
Pagi kembali menyapa Airyn, gadis itu membuka mata dengan rasa pusing yang mendera kepala, ia berusaha bangkit dari tidur dan melihat Merry yang elah menyiapkan baju dan bak mandi untuk di gunakanya, Airyn bertanya apa yang terjadi pada tubuhnya tapi Merry mengatakan tidak terjadi apa-apa, dia menjelaskan Airyn sedikit pusing dan di pulangkan untuk beristirahat. Namun kepala Airyn benar-benar sakit hingga ada sepengal ingatan yang terlintas namun tidak mampu di jelaskan.
Seperti biasa Berto mengantar Nona Muda itu kesekolah, sedangkan Merry ke kantor untuk bekerja. Ketika Airyn keluar dari mobilnya, Hansell secara bersamaan keluar dari mobilnya, pipi laki-laki itu merah padam saat mengingat Airyn tadi malam, membuatnya merinding tanpa mampu melupakan, namun gadis itu tampaknya tidak mengingat apapun karna, sebab dosis obat yang di berikan Veronica cukup tinggi kepada Hansell.
“Kenapa kau memandangku” bentak Airyn yang kala itu menyadari tatapan Hansell tertuju padanya.
“Siapa yang melihatmu, percaya diri sekali” gerutunya seolah meningalkan Airyn di lobby sekolah, membuat gurat bingung yang sudah terkontaminasi dengan jengkel pada pria menyebalkan itu.
“Apa-apaan pria itu, bukankah dia itu aneh!!Sialan, pagi-pagi ku berantakan hanya karna satu kata darinya, lain kali akan ku potong lidah cecunguk tak tau diri itu, biar tidak bisa bisa bicara lagi” Airyn mengutuk Hansell sambil lalu, seolah dirinya kesal lantaran tidak mampu membalas sikap menyebalkab yang ia terima pagi ini, bukankah Hansell Hamillton itu memiliki keberanian cukup tinggi hingga ia tidak segan berurusan dengan Airyn.
Di dalam kelas yang cukup ricuh, Dikra memandangi Airyn dengan tersenyum, membuat gadis itu merasa tidak senang akan sikap Dikra yang meresahkan “Kau kenapa lagi?” tanya Airyn saat meninggikan nada bicaranya, bahkan tatapan tajamnya kearah Dikra tidak bisa ia toleransi sedikitpun.
“Aku? Aku tidak kenapa-napa. Bagaimaba pestanya tadi malam, apa menyenangkan untukmu?” tanya pria itu ketika memiringkan wajah disaat Airyn melintasi dirinya, meskipun senyum Dikra cukup manis tetap saja, bagi Airyn hal itu menjengkelkan.
"Bagaimana, apa menyenangkan" paksa Dikra, bahkan ia mengikuti langkah Airyn yang saat itu menuju mejanya.
“Mana ku tau, aku pulang duluan” ketusnya, seraya melemparkan tas sandang itu dengan kasar, membuat seluruh kelas memandang dirunya.
Dikra tersenyum malu-malu memandang Airyn, meskipun gadis itu membentak dan kesal padanya tetap saja Dikra sangat senang atas apa yang terjadi tadi malam, setidkanya dengan begitu menjadi langkah awal untuk orang yang bertolak belakang namun terlihat sama untuk saling mengenal. Hanya saja bagaimana bisa gadis itu melupakan kejadian tadi malam, meskipun Hansell tidak menjelaskan apa yang di lakukanya dengan Airyn, tapi Dikra mampu mengetahui dengan sekali tatap tubuh Hansell, gadis ini membuat tanda kepemilikan terlalu banyak ditubuh temannya, hingga Hansell membeli foudation untuk menutupinya kesekolah, bukankah sangat menarik saat seorang Hansell yang dingin malah berlaku hangat pada Airyn yang mengerikan itu.
"Enyahlah!!!" perintah Airyn pada Dirka, ia cukup muak melihat pria itu tersenyum aneh pada dirinya.
“Kenapa mereka berdua sangat aneh hari ini, memandangku dengan senyum-senyum!!Mengerikan sekali, jika mereka berani-berani melakukan hal macam-macam. Akan ku kukiti seluruh bagian tubuhnya hingga hingga tuntas” batin Airyn yang sangat heran atas sikao Hansell dan Dikra pagi ini.
******
Kelas III Bussiness.
“Selamat siang anak-anak” sapa guru laki-laki yang sedikit berumur itu kepada murid yang memadati ruang kesal, bahkan mereka duduk dengan rapi saat jam pelajaran mulai berlangsung.
“Bapak memiliki 3 berita, ada berita bagus, berita buruk dan berita palsu, kalian mau mendengar dari yang mana?” tanya beliau kepada muridnya seraya memberikan pilihan untuk mengoda.
"Berita palsu dulu pak” ujar seseorang yang berada di barisan depan, sekelas orang pintar dan sepertinya ketua kelas.
“Baik, berhubung sebentar lagi akan ujian semester, dan kalian sudah mendengar beberapa hal yang meresahkan. Jadi untuk ujian semester tahun ini, kalian bisa menggunakan buku panduan, dan pengumuman yang diberikan kemarin mengenai ujian lisan itu bohong, ujian kalian tetap tertulis” jelasnya dengan penuh riang, bahkan membuat seluruh siswa amat lega akan keputusan yang final itu, tentu saja seluruh murid senang jika ujuan lisan di tiadakan, jika itu di tiadakan mungkin banyak yang tidak akan lulus dari kelas ini.
“Kalau berita buruknya apa pak?” timpal seorang gadis yang mengunakan pemoles wajah dengan cukup nyentrik, bahkan membuat mata Aiyrn terpaku atas kepercaya dirian gadi itu.
"Berita buruknya adalah, mulai semester depan libur kalian hanya 2 pekan” serunya dengan kalima tegas, membuat seisi kelas ricuh saat mendengar perkataan guru laki-laki yang berada di podium kelas.
“Apa!!! Bagaimana bisa seperti itu” protes seluruh murid, bahkab bisa di hitung jari berapa orang yang diam dan mendengarkan, selebihnya memprotes perkataan guru lelaki yang cukup berumur. Tentu saja mereka semua merasa kecewa dengan libur yang di berikan hanya 2 pekan, biasanya libur semester mencampai 1 bulan.
“Bapak tidak bisa melakukan apapun jika kalian menuntut, tapi nikmati saja. Bapak akan memberiakan sebuah berita bagus, jika minggu depan kita akan mengadakan perkemahan, acaranya selama 4 hari beruturut-turut, dimana acara puncaknya kalian harus membuat bisnis plan untuk di pasarkan, dan juga bisnis ini dibuat berkelompok. Untuk kelompoknya kalian boleh memilih teman kelompok yang sesuai dengan kenyamanan masing-masing, tentu saja yang terbaik akan mendapatkan modal dan wadah dari yayasan” jelas bapak tersebut kepada seluruh murid, membuat semua orang cukup riuh untuk berita barusan.
“Kalau kita ingin berkemah kenapa harus ada belajar dan membuat bisnis plan merepotkan” tukas anak laki-laki dari arah belakang, seolah tidak terima atas bisnis plan yang harus di rancang.
Seketika itu Dikra mengajukan pertanyaan “Pak jika kelompoknya dari kelas lain apa boleh?”
“Tentu saja. Ini di khususkan untuk murid kelas III, apa tidak ada pertanyaan lain?" semuanya hening ketika memandang pria itu. "Jika tidak ada lagi, hari ini sampai disini saja, pelajaranya, kalian semua pulang dengan hati-hati. Jangan lupa siapkan bisnis plan” setelah itu beliau meninggalkan kelas dan seluruh murid berlalu untuk pulang.
****
Setelah kelas bubur, seluruh murid berhamburan pulang, Dikra menghampiri Airyn yang sedang membereskan barangnya “Nona Petrov kau sekelompok dengan ku saja” bujuk nya untuk meminta Airyn bergabung, setidaknya jika ada Airyn dan juga Hansell mungkin kelompok mereka akan memenangkan pertandingan bisnis plan ini. Mengingat jam terbang kedua orang itu sangat luar biasa dan mengagumkan.
“Tidak mau” tolak Airyn dengan santainya, membuat gurat kesal di wajah Hansell
“Kenapa kau tidak mau? Apa kau fikir kau bisa mendapatkan teman kelompok dengan muda? Kau saja tidak mau bergaul, dan tidak ada sikap manisnya kepada mereka, fikirkan saja dengan semua hal yang kau sandang di namamu, orang bodoh macam apa yang berani mengajakmu untuk sekelompok dengan mereka” dengus pria itu kearah Airyn, membuat Airyn mendogakan wajah kearah Dikra dengan senyum sunging paling merendahkan yang ia berikan.
“Orang bodoh seperti mu” ketusnya sambil. berlalu sana, bahkan ia mendorong Tubuh Dikra yang hampir saja menghalangi jalanya.
“A-Aku?" tunjuk Dikra pada dirinya sendiri akibat dihina oleh manusia menjengkelkan itu "Aku berani menganggu mu karna nanti aku tidak tertarik berbisnis, sedangkan semua orang disini akan menjadikan pembisnis untuk masa depan mereka, dan kau tentu saja orang berpengaruh yang tidak boleh diganggu gugat bukan, dan karna itulah kau harus mempertimbangkan tawaran ku” teriaknya saat mengejar langkah kaki Airyn
Namun Airyn tidak memperdulikan perkataan Dikra, baru saja ia ingin keluar dari pintu kelas, pria itu menarik tanganya, membuat Airyn tertegun atas sikap lancang Dikra barusan.
“Apa kau mau mati?” bentak Airyn dengan tatapan tajam penuh mengancam. Membuat Dikra terdiam saat melihat gurat marah yang tak main-maim dari pria itu, namun tubuh pria itu di tarik oleh seseorang hingga tatapan Airyn semakin menajam melihatnay
“Sudah kubilang, kau jangan hiraukan dia dia” sambung Hansell kepada Dikra, bahkan nadanya saja terdengar membentak.
“Kau kenapa ada disini?” seru Dikra yang kala itu menghadap kearah Hansell.
“Tidakah kau lihat sekarang sudah jam pulang, aku menunggumu makanya aku kesini, ayo pulang” ajak Hansell pada Aikra, Airyn yang melihat Hansell ikut campur antara masalahnya dan pria itu, memilih mengalah untuk pergi dari hadapan mereka.
“Nona Petrov kau fikirkan baik-baik tentang tawaranku” Teriak Dirka yang kala itu di tinggalkan Airyn
Menbuat Hansell menyeret Dikra untuk pulang kerumah “Kau menawarkan apa kepada Airyn?” tanya Hansell rasa penasaran.
“Kenapa kau ingin tau sekali, apa kau cemburu” ledeknya sesaaat, membuat Hansell salah tingkah mengingat kejadian semalam, namun ia menepis hal itu.
“Kau jangan sekali-kali membuat masalah dengan wanita aneh itu, jika kau menyayangi nyawa mu jangan hiraukan dia, dia bukan wanita sembarangan yang bisa kita ganggu” jelas Hansell pada temanya, tentu saja Dikra tidak tau menau mengenai Airyn di dunia bisnis.
“Apa dia semenakutkan itu? Lagian siapa yang bermain-main denganya, bukankah kau yang bermacam-macam dengan dia” singgung Dikra tentang tadi malam, membuat Hansell membekap mulut temanya, seolah tidak boleh ada yang mengetah hal ini.
“Aku tidak menyentuhnya, dia yang...”
“Siapa yang bertanya? Aku tidak menuduhmu Hansell, apa yang kau fikirkan? Atau jangan-jangan kau laki-laki yang mengambil kesempatan di dalam kesempitan”
“Sudahlah lupakan"
Hansell mendahului langkah temanya itu, rasanya ia tidak bisa bicara lagi dengan Dikra. Pria itu seperti mercon yang akan melatup-latup jika di bakar dengan api.