Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Tidak menyangka




“Dikra” lirih nya dengan suara pelan


“apa kau tidak merindukan ku” seru pria itu kepada sahabat nya


“ada apa ini?” balas Hansell dengan begitu bingung “kenapa kau disini? Ada apa dengan semua ini?” tanya nya dengan nada tinggi yang dirundung kesal bahkan fikiran nya meraja lela kemana-mana.


“tenanglah Hansell” Dikra meraih pundak Hansell untuk menenangkan nya, dia mengambil remot untuk menyalakan layar tv besar dihadapan Hansell. Seketika layar itu menyala, membuat Hansell lebih tidak percaya Airyn disana.


“Airyn” lirih nya dengan mata yang bergetar


“Hansell apa kau baik-baik saja?” tanya gadis itu dengan penuh peduli


“ada apa dengan semua ini? Apa kalian mempermainkan ku” bentak Hansell kepada kekasih nya yang berada didalam layar tersebut


“Hansell maafkan aku” Airyn begitu takut menatap ke arah pria nya, dia tau Hansell pasti sangat kecewa dengan semua yang dihadapi nya hari ini, namun Airyn tidak dapat melakukan apa-apa lagi selain menyembunyikan semua nya


“ada apa ini? Airyn. jawab aku” bentak nya dengan penuh emosi


“Hansell, maafkan aku, aku tidak punya pilihan selain menyembunyikan ini semua dari mu, sebenar nya aku sudah menduga hal ini akan terjadi, aku sudah menduga setelah kepergian ku ke Irlandia, orang yang berada dibalik surat kontrak itu akan menghabisi mu dan Angel, karna aku sudah mengalami hal seperti ini bertahun-tahun, aku mengerti dia akan menghancurkan orang terkasih musuh nya, dan saat ini kau sudah menjadi sasaran nya, tentu saja Angel didalam bahaya, aku yang menculik Angel untuk mengagalkan rencana nya, saat aku kembali ke Irlandia saat itu ajudan ku, aku kirim ke Amerika, aku tidak bisa berkomunikasi melalui telepon sebab hal itu akan terlacak oleh nya, aku menyuruh mereka untuk menculik Angel dan dibawa ke Irlandia, beruntung saat itu aku tidak telat, jika saja aku telat aku akan sangat menyesal, mereka hampir saja berhasil, hanya saja saat itu, orang ku datang mencegah semua nya, karna itulah aku membawa ngel ke Irlandia” jelas Airyn kepada Hansell


"jika kau ingin membawa nya ke Irlandia, kenapa Harus menculik nya?" geram Hansell kepada kekasih nya "apa kau tidak tau apa yang aku rasakan saat angel diculik!!"


"maafkan aku Hansell, hanya ini cara satu" nya, sudah aku katakan, aku tidak bisa menelfon karna hal itu akan terlacak, jika aku menelfon Angel untuk kembali ke irlandua, itu akan memakan waktu terlalu banyak, dan kemungkinan gagal sangat lah besar, aku terpaksa melakukan nya dengan cara diam-diam agar tidak terlacak, dengan menyembunyikan identitas penculik nya hal itu dapat mengkelabui langkah mereka" jelas airyn dengan begitu gugup


"airyn tapi ini.." belum sempat Airyn melanjutkan perkataan nya


“kakak” gadis itu, yaitu adik kandung nya menyapa Hansell dengan penuh bahagia, dia berada disamping Airyn dengan baik-baik saja, membuat dada Hansell longgar dari ikatan sesak nya


“Angel, kenapa kau kesini?” seru Airyn memutus sapaan adik ipar nya


“aku hanya ingin menyapa kakak, aku akan pergi kak” tutur Angel dengan senyum manis nya "Kakak, aku baik-baik saja, aku senang sekali berada di irlandia" sambung nya ke arah Hansell, seketikaa gadis itu pergi dan beranjak dari sana, dia menutup pintu dari arah luar, namun dibalik pintu itu, Angel sudah mendengar semua nya, ternyata nyawa nya terancam, dan Airyn telah menyelamatkan nya, pantas saja hari ini dia berada di Irlandia, membuat Angel berterima kasih kepada tuhan sudah mengirim Airyn kedalam kehidupan nya, terlihat jelas bagaimana cemas nya wajah Airyn saat Angel membuka mata nya, dengan cepat Airyn memluk Angel, membuat gadis itu bingung dimana dirinya berada, Angel sudah berusaha bertanya, namun Airyn meyakin kan nya untuk percaya, karna itulah Angel tidak berani lagi mempertanyakan apa-apa, hingga tanpa senagaja dia mendengar semua nya.


“apa Angel baik-baik saja?” tanya Hansell


“dia baik, meskipun aku sedikit kesulitan untuk menjelaskan keadaan sekarang” tutur nya dengan senyum yang dipaksakan


“apa kau baik-baik saja?” tanya Hansell


dengan nada rendah nya.


“tentu saja” balas Airyn dengan air mata yang berkaca-kaca


“terimaksih, aku sudah mengerti, aku titip Angel Ryn” tutup nya, seketika Hansell meraih remot yang berada ditangan Dikra dan mematikan layar tersebut.


mata nya memandang tajam ke arah sahabat nya, dia mungkin memahami jika ini semua ulah Airyn untuk menyelamatkan nya, namun kehadiran Dikra saat ini diluar akal sehat nya, bagaimana bisa ini semua terjadi tanpa ada angin, bagaimana bisa ini terjadi secara tiba-tiba, bahkan bagaimana pun Hansell memikirkan nya, dia tidak bisa memahami kenapa Dikra terlibat dengan semua ini


“tidak kah kau menjelaskan sesuatu pada ku?” tutur Hansell dengan nada dingin nya, seketika saja Dikra tersenyum dan menyuruh semua orang meninggalkan nya bersama Hansell, mereka semua berlalu memasuki suatu ruangan yang berada di dalam sana, hingga Hansell dan Dikra mendudukan diri secara bersamaan, pria itu tersenyum ke arah Hansell, membuat Hansell menatap dengan tajam membalas sapaan ramah dari teman lama nya.


“hei..jangan seperti itu, kau mengerikan sekali, Aku akan menjawab semua nya” sambung Dikra, seketika mereka mendudukan diri dengan posisi nyaman


“aku melakukan pekerjaan untuk balas dendam” balas pria itu dengan nada santai nya.


“balas dendam apa?” tanya Hansell dengan bingung


“terlalu panjang untuk aku jelas kan, singkat nya aku terlibat dengan orang yang berada dibalik surat kontrak yang mengendalikan Airyn” jelas nya sambil memandang ke arah Hansell


“apa maksud mu?”


“Hansell, papa ku sudah meninggal” seru Dikra dengan suara sedih nya, bahkan dia menekuk sedikit kepala nya disaat suara nya berseru menjelaskan


“apa maksud mu, Tuan William meninggal, kenapa kau tidak menghubungi ku?” tanya Hansell dengan begitu kaget nya


“papa ku meninggal 3 tahun lalu, saat itu aku berada diposisi sulit, aku mengetahui papa ku menginggal semua nya karna Airyn, dia mengatakan pada ku, bahwa papa ku meninggal karna dirinya, tentu saja aku tidak bisa memberi tahu mu, lantaran kau begitu mencintai nya, bahkan aku tidak bisa memberitahu mu semua nya karna aku akan membunuh wanita yang kau cintai, ditambah kau tidak pernah kembali lagi ke Irlandia membuat aku semakin membenci wanita itu, aku sudah menyusun siasat membunuh nya, bahkan aku hampir berhasil untuk itu, hanya saja keadaan berbalik kepada ku, aku juga berada diambang kematian saat itu, namun Airyn, dia menyelamatkan ku” tutur Dikra saat fikiran nya mengingat kembali kejadian 3 tahun lalu


Kala itu, disebuah rumah kosong, Dikra menculik Airyn dengan paksa dia membawa gadis itu kesebuah rumah yang terbang kalai untuk menyiksa nya, namun tanpa sengaja Dikra menusuk Airyn dengan pisau, membuat Airyn meringis kesakitan, tentu saja orang yang berada di belakang surat kontrak tidak terima dengaan semua yang terjadi kepada gadis Petrov, dia sudah mengikuti dan memantau segala nya, hingga pada akirnya, seorang pria asing datang entah dari mana, menghampiri Dikra dari arah belakang, dia membawa suntikan kecil untuk ditancapkan kepada tubuh pria itu, namun dengan tertatih Airyn mendorong Dikra hingga gadis itu mendapatkan suntikan ditelapak tangan nya, membuat orang asing tersebut beranjank dari sana, sampai Merry dan Berto menghampiri Airyn dan bergegas melarikan nya kerumah sakit.


“tubuh Airyn disuntikan dengan racun yang membuat siapa saja terkena akan mati secara perlahan dengan rasa sakit yang menjalar kedalam tubuh nya, bahkan racun itu dapat menghancurkan seluruh organ didalam tubuh selama 24 jam kedepan, membuat aku sangat tidak percaya dengan apa yang terjadi saat itu, saat itu fikiran ku hanya bertanya, kenapa dia menyelamat kan ku, dan ada apa yang sebenar nya terjadi?” tutur Dikra ke arah Hansell, membuat tubuh Hansell merinding saat mendengar Airyn pernah mengalami hal itu, pantas saja di perut bagian kiri nya ada bekas luka, namun saat itu Hansell mengabaikaan nya, sebab bekas nya sudah tersamari


“untung saja, orang yang berada dibalik surat kontrak itu memberikan penawar nya, hingga Airyn baik-bak saja, dan untung saja tusukan ku tidak terlalu dalam, jika tidak mungkin aku sangat menyesal kepada Airyn dan kay Hansell, setelah dia bangun aku menanyakan semua nya, hingga Airyn menjelaskan nya, bahwa yang membunuh ayah ku bukan dia melainkan orang yang berada dibalik surat kontrak yang selama ini mengendalikan nya, hanya saja semua terjadi juga sebeb dirinya, setelah perusahaan mu dipindahkan ke Korea, papa ku sangat berambisi, dia ingin menepati posisi pertama, dia menghalalkan segala cara, bahkan dia menghianati Airyn hingga menjatuhkan nya, Bahkan merencanakan sesuatu yang buruk kepada gadis itu, hingga orang yang berada dibalik surat kontrak menargetkan papa ku untuk menghabisi nya, Airyn sudah berusaha menyelamatkan papa ku, lantaran dia memiliki hubungan baik dengan beliau, hanya saja takdir berkehendak lain, Airyn terlambat datang ke lokasi kejadian, papa ku meninggal ditengaah perjalanan” Jelas Dikra dengan keperihan yang dirasakan, tentu saja Hansell tidak percaya dengan semua nya, dia tidak menyangka situasi seburuk itu, sampai dia tidak mengetahui perkembangan apa-apa, sebab setelah dia datang ke Korea, Hansell hanya sibuk dengan kehidupan baru nya, dia benar-benar meninggalkan Irlandia dengan seluruh kenangan nya, bahkan Hansell tidak menyisihkan apapun kecuali perasaa nya terhadap Airyn


“maafkan aku” lirih Hansell dengan wajah yang ditekuk, tampak jelas ada penyesalah yang mendera perasaan nya


“kenapa kau minta maaf, aku sudah mengerti semua nya, aku sudah paham betapa bahaya nya keadaan mu dan Airyn, seharus nya kau memprihatinkan dirimu sendiri” tutur pria itu kearah Hansell


“apa kau baik-baik saja?” tanya Hansell


“apa maksud mu?”


“apa kau baik-baik saja setelah ayah mu meninggal?”


“bagaimana bisa aku baik, bahkan sampai saat ini dendam ku tidak pernah padam, aku harus membalas kan semua nya, aku tau papa ku melakukan kesalahan terhadap Airyn, hanya saja semua ini tidak setimpal dengan nyawa nya”


“kenapa kau bisa berda disini sekarang?” tanya Hansell seolah dia tidak ingin menghidupkan api kesedihan lebih dalam dari Dikra, bagaimana pun Hansell mengenal pria itu, dia akan baik-baik saja jika seseorang dapat mengendalikan dirinya, namun Dikra akan lebih terluka jika Hansell terus-terusan mencerca penderitaan yang dihadapi nya


“aku selama ini menyelidiki nya secara diam-diam, dan Frada itu adalah orang Airyn, dia juga memiliki kisah yang hampir sama dengan ku, dia yang membantu segala hal untuk melacak orang itu, namun sampai sarang kami tidak mendapatkan identitas nya, hanya sepengal informasi dasar saja, saat Airyn kehilangan ingatan, aku tidak ingin menceritakan apapun tentang mu, karna itu akan menyeret mu kedalam masalah ini, namun takdir memang tidak dapat dipilih, kalian bertemu kembali membuat dirimu terlibat dengan semua hal, bahkan sekarang kau malah menjadi bebanku Hansell” tutur Dikra dengan nada mengejek


“apa maksud mu, aku tidak pernah memberatkan hidupku pada mu”


“saat Airyn kembali ke Korea, aku juga kesini untuk memantau keadaan, bukan kah kau sudah mengetahui bahwa gadis itu kesini untuk melindungi mu, apa kau fikir dia melindungi mu dengan tangan kosong, jangan bodoh! Gadis mu lebih licik dari yang kau bayang kan, semua yang terjadi hari ini adalah ulah nya, jika dia tidak menyuruhku melacak apartemen dan semua tempat mu, apa kau fikir aku akan tau kalau apartemen mu ditanam alat peledak, bahkan jika aku tidak jeli mungkin saat ini aku tengah berduka kehilangan sahabat ku” tutur nya dengan senyum sungging ke arah Hansell


“jadi maksud mu, Airyn sengaja menculik adik ku karna mereka sudah merencanakan itu semua, dan mengagalkan rencana orang itu?” seketika Dikra menganggukan kepala


“dan dia yang mengetahui bahwa aku juga menjadi sasaran, karna itulah dia tahu bahwa apartemen ku sudah dipasang alat peledak?” sekali lagi Dikra menganggukan kepala dengan yakin nya


Membuat Hansell tertegun, bagaimana bisa wanita nya sepintar itu, bahkan dirinya saja tidak dapat memikirkan apapun, sebesar apa pengalaman yang dimiliki Airyn hingga dia setangguh ini menjalani hidup, membuat Hansell tak habis fikir dengan kekasih nya.


“karna itulah, wanita mu sangat berbahaya Hansell, jangan meremehkan nya, mungkin selama ini Airyn bisa menghancurkan orang yang mengendalikan nya, hanya saja dia tidak siap untuk menghadapi nya, dengan adanya dirimu didalam permainan ini, aku yakin Airyn akan mengeluarkan diri nya sesungguh nya, bahkan aku begitu siap menyaksikan betapa hebat nya kekasih mu itu” tutur Dikra


“jangan meremehkan segala hal Dikra, nyawa kita bukan permainan, aku tidak mengerti bagaimana bahayanya Airyn, hanya saja aku dapat menerima itu. Aku sangat takut dia terluka” tutur Hansell, membuat Dikra menepuk bahu sabahat nya, bahkan mereka saling melemparkan senyuman untuk menguatkan satu sama yang lain nya.