Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Kekuasaan Nona Petrov



“hahaha, Marry apa kau mendengar pernyataan itu” kekeh Airyn kepada Marry, tentu saja wanita itu mengerti apa yang dimaksud Airyn


“iya Nona” saut nya cepat


“jadi apa kau mengerti apa yang harus kau lakukan?” tanya Airyn dengan tatapan tajam, bahkan membuat tamu undagan merasa ngeri mendengar pernyataan Airyn barusan, mereka sangat menyayangi kebodohan wanita yang berhadapan dengan Nona Petrov itu, bagaimana bisa dirinya begitu bodoh sampai bersikap seperti itu, ditambah Hellena dari kalangan atas apa dia tidak mengetahui siapa yang dihadapinya barusan, bahkan terlihat jelas seluruh orang tua yang hadir, memberikan pemahaman kepada anak mereka masing-masing untuk tidak menjadi seperti Hellena dihadapan Nona Petrov.


“Nona Petrov” seketika itu Hansell mencela dan membuat Marry menghentikan jari tangan nya ketika memencet nomor diponsel yang tengah dia genggam


“apa kau bisa, tidak melibatkan Tuan Sillky atas apa yang dilakukan putrinya?” tanya Hansell dengan begitu gugup, tentu saja Hellena memperhatikan ucapakan Hansell, mengapa Hansell terlihat begitu memohon untuk wanita itu memaafkan ayahnya, bukan kah seharusnya kebalikan.


“siapa dirimu, berani nya meminta seperti itu kepada ku” bentak Airyn dengan begitu kesalnya, tentu saja Hansell merasa sedikit sedih dengan ucapan Airyn, dia hanya membungkam tanpa bicara


Marry pun meraih telefon nya dan menelfon dalam 2 menit, setelah selesai dia membisikan sesuatu kepada nona Airyn, membuat Airyn tersenyum sungging dihadapan Hellena yang tidak tau diri, sedangkan Tuan Sillky dia hanya menundukan kepala setelah melihat sikap Airyn barusan.


“Tuan Sillky maafkan saya, seperti nya anda tidak memiliki keberuntungan yang bagus akibat putri tencinta anda, jika putri anda mampu meredakan sedikit kesombongan dan ego nya, saya rasa anda tidak akan kehilangan jabatan yang anda miliki sekarang, saya telah mencabut seluruh saham yang anda miliki, dan tentu saja anda telah saya berhentikan secara sepihak Tuan Sillky, jika ada kata terakir yang ingin anda sampaikan, silahkan datangi rapat direksi.” Saut Airyn dengan begitu santainya, membuat Hansell memejamkan mata melihat keputusan tersebut, meskipun sebenarnya Airyn tidak bisa disalahkan atas semuanya, namun dia benar-benar tidak ingin gadis itu berubah menjadi gegabah.


“daddy apa yang dibicarakan nya?” seketika itu Hellena merasa terpojok dengan posisinya, membuat semua orang berbisik-bisik memandang dirinya, sedangkan ayah nya hanya tertunduk bersalah karna putri tercinta nya, bahkan dia seperti tak berdaya mengangkat kepala, melihat Daddy nya yang seperti itu tentu saja Hellena memahami apa yang terjadi, ternyata yang diucapkan oleh gadis ****** itu benar adanya, bahwa dirinya bukanlah orang yang bisa diperlakukan seperti itu oleh Hellena.


Gadis yang bertingkah sombong dan angkuh itu ambruk tak berdaya dihadapan Airyn, matanya melotot tak percaya, bagaimana bisa ini terjadi, Airyn yang melihat ada penyesalan terhadap Hellena, merasa sedikit kasihan dengan Tuan Sillky, namun bagaimana pun Airyn ingin memberi pelajaran kepada gadis yang tidak tau diri dan tidak punya sopan santun, meskipun memiliki kekuasaan yang lebih tinggi seharusnya tidak membuatnya angkuh dan menyombongkan diri, bukan pepatah mengatakan “semakin berisi, semakin merunduk” hal inilah yang ingin diajarkan Airyn kepada semua orang yang menghadangnya.


Perlahan gadis itu ingin menjauh dari termpat tersebut, namun belum sempat Airyn melangkah jauh, Hellena berdiri dari tegaknya, meraih pundak Airyn, hingga gadis itu membalikan badan dan tamparan langsung mendarat di pipi Airyn dengan begitu kerasnya


“ternyata kau memiliki kekuasaan, hahaha kau fikir setelah kau menghancurkan daddy ku, aku akan menerima, setidaknya tamparan itu menjadi hadian untuk mu. apa kau kaget aku menamparmu” Hellena seperti orang gila yang kerasukan menatap Airyn, bahkan ia sangat bergairah ingin membunuh gadis itu


“apa yang kau lakukan!!” Hansell menjauhkan Hellena dari Airyn, dia merasa ngilu setelah melihat tamparan itu, sedangkan Airyn dia hanya terdiam setelah melihat manusia yang tidak mau menerima kesalahan itu menampar dirinya, bahkan setelah dia menerima kekalahan pun dia masih tetap menyerang, bukan kah itu sikap tidak tahu diri yang sangat kental, Airyn sekuat tenaga mempertahankan diri agar tidak terluka, namun Hellena terus mencerca dirinya hingga tidak berdaya, tentu saja setelah Hansell mendorong Hellena menjauh dari Airyn dia menangkap gadis itu kedalam pelukan nya, persetan dengan janji yang dibuatnya, dia hanya ingin melindungi gadis yang dicintainya.


“kau memang kehilangan akal sehatmu Hellena, bahkan aku tidak menyangka kau setega ini, setelah apa yang terjadi kau masih belum menyadari kesalahan mu. apa kau ini manusia? bahkan kau tidak pantas dikatakan seorang wanita, bagaimana bisa kau berbuat seperti ini kepada orang yang tidak menyerangmu, apa yang terjadi itu semua karena dirimu sendiri, seharusnya kau tau diri dan menyadari kesalahan mu, namun apa ini? kau menjadi manusia yang tidak mampu dimengerti, aku benar-benar tidak percaya dengan dirimu Hellena, tadi nya aku sedikit kasihan setelah ayahmu kehilangan jabatan, namun sekarang aku menyesal telah mengkasihani mu,kau bahkan tidak pantas dikatakan sebagai wanita. ” Hansell membawa Airyn keluar dari kerumunan, dia merangkul gadis itu dengan begitu erat, bahkan Hansell tidak membuat jarak diantara mereka lagi, dia benar-benar menyayangkan hal seperti ini terjadi kepada Airyn.


Sedangkan Airyn dirinya seolah tidak mampu menolak apa yang dilakukan orang asing untuk membantu nya, ditubuh ini ada kenyamanan ketika dirinya di peluk orang laib, jujur saja ketika Airyn ditampar oleh Hellena, kaki nya seperti tidak berdaya untuk berdiri tegap, ada rasa putus ada dan amarah disana, namun laki-laki asing itu merangkulnya dengan begitu hangat membuat Airyn tidak mampu keluar dari perlindungan nya, bahkan tubuhnya tidak menolak sikap pria asing tersebut, membuat Airyn menatap Hansell tanpa melepaskan nya.


“siapa dia sebenarnya, kenapa prasaan ini begitu akrab” gumamnya.


Airy hanya menganggukan kepala sembari menatap Hansell dengan lekat-lekat, kedua bola mata mereka begitu memperhatikan satu sama yang lain nya, setelah Airyn menjawab pertanyaan nya, Hansell mengusap lembut kepala nya disertai dengan senyuman, tak lupa dia memeluk Airyn sekali lagi dengan begitu sayang dan rindu “*A**iryn berbahagialah*” bisiknya lirih membuat mata Airyn terbelalak menginggat suara yang terdengar akrab lagi ditelinganya


“tuan muda” suara Marry menghentikan Hansell, dia melepaskan Airyn dan menutup pintu mobil dengan mengakirinya dengan senyum, Marry melihat Hansell dengan tatapan tajam dan tidak suka, sedangkan Airyn memperhatikan Hansell dari balik kaca mobil nya, Hansell hanya mampu menerima semua kenyataan, meskipun dia telah melangar janji yang dibuatnya, namun dia tidak akan menyesal untuk hal ini, mungkin saja setelah ini Hansell tidak dapat bertemu Airyn lagi, pelukan terakir itu benar-benar mengahangatkan dada Hansell yang begitu kosong.


“bukankah kau harus menepati janjimu”Marry berbisik sambil lalu dihadapan Hansell membuat pria itu hanya tersenyum ketika mendengar pernyataan tersebut, Marry berlalu memasuki mobil dan meningalkan Hansell yang berdiri menunggu mobil itu melaju.


“kenapa dia tidak asing bagiku?”


“siapa dia sebenarnya?”


“Kenapa aku merasa nyaman dipelukan nya?”


“apa yang terjadi sebenarnya? Mata itu, suara itu semuanya terlalu akrab namun tampak asing seketika!”


“kenapa dia memahami bahwa aku akan


menyalahkan diriku sendiri?”


“Kenapa dia tahu ini mobiil ku, padahal aku belum memberitahu sebelumnya?”


“siapa dia sebenarnya Marry?” celetuk Airyn seketika, membuat Marry tersentak atas pertanyaan itu


“siapa yang nona maksud ?”


“pria itu, siapa dia? Aku tidak asing dengan nya namun aku merasa dia bukan orang terdekatku, aku hanya mengenali nya sebatas satu sekolah dengan ku. Namun kenapa dia tampak berbeda dari yang aku rasakan, kenapa?” tanya Airyn dengan begitu kesalnya


“saya tidak tau nona” balas Marry “


Mendengar pernyataan Marry, Airyn hanya mampu diam, dia berfikir bagaimana Marry bisa tau apa yang aneh dari semua ini, sedangkan dirinya sendiri saja bingung bagaimana menjelaskan perasaan aneh yang mendera hatinya. namun sejauh apapun Airyn berfikir keadaan yang dialaminya barusan kembali lagi ke point pertaman Hansell terlalu asing baginya, biasanya Airyn akan meradang diperlakukan tidak sopan oleh seorang pria, namun sikap tadi membuat nya menerima semua perbuatan tersebut, tidak ada dendam sedikit pun melihat pria itu, dia merasa damai ketika dipeluk, dan saat dia menuntun Airyn keluar, itu seperti pelindung bagi Airyn sendiri, sejauh apapun Airyn memahami dia tetap kembali ketitik yang sama, yaitu tidak dapat mengerti.