
Kedua adik kakak itu dengan setia menunggu di depan sana, bahkan Angel sering kali melihat ke arah kakaknya yang sedari tadi tidak pernah diam di posisi, kadang Hansell mengoyangkan kaki akibat gusar, dan kadang Hansell berdiri dari duduk untuk mengusir cemas, ia berputar-putar kecil ditempat sembari melirik ke ruang operasi, membuat Angel sangat sedih menyaksikan ketidak berdayaan kakaknya.
“Kakak tenang lah” tutur Angel dengan penuh peduli melihat ke arah Hansell yang begitu khawatir tak kepalang
“Bagaimana bisa aku tenang!!” bentak pria itu ke arah Angel, membuat adiknya terdiam diposisi menatap ke arah Hansell “Angell” lirihnya saat menatap gadis tersebut didalam posisi takut “Maafkan kakak” sambung nya dengan nada bersalah, membuat Angel cair dari posisi tegang tersebut
“Kakak duduk lah” Angel berdiri sembari mengajak Hansell duduk kembali, sebab kakaknya sedari tadi tidak pernah tenang akibat gusar yang begitu aktif menyelimuti, Hansell mengatupkan kedua tangan untuk menopang kepala, ia memejamkan mata sembari berdoa agar waktu cepat berlalu, agar Hansell mendapatkan suatu kepastian, ia tidak sabar melihat wajah kekasihnya, bahkan pria itu tak sabar untuk mengenggam tangan Airyn kembali, seketika saja Angel menepuk pundak kakak nya, membuat Hansell mendongakan kepala, melihat ke arah jam yang melingkar di tangannya
“Ini sudah 4 jam lewat, bagaimana bisa selama ini” celetuk Hansell dengan wajah panik, membuat Angel melirik ke arah ruangan tersebut
______________
James pergi menemui seseorang disaat fikiran pria tersebut begitu berputar memikirkan sikap Hansell barusan, ia merasa menang setelah menceletukan kata yang mungkin saja menampar Hansell tentang kesalahan, bahkan James berharap pria itu mundur dari hidup Airyn
“Apa sudah waktunya untuk kesempatanku? aku akan melakukan yang terbaik untuk Airyn” seringai kemenangan yang ditampilkan James saat pandangan mata pria itu lurus kedepan, bahkan membuat James tak sabar ingin menemui Airyn jika gadis itu sudah kembali sehat.
_________________
Dokter keluar dari ruangan operasi, membuat Hansell dan Angel menghampiri dengan segera, bahkan Hansell begitu berdebar atas apa yang akan dilontarkan pria dihadapan nya, tentu saja raut wajah cemas dan tegang tak bisa disembunyikan dari dokter itu, ditambah tuntutan mata Hansell yang begitu ingin mendengar penjelasan, membuat dokter tersebut meneguk saliva atas pertanyaan Hansell yang bertubi-tubi merendung nya.
“Tenang lah Tuan” tutur dokter itu ke arah Hansell, membuat Angel meraih tangan kakaknya untuk tenang agar satu persatu yang ditanyakan dapat dijawab
“Cepat katakan, apa Airyn baik-baik saja!” bentak Hansell, disaat dirinya di paksa tenang disaat tak mampu lagi menahan tegang
“Nona Petrov telah berhasil melalui masa kritisnya, ia kehilangan banyak darah akibat tusukan yang melebar, membuat kami membutuhkan waktu lama dalam menjahit luka dalam Nona Petrov, saat ini Nona sedang dalam pengaruh obat bius, mungkin sekitar dua jam atau lebih Nona Petrov akan sadar, meskipun kondisi nya belum sepenuhnya sembuh Tuan” tutur dokter tersebut dengan sedikit gugup, namun dokter itu berhasil menjelaskan kepada Hansell dengan baik, seketika saja Hansell bernafas lega atas apa yang dituturkan pria itu, ia merasa mampu bernafas disaat menerima penjelasan jika Airyn sudah baik-baik saja, membuat Hansell membutuhkan waktu untuk menarik nafas panjang
Seketika itu dokter tersebut berlalu dari hadapan Hansell, bersama dengan Airyn yang dibawa keluar menuju ruangan ICU, seketika Hansell menyambar ranjang Airyn, membuat suster menghentikan langkah pria itu saat ingin menyentuh wanita nya.
“Tuan, maaf kan saya. Anda tidak bisa menyentuhnya sebelum Nona Petrov bangun” tuturnya ke arah Hansell, membuat pria itu mengepalkan tangan karna merasa tak sangup
“Kakak” Angel menarik kakaknya itu dari sisi Airyn, membuat Hansell melongarkan pertahanan agar tidak menganggu pengobatan kekasihnya, melihat hal itu seluruh suster dan petugas medis mendorong ranjang tersebut menuju ruangan, hingga Hansell sempoyongan dari tegaknya karna merasa tenang.
“Angel maafkan kakak” seketika saja Hansell memeluk adiknya, dia menyadari jika sedari tadi ia mengabaikan kehadiran Angel hanya karna perasaan tidak tenang mengenai Airyn, Hansell baru menyadari adiknya baru saja mengalami shock dan sekarang malah berada dihadapanya
“Kenapa kakak minta maaf, aturan nya Angel yang meminta maaf, karna tidak mendengarkan apa yang kakak katakan” tutur gadis itu sembari menekuk wajah dengan takut
“Tidak, Angel tidak salah, kakak yang salah karna terlalu sibuk dengan kehidupan sendiri, sampai kakak teledor dan hampir mencelakai mu, kakak minta maaf membuaat Angel merasakan situasi seperti itu” Hansell menatap adiknya dengan sesal, tentu kalimat itu diterima oleh telingan Angel dengan jelas, membuat ia meneteskan air mata disaat mengingat bagaimana kejadian semalam yang hampir saja menjadi mimpi buruk sepanjang hidup nya
“Kakak, Angel takut” rintih gadis itu kehadapan kakaknya, membuat Hansell memeluk kembali adiknya
“Tidak apa-apa sayang, semuanya sudah baik-baik saja. Mulai sekarang jadilah anak yang patuh, jangan menjauh dari kakak, apa kau mengerti Angel”
“Iyaa kak, Angel mengerti, tapi bagaimana sekarang, kak Airyn apa baik-baik saja, Angel takut menemuinya” lirih gadis itu didalam air mata yang berderai
“Bukan kah kau mendengar apa yang dikatakan dokter, Airyn akan sembuh. Apa yang membuat mu takut sayang?” tanya Hansell dengan binggung
“Kakak” Angel melirik ke mata kakaknya, bahkan air mata gadis itu lebih dulu mengalir tanpa menjelaskan apapun, membuat Hansell begitu binggung dengan apa yang dirasakan oleh Angel
“Kenapa?” tanya pria itu kepada adiknya, sembari mengusap air mata Angel yang membasahi pipi
“Kakak…saat Angel pulang ke rumah, ada Hellena yang sudah menunggu, ia menemani Angel sadari pagi, beberapa jam Hellena yang menjaga Angel saat tidur, setelah itu Hellena tidak meninggalkan Angel sebelum bangun” jelasnya saat memberikan jeda kepada Hansell
“Lalu?” saut Hansell dengan cepat.
“Kakak juga seperti mu, kakak tanpa sadar sering menyakitinya, jika dipikir-pikir kita telah banyak menyakiti Airyn, tapi gadis itu tetap saja peduli, tapi ada hal yang harus dimengerti, sesakit apapun kita mencintai seseorang jika hati tidak mau pergi, kaki kita juga tidak akan mau lari. Airyn adalah orang seperti itu, ia mencintai dirinya meskipun kehidupan terus menyakiti, tapi tidak membuat gadis itu menyerah untuk bertahan. Airyn lebih suka memeluk dirinya dengan rasa sakit, dari pada membohongi diri untuk pura-pura baik-baik saja” jelas Hansell kepada adiknya, seketika Angel terhenti akan isakan tangis nya, ia melihat ke bola mata Hansell yang telah banjir akibat air mata
“Kenapa kakak menangis?” tangan gadis itu merambat menghapus air mata Hansell, membuat pria itu memeluk adiknya disaat memikirkan bagaimana sakit nya kehidupan Airyn akibat orang yang ada didekat nya.
“Semua orang menyakiti dirinya, namun gadis itu masih bisa bertahan, bahkan aku juga sering melukainya namun ia masih saja peduli, apa yang harus aku lakukan sekarang” gumam Hansell saat air matanya begitu basah tanpa mampu disembunyikan
“Kakak Angel tidak berani menemui Kak Airyn” seru Angel dengan takut
“Sayang jangan seperti itu, Airyn tidak pernah membenci mu, bahkan Airyn mengerti kau membenci dirinya karna menjatuhkan teman mu, namun Airyn tidak sanggup mengatakan itu, karna ia tidak sanggup jika kau nanti membenci dirinya, Airyn sendiri yang memohon untuk menyembunyikan semua itu darimu, karna dia tidak akan sanggup jika nanti dirimu meninggalkan nya, Airyn bahkan mencintai mu lebih dari kakak mencintai mu Angel, jadi jangan seperti ini padanya, jangan lari dari masalah mu” tutur Hansell
“Kenapa Kak Airyn sebaik itu pada ku kak? Aku tak akan sanggup menatap matanya lagi jika ia sebaik itu, bahkan Hellena sangat bersyukur setelah ia menerima teguran dari kak Airyn, dan sekarang aku yang merasa bersalah, sebab Hellena saja tidak mempermasalahkan hal itu, dan aku yang bukan siapa-siapa Hellena malah menuntut untuk menyalahkan kak Airyn, aku ini sangat tidak pantas menerima kebaikan seperti itu dari kak Airyn” bentak Angel kepada Hansell, disaat tangisan nya bercucur deras tanpa mampu dihentikan
Kedua adik kakak itu terjerat kedalam salah menyalahkan diri sendiri, membuat Angel begitu gugup saat melangkah menuju ruang ICU, begitupun dengan Hansell ia merasa tak berdaya namun harus dipaksakan
“Angel” sapa seorang gadis yang baru saja menyerukan namanya, membuat dua kakak adik itu melirik ke arah gadis yang tentu dikenalinya, bahkan tampak jelas bagaimana mata Hansell menatap
“Hellena” balas Angel seketika, membuat Hellena melirik ke arah Angel lalu bergantian kepada Hansell, gadis itu tidak pernah terfikir akan bertemu lagi dengan pria yang begitu dicintainya dimasa lalu, bahkan jantung Hellena berdetak sangat kencang ketika matanya bertemu dengan Hansell
“Apa Nona Airyn baik-baik saja?” tanya Hellena kepada kedua adik kakak tersebut
“Belum, Kak Airyn masih belum sadar, tapi kata dokter beberapa jam lagi kak Airyn akan siuman” jelas Angel ke arah Hellena, bahkan pelukan jatuh ketubuh Hellena saat Angel begitu butuh kekuatan
Hellena membalas pelukan itu saat matanya menatap kearah Hansell dengan penuh canggung, tentu pria itu biasa saja bertemu Hellena, hanya saja ada sedikit hal berbeda dari gadis tersebut, dulu saat Hansell mengenal Hellena dia gadis yang begitu modis dan glamor, bahkan apapun bentuk barang yang dikenakan sangatlah bermerek dengan harga fantastis diusia yang masih muda, namun kali ini Hellena terlihat sederhana dengan dandanan biasa yang menghangatkan tubuhnya, kedua gadis itu melepaskan pelukan secara bersamaan, membuat Hellena melirik ke arah Hansell
“Kak Hansell, lama tidak bertemu” sapa Hellena dengan ramah meskipun kecanggungan tidak dapat disembunyikan, tentu Hansell melemparkan sedikit senyuman membalas sapaan gadis tersebut
“Hellena apa kau tidak bekerja hari ini?” tanya Angel ke arah teman nya
“Tidak, aku mengambil libur hari ini” tutur Hellena membalas pertanyaan Angel
“Apa kau dekat dengan Airyn?” putus Hansell melemparkan pertanyaan canggung kepada Hellena, bahkan Angel terdiam mendengar apa yang diucapkan kakaknya, mendengar hal tersebut tentu saja Hellena terdiam atas pertanyaan yang dia sendiri tidak bisa menjawab
“Aku rasa kami berhubungan baik, meskipun aku tidak sedekat Angel dengan Nona Airyn, tapi aku sangat menghargai nya” tutur Hellena membalas pertanyaan Hansell
“Baguslah jika begitu” saut Hansell seketika “setidaknya, kehadiran Hellena tidak menganggu Airyn saat ini” gumam pria itu saat melihat ke arah ruangan yang terisolasi dengan kaca
“Hellena, apa kau haus?” putus Angel kepada teman nya, sebab sedari tadi ia merasa canggung atas pertanyaan kakaknya, yang dirasa sedikit menyinggung
“Tidak, apa kau haus?” balas Hellena dengan lemparan pertanyaan
“Iya aku haus sekali, apa kau mau menemaniku membeli munuman?”
“Tentu saja” seketika itu Angel mengandeng tangan Hellena, sembari berpamitan kepada Hansell, membuat Hellena menepiskan sedikit senyuman melirik pria itu, membuat Angel mengerti hal yang pantas jika saat ini Hellena berjarak dengan kakaknya, sebab ia tidak ingin ada kecanggungan disana, bagaimanapun Angel sangat menyayangi Hellena sebagai teman nya, dan juga Hansell sebagai kakaknya, ditambah Airyn sebagai calon kakak iparnya, membuat Angel sedikit gugup jika saat ini ketiga orang itu akan bertemu
“Kenapa aku tegang sekali, bahkan jantung ku tidak henti-henti berdegup. Membuat aku sangat gugup menatap kak Hansell, apa aku masih mencintainya, tapi kenapa? Itu sudah lama sekali, tapi saat melihatnya perasaan ini terasa masih seperti kemarin” fikir Hellena saat langkah kakinya bersamaan dengan langkah Angel, ia hanya memikirkan bagaimana gugup dirinya bertemu dengan Hansell.
“Hellena” putus Angel dengan teguran, sebab sedari tadi Hellena tidak menyaut perkataan nya
“Ada apa?” tanya Hellena singkat “Apa kau mau Ice red velvet?” tanya Angel ke arah teman nya itu “Oh boleh” saut Hellena cepat sembari menepis senyum ke arah gadis yang antusias memilihkan minuman untuk nya
“Tidak, aku tidak boleh mencintai kak Hansell lagi, aku tidak akan merusak hubungan dengan Angel, dan Nona Airyn. Jika aku berdebar ini hanya perasaan pertama kali bertemu, tidak berarti apa-apa” gumam nya saat memandang ke arah Angel yang begitu manis melirik ice yang dibuatkan penjaga toko tersebut