
Berto terlihat gusar di meja kerja yang berada di luar ruangan Airyn, ia seakan tak tenang setelah mengirim email kepada orang yang berada di balik surat kontrak itu, entah kenapa rasanya Berto sangat gugup kali ini, bagaimana pun dia sudah bersama Nona Petrov sedari lama, bahkan Berto sudah merasa dekat dengan gadis itu, meskipun kadang sikap dewasa Airyn membuat Berto lupa bahwa Nona Petrov masih remaja, namun kadang itulah sisi istimewa nya, semua kenangan itu teringat jelas, namun sekarang diri nya harus mengantarkan Airyn ke sarang harimau, karna inilah tugas Berto sesungguh nya.
“Nona Airyn” Berto menundukan kepala 90 derajat dari biasa nya, tentu saja itu tundukan hormat yang di berikan untuk Nona Petrov,
Airyn berhenti sejenak memandang ke arah pria itu dengan tatapan tajam, diri nya berlalu ke arah depan di ikuti dengan langkah Berto yang terlihat semakin gugup tak karuan, di bassement Airyn ingin membuka pintu mobil yang akan di tumpangi nya, namun Berto dengan cepat membuka pintu mobil untuk Airyn, membuat gadis itu menatap panjang ke arah Berto yang terlihat semakin gugup dengan seluruh sikap yang di tampilkan.
“Kendalikan dirimu” seru Airyn dengan tegas ke arah Berto, tatapan tegas nya memancarkan penguatan untuk pria itu agar menghilangkan kecemasan yang melanda.
“Baik nona” balas Berto saat menekuk wajah nya di hadapan Airyn, seketika saja Airyn memasuki mobil hingga menempatkan diri posisi, Berto dengan cepat menutup pintu belakang dan mengendarai mobil, diri nya melajukan mobil itu ke jalan raya yang sangat sepi oleh kendaraan, di tengah perjalanan keadaan masih saja hening, tak seperti Airyn biasa membuat Berto semakin binggung dalam posisi.
“Apa kau sudah mengirim email nya?” tanya Airyn hingga memecahkan keheningan mereka
“Sudah Nona” balas Berto saat melirik ke arah kaca depan, menyaksikan gadis itu duduk dengan tenang di kursi belakang
“Kenapa kau mengajak ku berputar-putar, bukan kah seharusnya kau membawa ku ke lokasi pertemuan itu Berto” seru Airyn dengan nada dingin senada dengan lirikan nya ke arah mata Berto yang terpancar di kaca itu, menyadari mata dingin itu menatap nya kembali, seketika Berto megalihkan pandangan ke arah depan
“Maaf Nona, sesaat saya lupa jalan, petunjuk arah nya membuat saya sedikit keliru. Sekali lagi maafkan saya Nona ” seru pria yang sedari tadi gugup di posisi depan.
“Berto, aku tidak memiliki waktu bermain-main lagi, cepat antarkan aku pada nya” kesal Airyn dengan nada meninggi, membuat Berto tertegun dengan apa yang di ucapkan gadis itu
“No..nona..” seketika kalimat nya berhenti setelah melihat tatapan mata Airyn dari pantulan kaca depan yang semakin menegas“Apa anda sudah mengetahui semua nya?” tanya Berto dengan suara berat bahkan gemetar, membuat Airyn menaikan satu alis hingga menatap sinis
“Apa kau fikir aku bodoh!!” sambung nya dengan kata pasti, membuat mobil itu terhenti tepat di tengah jalan, karna Berto merem mobil secara mendadak, bahkan tubuh Airyn tersentak ke arah depan.
Seketika saja suara gemericik benda keluar dari pinggang Airyn yang di tutupi blazer hitam yang dia kenakan, sebuah senjata yang di todong ke kepala Berto, membuat pria itu terdiam dengan apa yang dilihat nya, Airyn menodong Berto dengan pistol agar pria itu tidak menoleh ke arah belakang, bahkan membuat Berto tak mampu melawan dan menolak.
“Kendarai mobil ini dengaan cepat, atau kau akan mati di tengah jalan” seru nya dengan nada tegas “Aku tidak ada waktu lagi untuk bermain-main dengan mu Berto, antarkan aku ke lokasi nya sekarang juga!” teriak Airyn dengan nada tinggi, seakan mata nya jeli melihat ke arah lain, bahkan Airyn menyadari sedari tadi mereka di ikuti dengan hati-hati
“Se…sejak kapan anda mengetahui nya?” tanya Berto dengan nada gugup, bahkan tubuh nya saja sudah tak bernyali untuk menoleh ke belakang
“Sejak kematian Tuan Hamillton, kau yang membunuh nya bukan!” seketika saja tuduhan Airyn di balas bungkam oleh Berto “sekarang kendarai mobil ini dengan cepat, atau kau akan mati disini” seru Airyn dengan nada tinggi, sebab sedari tadi mereka telah di amati oleh orang asing yang mungkin saja suruhan orang di balik surat kontrak
tersebut.
“Lebih baik aku mati disini” seru Berto dengan takut, ia mengerti jika saat ini dia tidak melaksanakan tugas dengan baik, nyawa nya akan terengut, jika Berto tidak mengantarkan Airyn kepada orang itu, mungkin dari kiri dan kanan semua peluru akan menghancurkana kepala nya, namun Berto tidak menyesali nya, sebab sedari awal dia sudah terlibat dengan semua ini, dia telah mengkhianti Nona Petrov namun gadis itu tetap saja membiarkaan nya hidup, bahkan gadis itu tidak berubah sedikit pun, Berto merasakan penyesalan akibat apa yang dia lakukan, penculikan Angel sebenar nya campur tangan Berto, sebab dengan penjagaan ketat yang di lakukan di rumah Hamilton sangat kecil kemungkinan berhasil jika orang dalam tidak terlibat, hal itu ulah Berto, ia terpaksa mengkhianati Airyn sedari awal sebab diri nya juga terlibat dengan pembunuhan Tuan Petrov, hingga Berto bekerjasama dengan orang yang berada di balik surat kontrak itu untuk menutupi aib nya, awal nya Berto ingin menyudahi tugas memata-matai Airyn dan menjadi kaki tangan orang itu disisi Airyn, namun ia terlanjur terlibat untuk membunuh Tuan Hamilton, sebab jika Berto tidak melakukan nya, orang itu akan membuka fakta kematian Tuan Petrov bukan pada Airyn saja melainkan dunia.
“Kau dengarkan aku!!! Aku sudah mengetahui semua nya!! Aku tau apa yang sudah kau lakukan selama ini!! Jadi kau harus tenang Berto! Tetap lah di posisi mu, antarkan aku dengan baik ke tempat orang itu, apa kau fikir kau akan aku maafkan jika bekerja setengah-setegah” teriak Airyn ketika waktu nya semakin mepet, bahkan diri nya telah menerka orang diseberang sana telah menarik pelatuk untuk menghabisi Berto jika mobil ini tidak bergerak dalam beberapa menit kedepan
“Aaa….aaku tidak bi…sa!! Apa anda gila, bagaimana bisa saya melakukan nya lagi, lebih baik saya mati” tutur Berto dengan suara gemetar, bahkan diri nya tak peduli lagi dengan apa yang terjadi, akibat rasa bersalah yang menjelma membuat Berto tak habis fikir bagaimana bisa Nona Airyn tahan menjalani hidup dengan menatap wajah nya setiap hari jika selama ini dia mengetahui fakta tersebut
“Berto!! Apa kau fikir aku memaafkan mu dengan membiarkan mu hidup sampai hari ini! Aku menghukum mu!! Bagaimana rasa nya menerima fakta aku memperlakukan mu dengan baik setelah aku mengetahui fakta kau menjadi kaki tangan nya, aku menghukum mu atas semua kesalahan yang kau lakukan, bukan kah kau harus mendengar banyak hal dari ku, apa kau yakin ingin mati secepat itu” ancam Airyn ke arah pria yang mulai pasrah terhadap nyawa nya
“Bagaimana bisa anda mengetahui nya!!” bentak Berto dengan penuh pertanyaan.
“Dia mengetahui semua nya, bagaiman bisa” gumam Berto dengan rasa takut yang semakin menjelma, perlahan Berto berfikir dalam beberapa waktu, ia mengendalikan diri untuk mengetahui lebih banyak, Berto meraih stir dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang, sedangkan Airyn masih setia dengan todongan pistol nya, bisa saja pria itu melakukan hal yang tak terduga jika ancaman tersebut di sudahi
“Bagaimana bisa anda mengetahui kematian Tuan Petrov?” taya Berto sekali lagi saat mata nya tak karuan melirik-lirik Airyn
dari arah kaca depan.
“Aku tidak bodoh, kau fikir orang mana yang bisa menyentuh ayah ku jika bukan orang dalam tidak terlibat, aku memang melupakan beberapa masa lalu ku, aku menyadari hal itu. Tapi aku yakin hal yang ku lupakan itu berhubungan dengan orang yang berada di balik surat kontrak bukan!! Kau fikir siapa yang bisa mengendalikan aku jika bukan orang yang berada didekat ku, begitupun dengan ayah ku!! jika orang dekat tidak terlibat ia mungkin tidak akan meninggal! Aku memiliki seorang anak buah untuk melacak keberadaan orang yang berada di balik surat kontrak itu meskipun begitu hingga saat ini kami tidak menemukan apa-apa, dia memberikan sebuah bukti tentang semua hal yang sudah aku curigai, bahwa kau terlibat atas semua yang terjadi. Aku sudah menyiapkan diri jika suatu saat terbukti antara kau dan Merry terlibat atas semua situasi ini, dan ternyata dugaan ku semakin benar dengan semua kekacauan yaang terjadi, kau lah dalang atas semua yang terjadi di hidup ku!! ” tegas Airyn dengan amarah yang tidak tertahan, meskipun tatapan nya membunuh namun Airyn menahan diri untuk menjaga nyawa Berto, sebab hanya Berto jalan satu-satu nya untuk mengantarkan Airyn kepada orang itu.
“Lalu kenapa anda masih membiarkan ku hidup, kenapa!! Kenapa anda membiarkan ku semakin jauh terlibat!!” bentak Berto, dengan rasa amarah akan diri nya yang selalu berada di bawah ancaman
“Lalu apa yang bisa aku lakukan! Kau kunci satu-satu nya mengantarkaan ku pada dia!” balas Airyn dengan tersenyum sungging, bahkan hal itu membuat Berto merinding
“Anda mengetahui nya selama ini, anda membiarkan hal itu terjadi, bukan malah mencegah anda membiarkan nya saja, agar aku semakin terlibat. Dan semakin merasa bersalah bukan!!” teriak Berto ke arah Airyn, membuat gadis itu tak tahan dengan ucapan angkuh yang di katakan Berto
pada nya.
“Kenapa kau meninggikan suara mu padaku!! Apa kau fikir dirimu pantas untuk itu! Haaa!” bentak nya dengan tidak tahan lagi “Benar!! Aku membiarkan kau melakukan semua nya, bukankah ini yang kau inginkan, aku ingin menjadi penjahat bukan, kau ingin membunuh bukan!! Aku memberikan mu kesempatan! Untuk apa aku memperbaiki kesalahan orang yang sudah membunuh ayah ku! Apa kau fikir aku ini wanita mulia!! Jika aku bisa membunuh mu aku sudah membunuh mu, tapi dengan mengakiri hidup mu itu akan menghentikan penderitaan mu, aku membiarkan kau di posisi ini, menjadi orang dalam dan memata-mataiku, bahkan aku membiarakan kau membunuh, agar kau mengerti bagaimana mengerikan dirimu ini!” Bentak Airyn dengan geram nya
“No..nona Petrov. Anda mengerikan” seru Berto dengan nada takut
“bukan kah kau mengetahui itu, kenapa kau kaget sekali Berto, kau sudah bersama ku semenjak aku di lahirkan, bagaimana bisa kau baru menyadari sekarang” balas Airyn
dengan seringai tajam, membuat berto merinding tak karuan, rasa takut tak mampu di elakan lagi
Mobil itu masih saja melaju di tengah gelap yang sepi, bahkan mereka di ikuti tak membuat Airyn gentar dan takut, gadis itu sudah menyiapkan diri untuk keadaan ini, jika dirinya harus mengakiri semua nya, Airyn juga harus mengakiri sandiwara nya bukan.
“Jelaskan pada ku, apa masa lalu yang tidak aku ketahui itu Berto? ” ancam Airyn dengan nada ganas “Aku tau semenjaak kematian ayah ku ada hal yang kalian hapus dari ingatan ku bukan! Cepat katakan, apa itu” bentak Airyn dengan penuh ancaman, Namun Berto hanya diam saja, setidak nya ia tidak ingin mengatakan hal apapun, ia mengerti selama ini dirinya dipelihara oleh gadis ini hanya untuk dijadikan umpan saja, namun lain dari semua itu, Berto tidak bisa mengatakan fakta sesungguh nya.
“Apa kau fikir aku akan memberitahu mu semudah itu” balas Berto dengan senyum sungging ke arah Airyn
“begitukah!! Bagaimana dengan keadaan ibumu yang ada di perdesaan Berto! Apa kau tidak kasihan dengan beliau” tutur Airyn dengan ancaman, membuat Berto tak menyangka dengan ucapan gadis itu.
“Bajingan! Bagaimana bisa kau mengetahui nya” teriak Berto ke arah Airyn, tubuh nya semakin gemetar tak karuan, sebab setelah dunia kejam yang di selami nya, Berto menyembunyikan orang berharga di hidup nya itu, kenapa bisa gadis tersebut mengetahui tentang keberadaan ibu nya, membuat Berto tak mampu lagi untuk memilih.
“Aku mohon!! Lepaskan ibu ku!! Aku memohon” pinta nya dengan putus asa, bahkan nada gemetar nya terdengar ketakutan, dan juga air mata berlinang di mata pria tersebut
“Apakah ayahku dulu pernah memohon?” tanya Airyn ke pada Berto, membuat pria itu terdiam tanpa suara, dia mengingat jelas bagaimana pembunuhan Tuan Petrov di masa lalu
“Kau bahkan tidak mengindahkan permohonan ayah ku, dan sekarang kau ingin aku mengindahan permohonan mu, apa kau fikir itu semua adil Berto! Aku tidak menyangka kenapa ayah ku terlibat dengan manusia rendahan seperti mu, manusia yang melakukan pekerjaan dengan cara kotor, aku tidak habis fikir bagaimana bisa kau di anggap manusia, dasar sampah!!” bentak Airyn dengan rasa terluka, dirinya sudah menahan air mata sedari tadi, namun entah kenapa kehidupan selalu saja mengecewakan, Airyn melepaskan todongan yang ditegaskan, ia bersandar dengan pasrah, dia tidak ingin lagi melakukan apapun.
“Kau silahkan memilih, kau keluar dari sini dan nayawa mu sampai disini saja, atau kau melakukan pekerjaan hingga selesai” seru Airyn dengan tidak berdaya.