
5 tahun kemudian
waktu adalah hal paling berharga dan paling mungkin lenyap dari semua yang kita miliki, waktu satu-satunya modal yang dimiliki oleh manusia, dan ia tidak boleh sampai kehilangan waktu, sebab waktu adalah seorang yang adil, Ia membagi rata waktunya kepada semua orang, namun manusialah yang tidak adil mengunakan waktu yang telah diberikan, dan seperti waktu, setiap kesempatan hanya datang satu kali, saat dia berlalu anda tidak akan menemukan nya lagi. Karna itulah waktu mengajarkan anda banyak hal dalam hidup ini.
Bagaimana anda menyia-nyiakan hidup, anda akan belajar dari waktu, kenapa? Karna semua yang anda sia-siakan tidak akan mampu anda ulangi lagi.
Bagaimana anda ingin mengulang waktu, anda akan belajar dari waktu, kenapa? Karna ketika anda ingin kembali waktu yang anda miliki telah berlalu
pergi
banyak nya hal yang terjadi dihidup seseorang, mungkin 5 tahun berlalu adalah waktu yang terasa sangat singkat tapi juga panjang, jika dirinya menghabisi setiap waktu dengan kesibukan yang diinginkan, mungkin dia mampu merasakan betapa singkatnya waktu berlalu, namun ketika seseorang menikmati setiap waktu, dia hanya mampu merasakan betapa panjang nya dirinya menjalani waktu 5 tahun kedepan.
Dia adalah satu-satunya putri dari Grup Ji, seorang aktris terkemuka di Korea Selatan dengan perawakan yang cantik dan sikap baik hati yang begitu dikagumi oleh semua orang, bahkan digadang-gadang sifat yang dimiliki nya seperti malaikat, dia begitu lembut dan rupawan membuat siapa saja akan jatuh hati kepada nya, *Le**e Soo Mi* putri satu-satunya yang dimiliki oleh Grup Ji, meskipun Lee Soo Mi bukan darah daging dari Tuan Ji namun dirinya dari menjadi ahli waris kekayaan tersebut.
“Kak Hans” wanita cantik itu memasuki kantor Hansell dengan senyum manis, tak sungkan dirinya memeluk Hansell seperti wanita yang merindukan kekasih nya
“Somi, apa yang kau lakukan disini?” pria itu melepaskan pelukan tersebut, tentu saja setelah 3 tahun belakangan Hansell harus membiasakan diri dengan Somi, karna Grup Ji ngin menjadikan Hansell menantu mereka, namun karena karier yang dimiliki Somi sedang naik daun, dia melongarkan acara pertunangan itu, meskipun Hansell tidak terikat bisnis dengan Grup Ji namun dia berhubungan baik dengan Keluarga tuan ji lantaran istri beliau adalah orang Irlandia dan lebih tepat nya sahabat mami Hansell.
“apa aku tidak boleh menemui pacar ku”
“apa maksud mu dengan pacar, aku sedang sibuk, bukan kah kau harus syuting untuk iklan mu?” tanya Hansell sambil memfokuskan mata nya melihat berkas yang diberikan Darrel
“jika ini untuk mu, aku memiliki banyak waktu Hans” seketika itu Somi mendudukan diri dipaha Hansell, dia membuat posisi mereka sedikit lebih intim, gadis itu menarik dasi Hansell dan memajukan sedikit dada nya ke wajah pria tersebut, degan sikap Hansell yang penuh kesopanan tentu saja sikap sepertu ini tidak menyenangkan untuk dilihat nya
“apa yang kau lakukan, ini masih jam kerja ku” Hansell memaling kan wajah, karna dia benar-benar tidak nyaman dengan perlakuan Somi kepadanya.
“Somi” pria itu mengucapkan nama Somi begitu lirih seakan nada nya terbesit seperti teguran untuk tidak melanjutkan percakapan mereka
“apa masalah nya Hans” Somi membelai mesra pipi Hansell, sambil memandang pria itu begitu lekat dengan mata “kau selalu saja menghindar, apa kau mencintaiku” seketika Somi menatapkan matanya ke mata Hansell, membuat mereka bertatapan satu sama yang lain nya
“aku ingin sekali menjadi wanita mu, namun kau tidak pernah menyentuh ku, apa kau fikir alasanku menolak bertunangan karena karier ku? Kau lebih tau kenapa aku tidak ingin bertunangan dengan mu bukan”
“Somi, pergilan saat ini aku sedang sibuk, jangan membohongi dirimu sendiri, kita tidak terikat hubungan apa-apa” perintah Hansell dengan menumbuhkan keyakinan di bola matanya
“kau selalu saja sibuk, apa kau tidak bisa memberi waktu mu untuk ku?” perlahan Somi mendekatkan bibirnya ke bibir Hansell, terlihat jelas wanita itu ingin mengkecup orang yang dicintainya, namun selalu saja Hansell menghindar dan memalingkan wajah dari hal tersebut
“maafkan aku” jawab Hansell lirih
“baiklah, meskipun kita tidak memiliki hubungan apa-apa, kau akan menjadi pria ku, jangan lupakan itu” gadis itu bangkit dari duduk, dan berlalu keluar tanpa mengucapkan salam kepada Hansell, entah kenapa Somi semakin tak gentar untuk mundur, selama ini dia selalu mendapatkan segala hal dengan mudah, dia mampu melakukan apapun untuk mendapatkan yang diinginkan nya, namun Hansell, sudah 4 tahun mereka saling mengenal bahkan ketika pandangan pertama Somi langsung jatuh cinta kepada pria itu, tapi detik ini Hansell tidak pernah bergeming membalas cinta Somi, tentu saja ada rasa asing yang menyesakan dada nya, membuat Somi begitu sakit hati tak disangka, dia tidak pernah mampu membuka tembok pertahanan yang dibangun Hansell, bahkan laki-laki apapun mampu tergoda dengan dirinya untuk hitungan hari, namun Hansell benar-benar membuat dirinya mati ketika mencintai, tak pernah mendapatkan balasan bahkan sekalipun Hansell tidak pernah menginginkan nya.
Pria yang dikaguminya itu selalu saja mengumamkan nama Airyn ketika tidur, sampai detik ini Somi tidak tau rupa seperti apa yang dimiliki wanita itu hingga Hansell tak berdaya mengeluarkan nya dari hati, bahkan membuat Hansell menderita setiap kali mengingat tentang nya.
Somi berjalan dengan begitu emosi, dia begitu marah ingin menghancurkan siapa saja yang berada didekatnya, tatapan mata itu dipenuhi dendam bukan cinta, dia ingin mendapatakan hansell secepat mungkin, tanpa ada yang menghalangi, bahkan jika Airyn menjadi rintagan terbesar dia siap melenyapkan wanita yang bernama Airyn itu.
"apa kau kenal siapa itu Airyn? " tanya Somi kepada Darrel, namun pria itu tak bergeming untuk menjawab, dia sangat tidak berani membocorkan informasi tentang Airyn kepada Somi, sebab Hansell telah melarang Darrel untuk melakukan itu
"tidak"
"sial!!!" gerutu Somi dengan begitu kesal seoalah ada yang begitu menganjal didirinya tantang gadis yang membuat Hansell terkungkung degan masa lalu.