siapa wanita itu sehingga identitasnya perlu disembunyikan, jika hal ini terkuak tentu acaranya akan menjadi kata kunci pertama diseluruh pencarian media, hanya saja Jenny memerlukan keberanian besar untuk melangkah ketahap ini, semakin besar hasil tangkapan seseorang maka semakin besar umpan yang harus dikorbankan, dan di dalam industri berita komersial Jenny mengakui hal itu.
Jika Hansell Hamillton saja yang dirinya usik mungkin dapat menguncaang industri hiburan atau menguncang karirnya, namun kali ini Jenny harus memberitakan 2 orang penting dari orang terpandang dinegara inu. di tambah seseorang yang mungkin lebih mencengangkan dari yang dibayangkan. Apakah dirinya sangup?
Karna di saat bersamaan hal ini akan menjadi badai yang amat kencang melanda Negara, apa yang harus Jenny lakukan untuk informasi sepenting ini. Apakah dirinya harus melepaskan begitu saja atau mempertahankan berita ditanganya.
Sialan!!
Umpat gadis itu ketika membanting semua bukti-bukti yang Jugkyung berikan, bahkan dirinya beralih kearah kamar untuk membersihkan diri sebelum mengistirahatkan tubuh, selain tidur dan terlelap tidak ada hal istimewa yang bisa dilakukan, karna esok hari dirinya harus terjaga untuk melanjutkan kehidupan seperti semula.
Hansell telah mendapatkan laporan bahwa Jungkyung sudah bergerak dengan rencananya, membuat Hansell semakin tidak sabar untuk memutar balikan keadaan, ia sudah menunggu wanita itu bertindak sebelum menendang jauh dari hadapanya, mungkin selama ini Hansell sudah mengetahui hal itu dan dirinya telah memprediksi segala sesuatu akan terjadi, jadi dengan persiapan penuh Hansell telah menyusun tameng untuk melindungi istrinya.
“Apa kau lelah?” tanya Hansell kepada Airyn yang tengah duduk didepan meja rias, bahkan dirinya mengusap bahu Airyn secara lembut untuk memberikan sentuhan penuh sayang
"Tidak, aku baru saja selesai mandi” lirihnya saat memoleskan beberapa produk pelembab dipermukaan kulit, tentu saja berbagai macam merek digunakan dalam kualitas paling tinggi untuk kebutuhan wajahnya, salah satunya harga serum kulit atau vitamin yanh digunakan Nona Petrov mungkin berkisar setengah milliar sehingga tidak heran jika baju yang menarik perhatian Jungkyung dianggap sebagai barang biasa.
Sebagai seorang wanita Airyn tentu menjaga kelembapan kulit dimalam hari, sebab hal itu sangat penting dalam menutrisi dan menjaga penuaan dini, sebab terpapar sinar mata hari sepanjang hari dapat menyebabkan kerusakan dikulit wanita, sehingga Airyn tidak pernah bosan merawat kulit dan pola hidup sehat.
“Astaga..kenapa kau cantik sekali” ledek Hansell saat melihat istrinya dipantulan cermin yang ada didepan, membuat wanita itu tersenyum sambil mengerucutkan bibir. Bukankah Hansell tengan mengejek dirinya meskipum disandingkan dengan pujian.
Tiba-tiba saja percakapan mereka terhenti ketika ponsel Airyn berdering dengan sangat kencang, bahkan ponsel itu seperti tidak ingin berhenti sebelum diangkat, melihat hal itu tentu saja mengalihkan perhatian dua mahkluk itu, Airyn menatap kearah Hansell untuk meminta izin memeriksa sang penelpon.
“Tunggu sebentar, aku ingin mengangkat telfon” ucapnya kepada sanga suami agar menjauh dari kamar Mereka. Sebab ia sadar ini mungkin saja pembicaraan yang sangat pribadi dari orang suruhan Airyn.
Wanita itu beranjak kearah balkon yang ada di depan kamar Hansell, tentu saja pembatas balkon dan kamar hanya kaca trasparan yang kedap suara, seolah menembus perbintangan dari arah dalam, di siang hari kaca itu bisa menghitam ketika terpantul cahaya matahari sehingga tidak dapat mengakses orang lain untuk melihat kearah dalam, sedangkan dimalam hari kaca trasparan itu memiliki lapisan dalam untuk menutupi yaitu pintu kayu dengan ukiran Filding Naverland yang berwarna coklat tuan dibagian tepi.
Membuat Hansell tidak bisa mendengar percakapan Airyn selain melihat istrinya yang melakukan aktifitas disana, tentu ada tanda tanya dibenak Hansell, tentang apa yang istrinya lakukan, apa yang Airyn kerjakan, dan apa yang menyita perhatian istrinya.
Hanya saja di dalam hubungan mereka semenjak awal sudah ada ruang privasi yang tercipta, sehingga Hansell dan Airyn larut kedalam masalah pribadi masing-masing.
“Bagaimana? Apa kau sudah menemui keberadaan Griffin?” tanya Airyn dengan nada lambat yang disengaja, sembari mengigit kukunya untuk menghilangkan cemas, bahkan ia merasa tidak enak hati ketika Hansell memandang dirinya dari dalam, seolah Airyn tengah melakukan perselingkuhan saja.
“Nona, seperti dugaan bahwa James memang terlibat atas hilangnya Griffin. Hanya saja James tidak mengetahui dimana keberadaan Griffin selain mengetahui jika ayahnya masih bernafas, kami sudah melacak beberapa titik yang dicurigai tapi tidak menemukan apapun, sepertinya orang itu sangat pintar sehingga menghilangkan jejak tanpa tersisa” jelas seseorang yang berada dibalik ponsel Airyn, tentu saja dia adalah orang kepercayaan yang sangat ahli dalam melacak dan mencari keberadaan, bahkan pekerjaanya di khususkan untuknya berfokus pada Pencarian Griffin.
“Bagaimana dengan Frada?” sambungn Airyn dengan nada penasaran
“Nona Frada masih menyelidiki tentang penelpon di ponsel James terakir kali. Tapi sepertinya orang itu mengunakan kartu satu kali pakai lalu mematikanya, dan seperti dugaan, dia cukup pintar untuk menelfon ditempat yang tidak memiliki akses CCTV atau sinyal apapun untuk dilacak, lebih tepatnya didaerah pergunungan yang berada didekat hutan, tapi Nona Frada masih berusaha, karna tidak mungkin orang tersebut dapat menghilang begitu saja” lapornya dengan serius kepada Airyn yang tengah berfikir keras mencerna kata perkata.
“Baiklah, tetap selidiki dan beri laporan secepatnya. Dan tentang Merry bagaimana?” sambung Airyn dengan sikap gugup, ia tidak mau mendapatkan sesuatu yang mengecewakan lagi, entah kenapa Airyn juga punya batasan toleransi atas kesalahan yang dilakukan oleh seseorang, begitupun dengan Merry.
"Tidak ada perkembangan terbaru selain fakta Nona Merry mengetahui pembunuhan Tuan William. Tapi kemarin saat anda bertemu dengan James. Nona Merry mendatangkan perusahaan Tuan Hansell, sepertinya Nona Merry mencari anda Nona” ucapnya dengan kalimat dingin, membuat Airyn menganggukan kepala seolah mengerti, tentu saja Merry perlu mencarinya karna sudah waktunya untuk mereka membuka kedok masing-masing.
“Baiklah, kerja bagus. Tetap waspada jangan sampai keberadaan kita terlacak" titah Airyn kepada anak buah yang ia kerahkan, begitupun dengan Frada yang memihaknya kali ini, setidaknya gadis itu sadar hanya Airyn yang dapat menjadi tempat perlindungan untuk menyajikan sarana balas dendam "Dan untuk Hansell, tetap pasang keamanan tingkat tinggi agar tidak ada yang menyentuhnya. Apakah saham yang aku katakan itu sudah selesai? berapa total saham kita diperusahaanya? ”
sambung Airyn setengah beralih dari posisinya berdiri
"Sekitar 7,3 Milliar Dolar Nona, dan sedikit lagi anda akan masuk kedalam pemegang saham utama" jelasnya
"Bagus, tetap invertasikan lebih banyak. Aku akan menunggu perkembangan selanjutnya"
“Tunggu nona…” sontak Airyn menangguhkan ponselnya yang tadi ingin diakiri
“Ada apa lagi?” tanya Airyn kembali
untuk mendegarkan ucapan pria itu.
“Bagaimana dengan Nona Jungkyung? Apa anda ingin saya membereskannya?”
“Tidak perlu, dia terlalu malang untuk mendapatkan pelajaran, biar aku yang mengurus gadis itu” ucap Airyn dengan gamblang sembari berpangku tangan
“Tapi nona…” sanggah pria itu dengan cepat “Dia sudah menyusun rencana untuk menghancurkan anda, jika hal itu terjadi saya takut sesuatu yang buruk menimpa anda nantinya” celetuk pria itu dengan sungguh-sungguh, membuat Airyn mengangukan kepala untuk berfikir sekejap, benar dugaanya jika Jungkyung akan bergerak, tapi bagaimana cara Airyn menghadapi hal ini, apakah ia perlu menutup mulut media, atau membiarkanya begitu saja, lain dari itu Airyn merasa ini hanya menjadi hal sepele.
“Baiklah, saya akan memikirkan hal itu, kalian bersiap-siap saja untuk menerima perintahku. Suamiku akan curiga jika berlama-lama. Aku tutup telfonya” sontak Airyn mematikan ponsel sembari menghapus nomor yang baru saja terdaftar diponselnya
“apakah sudah selesai?” sapa Hansell ketika membuka pintu pembatas, karna sepertinya istrinya tengah mengotak-atik layar ponsel dengan raut wajah cemas.
“S-sudah” balas Airyn dengan tersenyum gugup, entah kenapa ia sangat khawatir untuk menghadapi hari esok, apakah Jungkyung akan bertindak secepat itu, jika dirinya bertindak apakah Hansell akan menghancurkan Jungkyung, entah kenapa ada segelintir takut yang menghantuinya, jika suaminya tidak akan tingal diam.
Sayang sekali jika kehidupan Jungkyung berantakan hanya perkata dengki yang dimilikinya padahal sangat jelas sekali bagaimana polosnya gadis itu, tapi dirinya bernasib malang sebab bertemu dengan orang seperti James.
Meskipun orang lain tidak bisa menilai tapi Airyn dapat melihat jika penyebab prilaku dengki yang dimiliki Jungkyung adalah campur tangan James akan gadis itu, tidak sepenuhnya Jungkyung separah ini jika James tidak memberikan dorongan untuk mencapai Kebutuhannya akan seseorang, dan James berhasil untuk menciptakan adiksi difikiran Jungkyung tentang ketergantunganya akan pasangan, sehingga dirinya berubah menjadi gadis yang menghalalkan segala cara mencapai kebutuhan tersebut.
“sayang ada apa? Apa yang membuatmu cemas akir-akir ini?” putus Hansell ketika menghampiri istrinya yang tersenyum disana, bahkan ia mengenggam jemari Airyn untuk menanyakan permasalahan istrinya
“Tidak apa-apa hanya masalah perusahaan” tukas Airyn dengan tersenyum manis, agar Hansell tidak mencemaskan dirinya lagi, setidaknya ia tidak bisa memberatkan Hansell soal ini.
“Apa kau yakin tidak ada masalah yang menganggumu akir-akir ini?” tanya pria itu dengan dengan tatapan sendu bahkan ia menundukan sedikit tubuh menatap mata Airyn secara lekat, meskipun bibir wanitanya mengatakan tidak, tapi Hansell percaya ada masalah yang menganggu Airyn, tentu saja ini adalah masalah orang yang berada dibalik surat kontrak tapi entah kenapa Hansell meyakini ada hal lain yang menganggu fikiran istrinya
“Sayang. Aku tidak akan ikut campur dengan masalahmu, tapi bisakah kau membagi sedikit beban untuk meringankan masalah itu, aku hanya ingin menjadi pendengar yang baik untuk istriku. Setelah di fikir-fikir aku tidak mempunyai alasan untuk melarangmu menyelesaiakn masalah Kontrak itu, mungkin aku juga harus mempersiapkan diri menjadi penyelamat cadangan atas rencanamu. Dan kali ini, Aku memang mengizinkan kau untuk mencari orang yang mengendalikan hidupmu. Tapi aku tidak mengizinkan dirimu untuk terluka. Apa aku mengerti” jelas Hansell dengan pembawaan tenang, membuat air mata Airyn berlinang ketika suaminya dapat mengerti posisi Airyn saat ini, ada segelintir penghiburan ketika izin itu dikeluarkan untuk membebaskan dirinya, seolah Hansell melepaskan cekikan yang menyesakan dada
“Hansell” lirih Airyn dengan tatapan sendu, sembari mendongakan kepala penuh bangga, jika suaminya memanglah laki-laki yang pantas untuk dijadikan sandaran, meskipun Airyn tidak pernah ingin mengantungkan beban pada pundak Hansell, tapi masalah perhatian Hansell memang pria sempurna untuk merayunya.
Mereka kembali memberikan sentuhan kenyamanan hingga perlindungan hangat mengalir dari tubuh Hansell kepada Airyn yang mungil, entah kenapa ada tawa yang saling mengejek saat tubuh Airyn terasa amat kecil dirangkulanya, membuat gadis itu mendengus kesal ketika melirik suaminya.
“Katakan, apa yang menganggumu?” tanya Hansell dengan nada pengertian
“Jadi apakah markas itu benar-benar dibuat untuk mengendalikan pergerakan ilegal bawah tahan, jika Tuan Ji termasuk pengelola penting, kenapa perusahaanya tidak memiliki dasar kuat. Sehingga mudah untuk kau akuisisi?” tanya Hansell dengan penasaran.
“Masrkas itu ada sebelum aku lahir, tentu saja sudah 25 tahun yang lalu. Ada suatu hal yang terjadi hingga melenyapkan markas adalah jalan satu-satunya melindungi perusahaan.
Membuat Tuan Ji melepaskan markas besarnya untuk mempertahankan saham dan perusahaan. Menurut data yang aku terima, tidak ada lagi pergerakan atau tansaksi ilegal dari markas itu, itu memang sudah lenyap semenjak Tuan Ji melepaskanya. Hanya saja aku tidak percaya dengan data itu, jika saat ini markas itu masih berdiri kokoh ditangan orang yang mengendalikan kehidupanku. Maka Markas itulah yang menjadi landasan kuat untuk diriku sulit mengusik dan mencari keberadaanya. Apa kau tahu apa saja yang menjadi lingkup kekuasaanya, Transaksi bawah tanah, satelit, dan data yang mereka mainkan secara ilegal. Sehingga semuanya berada dibawah kendalinya, termasuk data dipemerintahan di sadap dengan diam-diam, tentu hal ini adalah kejahatan besar yang belum terungkap, hanya saja terlalu banyak pihak yang terlibat sehingga sulit untuk melacak. Aku sudah pernah mengunakan konksi dan namaku tetapi tetap saja jalan yang aku miliki dengan mudah berubah menjadi buntu karna mereka sudah mengetahui terlebih dahulu” tegas Airyn dengan tatapan suram penuh arti, seolah dirinya ingin memperdaya Hansell jika ini bukan lagi masalah sepele yang harus dibiarkan, sebab ketika orang tersebut mencapai puncak keberhasilan maka akan banyak kehidupan yang sengsara, terutama Airyn dan Hansell.
“Baiklah aku mengerti sekarang. Jadi maksudmu markas itu dikendalikan oleh orang yang berada dibalik surat kontrak. Tapi apa hubungannya ini degan kematian Tuan William?” tanya Hansell untuk mengetahui inti permasalahan dari penuturan istrinya diawal.
“Tuan William sudah pasti meninggal karna dibunuh" sontak keheningan membentang diantara mereka, membuat Hansell menarik kesadaran untuk mendengarkan penjelasan lebih lanjut "Seperti yang aku ucapkan diawal, aku terganggu dengan Merry, karna ada kemungkinan bahwa Merry terlibat atas konspirasi pembunuhan Tuan William untuk menghapus jejak tentang markas itu” sontak perkataan Airyn membuat Hansell tercengang tidak percaya.
Apakah Airyn sungguh-sungguh menuduh ibunya, apakah Airyn tidak salah akan informasinya. Kenapa Merry bisa terlibat jika dilihat Merry adalah korban atas kekejaman dimasa lalu.
Sebuah ponsel gengam jatuh dari tangan pemiliknya sehingga mengalihkan perhatian Airyn dan Hansell, betapa kagetnya mereka jika saat ini Dikra yang ada didalam sana, orang yang berdiri dikamar mereka, membuat mata Hansell mengerjap ketika mengalihkan pandanganya kearah pintu kaca yang tidak tertutup rapat.
"Sial" umpat Hansell saat memejamkan mata dengan kesal.
Jika sudah begini, tentu saja pria itu telah mendengar pembicaraan mereka, bahkan tubuhnya yang mematung saja dapat menjelaskan hal yang sama. Tapi sejauh apa perkataan Airyn merambat kependengaran Dikra, sejauh apa Dikra mengetahui percakapan mereka, atau sejak kapan dirinya berada disana, membuat tubuh Hansell menegang karna sulit bersikap diantara dua sisi hubungan ini.
Di satu sisi Merry adalah ibu kandung Airyn, sedangkan di sisi lain Tuan William adalah ayah Dikra bahkan Hansell sudah menganggap beliau sebagai ayahnya sendiri, bukankah ini sangat sulit disikapi dengan bijak sehingga Hansell mematung untuk menatap panjang.
Airyn terloncat kearah belakang seolah tegaknya yang tegap hilang keseimbangan, bahkan ia tidak menyangka Dikra mendengar semuanya, melihat istrinya tidak berdaya Hansell dengan cepat meraih tubuh Airyn untuk dilindungi, sedangkan Dikra masih saja mematung tanpa kata seolah bibirnya kelu untuk bersikap, namun pancaran mata tajam penuh emosi itu dapat dirasakan dari dirinya.
“Dikra, kenapa kau lama sekali memanggil kakak…” sontak ucapan Angel terhenti atas suasana dingin yang terjadi, bukankah Dikra tengan memanggil Hansell dan Airyn untuk makan malam yang sudah tersaji, tapi kenapa suasana mereka menjadi menengangkan hingga Angel membeku tanpa mampu berucap apapun.
"Kalian kenapa?" Timpal Angel saat memasuki ruangan untuk mengejar kakak iparnya yang terlihat tidak baik-baik saja, bahkan dengan panik Angel merengkuh tubuh Airyn untuk memeluknya.
"Kakak. Kenapa dengan kak Airyn" tanya Angel dengan panik, membuat Hansell tidiam ,ia tidak mampu berucap ketika melirik Dikra yang terlihat lebih hancur.
"Aku akan membunuh orang yang membunuh ayahku" lirih Dikra dengan wajah mengeras penuh tatapan suram, bahkan nada dingin itu merambat ketelinga Angel yang belum sadar dengan apa yang terjadi. Membuat mata Airyn mengerjap saat memandang Dikra, tangan pria itu mengepal keras dengan tenaga lemah saat berusaha berucap.
"Dikra" lirih Airyn dengan susah payah, ia berpegangan pada Hansell dan Angel untuk menarik tenaga, sembari memantapkan diri untuk menghampiri Dikra yang penuh dengan amarah, bahkan Airyn menegang penuh takut atas ucapanya yang mungkin salah diartikan.
"Dikra, kau salah paham" sambung Airyn dengan takut, membuat pria itu membeku atas penyangkalan tidak masuk akal, bahkan baru saja telinganya mendengar suatu penuturan atas kebenaran dan kali ini wanita licik itu menyangkal.
Hansell dan Angel mendekat kearah mereka untuk melihat lebih jelas apa yang akan Airyn jelaskan, tentu Angel masih belum mengerti, sedangkan Hansell bertahan diposisi yang serba salah.
"Apa yang ingin kau jelaskan. Apakah kau ingin mengatakan jika itu baru saja asumsi semata? Apa kau fikir aku bodoh! Aku sudah mengenalmu sedari dulu Nona Petrov. Kau tidak pernah berucap jika hal itu bukanlah suatu kebenaran. Fakta tentang ibumu yang membunuh Ayahku ternyata konspirasi yang terjadi ulah kalian. Tapi aku dengan bodoh mengikutimu dengan dalil ingin membalas dendam. Tanpa sangaja aku yang sedang di manfaatkan. Apakah selama ini kau mempertahankan diriku untuk mengendalikan tikus dikaki mu? Apakah selama ini kau memilihara diriku untuk menyembunyikan kebenaran ini. Tidakah aku terlalu bodoh percaya pada keluarga pembunuh seperti kalian. Benar ikatan darah itu memang kental, dan darah wanita itu mengalir di nadimu, sehingga tidak munutup kemungkinan kau juga berkonsoiradi dengan dengan wanita sialan itu" teriak Dikra dihadapan Airyn, membuat Angel menitikan air mata dengan tidak percaya, tentu ucapan Dikra membuat tubuhnya merinding.
"Hentikan" bentak Hansell dengan geram, saat memutuskan ucapan temanya.
"Apa yang harus aku hentikan Hansell. Apa karna dia istrimu jadi aku harus bersikap baik pada pembuhun ini" teriak Dikra pada Hansell saat sorot matanya mengeras seolah urat-urat itu keluar.
"Jaga ucapamu Dikra!! Jika tidak aku tidak akan tinggal diam" ancam Hansell dengan geram, membuat Dikra mengeras dengan emosi yang sudah payah ditahan.
Sedangkan Airyn mengelengkan kepala memperingati suaminya, jika Hansell tidak perlu ikut campur atas masalah ini. Membuat dada Hansell berdenyut sakit saat istrinya tersudutkan dengan semua perkataan Dikra.
Sekalipun Airyn tampak tenang dalam menyikapi hal ini, sebenarnya ia sangat ketakutan hingga tubuhnya terasa tak bertenaga, hanya saja Airyn perlu bersikap kuat untuk mengontrol emosinya "Baikalah aku terima semua ucapakan yang kau.."
Sontak tangan Dikra menghentikan pembicaraan Airyn, membuat mereka semua menatap kearah Dikra untuk mendengar ucapan pria itu.
"Hansell ada apa dengan mu. Ayahku sangat jelas dibunuh oleh Merry yang merupakan mertuamu. Alih-alih membela istrimu dengan mengamcamku, bukankah sangat tidak etis untuk kau meneriaki diriku. Aku bahkan berfikir saat ini kita semua tengah dimanfaatkan oleh wanita licik ini. Apakah kau masih menyangkal atas kematian ayahmu" sontak ucapan Dikra membuat mata Hansell dan Angle terpana, sedangkan Airyn tertekuk lesu sembari menyatukan kedua jemari tanganya dengan gemetar.
"Dikra!!" Teriak Hansell dengan emosi yang semakin membara, sedangkan Angel menantap penuh harap pada pria itu untuk melanjutkan penuturanya.
"Dia penyebab ayahmu meninggal!! Apa kau masih belum sadar!!" tunjuk Dikra kearah Airyn dengan begitu jijik dan menghina.
Sontak pukulan keras mendarat dirahang Dikra hingga melukai wajahnya, tentu Hansell tidak percaya laki-laki berengsek itu mampu mengucapkan hal tidak mendasar yang membuat darah Hansell mendidih, sedangkan Angel ambruk dengan pandangan takut kepada Airyn bahkan tubuhnya bergetar untuk merengsek lebih jauh, sedangkan Nona Petrov terdiam diposisi seolah membatu akan situasi saat ini, apakah hubunganya sudah berakir?
"Kenap kau memukulku. Apakah kau sudah mengetahui hal ini Hansell. Lihat dirimu betapa menyedihkannya. Kau bahkan menyangkal kebenaran akibat cinta butamu. Apa kau yakin dia benar-benar mencintaimu. Apa yang akan kau katakan pada ayahmu nanti, saat kau menikahi pembunuh diringa" Sambung Dikra dengan susah payah, seolah darah mengalir disudut bibir yang dipukul Hansell, bahkan pria itu tanpa ampun mendaratkan pukulan diwajah Dikra, seolah sangat geram dengan sikapnya, siapa pria itu hingga mengatakan istrinya seorang pembunuh, bahkan Hansell bisa saja melenyapkan nyawa Dikra jika dirinya mau.
Semenjak ada Airyn wanita itu adalah dunia untuknya, jika ada yang menghancurkan dunianya, maka Hansell yang akan melenyapkan orang tersebut, tidak terkecuali Dikra.
"Kau bahkan hidup seperti ******** yang menyedihkan. Dan sekarang kau merengek menyalahkan istriku. Lebih baik kau sadar diri, sebelum aku mengirim dirimu keneraka" bentak Hansell, ketika tanganya mencengkram kerah baju Dikra, hingga pukulan dihantamkan kewajah pria itu berulag kali.
Airyn mengenggam pergelangan tangan Hansell, membuat pria itu mengalihkan pandangan menatap istrinya, seolah ia terhenti dari niatan membunuh.
"Hentikan" mohon Airyn dengan sangat, membuat hatinya berdenyut sakit saat perkataan itu menusuk dengan perih.
"Sayang. Semuanya bohong!! Jangan dengarkan ******** itu. Itu semua bukan salahmu" kekeh Hansell ketika menyentuh kepala istrinya dengan gemetar, bahkan ia berdiri menangkup pipi Airyn untuk meyakinkan jika semua ini bukan salah Airyn.
"Hansell" Lirih Airyn ketika menatap suaminya dengan pasrah, seolah Airyn menerima dengan iklas tuduhan itu.
"Tidak!! itu bukan salahmu!" Bentak Hansell dengan tegas, bahkan ia menarik Airyn kedalam pelukanya secara paksa seolah ia tidak mengiginkan Airyn seperti ini, suara berat yang tersekat itu berulang kali menyangkal jika Airyn tidka bersalah, tapi dengan berat hati Airyn menerima tuduhan Dikra.
Berulang kali Hansell merengek kesakitan bahkan menguncang bahu istrinya, berulang kali Airyn tidak mengubris hingga rasa letih menyekat bati Hansell dengan perih.
"Itu semua bukan kesalahanmu. Itu semua bukan salahmu mu sayang. Tidak Airyn!!! Kau tidak boleh menerima tuduhan itu. Aku tidak akan mengizinkannya" bentak Hansell dengan tangisan memohon penuh sakit, bahkan ia merengek dengan perih saat mata Istinya penuh dengan penyesalan. Seolah menjelaskan jika itu semua perbuatanya.
Perlahan Airyn menjauhkan tangan Hansell dari pipinya, mendorong jauh tubhh pria itu untuk sadar. Sudah saatnya Hansell menerima kenyataan, meskipun Airyn mengatakan jangan kecewa, pergi atau menjauh dari sisinya. Tapi ternyata Airyn sendiri yang tidak bisa menatap kedua mata Hansell dengan percaya diri lagi, dia sendiri yang semakin tersiksa atas semua ini, jadi sudah sepatutnya Airyn tau diri.
"Bukankah kita sudah berjanji untuk saling percaya, untuk saling mendukung, untuk saling mengerti kenapa kau malah seperti ini. Tidak Airyn!! Itu bukan salahmu. Aku tidak akan membiarkan dirimu pergi!" tekan Hansell untuk menahan tangan istrinya, namun lagi-lagi Airyn melepaskan tangan suaminya, sembari tersenyum diantara air mata yang menderas.
"Hansell aku butuh waktu" ucap Airyn dengan kalimat berat, membuat pandangan Dikra menghina atas sikap bersalah yang tidak layak ditampilkan Airyn. Jika ia bersalah seharusnya sedari awal tidak meyembunyikan segala sesuatu dan sekarang segalanya sudah terungkap. Untuk apa lagi bertingkan lemah dengan penyesalan yang tidak perlu, benar-benar membuat Dikra menatap penuh hina.
"Hansell, aku minta maaf" ucap Airyn dengan sungguh-sungguh membuat dunia Hansell runtuh, apakah maksud dari ucapan Airyn barusan, kenapa penuturanya terdengar seperti kalimat selamat tinggal.
Membuat tubuh Hansell merinding untuk menolak, bahkan dirinya menarik tangan Airyn untuk sadar jika itu bukan salahnya, tapi belum sempat Hansell menjangkau jemari istrinya.
Plakk.......
Sebuah tamparan keras melayang dipipi Airyn secara kasar, mengalihkan perhatian Hansell dan Dikra secara bersamaan, bahkan mereka terpana dengan tidak percaya jika Angel mengumpulkan segenap amarah untuk di daratkan pada Airyn.