Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Tidak terduga



1 jam sebelumnya :)


“Angel bangunlah” lirih Dikra sambil membangunkan gadis itu dari tidurnya, tentu saja Angel terkapar diruang tamu sehabis menikmati Drama yang ia minati, bahkan gadis itu masih saja bertingkah layaknya anak kecil yang tidak mempedulikan apapun, selain makan, tidur dan menikmati Drama.


Andai saja Angel mengetahu, jika Dikra memandang dirinya sebagai wanita mungkin kah gadis itu masih bertingkah seperti ini? seolah Dikra tidaklah berbahaya bagi dirinya. Hanya saja menyembunyikan perasaan pada seseorang sudah sedari lama di lakukan Dikra, hingga ia tidak merasa jika ini sebuah beban, bahkan mencintai Angel diam-diam benar-benar membuat dirinya melepaskan semua perasaan.


Usapan sayang diberikan di kepala gadis itu, bahkan tanganya dengan kurang ajar, menyentuh pipi Angel tanpa izin dari wanita yang ia sukai, tapi apa yang bisa Dikra lakukan, selain bertingkah sebagai kakak kedua baginya, inilah jalan satu-satunya untuk Dikra berada disisi Angel, pria itu merapikan selimut yang hampir terlepas dari tubuh gadisnya, membuat Dikra mengurungkan niat untuk membangunkan Angel dari tidur lelap


Dengan keheningan Apartemen yang seperti biasa, bahkan tidak ada suara apa-apa selain pisau yang membelah-belah sayuran agar menjadi potongan-potongan kecil, seolah Dikra sangat cekatan ketika mengupas kulit kentang, entah kenapa ada aura tampan yang terlihat seksi ketika pria itu melakukan pekerjaan dapur.


Sebenarnya dari dulu Dikra sudah hidup secara mandiri, dirinya sudah terbiasa melakukan hal apapun sendirian, karna Dikra kehilangan ibunya saat melahirkan dirinya ke bumi, bahkan Dikra tumbuh besar tanpa sosok ibu, ia di besarkan bersamaan dengan Hansell dan Angel, seolah rumah mereka sudah seperti rumahnya untuk pulang.


Dikra sudah terbiasa makan sendiri, tidur sendiri , bahkan ia selalu melakukan apapun sendirian, di tambah ayahnya yang sering mabuk-mabukan hingga tanpa sadar membawa beberapa wanita pulang, membuat Dikra tidak terlalu nyaman di rumahnya, akibat kehidupan Tuan Sillky yang hancur atas kepergian istrinya.


Dulu Dikra terbiasa melihat Hansell merawat adiknya dengan penuh sayang, tanpa sadar Dikra juga melakukan hal itu pada Angel karna dirinya sangat menyayangi Angel sepenuh hati, meskipun ketika tumbuh remaja mereka sering bertengkar hal itu terjadi akibat perasaan asing yang mulai Dikra miliki padanya.


Tapi setelah dewasa dan Angel berubah menjadi gadis manis yang tidka banyak bicara, pelan-pelan perasaan suak itu dapat terkontrol hingga Dikra mulai menjaga Angel secara diam-diam, ketika Hansell hancur akibat kehilangan Airyn disanalah Dikra mera adil untuk ikut hancur, Karna Angel hanya merasa Hansell sebagai dunia dan keluarganya, tapi pria itu malah mementingkan diri sendiri, dan mengabaikan Angel akibat orang lain, bukankah wajar jika Dirka memukul Hansell untuk sadar diri akan posisinya.


Kali ini Dikra terlihat begitu sibuk hingga bau sedap menarik indra penciuman Angel, bahkan masakan itu mampu membangunkan Angel dari tidur panjang, tentu saja perutnya sagat lapar, karna melewatkan makan siang untuk waktu tidur, Angel memilih bangun sambil mengerjapkan mata, ia bangkit dari tidurnya sambari memandang kearah Dikra, Angel terdiam melihat pria itu selalu sibuk, entah kenapa membuat dirinya sendikit menyesal terlalu merepotkan.


“Kak...” lirih gadis lucu itu saat memanggil Dikra, seolah matanya yang masih tertutup membuat kesan mengemaskan hingga menarik perhatian.


“Apa kau sudah bangun?” tanya Dikra sembari mencuci tangan sambil mematikan api elektrik, ia menarik susu hangat yang sedari tadi disiapkan untuk gadisnya, sebab Dikra mengerti Angel pastilah kepalaran, jadi meminum susu coklat panas akan menangulangi kelaparan dalam beberapa saat.


"Terimakasih” ucap Angel seketika sambil meneguk susu itu hingga tandas, membuat Dikra tersenyum sambil meraih kembali gelas kosong yang baru saja dikembalikan ketanganya.


Angel merebahkan diri setelah melepaskan dahaga, untuk menutup mata kembali, tentu saja ia tidak tidur sunguhan, hanya saja ia menutup mata agar bermalas-malasan sebentar lagi, lagian Dikra belum selesai dengan makananya.


Perlahan pria itu berlutut di hadapan angel, menekuk tubuhnya sambil mengusap kepala gadis mungil “Bangunlah, makanannya sudah siap” ucapnya dengan lirih, bahkan suara menenangkan Dikra membuat Angel enggan membuka kedua mata.


“Baiklah” sambung Angel dengan kalimat memelas, hingga mengundang rona malu dikedua pipi Dikra, ia beralih kearah dapur untuk menyajikan makanan mereka.


Setelah Dikra pergi, gadis itu membuka mata secara perlahan, matanya tertuju kearah depan, seolah jantungnya berdegup kencang, semenjak Dikra mengurus dirinya, Angel merasakan sesuatu yang aneh terus berdebar di dalam tubuhnya, bahkan ia sulit sekali bertingkah biasa untuk menyembunyikan kegugupan, padahal selama ini Angel dan Dikra sudah tumbuh sedari kecil, ia selalu bertingkah bodoh dan berkata ceplas-ceplos karna baginya Dikra adalah kakak laki-laki selain Hansell, tapi sekarang ada apa dengan tubuhnya? Meraskan gugup, cemas, rindu, bahkan khawatir jika Dikra tidak datang, dan saat pria itu tersenyum, hingga memanjakan dirinya, Angel benar-benar meronta ingin terbang, apakah Angel perlu memeriksa diri kerumah sakit, jika saja ada suatu penyakit yang meghidapnya.


“Kenapa denganku” gumam gadis itu sambil merasakan detak jantungnya yang tidak berhenti berdebar “Apa aku menyukai Dikra? Hei! Tidak mungkin” sambungnya dengan frustasi, perlahan Angel bangkit dari sana sambil menyembunyikan kegugupan, ia menghampiri Dikra yang sudah menyiapkan makanan untuk mereka.


Setelah mengucapkan selamat makan, Dikra menunggu gadis itu menyantap makanan yang sudah disajikan, hingga Angel memberikan respon baik seperti biasa, tentu saja setelah Angel menikmati makanannya Dikra melahap dengan senyum malu-malu, sedangkan senyum Angel memudar dari dirinya biasa, ia memperhatikan tingkah Dirka lekat-lekat seolah ingin tahu kebenaran, setiap kali Dikra tersenyum kearahnya, Angel berusaha memaksakan senyuman, ia masih saja mencari tahu kenapa jantungkan berdebar, jika ini karna ia menyukai Dikra, lalu apa maksud dari sikap pria itu? apa Dikra merasakan hal yang sama?


Selama ini bayangan tentang perhatian yang Dikra berikan selalu saja menghantui, bahkan bayangan tentang pelukan dan juga kehadiran Dikra yang menghibur membuat Angel tersadar, di titik terlemah yang dimilikinya, Dikra lah pria yang hadir disana, tapi kenapa Dikra begitu baik padanya? Jika ia menganggap Angel seperti adik dari temanya, lalu apa maksud dari tatapan, dan senyuman malu, bahkan saat Dikra mengusap rambut Angel dengan tatapan dalam, dia bisa merasakan sesuatu yang berbeda, apa Dikra mencintainya? Tapi kenapa pria seperti Dikra mencintai Angel? Bukankah ia bisa mengencani wanita manapun, dan Dikra bisa memberikan perhatian kepada wanita itu, seluruh pertanyaan yang membuat dirinya semakin gugup, membuat Dikra terhenti dan menatap Angel lekat-lekat.


“Kenapa? Apa ada sesuatu yang salah dari masakan ku?” lirih pria itu dengan degan takut, membuat Angel terdiam sambil menatap kearahnya, bahkan ia meletakan perangkat makan untuk menguatkan diri.


“tidak. Makanan mu selalu enak seperti biasa, tapi ada yang aneh dan membuatku selalu tidak nyaman” lirih Angel dengan tatapan mata dalam, bahkan Dikra terdiam dengan jantung berdebar, apa yang ingin dikatakan Angel, apa wanita itu tidak suka dengan kehadiranya, apakah Dikra melakukan kesalahan.


“A-angel..aku minta maaf jika aku melakuakn kesalahan, tentu kau tidak nyaman atas kehadiranku. Maaf aku selalu memaksamu dan mengatur mu, tapi semua itu karna..”


“Karna perintah kakak” potong Angel seketika, membuat Dikra terdiam tanpa kata “tapi, kakak tidak pernah memerintahkan Mu untuk menjadi pembantu dirumah ini, dia hanya memintam Mu memantau Ku, dan memperhatikan Ku, dia tidak menyuruh Mu memasak, dan merapikan rumah, bahkan Kau menyaipkan susu hangat dari siang sampai malam. Bahkan Kau rela melepaskan buku yang baru saja kau baca untuk memasakan sesuatu jika aku mau. Kau diam-diam menyelimutiku jika aku tertidur, hingga mematikan suara televisi karna kau takut itu menganggu tidurku kan. Tapi yang membuatku aneh dengan semua yang terjadi, kenapa kau begitu?” kesal Angel dengan kalimat membentak, bahkaan jantungnya tidak bisa berhenti seolah ingin lepas dari tempatnya


Dikra tertunduk bersalah, seolah ia tidak bisa menjawab apapun, tentu saja Dikra tidak bisa berkata-kata lagi, apa yang bisa dia ucapkan selain kata “Aku mencintaimu” dan dapat dipastikan kalimat itu tidak akan keluar dari bibirnya, karna Dikra yakin setelah kalimat itu terucap hubungan adik kakaknya dengan Angel akan berantakan, gadis sebaik dan sepintar Angel tidak akan mau dengan laki-laki yang hidup dengan dendam, dan suka bermain wanita di matanya.


“Kenapa kau diam saja. Apa yang kau lakukan disini Dikra? Kenapa kau begitu baik padaku, sampai aku sulit sekali membedakan perasaan ini, aku selalu berdebar setiap kali kau menyentuhku, aku selalu gugup setiap kali kau tersenyum, aku selalu kehilangan jika kau pulang dan pergi dari sini, apa ini semua”


Sontak kalimat itu terhenti dengan tatapan mata yang dalam dari keduanya, air mata Angel berlinang saat ucapnya mampu menghancurkan hubungan mereka, sudah jelas ia tengah menyatakan perasaan, kepada pria yang memberikan tanggung jawab sebagai teman kakaknya, tapi Angel tidak bisa menahan ini lebih lama, ia tidak bisa beriskap layaknya orang bodoh lagi, jantungnya, perasaanya, tubuhnya semuanya bereaksi secara bersamaan.


Seolah denyut nadi yang tadinya menghidupkan dirinya, seperti manghilang karna ucapan yang baru saja terlontar, Angel seperti membunuh dirinya sendiri di hadapan Dikra, tapi apa yang bisa Angel lakukan, ia tidak bisa hidup dengan hal aneh yang terus menerus menghantui, Dikra menatap binar penuh ketidak percayaan.


Apa dia mengutarakan perasaan?


Hanya kalimat itu yang bisa di fikirkan, bahkan ia mengumpulkan seluruh tenaga untuk tenang, sambil memandang Angel dalam-dalam, dua orang yang berada disuatu tempat kosong seolah mengheningkan pandangan masing-masing, Angel dan Dikra sama-sama bungkam setelah pernyataan cinta yang Angel lontarkan dengan lantang, apakah Dikra harus meledak hari ini, dengan mengatakan kebenaran jika ia mencintai Angel diam-diam, hingga mimpi yang datang selalu wajah cantik itu.


Tapi kenapa tubuhnya menegang, dadanya sesak, dan bibirnya bungkam, seolah tidak ada ucapan yang bisa dilontarkan, akibat kebahagian yang silih berganti menghantam, bahkan pernyataan cinta yang sesingkat “Aku mencintaimu saja” tidak keluar.


Jika Dikra seperti ini apa yang akan terjadi nanti, apakah Angel akan pergi dari sana?


sebelum dirinya bertindak layaknya Pria.


“Kau bahkan terdiam! Benar, hanya aku yang aneh, aku yang seperti orang bodoh sampai keliru membedakan semua ini, mungkin kau tidak perlu datang lagi, karna aku tidak bisa menerima mu” ucapnya sambil menepis air mata, dengan tubuh yang hampir lunglai Angel berdiri dari tempat duduk, sebab apa yang harus ia tunggu dari pria yang tidak mencintainya, dari pria yang menganggap hubungan mereka sebatas adik kaka saja.


Dikra melangkaah dengan kekuatan penuh yang harus di kerahkan, bahkan dengan segera menghampiri Angel hingga detak jantungnya berpacu lebih cepat, apakah ia tengah mendengar pernyataan cinta dari wanita yang ia cintai selama ini, apakah pendegaran Dikra tengah berfungi dengan baik, jalan satu-satunya memastikan ini adalah,,,


Sentuhan intim antar dua orang yang saling meleburkan perasaan, hingga tubuh Angel menegang saat Dikra tiba-tiba menjatuhi ciuman, membuat bibir mereka menempel dengan nafas hangat terasa nikmat dari bayangnya. Bahkan pria itu lihai sekali memainkan lidahnya tanpa mampu di kejar oleh Angel, sebagai seong pemula yang tidak mengerti apa-apa mata binar dengan hati jantung berdetak yang hampir mengilainya.


Dikra memberika jawaban dari sikap intim yang diberikan pada Angel, bahkan membuat Angel terdiam dengan air mata yang mereda tanpa aba-aba, siapa yang bisa meghentikan jika dua perasaan terlanjur berjalan kejalur yang sama, untuk pertama kalinya Angel merasakan ciuman dari seorang pria, ciuman yang tidak pernah dibayangkanya, dengan lembut Dikra meraih leher jenjang yang di miliki gadis itu, dirinya menuntut ciuman lebih dalam, hingga keduanya terlalu larut kedalam dunia asmara mereka.


Sampai dua orang yang tidak di inginkan hadir disana tanpa terkira, siapa lagi kalau bukan kakaknya dan Airyn, membuat Angel tidak mengerti kenapa ia se-sial ini, hingga berhadapan dengan sesuatu yang diluar nalar, untuk ciuman pertama yang harusnya dinikmati secara lekat-lekat, terputus hanya karna ketahuan oleh kakak kandungnya.


Tentu perasaan takut dan cemas melanda, hingga tanpa sengaja membanting tubuh Dikra dari kelekatan mereka, ia begitu gugup menyaksikan wajah kaget kakaknya, secara spontan Angel menarik Dikra untuk berlingdung di belakang tubuh pria itu, tentu saja Dikra memeluk Angel agar menunjukaan kepada Hansell, niatan dirinya yang sungguh-sungguh.


“Jangan marah padanya” bentak Dikra dengan gugup, seolah Hansell akan menerkam adik kandungnya secara mentah-mentah, tentu saja mendengar jawaban itu ada hinaan yang tertampil dengan tidak percaya, membuat ruangan yang hening cair dengan nuansa suram.


Tatapan mata yang menajam, membuat Angel menundukan wajah penuh takut, bahkan ia melipat kedua tangan karna sedari tadi tidak henti bergetar, Dikra tengah bersujud seolah memohon dihadapan temanya terduduk kaku, seolah dirinya sudah malakukan kejahatan, sedangkan Hansell berpangku tangan menahan emosi yang hampir meledak-ledak, Airyn yang begitu bersalah berdiri disamping suaminya seperti dayang yang menangkal amarah pria itu.


“Angel apa yang kau lakukan?” lirih Hansell dengan kalimat dingin penuh pertanyaan mengancam


“Hansell, dia tidak melakukan apapun, semuanya kesalahanku” putus Dikra dengan racauanya


“Apa kau yang bernama Angel” sindir pria itu, hingga membungkam temanya, bahkan mata tajamnya saja membuat Dikra tidak bisa bersuara.


Setelah selesai menghina Dirka, Hansell mengalihkan pandang pada Angel yang terpaku, membuat Airyn merasa kasihan sekali dengan dua pasangan malang itu, seharusnya Hansell bisa memahami, karna dirinya juga seorang laki-laki dan pernah jatuh cinta, tapi pria itu malah bertingkah sebaliknya


Hingga Airyn sendiri tidak dapat membantu jika aura Hansell sudah menyeramkan.


“Aku mencintai Angel, aku sudah mencintai dia sedari dulu, selama ini aku selalu menyimpan perasaanku pada Angel, karna aku berfikir ia tidak pantas dengan laki-laki sepertiku, tapi kali ini aku menyatakan perasaanku padanya, aku mencintai Angel, sungguh Aku mencintainya. j-jadi kau tidak boleh marah padanya” sambung Dikra dengan yakin, seolah ia sangat gugup harus menyatakan sukanya di Hadapan gadis itu, membuat Hansell tidak menyangka dengan Pria itu.


Bahkan seorang Playboy bisa segugup itu menghadapi dirinya, jika dikaji lagi Dikra pantas mendapatkan hukuman gantung, karna berani menodai adiknya yang suci, tapi Hansell memasang kesabaran penuh, sebab ia melihat Angel sama sekali tidak keberatan dengan sikap Dikra.


“Angel. Apa yaang terjadi, Aku perlu mendengar penjelasan dari dirimu” sekali lagi ucapan Hansell menarik perhatian gadis itu, hingga memalingkan wajah kepada kakaknya “Apa kau ingin aku membunuh Dikra jika kau diam saja!” bentak Hansell dengan sungguh-sungguh, seolah kendali kontrolnya terlepas ketika Angel memasang wajah dingin tanpa bersalah.


“Jangan berani kau melakukan itu padanya” sontak ucapan mengancam yang Angel berikan, membuat semuanya tidak bisa percaya, sejak kapan adiknya yang lugu dan penurut menjadi gadis kasar ketika bicara degan Hansell


Begitupun dengan Airyn dan Dikra, bagi mereka Angel adalab gadis polos yang tidak banyak gaya, bahkan ia sangat imut sekalipun tengah marah, namun kali ini aura yang dibawa wanita itu sangat berbeda, hampir sama dengan Airyn saat berhadapan dengan musuhnya, kejam, mencengkram hingga mengerikan.


Lain dari itu ada kebahagia tersembunyi akan tingkah dewasa yang Angel tebarkan, tapi tatapan menyelisik Hansell seperti membunuh bahagaiany, seolah tatapan itu menuduh dirinya yang merubah Angel menjadi gadis pembangkang, benar-benar keadaan yang membuat siapa saja frustasi.


“Hansell. A-aku tahu kau sulit menerima ini, tapi Angel gadis yang baik, dia mungkin sedikit kaget karna tiba-tiba berada di keadaan seperti ini” bela Dikra dengan penuh percaya diri


“Apa kau yang bernama Angel! Aku bertanya pada adik ku!” bentak Hansell dengan habis kesabaran, membuat Dikra terdiam hingga tersurut takut, sekalipun Hansell temanya, tapi di posisi ini Dirka seperti menghadapi ayah mertuanya yang merasuki jiwa Hansell


“Kakak! Kenapa kau membentaknya, aku mencintainya” teriak Angel kehadapan kakaknya dan semua orang disana.


Membuat pria itu menyunggingkan senyum penuh penghinaan, entah kenapa Angel tengah melakukan lawakan yang terasa amat garing untuk Hansell tertawakan, tapi melihat keseriusan dari gadis itu, mengundang sedikit rasa simpatinya.


Bahkan Angel tidak lagi menghargai dirinya sebagai seorang kakak laki-laki, sehingga berani membentaknya di hadapan Airyn dan Dikra, seharusnya Angel tidak seperti ini dalam menjelaskan sikapnya, jikalau Angel mencintai Dikra mungkin Hansell akan memberikan mereka kesempatan, Hanya saja saat ini Angle perlu memastikan lagi perasaanya.


Bagi Airyn, Hansell terlalu kelewatan? ia tidak seharusnya membalas Angel dengan kepala batu dan bersikap penuh intimidasi, bukankah ini tidak adil untuk mereka, membuat Airyn merasa risih akan keadaan ini.


"Hansell" ucap Airyn untuk memberanikan diri bersuara dalam posisinya


"Diam!" balas Hansell dengan penuh penekanan, membuat wanita itu bungkam dengan rasa bersalah pada Angel dan Dikra


“Kenapa kau mencintai Dikra, apa yang pria itu lakukan padamu” sontak kalimat Hansell mengheningkan semua orang di ruangan, keheningan mengema diseluruh sudut sana, hingga Dikra tidak pecaya jika Hansell tengah merendahkan adiknya, bahkan Airyn yang tadinya mematung disamping suaminya, mendekat sambil memperingati Hansell, tapi tatapan Hansell mampu mencabut otoritas yang Airyn punya.


“Apa maksudmu” kali ini kalimat Dikra mengancam, seolah ia butuh penjelasan, apakah Hansell tengah menuduh adiknya hingga merendahkan harga diri Angel, bahkan Dikra begitu menjunjung tinggi harga diri Angel, dan kali ini Hansell merendahkannya begitu saja, sekalipun mereka bersaudara, masih banyak kalimat yang pantas di ucapkanya sebagai seorang kakak


“Apa kau fikri aku akan setuju begitu saja, hanya karna kau temanku, sekalipun aku teman dekatmu, yang selama ini kenal dirimu luar dalam, hal itu juga menjadi kelemahanmu Dikra. aku kenal siapa dirimu Dikra, bagaimana mungkin aku merelakan adik ku dengan pria brengsek seperti Mu. Aku hanya memiliki Angel sebagai keluarga yang berharga, apa kau fikir aku bisa menerima semua ini dengan fikiran terbuka, tidak kah aku memerlukan jawaban adik ku” balas Hansell dengan penghinaan menohok.


Membuat Airyn memejamkan mata karna begitu takut, entah kenapa aura Hansell sangat berbeda.


“kakak! Cukup! Aku terima jika kau merendahkan Aku. Tapi kau tidak sepantasnya bicara seperti itu pada Dikra. Apa kau tau, dia lebih baik dari kakak. Aku baru menyadari jika selama ini Dikra yang selalu ada disaat aku beradi di titik terendah, dia yang selalu menjulurkan tangan disaat aku kehilangan arah untuk berpegangan, kau selalu meninggalkan aku, kau selalu sibuk dengan duniamu, apa kau tidak bertanya? Dengan siapa aku bertahan di irlandia setelah kepergianmu, meskipun Tuan Sillky meninggal, Dikra yang menghiburku bukan selabaliknya. Dia bahkan mengatakan untuk tidak memberitahumu karna Dikra tidak ingin kau memikirkan dirinya. Aku mungkin bersikap baik-baik saja selama ini, tapi tidak selamanya aku baik, aku bahkan kecewa padamu, sikapmu, tindakanmu, tapi dengan Dikra aku bisa memahami semua itu. Dia yang selalu mengerti bagaimana keinginku, dia yang selalu mengajak ku bertengkar untuk melupakan masalahan, hingga nanti dia juga yang menghiburku, dia yang selalu merawat dan menjagaku, tanpa aku minta sekalipun. Apa kau tahu, semenjak kau pergi dia yang ada disini. Selama ini aku terlalu bodoh, hingga percaya jika Dikra seperti ini karna dirimu, tapi ternyata tidak! Dia benar-benar tulus untuk itu, aku yang bodoh ini baru meyadari semuanya. Dan sekarang kau menghina nya, apa kau fikir kau Pantas!!Sekalipun kau kakak Ku, aku tidak akan terima jika kau seperti ini pada Dikra” kalimat itu di ucapkanya dengan nada jelas yang begitu menantang, seolah gemetar di dalam nada suaranya mampu di lawan, Hansell yang masih berpangku tangan melirik Angel tidak menunjukan ekpresi apapun, selain tatapan hinaan.


Sedangkan Dikra yang berada di posisi bersalah, menjadi gugup untuk menenangkan yang mana, begitupun dengan Airyn yang hampir berkaca-kaca atas penuturan yang Angel jelaskan.


Ia menghapus air matanya dengan segera, sembari bangkit dari sana, di ikuti oleh Dikra yang begitu tidak percaya dengan sikap Angel, tidak ada yang bisa Angel lajukan lagi di sinj, selain pergi.


Kali ini Airyn yang terlihat khawatir menatap kearah Angell penuh peduli, membuat tatapan mereka terhenti satu sama lainya, Angel bersikap dingin hingga gugup kembali membanjiri Airyn.


“Aku senang kau kembali dengan Kakak Ku, karna bagiku. Tidak ada wanita yang pantas untuk dia selain Dirimu, Karna orang yang sering meninggalkan sepertinya, pantas mendapatkan gadis yang tanpa segan meninggalkanya seketika. Aku harap kalian bahagia, karna aku akan pergi dari sini, jadi jaga kakak ku dengan baik” sontak ucapan Angel menusuk ke hati Airyn dengan pedih.


"Angel jaga ucapamu!" kali ini Hansell membentak dengan sungguh-sungguh, bahkan ia terlihat geram akan sikap Angel, bagaimana bisa Airyn di libatkan atas ini, bahkan Adiknya tidak mengunakan sopan santun sama sekali.


"Kenapa? Apa kau merasa terhina? begitulah dengan Dikra yang kau perlakuan seperti tadi" balasnya dengan memiringkan sedikit wajah, seperti enggan untuk memandang.


Semuanya benar-benar kacau tanpa terkendali, membuat Airyn mengepalkan tangan menerima semua ini, apa ia pantas mendapatkan tekanan dari mereka, Hansell mengunci otoritasnya untuk bicara dan bertindak, Angel merendahkanya atas kesalahpahaman, dan Dikra yang menjadi biang masalah, hanya seperti ornag kebinggungan, Haruskah Airyn tetap diam.


"Angel berhenti!!" Bentak Airyn dengan geram, bahkan membuat Dikra dan Angel tersentak saat ingin pergi kearah luar, begitupun dengan Hansell yang jarang melihat istrinya mengebu-gebu dihadapan orang lain, sebab selama ini Airyn memilih cara elegan untuk menjukan kemarahanya, hingga jarang sekali sikap wibawa wanita itu tercoreng atas tindakan impusif yang ia lakukan.


Sedangkan Angel dan Dikra yang selama ini mengenal Airyn sebagai wanita dengan pembawa tenang yang justru menghanyutkan, tidak percaya Airyn berkacak pinggang membentak mereka.


"Astaga bocah-bocah bodoh ini, apa kalian senang memainkan Drama!!" bentaknya dengan mimik wajah menghina, membuat Hansell bergindik ngeri saat istrinya melirikan tatatapan membunuh "Apa yang kau lakukan! Kau bahkan tidak ada betulnya sebagai pria, dan sok mengajarkan Adik mu etika. Apa kau tengah bercanda" teriaknya kehadapan Hansell secara terang-terangan.


"Dan kalian, dua pasangan bodoh!! Apa kalian percaya dengan ucapanya. Dia hanya memprovokasi kalian untuk saling jujur dengan perasaan masing-masing, bahkan Hansell tahu Dikra yang menjagamu selama dia tidak disini, karna itulah Hansell memberi kalian waktu untuk saling sadar akan perasaan masing-masing. Dan saat ini kalian malah terjebak Dengan ucapanya, sampai ingin pergi dari sini. Apa kalian berdua punya biaya untuk hidup di luar sana. Apa kau tidak tahu siapa yang mensponsori Dikra untuk bernafas hidup!!! Dia adalah orangku, lebih tepatnya properti perusahaan untuk sistem keamanan, jadi atas izinku dia tidak bisa sesuka Hatinga. Jika kau Pergi dengan Dikra apa kau fikir aku akan membiarkan kalian berdua mengabisi uangku diluar sana. Astaga semua ratu drama di tempat ini benar-benar membuat diriku kehabisan kata-kata. Jujur Hansell drama mu sangat payah hingga bisa ku tebak" kesal Airyn dengan teramat tegas, membuat tiga orang itu terdiam dengan tatapan melonggo hampir tidak percaya.


Apakah dia benar istriku? Gumam Hansell


Apa kak Airyn orang segarang ini? Timpal Angel dengan binggung


Tidak kah Nona Petrov kelewatan, mengatakan ku sebagai properti. Dengus Dikra dari pojokan


Helaan nafas yang dilepaskan secara berat membuat Airyn merasa lega telah melampaiskan perkataanya, seolah otoritas dirinya sebagai Nona Petrov kembali lagi


Bahkan Hansell tidak menyangka Airyn akan mengetahui niatanya, bukankah istrinya terlalu pintar untuk diajak bermain Drama, hingga seulas senyuman miring melendung di lekuk wajahnya.


"Kakak! apa kau mempermainkan ku!!" bentak Angel tiba-tiba dengan rasa tidak terima, hingga membuat Hansell terjingkrak dari lamunanya akan Airyn. Sadar tatapan membunuh itu tertuju padanya, Hansell memasang wajah serius penuh tegang.


"Aku tidak mempermainkan mu" jelasnya dengan kalimat dingin, membuat Airyn memancarkan laser peringatan dari matanya, jika Hansell masih berputar-putar, Airyn akan melepaskan larva panas akan emosinya yang mengatup-ngatup.


"Ma-maksudku, Aku hanya menasehatimu sebagai kakak agar laki-laki ******** itu tidak menyakitimu, aku hanya menakuti Dikra, untuk memberinya ujian, dan aku akui. Dikra lulus ujianya" sambung Hansell tanpa rasa bersalah, membuat Angel naik pitam hingga tidak percaya, apakah laki-laki itu benar-benar kakaknya yang berkarisma seolah tampak seperti laki-laki bodoh.


"Kakak!!!" bentak Angel sambil mengertakan kaki kelantai, seolah ia tidak bisa menerima permainan kekanak-kanakan yang dilakukan oleh kakaknya


Sadar ada ancaman dari Angel, pria itu berdiri dari sana untuk berlindung di belakang istrinya.


“Menikahlah, jika kalian berdua sudah sejauh itu” sambung Hansell sambil merangkul Airyn dihadapan Angel dan Dikra.


"Kakak" rengek Angel dengan tidak percaya akan mulut tajam kakaknya


“Jadi, Apa kau ingin menjalin hubungan dengan laki-laki buaya seprti Dikra tanpa pernikahan! Angel kakak rasa kau tidak senaif itu. Kita bertiga sudah besar sedari kecil, kau tentu mengerti bagaimana Dikra bukan, lebih baik menikah saja untuk membuat Dirinya bertanggung jawab atas dirimu secara penuj" usul Hansell seolah mengejek sahabat dan adiknya


"Tidak kah dirimu terlalu kelewatan Tuan Hansell Hamillton!" Bantah Dikra dengan raut wajah suram, membuat Hansell sedikit kikuk menghadap kepada pria itu, sedangkan Airyn tertwa mengejek akan ulah suaminya


"Aku hanya mengusulkan" ucapnya dengan santai, sedangkan Angel sedari tadi bersisunggut kesal melihat sikap Kakaknya yang sangat keterlaluan.


"Perkenalkan, ini istriku” timpal Hansell untuk melarikan diri dari amukan mereka, ia sengaja mengubah topik permbicaraan untuk menutup drama yang gagal dimainkan.


“Istri!!” sontak kedua pasangan yang berdiri di ambang pintu membeo dengan tidak percaya, sejak kapan hal itu terjadi, bukankah Airyn dan Hansell sudah menyudahi hubunganya, bahkan pendegaran mereka terasa sangat aneh hingga sulit dipercaya.


Mungkin Angel dan Dikra akan menerima jika Hansell dan Airyn menjadi pasangan kekasih lagi, tapi mereka sulit percaya jika keduanya sudah menjadi suami istri tanpa berkabar atau memberitakan hal sepenting itu, bahkan kepada Angel sebagai adiknya sendiri.


Airyn yang melonggo atas penuturan Hansell seperti disambar gledek, berdiri bodoh di samping suaminya yang tidak memiliki otak, mencoba menahan senyum agar tidak mengerikan, bahkan ia ingin mempelintir tubuh pria itu untuk memberi pelajaran.


“Kakak, apa maksdumu dengan Istri. Apa kau tidak salah minum obat. Sejak kapan kau menikah? Tidak.... tidak....sejak kapan kalian berdua menikan? ” bentak Angel dengan tidak terima, bahkan ia menghampiri Hansell untuk memastikan keseriusanya, Angel peham sekali dengan karakter kakaknya, Hansell bukan pria yang suka membual, apalagi tentang hubungan pernikah seperti ini, sangat tidak mungkin Hansell mempermain mereka.


“Baru beberapa minggu ini, Kami terpaksa menikah karna tidak ingin berpisah lagi. Jika kau ingin tahu lebih lanjut, nanti saja kita cerita. Istri kesayanganku tengah kelelahan jadi kami berdua butuh istirahan" Jelas Hansell dengan berbangga diri, membuat Angel tidak menyangka kakaknya berubah menjadi seperti ini, kemana kakaknya yang dingin dan berwibawa, kenapa menjadi pria bodoh yang suka membuat sandiwa.


Apakah dia pikir dirinya lucu, bahkan tertawa saja tidak bisa dilakukan oleh Angel, melihat kakaknya hidup kakaknya yang kelewatan.


"Dan untuk teman baik ku, pulanglah sesegera mungkin, dan renungkan tentang pernikahan kalian. Selamat berfikir Dikra” sambung Hansell dengan nada damai penuh persetujuan.


Ia dan Airyn memasuki kamar mereka, meninggalkan Dikra dan Angel dengan kebingungan, bahkan hampir tidak bersuara karna masih tidak percaya.