
Hansell bekerja di kantornya, bahkan ia tengah mengadakan rapat dengan kariyawan untuk sebuah Brand baru yang akan mereka luncurkan, tentu saja ini merupakan tander bersekala besar yang tengaah di kerjakan perusahaan, bahkan Hansell tengah melihat presentasi dari para kariyawan yang akan mengeluarkan inovasi sebab profit bulan lalu sangat memuaskan. Seorang sekretarisnya memasuki ruang rapat, hingga megalihkan pandangan Hansell, bahkan membuat mata Hansell menajam melihat sikap sekretarisnya itu.
“Tuan Zaterius bersama istrinya menunggu anda di ruangan” serunya kehadapan Hansell degan penekanan rendah, membuat Hansell berdiri dari duduk seolah pergi begitu saja meninggalkan rapat yang tengah berlangsung, bahkan dirinya tidak mengatakan kata apapun hingga semua kariyawan menatap Hansell dengan bingung.
“Dimana mereka? Apa mereka seduah lama?” tanya Hansell seakan menambah kecepatan langkahnya dari biasa, membuat sekretarisnya perlu berlari untuk menyesuaikan diri dengan langkah Hansell.
“mereka di ruangan anda Direktur. Mungkin sekitar 15 menit yang laku mereka sudah menunggu disana” ucapnya, membuat Hansell menajamkan mata melirik gadis itu.
“Kenapa baru mengatakannya sekarang” degusnya seraya membuka handle pintu di ruang kerja, menampilkan Merry dan juga Zates yang berdiri di dalam sana, bahkan Hansell yang cukup terengah saat melangkah memasuki ruangan sambil menjabat tangan Zaterius dan Merry sebelum mendudukan diri di depan mereka.
“Apa kalian sudah lama menunggu?” tanya Hansell pada mertuanya, membuaat Merry mengelengkan kepala seraya mengangkat dagu menghadap Hansell.
“Bagaimana kabar Airyn? Apa dia baik-baik saja? Apa kau sudah memberikan dokter pribadi untuknya?” celetuk Merry dengan pertanyaan kearah Hansell, membuat Hansell menganggukan kepala membalas perkataan wanita itu
“Airyn baik-baik saja, akir-akir ini ia tengah melakukan olahraga yang cocok untuk kehamilanya, serta aku sudah menempatkan Dokter yang memeriksanya sekali 3 hari. Dokter bilang kandungan Airyn sehat-sehat saja. Dan sebentar lagi akan masuk 4 bulanan dan jika memungkinkan, mungkin kita bisa mengetahui jenis kelamin anak kembar di perutnya” jelas Hansell pada dua orang itu.
“Syukurlah jika Airyn baik. Semoga ia baik-baik saja sampai hari kelahiran” harap Merry atas putrinya, membuat Zates memandan wajah bahagia bercampur sedih yang terpampang di permukaan wajah istrinya.
“Apa kau sudah siap atas acara nanti malam?” tanya Zates pada Hansell, membuat Hansell menganggukan kepala dengan yakin atas apa yang sudah ia putuskan.
“Apa kau yakin Hansell?” timpal Merry kepada menantunya itu.
"Aku sangat yakin” seru Hansell ketika membalas perkataan Merry.
“Apa tidak masalah untukmu kehilangan semua ini, bukankah Tuan Hamillton memintamu untuk mempertahankan perusahaan bagaimanapun caranya, kau tidak lupa dengan apa yang di harapkan papamu bukan. Apa kau yakin Hansell? Jika kau tidak mau, kita bisa mencari jalan keluar lain” seru Merry ketika memberi usulan, membuat Zates memalingkan wajah pada Hansell, seolah ia juga setuju dengan argumentasi yang sama.
“Tenang saja Nyonya Merry, aku sudah memisahkan sahamku dan juga saham Angel. Semua saham perusahaan yang papa tingalkan sudah berpindah atas nama Angel, dan itu sudah sedari awal aku lakukan. Jadi apa yang aku lepaskan semata-mata hasil kerjaku sendiri dan juga apa yang aku dapatkan dari keluarga Farhaven semenjak bergabung di markas itu. Jadi itu tidak masalah, aku bisa memulainya dari nol lagi”
“Tapi akan sulit Hansell, jika perusahaan mu kau lepaskan. Bisa saja akan sulit untuk membuat inovasi baru degan perusahaan baru lagi. Merek yang sudah kau patenkan di perusahaanmu sangat menglobal sehingga itu termasuk kedalam hal yang di sayangkan jika hilang ke tangan orang lain dengan Cuma-Cuma” timpal Merry ketika menyanggah perkataan Hansell, membuat pria itu tersenyum atas perkataan ibu mertuanya.
“Itu tidak masalah, bahkan aku rela kehilangan semuanya, asalkan bukan Airyn. Jika dengan melepaskan semua itu aku bisa menyelamatkan Airyn dan menghancurkan Jilixing aku siap melakukanya” seketika Zates menahan Merry yang ingin menyanggah perkataan Hansell, rasanya percuma untuk bicara jika Hansell sudah sebulat ini untuk bertekad.
“Baiklah jika kau sudah siap. Acaranya akan kita lakukan nanti malam, kau akan menjadi center utama dalam pergerakan ini, untuk itulah siapakan dirimu baik-baik. Dan jangan sampai Airyn mengetahuinya, jika ia mengetahui hal ini mungkin semuanya akan gagal. Airyn mungkin akan menghancurkan Jilixing dengan tanganya sendiri, jika itu terjadi bisa saja Airyn melakukan sebuah kesalahan fatal yang akan membuat dirinya terlilit di dalam tangan Jilixing"
“Aku mengerti akan itu. Aku akan menidurkan Airyn sedari awal dan juga memperketat penjagaan untuknya di rumah. Terkait Frada apa dia bisa di percaya?” tanya Hansell pada dua orang di depanya, membuat Zates dan juga Merry saling bertatapan ketika meragu untuk bicara.
“Aku percaya pada kemampuanya dalam mengunakan teknologi, dan aku yakin apa yang ia dapatkan tentang Jilixing akan terputar di acara itu. Untuk itulah, kita harus saling percaya agar semuanya baik-baik saja”
Seru Zates pada Hansell, hingga perbincangan antara mereka berangsur semakin lama, bahkan membuat mereka menghabiskan berjam-jam ketika memeriksa beberapa data yang sudah di peroleh oleh Hansell, Zates sudah menyiapkan orang-orangnya yang mungkin akan berguna untuk menjatuhkaan Jilixing.
“Apa kau sudah menyingkirkan orangmu yang bernama Sabrina itu?” tanya Hansell ketika menatap kearah Zates, tentu saja beberapa dari kejadian yang menimpa mereka di ruang bawah tanah itu, Sabrina adalah orang yang ikut serta dalam memberikan gas bius untuk Merry, bahkan Sabrina juga yang mengendalikan orang Zates di ruang bawah tanah untuk berkhianat. Meskipun ia tidak mengotori tanganya, tetap saja Sbrina juga menjadi otak untuk Airyn mencari pengkhianat, dan Hansell menuntut untuk Zates membuang orang itu serta memberinya pelajaran.
“Aku belum melakukan apapun pada Sabrina” balas Zates seketika, membuat tubuh Merry menegang mendengar apa yang di katakan oleh Zates, kenapa ia tidak memberi Sabrina pelajaran atas apa yang sudah di lakukanya pada Airyn, jika bukan karna Sabrina, Airyn tidak akan memiliki wadah untuk melakukan hal mengerikan itu.
Apa karna Zates mulai memiliki perasaan pada gadis itu, sehingga ia tidak tega untuk menghukumnya, sebab sangat jarang seorang Zates akan bertoleransi sebesar ini pada orang-orang yang tidak sesuai dengan prinsipnya. Rasanya ada sesak yang mulai menyakiti dada Merry, membuat wajahnya mengelap saat menarik nafas dengan berat, Hansell menyadari hal itu dari ibu mertuanya, sedangkan Zates sangat sibuk dengan berkas-berkas di tanganya, Merry mengepalkan tangan untuk bangkit dari sana, ia perlu ruangan untuk mengontrol gejolak emosi yang ia alami.
“Apa maksud sikap anda barusan , apakah cara kekanak-kanakan seperti itu pantas di lakukan oleh orang yang sudah berumur seperti kalian” hinanya dengan tatapan merendahkan, membuat Zates mengelapkan wajah ketika menatap kearah Hansell. “Katakan yang sebenarnya? Kenapa kau mempertahankan wanita yang tidak berguna itu” sambung Hansell saat menanyakan maksud dari Zates.
“Kenapa aku mempertahankan wanita yang tidak berguna? Ya tentu karna dia berguna bukan!! Kenapa kau masih bertanya lagi, jika sudah mengetahui maksudnya”
Baru saja Hansell ingin membantah, Merry berjalan menghampiri mereka, membuat Hansell diam seolah tidak ingin merusak hubungan mereka, bahkan mereka kembali seperti biasanya seraya berdiskusi beberapa hal akan Jilixing dan juga perusahaanya.
Setelah beberapa saat mencapai kesepakatan, pasangan itu pergi dari kantor Hansell, bahkan Zates berjalan menyamai langkah Merry yang sedikit kecil dari langkahnya, tentu sedari keluar dari kantor itu Merry hanya diam tanpa bicara apapun, rasanya ia malas saja untuk menanyakan apapun pada Zates, bahkan Merry hanya fokus untuk pulang sesegera mungkin.
Airyn bersama dengan orang-orangnya itu berjalan menuju lift khusus yang di miliki Hansell, matanya melirik kearah belakang yang dirasa seseorang yang ia kenal, bahkaan Airyn rasanya familiar dengan postur tubuh wanita dan pria itu, namun Airyn memilih memasuki lift sebab sudah terbuka lebar untuk dirinya, wanita yang tengaah hamil dengan perut membuncit bahkan beratnya saja sudah hampir 20 kilogram untuk bertambah, bisa di bayangkan seberapa besarnya badan Airyn yang montok dengan perutnya yang melendung, tentu saja dua janin di dalamnya membuat perut Airyn di usia kehamilan 4 bulan sudah sangat besar dari ibu biasanya.
Membuat ia super hati-hati untuk berpergian dan juga melakukan aktitas, tentu saja Airyn membawakan makan siang untuk suaminya sebab ia juga ada pertemuan penting dengan Darrel, dan Airyn ingin melakukanya bersama dengan Hansell, setidaknya ia bisa membantu dengan cara mengemukakan pendatan dan juga membantu Darrel terkait permasalahan, bagi Airyn bantuan seperti itu tidaklah berat.
“Apa Hansell punya tamu di dalam?” tanya Airyn kepada sekretaris wanita yang mengenali dirinya.
“Tidak Nyonya, silahkan masuk” ujarnya saat berlari membukakan pintu ruangan untuk Airyn, tentu dengan senang hati Airyn mengucapkan terimakasih seraya masuk keruagan Hansell, betapa kagetnya pria itu saat tumpukan kertas atas laporan terkait Jilixing bertebaran diatas meja, dan istrinya berada di ambang pintu, dengan segera Hansell merangkap seluruhnya bahkan menajdi jajaran dokumen yang berantakan, ia mengumpukan seluruh laporan itu untuk di rapikan hingga tidakbbersisa di atas meja.
“Sayang, kenapa kau terlihat kaget sekali. Apa aku menganggu?” tanya Airyn pada suaminya, membuat Hansell berdiri seraya memindahkan laporan itu pada sekretarisnya, bahkan saat Hansell memberikan tumpukan berkas pada sekretaris wanitanya, ia menatap panjang seolah mengancam untuk mengamankannya.
“Letak di tempat yang aman” tekanya pada wanita tu, hingga suara pelan yang Hansell teagsnya membuatnya mengerti untuk membawa laporan itu pergi.
“Sayang, kenapa kau ke kantorku. Bukankah sudah aku bilang banyak diam dan duduk di rumah saja” seruyan seraya membantu Airyn untuk duduk di sofa.
Hansell membaantu Airyn secara perlahan, agar Airyn tidak merasa keberatan, bahkan pria itu mencoba selembut mungkin membuat istrinya tersenyum pada Hansell.
“Kenapa kau kesini?” tanya Hansell seraya mengusap perut istrinya, bahkan ia merasakan ada detakan di perut itu yang mampu mendegupkan jantungnya, mungkin karna Airyn kelelahan ketika berjalan membuat mereka juga ikutan bergarak di dalam sana.
“Apa kau capek, tunggu sebentar aku ambilkan minum” Hansell beranjak kearah meja yang ada di kantornya, menuangkan air ke gelas bening untuk di berikan pada istrinya, Hansell menyodorkan gelas itu seperti biasanya hingga Airyn meneguknya sampai tandas.
Setelah selesai Airyn mengeluarkan tentengan di tanganya untuk di sodorkan pada Hansell. “Ini makan siangmu, aku yakin kau belum makan siangkan” serunya kepada pria yang saat ini terlihat sendu menatap wajahnya.
“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Hansell ketika menyibakan rambut istrinya kebelakang, sambil menyelisik wajah cantik yang terlihat berisi dan cantik seperti yang Hansell inginkan.
“Aku menelfon sekretarismu, aku menanyakan apakah kau sudah makan siang, sebab kau tidak membalas pesanku. Jadi dia mengatakan kau melewatkan makan siangmu karna bekerja dengan klien yang sangat penting, jadi aku bergegas membuatkan makanan dan mengantarnya kesini, ternyata saat aku sampai kau masih bekerja. Kenapa kau sibuk sekali akir-akir ini, sampai makanpun membuatku khawatir sebab selalu di telatkan dan kadang melewatkan makan siang” protes Airyn saat menatap mata suaminya dengan mata membesar dan perasan jengkel, membuat Hansell tertkekeh ketika mengecup kening istrinya yang begitu cantik saat jengkel.
“Bisakah kita mengadakan pesta pernikahan?” tanya Hansell pada istrinya ketika mengalihkan pembicaraan, membuat Airyn tertawa atas pertanyaan yang entah berapa kali ia dengar.
“Bukankah kau ingin kita melahirkan anak dulu, baru melakukan pesta pernikahan dengan mereka yang menjadi saksi, jika kau tidak sabaran lagi ayo kita lakukan sekarang” ujarnya ketika membalas pertanyaan Hansell yang di tawarkan.
“Aku mau sekali melakukanya sekarang, tapi kau akan kelelahaan untuk berjalan dan aku tidak ingin pernikahan kita malah membuat kondisi bayi menjadi terluka”
“Lalu apa maumu, berulang kali menawarkan pesta pernikahan, disaat aku menyetujuinya kau malah membantah. Dasar menyebalkan” dengus Airyn saat mengusap perutnya, membuat Hansell begitu gemas akan tingkah istrinya yang suka sekali marah-marah.
“Nanti kita lakukan disaat tidak ada kendala saja, yaa..” seru Hansell dengan manja, namun Airyn mengerucutkan bibir untuk berpaling, ia benar-benar kesal pada suaminya, tapi apa yang Hansell katakan sangat benar, jika Dokter juga menyarankan Airyn tidak boleh terlalu sibuk, jika benar mereka mengadakan upacara pernikahan tentu saja Airyn akan sibuk bukan, karna ia sangat ingin pesta pernikahanya di hadiri banyak orang yang ikut menyaksikan mereka berdua, sayangnya sangat tidak memungkinkan menyambut tamu di saat kondisi Airyn hamil anak kembar.