Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Penyesalan yang membahagiakan



Airyn terdiam dengan mata yang membulat secara sempurna, ia percaya pendengarnya masig bekerja dengan baik, jadi apa yang saat ini diucapkan Merry masih terdengar oleh Airyn dengan jelas, tapi bagaimana bisa James menjadi anak itu, bahkan Merry mengatakan jika mereka sudah mengenal dari lama, apakah yang ia maksud dimasa lalu? apa maksud semua ini, kedajian dimasa lalu itu apakah sebuah siasat yang dilakukan oleh Merry?


“Mungkin banyak pertanyaan yang saat ini ingin kuau ucapkan. Benar, James adalah anak dari Iriana, aku membesarkanya dengan identitas baru karna jujur saja saat aku mengambil anak itu, ia masih belum memiliki identitas dari orang tuanya, hal inilah yang membuatku dengan mudah menyembunyikan James dari dunia, hingga diusia yang masih muda anak itu mendapatkan gelar Doctor Of Pyychology berkat kemampuan yang ia miliki, benar-benar kemampuan luar biasa yang ia sulit dikendalikan, hingga aku sangat bangga, namun kali ini rasa itu berubah menjadi curiga, sebenarnya kejadian dimasa lalu dimana fikiranmu harus dimanipulasi untuk melupakan Hansell adalah saran yang diberikan oleh James sendiri, meskipun awalnya aku sulit untuk menyetujui itu, tapi perkataan dan alasanya sangat sesuai dengan keinginanku, jika aku ingin sekali Hansell dijauhkan darimu” ucap Merry membuat Airyn merasakan emosi yang mengerogoti jiwanya, seolah merasa dipermainkan oleh dua orang itu.


“Apa aku kelinci percobaan? Apa hidupku dan diriku mainan? Siapa kalian hingga seenaknya melakukan itu padaku” bentak Airyn dengan kesal, seolah ia sangat murka jika semua itu adalah suatu kesegajaan yang direncanakan “Aku tidak habis pikir lagi dengan semua ini Merry, bagaimana bisa kau......” entah kenapa ia sangat kecewa dengan Merry


“Aku tahu kau sangat kecewa padaku, tapi bukan itu yang ingin aku sampaikan. Aku mencurigai sesuatu tentang James, entah ini perasaan saja atau ini sebuah kebenaran aku benar-benar takut Airyn, hal yang paling aku cemaskan adalah Hansell, dialah orang yang paling terancam” ucap Merry, membuat mata Airyn terbelalak secara sempurna


“Apa maksudmu sebenarnya, tidak bisakah kau langsung mengatakan semua hal ini, dari pada berbelit-belit!”


“Aku sangat curiga dengan James, ia bertahan sampai hari ini, karna ingin melindungi ibunya dari ayahnya griffin, tapi entah kenapa semuanya sangat ganjil, aku mengetaahui jika beberapa minggu yang lalu James pergi kedaerah pinggiran dimana itu diyakini sebagai tempat persembunyian Griffin, namun aku tidak pernah berpikir panjang tentang itu, aku fikir James bisa jadi membunuh ayahnya, atau ia menghilangkan pria itu. tapi semua diluar dugaanku, mayat Griffin hingga hari ini tidak terlacak sama sekali, jika Griffin membusuk disuatu tempat itu akan ketahuan, tapi sampai detik ini semua tempat sudah aku lacak namun tidak mendapatkan sedikit jejak apapun, seolah Griffin hilang ditelan bumi, apa kau fikir ini tidak ganjil? Apa niatan James sebenarnya hingga ia pergi kesana, tidak pernah anak itu melakukan sesuatu jika tidak memiliki maksud? bahkan ia dengan rela terbang dari Korea untuk pergi kekampung terpencil yang ada di Irlandia, Apakah dia ingin melindungi ibunya atau ayahnya, jika iya ingin melindungi keduanya aku sangat bersyukur, hanya saja aku takut jika James melakukan kebalikan, aku takut ia mengincar ibunya dan sebenarnya menyelamatkan Griffin” ujar Merry dengan takut, membuat Airyn terdiam diposisi


“Jika kau tidak bisa menebak James, sudah bisa dipastikan ia tidak dalam genggamanmu, jika selama ini James ingin memisahkan aku dengan Hansell, bisa saja saat ini ia tegah mengicar nyawa Hansell? jujur saja tatapan James pada hari ini benar-benar membuatku merinding” tanya Airyn kehadapan Merry


“Untuk masalah itu, aku tidak bisa memberikan jawaban, hanya saja dengan terus didekatnya kau bisa menjaga Hansell, jika kau seperti ini, itu sama saja dengan kau memberikan seseorang kesempatan untuk melukainya” sambut Merry dengan tegas, membuat Airyn semakin yakin keputusan itu sangat salah, sedari awal ada orang yang tidak suka dengan hubungan mereka, sedari awal ada orang yang memisahkan mereka, jika niatannya hanya sekedar itu lalu untuk apa? Tidak mungkin hanya sebatas niatan saja? Bisa jadi ini sebuah siasat untuk menghancurkan salah satunya, jika bukan dirinya sudah pasti itu Hansell


“Tidak!! Aku tidak bisa seperti ini” Bentak Airyn saat tersadar dari semua kekacauan, kenapa logikaya tidak pernah berfikir untuk hal sederhana, jika bukan perpisahan mereka yang ia inginkan, melainkan sesuatu yang besar, bisa saja itu nyawa antara Airyn dan Hansell.


“Aku harus pergi ke Korea Merry, aku harus bertemu dengan Hansell, dan aku harus ada disisinya” ujar Airyn dengan gusar, seolah tanganya gemetar dan terasa sangat takut, jika terjadi sesuatu dengan pria itu, tentu Airyn tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.


“Apa Kau yakin? Jika kau sangat yakin, sepertinya bisa mempertimbangkan ini” ujar Merry, saat mengeluarkan sebuah map dari tasnya, tentu itu adalah email yang ia terima secara personal dan sangat rahasia dari Korea, bahkan Merry sudah memprintnya untuk mudah diajukan kepada Airyn, sebab sedari tadi itu semua menjadi pertimbangan Merry, jika ia sudah merencanakan ini.


“Apa ini?” tanya Airyn saat menjangkau map yang diberikan oleh Merry, ia membuka sebuah undangan secara khusus dari Darrel, jika saat ini pria itu membutuhkan Assisten sekaligus sekretaris priabadi bagi Hansell, sebab ia harus mengundurkan diri.


“Apa kau masih belum paham setelah melihat itu Airyn?” tanya Merry dengan tatapan menyelidik, seolah ia menangkap apa yang ingin disampaikan oleh Merry pada diriny


“Apakah kau bermaksdu untuk menawarkanku berada disisi Hansell untuk menjadi sekretaris pribadinya?” tanya Airyn


“Tentu saja, bukankah kau sudah mengetahui jika kau adalah darah dagingku, bukan keturunan dari rahim Nyonya Charmilla, jujur saja perusahaan Petrov adalah sebagian dari kekayaan Farhaven yang hilang ditelan bumi, Petrov mengakuisisi semuanya untuk menyelamatkan perusahaan milik mertuanya, jika kau bertanya dimana perusahaan Farhaven itu semua adalah sebagian dari petrov, jadi sudah sangat jelas, jika kau menerima menjadi anakku, tidak ada hak mu atas perusahaan ini, dan tidak perlu repot menjadi Gadis Petrov, kau bisa mendaftar menjadi Sektetaris Hansell, dengan data baru yang sudah aku siapkan untukmu” ujar Merry kepada Airyn, membuat senyum mewah dari gadis itu terpampang sempurna


Sedari awal, nama keluarga Petrov adalah beban bagi dirinya, ia tidak bisa meninggalkan ini semua karna tuntutan yang ada dibalik surat kontrak itu, tapi kali ini perkataan Merry seperti sebuah jalan baru untuk hidup Airyn


“Tenang saja, kau adalah pemilik sesungguhnya dari kekayaan Petrov, hal yang baru saja aku sampaikan adalah, alasan untuk kau masuk kesana, tentu nantinya Hansell menagih sebuah alasan kenapa Nona Petrov bekerja sebagai sekretarisnya bukan” sahut Merry seketika, membuat Airyn mengerti akan apa yang disampaikan wanita itu


“Apa kau yakin membiarkan aku untuk melepaskan tanggung jawab ini Merry, apa kau yakin untuk menyelesaikan semua pekerjaan ini sendirian, kau tahu betul Berto sudah tidak ada lagi, dan aku tidak bisa membantumu, apa kau yakin?” tanya Airyn kepada wanita itu


“Apa kau meragukan otak ku? Bahkan tanpa bantuanmu aku mampu mengelola semua ini, jujur saja otakmu masih berada dibawahku” ejek Merry pada anaknya, membuat gadis itu tersenyum atas apa yang dilontarkan ibunya, entah kenapa Airyn mengerti jika Merry bertahan hingga hari ini adalah bentuk cinta sesungguhnya pada putrinya, sebuah cinta yang hadir tanpa syarat


“Merry apa aku boleh memelukmu” tanya Airyn dengaan sedikit gugup, membuat Merry terdiam akan hal yang baru saja diucapkan oleh putrinya


“Tentu saja” setelah mengucapkan itu, Airyn berlari kepangkuan Merry, seolah ia menancapkan rasa terimakasih yang dalam, seperti apa yang ingin dilakukan nya selama ini tercurahkan sudah, benar. Merry adalah ibu kandungnya, darah yang mengalir didalam tubuh Airyn hadir dari dirinya, untuk apa Airyn merasakan kesendirian atas sebuah kehilangan, jika sebenarnyanharta yang ia miliki tidak pernah meninggalkanya, yaitu Merry ibu kandungnya sendiri.


“Terimakasih atas semuanya, aku bangga terlahir dari rahim mu. Terimakasih sudah bertahan Merry…..tidak…tidak..ibu” ujar Airyn dengan gugup, membuat Merry meneteskan airyn mata dengan tawa bahagia, ia memeluk dalam tubuh putrinya, seolah kebahagian menjalar kepermukaan tubuh mereka, kekuatan yang saling menguatkan mengantarkan Airyn kepada sebuah rasa terimakasih yang dalam, bahkan ini kali pertama Airyn memberikan pelukan kepada Merry dan juga melontarkan panggilan ibu, seolah kebahagian yang ia nanti selama ini benar-benar membuat dirinya bahagia.


Kenapa kita tidak pernah berfikir jika sebenarnya orang paling menyayangi kita adalah orang yang tidak pernah meninggalkan kita? Kenapa kita sering mengabaikan kehadiran mereka? Bahkan tanpa sadar Airyn merasa bersalah atas semua sikap yang pernah ia lakukan kepada Merry.