Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Merenung kesalahan



Zates duduk di ruangan yang biasanya di gunakan untuk menonton sebuah Film ataupun melihat Documenter Airyn di masa lalu, bahkan ruangan ini bersebelahan dengan ruangan kerjanya yang memiliki pintu sambung diantara kedua sisi, meskipun begitu Zates mendudukan diri sembari berfikir tajam bahkan ruangan itu tidak di beri pencahayaan sedikitpun, selain cahaya bulan yang dengan malu-malu memasuki ruangan melalui tirai putih yang ada di kaca trasparan di belakang dirinya.


Benar, Zates secara pribadi memang membuat surat kontrak untuk mempengaruhi Airyn dalam bertahan, ia dengan terpaksa melakukan hal itu agar putrinya memiliki alasan untuk menjalankan kehidupan dari semua masa lalu yang kelam dan rasa sakit ketika di tinggalkan, namun Zates tidak pernah melakukan pembunuhan atau sebuah ancaman apalagi kepada Airyn putrinya.


Bahkan selama ini ia selalu melacak alamat dan mencari dalang yang sudah mengusik putrinya dan mengacaukan segalanya, seolah orang itu mengetahui tidak mungkin untuk Zates keluar dari persembunyianya dan mengakui diri kepada Airy, lalu dengan kesempatan itu ia memanfaatkan keadaa, dan membuat seolah-olah surat kontrak itu sebagai ancaman.


Tentu Zates tidak tinggal diam akan oknum yang mengagalkan rencanaya, serta menunjuk Zates sebagai pihak bersalah atas surat kontrak itu dan memanfaatkan keadaan antara Airyn dan dirinya, ia sudah melacak siapa pelaku itu sebenarnya namun Zates masih mentoleransi segala hal yang mereka lalukan.


Namun saat kesalahan yang terjadi malam ditunjukan pada dirinya bagaimana Zates bisa mentoleransi hal itu lagi, pembunuhan adiknya Louis Petrov, kematian Hamillton, pembunuhan William dan juga kematian Berto yang diakibatkan oleh Hansell itu semua seperti boneka yang di setel oleh seseorang, bahkan Zates merasa dirinya sengaja di jadikan sasaran untuk menempatkan diri sebagai tersangka, padahal kematian semua orang itu tidak ada sangkut pautnya degan Zates, ia sengaja mengakui kejahatan pada Merry sebab Merry tidak perlu mengetahui siapa orang yang sudah merecoki semua ini, bahkan jika saja Merry mengetahuinya, Zates takut wanita itu akan tengelam di dalam penyesalan.


Kali ini James mulai menunjukan kekuatan dan juga membuktikan kemampuan dirinya, bahkan dia bisa mengoyahkan perusahaan zates yang memiliki dasar bersih dengan membuat noda di setiap datanya, bagaimana bisa Zates yang selalu teliti itu bisa di terkecoh oleh James, jika pria itu mampu mencapai hal ini, sangat jelas jika James adalah lawan yang sebanding dengan dirinya.


Tentu saja Zates mengingat usia James ketika penculikan Airyn di masa lalu sudah terbilang cukup untuk seorang anak memiliki kemampuan visualisasi yang membekas, sehingga Zates yakin jika James mengetahui tentang keberadaan dirinya selama ini, namun James memilih diam untuk melangsungkan suatu rencana, yaitu menjadi kaki tangan Jilixing di dalam semua kekacauan ini.


Apakah Jilixing masih menaruh dendam pribadi pada Zates, karna kejadian di masa lalu. Tapi jika di katakan saat itu adalah kesalahan Zates, sebenarnya ia benar-benar tidak mengetahui apapun dan tiba-tiba terbangun di kamar Charllot dan melihat putrinya yang mengemaskan tengah menagih gendongan, tentu saja Zates terbuai untuk bercengkrama dengan adik iparnya sembari menenangkan Airyn yang masih belia.


Tapi siapa yang menyangka jika disaat yang sama ada sebuah fitnah pada dirinya dan fitnah itu sangat jelas di buat oleh Louis Petrov, mengingat Zates harus menutupinya dengan kebohongan tentu saja Zates dengan terpaksa harus mengakui segala tuduhan tersebut, tapi sepertinya dendam di masa lalu masih belum usai, dan Jilixing memanfaatkan Airyn untuk melindungi dirinya saat ini, pria itu sadar jika Zates tidak akan mungkin melukai putrinya, dan tentu Zates tidak akan mampu untuk meruntuhkan pertahanan ketat yang di berikan Airyn pada Jilixing di Villa privat Nona Petrov, karna itulah Jilixing memanfaatkan keadaan untuk melindungi dirinya dari Zates.


Jika itu memang tujuan utama Jilixing untuk saat ini, sudah di pastikan dia mengetahui segala kekacauan ini sedari awal, dan sengaja memanfaatkan putra tirinya untuk menjalankan rencana, sedangkan dirinya malah berlindung di luar sana.


Benar-benar rubah tua yang licik, bahkan Zates tidak percaya jika Jilixing benar-benar kehabisan Harta kekayaanya, sebab untuk seseorang seperti pria itu, tidak mungkin setenang ini setelah kehilangan segalanya, bahkan ia berani berlindung di belakang pungung Airyn yang merampas hal itu, namun Zates sangat yakin Jilixing telah menyiapkan belati jika sewaktu-waktu Airyn tidak membutuhkan nya.


“Tunggu—“ seketika itu mata Zates menajam, ia mulai mencerna sesuatu dari pemikiranya semula “Saat ini Jilixing berlindung di balik Airyn, dan ia sadar jika sewaktu-waktu akan di campakan oleh Airyn jika tidak berguna lagi. Sudah pasti Jilixing menyiapkan pertahanan diri untuk menyerang, apakah markas yang di bangun puluhan tahun yang lalu itu masih ada? Jika benar itu masih berdiri kokoh sudah di pastikan saat ini Jilixing memiliki kekuatan dan sumber dana, apakah karna ini pria itu bersikap tenang!”


Tawa Zates mengelegar seolah ia benar-benar tidak percaya jika semua tebakanya benar, bahkan Zates tidak percaya pria seperti Jilixing masih saja cerdik dengan umurnya yang hampir menua, sebenarnya apa yang ia inginkan sehingga pria itu segigih ini memperkeruh keadaan, bahkan ia mengancam Airyn dengan peringatan pembunuhan, dan bahkan mengirim surat anonim untuk menjauhi Airyn kepada Hansell, jika saja Jilixing berani menganggu Merry, anak dan juga menantunya, sudah bisa di pastikan Zates tidak akan mengampuni Jilixing lagi.


Di masa lalu Zates mungkin bisa mengalah, bahkan ia merelakan kebahagiaan dirinya demi adik kandungnya Louis, dan juga membiarkan banyak orang yang mempengaruhi Louis, tapi kali ini Zates tidak akan tinggal diam, ia sudah mengisolasi diri sejauh mungkin dan membiarkan kehidupan berjalan normal, bahkan merelakan haknya secara pribadi, tapi beberapa cecunguk yang tidak tahu diri malah mengusik orang penting di hidupnya, bagaimana bisa Zates mendiamkan ancaman seperti ini.


****


Di pertengahan gelap menuju pagi, akirnya Zates memasuki kamar utama, ia menyelimuti tubuh Merry yang tidak tertutup dengan rapi, dengan hati-hati Zates mencium kening wanita yang ia cintai, sebelum menjernihkan fikiran di kamar mandi, tentu saja di kamar utama ini segaja di buat sesuai kebutuhan orang normal, ada meja kerja, meja rias, sofa besar, karpet bludru di depan televisi besar serta ada kamar mandi yang sengaja di buat berjarak dengan ranjang tidur, bahkan ada dinding pembatasnya dengan ruang kamar, sebab Zates memang membuat ruang utama ini terkhusus untuk wanita yang ia bawa pulang, dan merry adalah orangnya.


“Sayang…” seketika itu Merry terbelalak saat suara pria melirihkan pangilan sayang di pagi hari dengan romantis, tentu saja Merry menarik kesadaran sepenuhnya, ia melupakan tentang dirinya yang bersama Zates, bagaimana bisa Merry sesantai ini ketika berhadapan dengan bahaya, ia mendudukaan diri dengan paksa meskipun rasa pusing mendera kepala, Merry melirik Zates ketika ingin mengajukaan protes.


Namun pria itu memilih terjun ketepian ranjang, sembari mengkecup pipi Merry dengan ciuman manis di pagi hari “Aku tunggu di bawah untuk sarapan, bersiap-siaplah segera” ucap Zates tanpa rasa bersalah, membuat Merry terpana penuh malu ketika memperhatikan pria yang tadi malam membanting pintu kamar akibat emosi, sesaat Zates meningalkan Merry di kamar luas dengan beberapa pelayan wanita yang sudah berbaring rapi di hadapanya, meskipun mereka melihat interaksi antara Merry dan Tuanya, mereka seperti pelayan profesional yang tidak berekspresi apapun, bahkan Merry merasa sebegitu malu, namun mereka tetap dengan raut datar tanpa emosi.


“Ada apa dengan pria itu, memanggil sayang di pagi hari, dan tiba-tiba bersikap baik. Bagaimana mungkin ada pria yang bisa berubah secepat itu, bahkan lebih mudah dari membalikan sebuah lembar kertas” umpat Merry ketika di tinggalkaan di ranjangnya seperti wanita konyol yang hanya bisa menerima dengan canggung.


Para pelayan wanita itu mulai menghampiri Merry dengan sikap sopan, sebelum akirnya menarik Merry untuk membantunya membersihkan diri, bahkan Merry sebegitu menolak namun mereka bersikeras untuk memaksa, seolah tidak membutuhkan protes dari wanita itu.


“Apa yang kalian lakukan, lepaskan aku” tolak Merry saat beradu kekuatan dengan pelayan Zates, namun mereka seperti ahli profesional yang berhasil dalam pemaksaan, sehingga Merry tidak punya pilihan selain mengalah untuk di mandikan.


Seumur-umur baru kali ini Merry di perlakukan seperti ini, bahkan ia sedari tadi mengumpat kesal, namun semua wanita yang menyebalkan itu tetap dengan wajah datar, Merry tidak mengerti kenapa kehidupan Zates serumit ini, meskipun Merry cukup kaya dan memiliki segalanya, tetap saja dia tidak mau dengan gaya hidup seperti ini, sebab Merry benar-benat tidak menyukainya, karna itulah Merry tidak mau melalukan hal-hal konyol untuk kesaharian, tapi sepertinya pria yang bernama Zates itu berbeda, ia seperti seseorang yang suka memaksa wanita, bahkan menyiksa, apakah Zates pria seperti itu, jika benar Merry tidak akan mungkin bisa hidup jika tetap di cengkraman tanganya.


“Aku harus melarikan diri, bagaimanapun caranya” batin Merry ketika seseorang menghentikan aroma Therappy yang ada di kamar mandi, sekarang mereka melilitkan handuk untuk mengiring Merry keruang pakaian, bagaimana kagetnya Merry, melihat koleksi baju, tas, sepatu dan perhiasan lengkap di bagian lemari kamar, seolah memang tertata dengan begitu rapi dan juga mewah, bahkan gaun keluaran terbaru yang di di produksi di bawah perusahaan Airyn saja ikut serta di dalam rak pakaian Zates, apakah Zates segila ini untuk menghamburkan uang dalam membeli barang-barang edisi terbatas, yang mungkin tidak terpakai nantinya.


Belum sempat ia berfikir untuk mengunakan yang mana, seorang wanita memilihkan gaun berwarna kuning pudar yang memiliki berlian di sekitar lehernya dengan punggung yang sedikit terbuka, meskipun gaun itu cukup panjang tetap saja belahanya sampai ke paha, bagaimana mungkin Merry mengunakan gaun seperti itu untuk kesehariaanya.


“Nona, ini adalah perintah Tuan” seketika saja mata Merry terbelalak mendengar perkataan pelayan yang memaksa dirinya, memangnya kenapa dengan Tuanya, yang harus di turuti oleh Merry, ia bahkan bukan istri pria menyebalkan itu, dan kenapa harus mengikuti perintahnya.


Lagian kemana mereka ingin pergi sehingga Merry harus berdanda bak sosialita kelas atas di siang bolong seperti ini, bahkan ini masih terhitung pagi hari.


Alih-alih berdebat dan membangkang, Merry menuruti untuk di tata dengan rapi, seraya memoles wajahnya dengan kosmetik yang entah kapan di sediakan disana, Merry tidak bisa berkata-kata selain menemui Zates sesegera mungkin, setidaknya ia harus menagih alasan dari semua yang terjadi pagi ini.


Merry menuruni tangga dengan sikap elegan penuh anggun serta parasnya yang dewasa, membuat Zates terpukau tanpa terkira seolah ia tidak mampu mengalihka pandangan dari wanita itu, bahkan kalimat pujian saja tidak cukup di lontarkan ketika menatap Merry, melihat ada sorot mata lain yang mencoba kagum pada wanitanya, Zates mengelap penuh ancama kepada pelayan dan pengawal yang berjejer diantara dirinya, seolah sorot mata itu mengusir mereka tanpa ada kata apapun yang terlintas, sadar hawa diruang makan bertukar menjadi dingin, semua orang bubar dengan terbirit-birit, seperti tidak bisa melawan kehendak Tuan Zates.


Zates menarik kursi untuk mempersihlahkan Merry mendudukinya, Zates tersenyum seraya mengkecup punggung tangan Merry yang begitu lembut “Kemana kau membawaku pagi-pagi seperti ini, bahkan aku harus mengunakan pakaian yang tidak pantas untuk siang hari. Apa kau gila memaksa pelayanmu untuk mendadaniku dengan sikap mengerikan” protes Merry saat bersisungut kesal pada Zates, membuat pria itu tersenyum seraya memindahkan makanan yang terhidang ke piring kosong milik wanitanya.


“Sarapanlah yang cukup, hari ini temani aku untuk mengagalkaan rencana seseorang. Pekerjaanmu hanya diam dan tersenyum di dekatku. Jadilah wanitaku untuk hari ini”


Bujuk Zates kehadapan Merry, membuat wanita itu memandang penuh perhitungan, sebab hal apa lagi yang ingin Zates lakukan hari ini, dan pertunjukan apa lagi yang perlu Merry ketahui.