
Setalah mereka berdua lelah atas kebahagiaan yang melanda, akirnya Hansell yang membuat mie instan untuk kekasihnya, bagaimanapun perjanjian awal adalah pria itu yang akan membuatkan sesuatu untuk Airyn, namun Airyn terlanjur mengambil alih akibat perang dingin yang terjadi diantara mereka, dua pasangan itu berdiri didapur untuk saling bekerjasama, Airyn malu sekali akan kemampuan yang ia miliki, ternyata ia sangat buruk dalam membuat mie instan, tentu sedari tadi Hansell meledek hingga hampir saja Airyn meledak, namun dengan cekatan ia mencium gadis itu untuk meredamkan marah, entah bagaimanapun Airyn selalu kalah jika sudah dibujuk oleh Hansell, laki-laki menyebalkan itu selalu memiliki cara sendiri untuk memperbaiki suasana hatinya.
Setelah selesai dengan hidangan yang mereka buat, keduanya saling menikmati lewat satu mangkok yang sama, karna rasanya Hansell hampir kenyang atas mie hambar yang ia nikmati tadi, Airyn begitu nikmatnya melahap makanan sampai melebar ke bagian hansell, melihat semua itu Hansell hanya bisa memandang Airyn yang sangat rakus atas mie instan, meskipun gadisnya menikmati makanan dengan rakus tapi tetap saja dimata Hansell, Airyn wanita paling cantik dalam setiap hal
“Pelan-pelan” seru pria itu saat mengambil makanan yang menempel dipermukaan pipi Airyn, bahkan tanpa gadis itu mempedulikan sikap Hansell sama sekali, tentu saja ada rasa manis yang dipandang Hansell dari kekasihnya, sikap cuek dan tingkah imutnya selalu berhasil menyihir Hansell untuk jatuh cinta berulang kali.
Setelah Airyn selesai menikmati makanan nya, tak lupa Hansell mencucikan apel sebagai hidangan pencuci mulut, bagaimanapun mie instan adalah makanan yang tidak sehat, meskipun Airyn jarang menikmatinya tetap saja itu bahaya untuk kesehatan seseorang, gadis itu menjangkau apel yang disodorkan Hansell sambil mengucapkan terimakasih, ia mengigit permukaan apel dan disusul dengan gigitan yang lebih besar dari sebelumnya, membuat Hansell mengusap kepala Airyn dengan sayang
sembari berlalu kearah samping dan mendudukan diri disana.
“Apa ada yang kau inginkan lagi?” tanya pria itu sekali lagi, membuat Airyn mengelengkan sebab perutnya hampir saja begah atas makanan yang ia nikmati dengan begitu rakus, bahkan bagian Hansell tanpa sadar dilahap habis oleh Airyn, jujur saja Airyn menyadari itu
“Aku mengantuk sekali” wajah imut itu terpampang manis, bahkan jantung Hansell ingin meloncat dari tempatnya, ia ingin sekali memakan Airyn hidup-hidup karna berulang kali menghidupkan sinyal pemangsanya, namun Hansell mengurungkan niat, karna ia tidak ingin menyakiti Airyn, sebab saat ini kondisi Airyn masih dalam tahap pemilihan, walaupun dokter membolehkan asalkan berhati-hati, namun Hansell tidak ingin mengambil resiko, sebab ia sadar akan batasan yang ia punya, jika Hansell sudah melakukan lebih diluar kendalinya kadang ia jarang mengontrol diri, hal itulah yang membuat Hansell menjauh dari hasrat yang masih tertidur pulas.
“Ayolah kekamar” ajak pria itu, namun Airyn masih diam diposisi “Kenapa diam saja, katanya mengantuk” seru Hansell sambil menunduk melirik Airyn yang masih setia diposisi duduk, mendengaar perkataan itu, Airyn mengalihkan pandangan untuk menantang mata Hansell dengn penuh harap, ia menegadah melihat kearah prianya menampilkan wajah manja, seolah pria itu harus mengerti tanpa diucapkan, saat ini Airyn memasang wajah malas namun sangat nakal, mengantarkan Hansell kesuatu logika yang tersambung lewat senyum penuh arti dari gadisnya
“Apa kau mau aku gendong?” tawar Airyn saat melontarkan pertanyaan, dengan cepat gadis itu menganggukan kepala seolah itulah hal yang ia mau, tanpa malu Airyn mengangkat kedua tanganya seolah meminta sang ayah mengendong sang putri, benar-benar gadis yang mengemaskan, membuat Hansell bersusah payah menahan diri
“Kenapa kau suka menyiksaku seperti ini. Menyebalkan” dengan cepat Hansell mengendong tubuh Airyn dari arah depan, hingga tanpa sadar gadis itu juga menjangkau tubuh Hanse untuk bergantung, membuat tubuh Airynmerayap didadanya, Airyn memeluk pria itu seperti sang anak digendong dari arah depan oleh sang Ayah “Asata. Kenapa kau manja sekali saat sedang sakit, apa kau sengaja? aku akan membalasnya nanti” umpat Hansell kepada gadis yang menempel ditubuhnya, tentu Airyn terkekeh, ia benar-benar tidak menyangka akan berani melakukan ini, namun ini benar-benar menyenangkan.
“Karna aku ingin menyiksamu seperti ini, bagaimana rasanya menahan siksaan ini sayang” goda Airyn ketika berseru pelan ditelinga Hansell, senyum jahat penuh ironi terpampang di wajah pria itu, Airyn benar-benar membuat tubuhnya menderita, dengan tingkah seperti ini semakin meningkatkan hasrat yang terpendam.
Seolah tidak ingin lepas, Airyn masih belum mau turun dari pelukan Hansell, ia masih saja menempel sambil memeluk pria itu, Hansell sudah menawarkan ranjang untuk Airyn tiduri, namun gadisnya malah mengeratkan pelukan ketubuh Hansell, membuat ia semakin tidak kuasa atas tingkah menyebalkan Airyn malam ini
“Turun lah” pinta Hansell seketika, membuat Airyn menjauhkan wajah untuk menatap Hansell, meskipun kakinya belum menginjak lantai
“Tidak mau, aku masih mau digendong” Airyn bergantungan dengan erat, kakinya disilangkan kebelakang untuk mengunci pertahanan, dengan cepat Hansell mencium bibir wanita itu, membuat Airyn membalas kembali kecupannya dengan sayang, mereka tertawa bersama seolah saling mengoda, melihat Hansell tertawa bahagia, Airyn melepaskan diri, hingga kakinya kini telah menginjak lantai kamar, dia berdiri tepat didepan Hansell, sambil memeluk pria itu penuh cinta, pelukan hangat itu disambut baik oleh tubuh Hansell, mengantarkan mereka kepada bahagia tanpa tanda jeda.
Jemari yang saling bersatu mengantarkan keduanya ketepian ranjang, perlahan menidurkan tubuh Airyn sembari menindih dibagian atas, tentu Hansell sadar ia tidak boleh melakukan hal aneh yang kiranya menyakiti Airyn, namun keadaan kamar yang remang-remang memang mengoda akan keromantisan mereka, Hansell menyingkirkan rambut halus yang menganggu permukimam wajah manis Airyn, ia mengusap lembut penuh sayang, seolah Airyn dapat merasakan betapa Hansell mencintainya
“Apa kau sebegitu mencintaiku?” lirih gadis itu ketika menatap yakin kedua mata tegas yang penuh dengan cinta
“Tentu saja” seru Hansell dengan kata pasti, ia mengulas senyum setelah menyatakan perasaan
“Apa kau pernah berfikir untuk meninggalkanku?” tanya Airyn kehadapan prianya, membuat Hansell mengelengkan kepala untuk menolak ketidakmungkinan tersebut
“Kenapa?’ tanya Airyn sekali lagi dengan kata susulan yang terlontar
“Karna aku mencintaimu” balas Hansell seraya menjawab pertanyaa tanpa jeda, tentu ia melakukan itu sambil mencium kening Airyn
“Apa yang membuatmu mencintaiku?” balas Airyn dengan geram seolah tidak puas akan jawaban Hansell barusan
“Ntahlah, aku juga tidak mengerti, yang jelas aku mencintaimu” tuturnya dengan lirih, sambil mengelus lembut kepala gadisnya dengan jemari.
“Kenapa tidak mengerti?” Airyn memberikan tatapan menyelidik, bahkan membuat dirinya semakin geram, seolah jawaban yang ia inginkan tidak memiliki kepastian
“Aku tidak mengerti apa yang membuatku jatuh cinta padamu, sayang” balas Hansell sekalai lagi dengan nada rendah yang menyelinap kehati, berharap sorot mata rindangnya menghentikaan pertanyaan cerewet dari Airyn
“Sayang, aku tidak tahu apa alasan aku mencintaimu, yang jelas sedari awal aku sangat takut kehilanganmu, bahkan membayangkanya saja membuat diriku tidak berarti, selama ini aku selalu mencari alasan untuk bertahan, mencari sebab untuk mencintaimu, namun setelah aku pikir-pikir hal itu sama saja seperti alasan untuk sebuah penyangkalan, jika aku mencintaimu karna sesuatu, sudah pasti itu bukan cinta.
Bisa jadi aku sebatas kagum, sebab jika nanti hal itu berubah tidak ada yang menjamin aku masih setia, karna itulah aku tidak memiliki alasan untuk mencintaimu, walaupun awalnya ini terlihat seperti kata-kata klasik yang sudah sering diucapkan pasangan, namun ketahuilah, hal itu benar adanya, jika aku mencintaimu tanpa alasan” tutur Hansell, sembari tanganya mengusap lembut permukaan wajah Airyn, membuat gadis itu tertegun dalam diam, ia tidak menginginkan jawaban serius dari Hansell, sebab Airyn hanya ingin mengoda saja, namun pria itu sungguh-sungguh dalam mengucapkanya, mengantarkan Airyn kepada puncak terenyuh akan penuturan cinta yang baru saja dilontarkan dihadapanya, hingga kebahagiaan yang paling jarang terjamah oleh orang manapun, bisa dijangkau oleh Hansell
dengan mudahnya
“Hansell” lirih Airyn dengan penuh sayang, membuat pria itu memeluk gadisnya dengan hangat, tentu hansell menerima pelukan manis yang diberikan Airyn, ia melepaskan Hansell dari tubuhnya, dan menjangkau kening Hansell untuk mengkecupnya.
Untuk pertama kalinya Hansell terdiam tanpa kata, untuk pertama kalinya ia tertegun tanpa bicara, jemari mungil yang lembut itu menangkup kedua pipinya, diiringi dengan kecupan di kening yang disusul kelembutan, tentu Airyn mengaplikasikanya dengan sayang, membuat Hansell benar-benar tertegun tanpa mampu mengucapkan kata apapun, dunia benar-benar berhenti dan mengitari mereka, seolah Hansell setia dengan mata terbuka sedangkan Airyn mengkecup dengan mata terpejam, gadis itu mengirimkan doa didalam ciumanya, agar Hansell tetap seperti dirinya tanpa berubah sedikitpun, merasakan getaran asing yang merambat masuk membuat jantung Hansell berdebar kencang, ia menutup mata sembari merasakan seluruh gelombang yang ada, hingga mengantarkan dirinya ketingkat damai yang paling paripurna
“Terimaksih sudah ada dihidupku” gumam Airyn didalam diamnya
“Bahkan waktu berhenti dan aku masih tetap mencintaimu” batin Hansell didalam damainya.
Setelah romantis yang melegenda terjadi diantara mereka, mengantarkan Hansell dan Airyn kedalam tidur yang panjang, gadis itu memeluk tubuh Hansell disusul dengan perlindungan yaang diberikan prianya, mereka saling merangkul untuk menangkis mimpi buruk, keduanya terlelap didalam damai untuk menikmati istirahat dari kehidupan pahit yang harus dijalani dihari besok.
Ponsel yang ada dinakas membangunkan pria itu dari tidurnya, ia mengerjapkan mata sebab nada dering itu benar-benar membuat ricuh, dengan cepat Hansell menjangkau ponsel miliknya untuk mengubah kemode hening, sebab ia tidak ingin Airyn terbangun dipagi buta seperti ini, melihat gadis itu melingkarkan tangannya ketubuh Hansell, ia melepaskan diri secara perlahan, berharap Airyn tidak bangun dan bisa melanjutkan tidurnya
Hansell menjuntaikan kaki ketepian, untuk menjauh dari sana, ia berlalu keruang kerja guna mengangkat telfon yang menganggu tidurnya, tentu panggilan itu dari Darrel, entah kenapa pria itu menghubungi Hansell dipagi buta, benar-benar membuat dirinya tidak tenang, sebab sangat jarang Darrel bersikap lancang untuk menganggu waktu istirahat Hansell
“Ada apa Darrel, kenapa kau menelfonku dipagi buta, aku berharap ini masalah yang cukup serius hingga kau berani menganggu tidurku” sapa Hansell dengan nada dingin, membuat Darrel merasa takut untuk menjelaskan maksud
“Maaf tuan, saya minta maaf telah menganggu tidur anda, ini terkait Nona Merry” seketika saja Hansell terdiam, begitupun dengan Darrel ia mencoba memberi jeda menyusun kata agar tepat jika nanti disampaikan
“Ada apa?” balas Hansell dengan nada ingin tahu, ia bahkan mendudukan diri untuk mendengarkan baik-baik apa yang akan dikatakan Darrel
“Nona Merry ternyata ibu kandung Nona Petrov tuan” lirih Darrel dengan Nada getir
“Lalu?” saut Hansell seketika
“lalu?” mendengar jawaban singkat yang diluar dugaan dari Tuan Hansell, tentu membuat Darrel kebinggungan, ia seolah mencerna baik-baik respon yang ditampilkan tuanya itu “Apa anda sudah mengetahuinya?” seru Dareel seketika, membuat Hansell memejamkan mata, ia lupa mengabari Darrel tentang hal ini, sebab Hansell telah menyerahkan seluruh pekerjaanya kepada pria itu, jadi ia tidak ingin Darrel mengurus masalah yang dihadapinya saat ini, karna Hansell tidak ingin menyusahkan Darell dalam bekerja, hal itulah yang membuatnya berfikir, jika Dikra lebih tepat menyelidiki ini semua, ternyata diluar dugaan, Darrel masih saja mencari fakta tentang semua ini tanpa diperintahkan oleh Hansell, meskipun ini terlihat ceroboh namun Hansell percaya, pria itu sangat hati-hati disetiap langkahnya
“Aku sudah mengetahuinya, jika Airyn adalah anak kandung Merry, meskipun untuk menguatkan fakta masih perlu Tes DNA yang saat ini telah dilakukan Dikra, lain dari itu aku yakin bukan hal itu saja yang kau dapatkan, bukan? ” sambung Hansell untuk ingin tahu lebih jauh apa yang akan disampaikan Darrel padanya
“Hmm….baiklah jika begitu tuan, begini. Tuan Ji dan Merry ternyata berhubungan baik, hari ini saya mendapatkan foto mereka tengah bertemu dicafe yang ada didekat kantor Nona Petrov, berhasil saya mendapatkan hasil percakapan mereka, ternyata benar Merry dan nyonya Iriana adalah sahabat dekat, masa lalu nyonya Iriana yang berpisah dengan mantan suaminya adalah campur tangan Merry untuk membawa Nyonya Iriana pergi bersama Tuan Ji” tutur Darrel, membuat Hansell terdiam atas apa yang dibicarakan oleh sekretarisnya
“Tunggu dulu, jadi kau mengatakan, jika nyonya Iriana memiliki mantan suami?” tanya Hansell
“Iya tuan” balas Darrel dengan singkat
“Siapa mantan suaminya, sebelum Tuan Ji?” entah kenapa Hansell begitu berdebat atas pertanyaanya yang dilontarkanya, ia yakin Darrel adalah orang yang begitu lihai dan cekatan, bahkan ia bisa menemukan solusi mustahil untuk segala hal, kali ini Hansell percaya Darrel tidak bisa diragukan, informasinya benar-benar valid dan sesuai fakta dan bukti, sebab untuk titik ini Darrel juga menjadi alasan kesuksesan bagi Hansell
“Astaga” seketika saja, Hansell terdiam atas penjelasan yang dikatakan Darrel, ia terdiam dan bungkam tanpa berkata, seolah ini benar-benar diluar kapasitas dan dugaanya, selama ini Hansell menyiapkan diri jika menemukan sesuatu yang diluar dugaanya, namun kali ini semua hal memang diluar dugaan tanpa mampu terkendalikan, seolah potongan-potongan itu tergambar jelas dengan seluruh warna, hanya saja memecahkan warna itu untuk menyadikan potongan yang bisa disatukan adalah hal paling sulit
“Kirimkan seluruh berkas itu untuk aku pelajari, dan Darrel carilah anak laki-laki Nyonya Iriana, aku yakin dia belum meninggal, karna sangat janggal sekali, hari dimana Merry membawa bocah itu dan meningganya dia, bahkan jika Meery membunuh atau melenyapkan itu tidak mungkin, Merry adalah wanita yang memiliki cinta tulus, aku yakin ia sangat menyayangi sahabatnya Nyonya Iriana, sudah pasti dengan seluruh latar belakang itu, anak laki-laki Nyonya Iriana masih hidup” jelas Hansell, seraya menutup ponsel, ia masih belum bisa percaya, entah kenapa, semua orang yang ada dihidupnya benar-benar berkaitan dengan seluruh masa lalu.