
“Kenapa dia kesini!!” teriak Somi dengan tidak terima kepada ibunya, bahkan membuat Nyonya Iriana tersentak ketika menyulam benang agar menjadi baju hangat untuk gadis itu, mata Somi membulat secara sempurna seolah tidak bisa menyembunyikan ke terkerkejutan-nya atas kedatangan Airyn Petrov ke rumah ini, bagaimana bisa ibunya menerima Nona Petrov secara suka rela di rumah mereka seolah tidak ada masalah apa-pun diantara Somi dan wanita itu.
“Ada apa dengan mu Somi, kenapa kau berlebihan sekali, memang apa yang salah jika dia kemari” ucap Iriana sembari mendengus kepada putrinya bahkan membuat gadis itu membalas beliau dengan tatapan tajam penuh ketidak sukaan yang angkuh.
“Ibu. Tidakah dirimu terlalu santai menghadapi wanita itu, dia wanita paling mengerikan yang pernah aku temui, bagaimana bisa kau bicara seolah tidak ada apa-apa dengan wanita itu. Dia itu Nona Petrov yang sudah menghancurkan hidup Ayah” bantah Somi dengan terus terang, tentu saja ia tidak bisa memelankan nada meningginya yang mungkin menyakiti pendengaran Nyonya Iriana.
“Somi, bukankah ibu sudah bilang. Dia adalah anak sahabat ibu, jadi kau tidak perlu cemas tentang gadis itu. Di balik sikapnya yang mengerikan dia adalah wanita yang cukup baik dan sangat mengagumkan. Mungkin kau tidak akan bisa membayangkan bagaimana jadi dirinya. Jangan menyimpan dendam terlalu lama, bagaimanapun itu adalah kesalahanmu, bukankah kau sudah mengakuinya. Jadi tidak pantas menilai orang berlebihan jika kita sendiri juga punya kesalahan” nasehat Iriana itu mampu membuat Somi tutup mulut tanpa membantah, meskipun begitu ia menyimpan sedikit takut pada Airyn hingga tidak bisa menerima jika ibunya bersikap baik tanpa antisipasi.
“Siapa bilang dia gadis, dia sudah punya suami. Dan menjadi Nyonya Hamillton” sontak celetukan Somi itu membuat Iriana tersedak, bahkan dia tidak meminum apapun atau memasukan apapun kemulutnya, namun pernyataan barusan terasa sangat janggal hingga tidak nyaman.
Somi terbelalak melihat respon ibunya, ia meraih air putih yang ada di lemari pendingin untuk di berikan pada beliau, setidaknya dengan rentan usia yang cukup tua itu, Somi sangat khawatir akan kesehatan Iriana.
“Astata, ibu. Ada apa denganmu, apakah ada yang salah?”
“Apa yang kau ucapkan barusan? Apa kau bilang Hansell dan Airyn menikah?” tanya beliau dengan ingin tahu besar bahkan setelah meneguk air putih itu Iriana mencengkram lenggan putrinya untuk bicara lebih jelas lagi, melihat tatapan menyelidik yang di berikan ibunya dengan segera Somi mengangukan kepala untuk memperjelas argumen barusan.
Iriana terpana akan hal itu, bahkan ia tidak bisa menyembunyikan raut wajah kagetnya, bagaimana bisa Hansell dan Airyn menikah, jika mereka memiliki silsilah kental dari keluarga Farhaven. Meskipun keduanya tidak terikat hubungan darah, namun secara negara Airyn adalah putri Charllot dan Louis Petrov, sedangkan Hansell adalah putra Charmilla dan juga Hamillton, bahkan Iriana menyadari jika keduanya pasti sudah saling mengerti akan hal itu, sebab Airyn sudah mengetahui siapa ibu kandungnya, dan tentu saja Airyn dan Hansell mengetahui jika Charllot dan Charmila saudari kembar, bukan!
“Bagaimana bisa saudara saling menikah, bukankah ini fakta yang aneh untuk di beritakan oleh publik. Astaga kedua anak itu” umpat Iriana dengan tidak menyangka, dia berharap jika tidak ada pihak yang akan membicarakan hal ini, atau ada pihak yang menjatuhkan mereka dengan alasan moral.
Jika itu terjadi tentu saja menjadi masalah yang rumit untuk meluruskanya, bahkan Hansell dan Airyn dua tokoh besar yang cukup terkenal, bukankah mereka sama saja berdiri di tepi jurang akibat nilai moral yang tidak mendasar, bagaimanapun pandangan publik adalah hal yang maha benar, sehingga sangat sulit meluruskan jika nanti mereka terlanjut percaya dengan hal bodoh.
“S-s-saudara apa maksud ibu?” putus Somi dengan binggung, setidaknya ia tidak salah mendengar akan argumen yang di lontarkan ibunya, melihat kehadiran putrinya yang ada disana, Iriana mengegelengkan kepala untuk menghindar dari pertanyaan Somi.
"Apa ibu bilang Hansell dan Airyn saudara kandung"
"Tidak!"
"Ibu!! Pendegaran Somi masih baik-baik saja, bahkan sangat jelas jika ibu memgatakan hal itu. Apakah itu benar"
"Tidak Somi!! Kau salah dengar" Seketika Iriana memalingkan wajah seolah enggan menangapi putrinya yang mengelilingi dengan ingin tahu, tentu Iriana tidak boleh membenarkan hal itu, sebab ingin tahu besar dari putrinya bisa saja jadi masalah nanti.
*****
Airyn berada di hadapan anak buahnya dengan sikap angkuh tanpa merendahkan diri, tentu saja ada Frada dan Darrel di ruang tamu yang cukup luas dengan sofa berwarna putih berpadu dengan rose gold, membuat kesan Glasses yang memewahkan tampilan ruang tamu itu.
Sejak Airyn mendudukan diri, ia hanya terpana seolah menimbang-nimbang sesuatu tanpa memgeluarkan pendapat ataupun perintah, tentu saja mereka tengah menunggu hasil yang dibacakan secara langsung oleh Dokter itu pada Nona Petrov, bahkan dahinya mengalirkan keringat dingin saat di paksa untuk melapor secara langsung pada Nona Petrov.
Dokter yang saat ini ada di hadapan mereka cukup berusia sehingga tidak di ragukan kemampuan dan kualifikasinya, tentu saja ia adalah orang yang secara privat menunaikan perintah Nona Petrov terkait rambut yang perlu di periksanya dengan cermat.
Pria itu bahkan terkenal cukup akurat atas apa saja yang ia teliti sehingga di rumah sakit ternama di kota ini, ia adalah Dokter yaang sangat handal hingga kualifikasinya tidak di ragukan lagi, setidaknya tidak akan terjadi kesalahan dari pria itu.
Sebelum dirinya menerima tugas ini, tentu saja ia mengetahui siapa itu Nona Petrov, seorang wanita ternama yang sangat di hormati di seluruh dunia, bahkan akir-akir ini berita tentang dirinya di publikasi sehingga tidak ada yang tidak menegali Nona Petrov dengan segala kekuasaan yang ia punya, bahkan rumah sakit tempat pria itu bekerja adalah milik suami Nona Petrov bagaimana bisa ia tidak gugup ketika berhadapan langsung dengan orang sepenting ini yang di kenal cukup berbahaya.
Orang-orang bahkan mengatakan berurusan dengan Nona Petrov sama saja dengan menunggu kamatian seperti bus terakir di malam hari, satu-satunya yang tidak bisa di lewatkan dengan mudah.
Namun di kesempatan kali ini hasil dari pemeriksaan rambut yang sudah di ujinya di laboratorium membuat suatu kebingungan tersendiri, yang dimana membuat pria itu takut jika nanti Nona Petrov tersulut emosi karna hasilnya. Airyn menatap secara seksama wajah takut yang di tampilkan pria itu, tentu ia menyadari sikapnya dan seluruh anak buahnya pasti membuat pria itu tertekan, sehingga Airyn berusaha memecah keheningan yang terjadi di sana.
“Bagaimana hasil pemeriksaan itu? Aku tidak akan melakukan apapun pada anda Tuan, jadi anda bisa bicara dengan santai sehingga tidak terlalu menjadi beban” ucap Airyn dengan kalimat menenangkan, ia mencondongkan sedikit tubuh untuk bersikap lebih sopan, tentu Frada dan Darrel mengikuti sikap Nona Petrov.
“T-tidak Nona, aku hanya sedikit kaget” ucapnya ketika melirik kearah belakang, saat melihat beberapa pria bersikap dingin dengan wajah pembunuh itu “Hasil tes DNA yang terakir anda kirimkan itu sudah keluar, jadi 99,9 persen hasil kedua rambut itu sangat cocok sehingga terkonfirmasi jika DNA keduanya adalah pasangan ayah dan anak” ucapnya dengan sedikit gugup membuat Darrel dan Frada terpana seolah tidak percaya dengan penuturan Dokter itu.
Bukankah abu Tuan Petrov sudah di semayamkan di sebuah rumah duka di Irlandia, sangat tidak mungkin ada rambutnya sebab segalanya telah lenyap menjadi abu ketika proses pengkremesian. Intinya, hal ini sangat tidak mungkin terjadi, sebenarnya apa yang salah hingga membingungkan, seolah membuat Darrel dan Frada tidak mampu menghilangkan wajah ke terkejutannya.
Mereka yang tidak pernah tertatik dengan kehidupan Nona Petrov kali ini menaruh perhatian Tinggi dengan ingin tahu besar.
Sedangkan Airyn menyeringai penuh jengkel, ketika tebakan ini benar. Tentu saja ia tidak kaget lagi dengan hasil yang keluar, karna Airyn sudah menebak jika ini akan terjadi, bahkan ia sudah menempatkan orangnya untuk mengontrol jalan pemeriksaan, sehingga tidak akan luput dari perhatian mereka, secara langsung hasil ini sangatlah murni tanpa ada rekayasa sama sekali, jadi Airyn mempercayai jika ayah kandungnya memanglah masih hidup.
Apakah ini dinamakan sebuah hadiah atau kutukan dari kehidupan, bahkan Airyn sendiri tidak bisa menangis ataupun ketawa, benar-benar situasi yang membuatnya tidak bisa berkata-kata.
“Lanjutkan, apa yang ingin anda sampaikan. Tidak mungkin anda akan membicarakan hal itu saja. Sebagai seorang ahli dalam bidang ini, saya ingin mendengar penjelasan anda Tuan” lirih Airyn dengan pembawaan tenang, setidaknya ia tidak boleh memperlihatkan emosi dan bersikap lebih tenang dalam menghadapi situasi ini adalah jalah keluar.
Tentu Frada dan Darrel melirik kearah Airyn dengan rasa kagum besar untuk menunggu kelanjutanya, mereka benar-benar tidak bisa berfikir selain melihat tindakan Nona Petrov dalam menangani fakta mustahil yang terjadi.
“Benar nona, meskipun DNA anda sangat cocok seratus persen dengan DNA orang itu, tetapi ada satu hal yang tidak bisa kami konfirmasi, yaitu pemilik DNA itu sendiri., seolah tidak terdaftar sama sekali sehingga saya tidak bisa menyimpulkan. Apakah DNA ini milik seseorang yang sudah meninggal atau orang yang masih hidup, mesipun begitu saya sangat yakin jika DNA orang itu masihlah baru” seketika pria itu memberi jeda di tengah penjelasanya, sebagai seorang sains tentu saja ia harus menjelaskan dengan alasan, namun ia perlu memperhitungkan cara penyampaian agar dapat di pahami oleh mereka, dan tentu saja ia harus menjelaskan tanpa mengunakan kalimat yang sulit di mengerti.
“Rambut itu benar-benar rambut yang secara langsung terputus dari akarnya, dan saya sangat meyakini hal ini, sebab jika seseorang telah tiada maka pertumbuhan rambutnya juga akan terputus. Namun ketika saya menguji coba hal itu, saya mendapatkan ada pertumbuhan di rambutnya dalam jangka waktu tertentu atau bisa di katakan baru. Secara sederhana setiap folikel mengandung akar rambut yang terbuat dari Protein Sel, yang merupakan minyak yang terkandung disana, sehingga disaat darah keluar dari seluruh tubuh, ia mengeluarkan oksigen dan nutrisi ke sel-sel protein, yang mampu membuat protein itu berlipat ganda untuk menumbuhkan rambut yang di dorong melalui kulit, hal itu berguna saat rambut tumbuh di kulit manusia ia akan melewati minyak, yang bertujuan untuk melumasi rambut, sehingga minyak yang di butuhkan dapat menjaga kelembutan untuk mempertahankan pertumbuh rambut itu sendiri. Jadi menurut saya rambut ini adalah rambut yang baru saja di cabut dari batangnya secara langsung, kemungkinan besar ini bukanlah rambut orang yang sudah meninggal Nona”
“Cukup! Aku mengerti” putus Airyn seketika saat mengangkat tanganya seolah enggan mendengar penjelasan lagi.
Tentu saja Airyn sudah memahami rangkuman besarnya, ia tidak lagi membutuhkan alasan atau penjelasan, sebab ia meyakini orang itu memiliki kualifikasi yang sangat memadai untuk meneliti hal ini, sehingga Airyn sudah cukup mengerti jika DNA orang itu sama dengan DNA dirinya, dan juga Airyn juga cukup paham jika rambut yang di kirim pada dirinya bukanlah rambut orang meninggal melainkan sebuah rambut manusia yang masih bernafas.
Tentu yang menjadi pertanyaan disini, apakah ayah kandungnya masih bernafas, dan kemungkinan yang selama ini di terka-terka oleh Airyn benar-benar kenyataan mustahil yang tidak masuk akal.
Meskipun ia bersikap tenang penuh antisipasi dan waspada sebenarnya ada sekelebat takut yang hampir menengelamkan Airyn saat ini, namun apa yang bisa ia lakukan selain memastikan kemungkinan mustahil itu, menyerah tentu bukan alasan untuk melindungi Hansell dan Merry, sebab bertahan sudah menjadi jalah keluar terbaik untuk dirinya kali ini.
Semua orang meninggalkan Airyn begitupun dengan Darrel dan Frada yang memilih pergi dari sana, sebab sangat mungkin untuk mereka menjauh dari pada melakukan interaksi dengan situasi kacau yang dialami Nona Petrov saat ini, bahkan jika Frada menjadi Airyn ia mungkin akan menghancurkan semua orang yang ada disana, bagaimana tidak.
Kehidupan Nona Petrov malah di buat seperti lelucon di dalam permainan seseorang, ia sudah tengelam di dalam kesepian akibat di tinggalkan oleh kedua orang tuanya di masa lalu yang kelam, sehingga wanita itu berubah menjadi makhluk dingin yang tidak memiliki perasaan dan juga hidup hanya sekedar tanggung jawab atas surat kontrak yang di tanda tangani oleh ayahnya, perlahan-lahan ia menemukan sesosok cahaya yang bernama Hansell hingga membuat Nona Petrov yang dingin itu keluar dari kegelapan di dalam rindang kesepian, semua perpisahan dan pertemuan terjadi secara berulang-ulang, sehingga banyak hal yang Nona Petrov korbankan untuk bertahan hingga akirnya sebuah kenyataan terungkap, jika sebenarnya ia adalah darah daging dari Merry Lourent dan perlahan wanita itu menemukan kejelasan masa lalu, baik tentang asal-usul dirinya dan juga pria yang ia cintai, namun kali ini kenyataan yang sangat pahit hingga tidak masuk akal lagi-lagi mempermainkan Nona Petrov.
Jika ayah kandung yang di anggapnya tiada dan meninggalkan dirinya itu malah bernafas dan hidup, seolah menjadi bom waktu yang mungkin akan menghancurkan kehidupan siapapun, tapi menurut pengamatan Frada, wanita itu cukup tenang dari yang di bayangkanya, bahkan jika Frada di posisi Nona Petrov saat ini mungkin dirinya tidak akan bisa bersikap baik hingga di luar kendali diri, namun siapa yang menyangka jika Nona Petrov menerimanya dengan sikap tenang penuh keramahan pada semua orang, membuat Frada semakin mengerti tidak akan mudah menjadi wanita itu.
Apalagi, mengetahui isi fikiran Nona Petrov.
Alih-alih berfikir situasi menegangkan ini akan berakir tidak tenang, Frada lebih meyakinkan sikap tenang ini akan menimbulkan badai yang menyapu tuntas seluruhnya, karna di dalam diri Nona Petrov memang memiliki sistem kontrol emosi yang cukup memadai hingga secara perlahan akan meledak dan berhamburan tanpa batas.
“Mengerikan” ucap Frada tanpa sadar ketika tubuhnya bergindik takut memikirkan semua kemungkinan yang nanti akan terjadi, bahkan tanpa sengaja suara itu mampu mengalihkan fokus Darrell yang sedari tadi sibuk dengan renunganya.
“Apa kau berfikir sikap tenang ini akan menjadi badai?” tanya Darrel dengan tatapan panjang nan dalam, seolah membutuhkan pengakuan dari Frada sebagai orang yang cukup memahami Nona Petrov.
“Tentu saja! Biasanya wanita itu akan melampiaskan kekesalan nya tanpa terkira, lihat saja ketika Tuan Hansell menghilang dan juga di pukuli, secara tidak langsung dia akan marah dan menghancurkan apa saja untuk mentrasfer emosi. Namun kali ini ia malah membentuk sistem pengendalian yang bagus di dalam dirinya, sehingga aku berfikir jika sistem itu tidak bekerja lagi atau goyang dari ketenaganya, mungkin akan terjadi kekacauan yang lebih besar dari yang di bayangkan” ucap Frada dengan imajinasi yang mengerikan, mungkin Nona Petrov mampu memporak-porandakan dunia dan seisinya.
“kurang-kurangi menonton film mengerikan. Otak mu selalu penuh dengan hal-hal berlebihan. Aku hanya melihat Nona Airyn tengah memendam dalam kekesalan dan amarahnya, sebab ia cukup pintar untuk menangani keadaan membingungkan ini. Aku yakin dia mengerti bagaimana cara menyikapi keadaan ini, sebab tidak mungkin ketenagan itu datang secara tiba-tiba, karna sudah di pastikan ia memahami hal ini sebelum terjadi. Hal itulah yang membuat Nona Airyn bisa menjadi lebih tenang dari perkiraan. Bahkan aku hanya melihat jika dirinya sudah memperhitungkan hal ini sebelumnya sehingga tidak terganggu dengan kemungkinan yang ada. Namun tidak menutup kemungkinan jika Nona Petrov akan murka nanti, dan aku akan menantikan kelanjutanya” seketika Darrel selesai dengan ucapanya, ia cukup paham dengan dirinya, kadang jika di lihat lagi kebelakang, alasan Merry membius Darrel untuk tidak ikut bersamanya, bukankah untuk meperhatikan Nona Airyn setelah di tingalkan ibunya, sebab wanita itu sudah mengetahui jika Tuan Hansell akan menghilang setelah dirinya.
Dan kali ini Darrel lebih memahami maksud dan tujuanya, seketipka pria itu keluar dari sana dengan penuturan yang jelas, ia mengusap kepala Frada yang sedari tadi di penuhi imajinasi liarnya.
Melihat pria itu memperlakukanya seperti seorang gadis, tentu membuat rona merah padam di pipinya, jarang sekali ada pria yang bersikap seperti itu pada Frada, sampai-sampai ia tidak bisa berkata-kata atau mengerakan tubuhnya.
"Aku bukan anak kecil, kenapa ia mengusap kepalaku dengan lembut. Menjengkelkan" gumam Frada saat mengusap kepalanya dari bekas tangan Darrel.