
Hansell menarik jemari Airyn untuk bergandengan dengan nya, mereka jalan beriringan dicampuri rasa bahagia dan gugup, bahkan Airyn tidak mengerti kenapa dia mengucapkan kata itu padahal selama ini dirinya tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan nya kepada Hansell, Airyn masih tersipu malu dengan perasaan nya, jantung nya berdebar tak karuan, dia gugup tak kepalang bahkan dirinya sangat terharu mengingat bagaimana Hansell menyatakan cinta kepadanya, kesungguh-sungguhan itu terpampang jelas dimata pria tersebut.
membuat debaran dijantung Airyn tak mampu dihentikan, bahkan jika dia terus memikirkan jantung nya akan bermasalah nantinya, Airyn menjernihkan fikiran nya dan mengontrol bahagia yang tengah dirasakan nya, seketika saja senyum nya menghilang begitu saja, bahkan Airyn menghentikan langkah kakinya, membuat jemari mereka terlepas begitu saja.
“Airyn kenapa?” tanya Hansell kepada wanita nya, padahal mereka tinggal memasuki mobil Hansell, namun Airyn sangat berbeda dari sebelumnya
“aku melupakan sesuatu”
“apa?”
“kau menyatakan cinta mu, aku hanya mengakui perasaan ku, tapi untuk menikah dengan mu aku tidak bisa” tegas Airyn dengan hati yang tersayat, seketika itu kebahagia mereka terhenti begitu saja, seakan waktu yang tadinya berjalan di antara mereka menjadi membeku
“kenapa kau tidak mau menikah dengan ku?” Hansell diselimuti rasa takut, bahkan membuat dia tidak berdaya memandang Airyn
“kau menganggap aku apa Hansell? Kau akan menjadi menantu dari tuan Ji, dan sekarang kau melamar ku, apa kau mempermainkan perasaan ku!” bentak Airyn begitu kasar, bahkan Hansell tidak menyangka gadis ini mengetahui hal ini, namun dirinya jelas keliru
“bagaimana kau mengetahuinya” tanya Hansell begitu binggung
“dari siapa aku tau, itu tidak lah penting, yang terpenting sekarang aku tidak akan menikah dengan mu, karna kau calon suami wanita lain, aku bahkan telah membaca artikel tentang mu ketika aku datang ke Korea, bagaimana kau bisa menjelaskan itu kepada ku?” tanya Airyn dengan rasa kesalnya
“Airyn” Hansell mendekat kepada wanita itu dan meraih tangan nya, namun gadis itu menepis tangan Hansell begitu kasar, bahkan air matanya berlinang menatap Siryn “kau salah paham Ryn” jelas Hansell, namun Airyn menjuh dari pria itu
“lupakan itu, terimakasih telah menyatakan cinta mu, dan terimakasih telah memberikan cincin ini untuk ku, tapi aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini Hansell” bahkan Airyn tersenyum getir, membuat tubuh dan hatinya begitu sakit melihat kearah Hansell
“hapus semua pemberitaan di media mengenai aku, jangan sampai media Korea memasang wajah ku di Internet mereka, jika tidak aku akan menghancurkan segalanya” tegas Airyn kepada Hansell, embuat Hansell tidak menyangka dengan apa yang diucapkan wanita nya, bahkan pria itu tertegun melihat pandangan mata Airyn yang begitu kelam.
emosi nya bercampur aduk dan tertahan kan disana, bahkan gadis itu mengepalkan tangan saat bicara, membuat Hansell merinding saat menatap mata Airyn, namun dia tidak takut sedikit pun, kecuali kehilangan Airyn.
“apa kau tidak mau mendengarkan penjelasan ku?”
“apa yang akan kau jelaskan, dia akan menjadi istri sah mu dan aku menjadi wanita simpanan mu” bentak Airyn seketikaa menjawab pernyataan Hansell
“Airyn apa yang kau bicarakan, aku”
“cukup, aku tidak akan termakan lagi dengan kata-kata buaya mu, aku mengerti tentang perasaan ku, dan aku tau diri tentang itu, tapi aku minta maaf untuk tidak mampu menjalani hubungan ini dengan mu” tegas nya kepada Hansell
“Airyn, aku tidak memiliki hubungan”
“diam!!!” seketika Hansell terhenti dari perkataan nya karna Airyn membentak dirinya begitu keras, bahkan mengema di Basement itu “aku akan memaafkan mu atas ini, jadi jangan lampaui batasan mu Hansell” Airyn membalikan tubuhnya dengan terpaksa, dia begitu sakit dengan kenyataan yang ada
“bagaimana bisa, kau menyatakan cinta dan melamarku disaat kau memiliki calon istri, bahkan aku dengan bodohnya menerima cinta mu” Airyn berjalan dengan air mata yang berderai, dia meninggalkan Hansell yang mematung melihat punggung nya, Airyn tidak menyangka rasa nya sesakit ini, bahkan sama saja dengan rasa sakit kehilangan kedua orang tua nya, dan kali ini teramat perih hingga dia mampu menangis.
“Airyn, apa kau tidak mempercayai ku? Bagaimana bisa kau se egois itu hingga tidak mendegarkan penjelasan ku” Hansell merasa begitu kecewa dengan Airyn, bahkan wanita itu tidak memberinya kesempatan untuk menjelaskan, dia menuduh Hansell tanpa menimbang perasaan pria itu kepadanya, Hansell menatap punggung Airyn yang semakin lama semakin menjauh, fikiran nya kacau dan hatinya begitu hancur dan sakit
“Airyn, selama ini aku menyatikimu, selama ini aku mengecewakan mu, apa kau sudah memaafkan ku? Airyn, apa yang harus aku lakukan, haruskan aku membiarkan mu pergi?” hansell merasa tubuh dan perasaan nya bertolak belakang, kaki nya seakan ingin mengejar namun hatinya terlanjut kecewa
“airyn aku mungkin telah melakukan banyak kesalahan selama ini, menghukum diriku, meninggalkan mu, membiarkaan mu melupakan mu, bahkan aku menghilang untuk mecari pelarian diri, kau kembali meskipun tidak mengingat tentang ku, kau menerima ku lagi, mencintai ku dan kau begitu tulus nya hingga aku tidak mengerti apakah selama ini aku salah menilai mu, namun kali ini kau meninggalkan ku, salah paman dengan perasaan ku, dan tidak mendengarkan penjelasan ku, kau bahkan tidak memberiku kesempatam untuk menjelaskann nya, bahkan dirimu tidak berbalik badan atau haruskah aku yang mengejarmu” pertanyaan itu begitu berkecambuk di fikiran Hansell, membuat logika dan hati nya bertolak belakang
“Airyn, selama ini aku telah salah” pria itu melangkahkan kaki mengikuti punggung Airyn “aku menghukum diriku sendiri dan meninggalkan mu, bahkan membiarkan mu melupakan ku” kali ini tatapan matanya begitu tajam melihat ke arah Airyn, sorot mata Hansell saja mempercepat langkah kakinya
“namun kali ini aku tidak akan melepaskan mu, aku tidak akan membiarkan mu salah paham atas perasaan ku, meskipun aku terlalu memaksa, aku hanya ingin kau tahu, bahkan dirimu wanita yang aku cintai, Airyn”
seketika itu dada bidang Hansell menempel di punggung Airyn, membuat langkah mereka terhenti dan Airyn terdiam dari isakan nya, Hansel mendekap Airyn dari arah
belakang agar gadis itu tidak mampu lagi untuk melangkah.
“Airyn, kau harus mendengarkan ku kali ini, apa maksud mu aku menjadi menantu tuan Ji, aku tidak mengerti dari siapa kau mendapatkan informasih, tapi aku tidak terikat apapun dengan keluarga itu, jika aku harus menceritakan nya itu sangatlah panjang dan menghabiskan waktu ku untuk menjelaskan nya, tapi Airyn aku hanya mencintai satu wanita, yaitu dirimu. Aku tidak terikat hubungan dengan siapa-siapa selain dirimu, apa kau tau, aku dan tuan Ji hanya sebatas kerabat tidak lebih, dan mengenai gosip ku dengan anak nya, itu hanya dibuat untuk menaikan nama anak tuan Ji, karna itulah dia memanfaatkan namaku, aku bersumpah padamu bahkan aku mencintaimu, dan tidak memiliki hubungan apa-apa dengan wanita lain” jelas Hansell dari arah belakang, namun gadis itu tidak merespon apa terhadap hal yang dibicarakan Hansell, dia hanya terdiam dengan air matanya
“Airyn, aku tidak pernah mencintai wanita segila aku mencintai mu, kau benar-benar membuat ku sakit setiap kali kau terluka karna diriku, apa kau tau” seketika itu suara Hansel berubah menjadi berat, dia menundkan kepala di rambut Airyn lantraran ada air mata yang tengah ditahan nya “meninggalkanmu saja hukuman bagiku, apalagi menjauh darimu itu seperti siksaan yang harus aku jalani, dan sekarang kau salah paham dan pergi apa kau fikir aku akan rela dengan semua itu” tegas Hansell kepada airyn “percayalah padaku, seperti kau mencintai ku, tidak pernah ada wanita yang membuat ku merasa takut selain dirimu, aku tidak berharap kau memaafkan ku Siryn, namun aku tidak rela kau tersakiti karena aku, karna itulah aku tegaskan bahwa, aku hanya mencintaimu, tidak ada yang lain, anak tuan Ji tidak ada hubungan nya dengan ku” Hansell membalikan tubuh Airyn, dia melihat mata gadis itu begitu sembab
“kenapa kau menyakiti dirimu sendiri, kau bahkan tersakiti atas keputusan mu, tapi kau tetap saja melakukan nya, tidak bisakan kau jujur dengan perasaanmu, aku tidak bisa menyakitimu, karna aku merasa terluka untuk itu” Hansell memeluk Airyn sekali lagi, dia tidak rela melepaskan gadis itu sebelum menerima jawaban dari wanita nya
“apa kau yakin dengan ucapan mu?” tanya Airyn lirih
“aku sunguh-sunguh denga ucapan ku” seketika mata mereka saling menatap, bahkan sekali lagi Airyn melihat kejujuran disana, entah kenapa dirinya begitu mudah menembus kejujuran dibalik mata Hansell, membuat Airyn begitu menyesal atas sikap nya barusan, dia memeluk Hansell dengan begitu sayang, ada rasa sakit yang kembali tersembuhkan
“Hansell, maafkan aku” pinta Airyn begitu memohon, membuat Hansell tak kuasa dengan hati nya, seumur hidup sangat jarang memikirkan Airyn memohon dengan dirinya, namun kata-kata manja dari wanita ini benar-benar menghipnotis hansell hingga dia tidak berdaya
"dasar gadis bodoh" dengus nya “kenapa kau meminta maaf, kau bahkan tidak pernah salah untuk ku, aku bahkan memaafkan mu sebelum kau melakukan kesalahan, jadi tetaplah disamping ku, aku akan menjagamu” pinta Hansell dengan menguatkan pelukan mereka
“Hansell”
“apa?”
“kau harus mengurus wartawan yang sedari tadi memotret kita”
“mata mu jeli seklai sayang, nona Petrov ku yang berharga” mendengar perkataan itu langsung saja hati Airyn seperti ditusuk-tusuk tak karuan, dia merasa meleleh dan tertegun atas kata sayang yang dilontarkan Hansell
“sayang???”
“aku memanang menyayangi mu, mulai sekarang kau harus terbiasa dengan kata itu, apa kau mengerti” perintah hansell sambil melepaskan pelukan mereka, sekarang Hansell meraih tangan Airyn kemobil dan membukakan pintu untuk gadisnya, tentu saja mata gadis itu dengan jeli melihat wartawan yang sedari tadi memotret mereka, Hasell memasuki bangku pengemudi, dia menjalankan mobilnya sambil memperhatikan Airyn
“Airyn aku akan mengurus wartawan itu” seru Hansell
“benarkah”
“iya, tapi kenapa kau tidak ingin mereka memberitakan dirimu, bukan kah bagus jika kau terkenal aku yakin seluruh Korea akan terkesima dengan kecantikan mu” ledek Hansell kepada gadisnya, bahkan tangan nakal nya mengenggam tangan Airyn
“kau ini bodoh sekali, apa kau mengerti semakin seseorang itu terkenal mereka harus menyembunyikan diri dengan maksimal” bantah Airyn
“kenapa?”
“kau tidak akan mengerti Hansell” seketika itu Airyn memalingkan wajah melihat kearah luar
“aku ingin kau menyembunyikan wajah ku dari media, tidak perlu menghapus beritanya, tapi gunakan nama Airyn disana bukan nama Nona Petrov, jika itu terjadi bukan hanya Korea saja yang akan terguncang, seluruh dunia akan memfokuskan perhatian mereka pada mu, aku hanya tidak bisa mencelakaimu, kau fikir dengan posisiku sekarang apa keberadaan mu aman jika menjadi kekasih Nona Petrov” jelas Airyn, setelah mendengar itu Hansell seperti bergindik begitu merinding, dia melupakan sejelak bahwa wanitanya adalah orang berbahaya yang tidak sembarangan dipublikasikan oleh berita.
“baiklah aku mengerti, tidak usah dipikirkan, aku mampu menjaga diriku” pinta Hansell kepada Airyn, tentu saja dia mengerti wanita itu tengah mencemaskan keberadaannya, bahkan airyn sendiri begitu cemas dengan lamunan nya, dia merasa sesuatu yang jauh lebih mengerikan akan terjadi didepan matanya, namun menjauhi pria ini sesuatu hal yang tidak bisa dilakukan, airyn terlalu terbiasa dan begitu nyaman bersama hansell, bagaimana dia bisa menjauh jika mereka baru saja bersama
Sekarang gadis itu menumbuhkan keberanian diri untuk mengandeng tangan Hansell, bahkan dirinya percaya Hansell mampu menjadi pasangan nya, jika dengan mendapatkan hansell ada harga mahal yang harus dibayar airyn dengan senang hati memberikan seluruh yang dimilikinya.
Tidak peduli semengerikan apa dunia melarang nya, namun jika hansell adalah pria yang dicintai oleh nya, airyn siap menghadapi seluruh dunia bersama-sama, asalkan mereka tetap bergandengan airyn percaya tidak ada ada manusia yang mampu melepaskan mereka.
“apa kita kembali ke apartemen?” tanya airyn kepada hansell
“tentu tidak” sambill mengusap kepala gadis itu
“lalu kita kemana?” tanya airyn
“ke namsam” seketika airyn mengkerutkan kening karna dia tidak tau dimana itu, dan tempat seperti apa itu.