Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Somi : Gagal bunuh diri



Dirumah sakit Somi seperti orang kerasukan yang ingin bunuh diri, beberapa perawat berada di atas gedung, lantaran wanita yang baru saja terkena scandal itu ingin mengakiri hidup nya, setiap orang yang mendekat membuat langkah gadis itu semakin dekat ke tepian, bahkan Darrel begitu frustasi untuk menenangkan nya, sebab Tuan Hansell memberikan perintah untuk menjaga Somi, namun wanita itu membuat drama ingin bunuh diri, hingga semua orang yang berada disana kebingungan ingin melakukan apa untuk membujuk nya berhenti.


Ditengah perjalanan Hansell mendapatkan telepon dari Darrel terkait keadaan Somi, membuat dirinya menancap gas lebih dalam untuk melajukan mobil secepat mungkin kerumah sakit, meskipun dirinya tidak pernah mencintai wanita itu, Hansell sudah menganggap Somi seperti adik nya sendiri, namun wanita keras kepala itu tidak pernah mendengarkan apa kata orang lain dan mementingkan ego nya sendiri.


Mobil Hansell berhenti di depan lobby rumah sakit milik nya, dia keluar dari sana dan langsung menuju Lift untuk ke lantai paling atas, setelah lift itu berdenting Hansell keluar dan menaiki anak tangga untuk menuju ke atap gedung, dia melihat banyak perawat yang membujuk somi untuk turun, dan juga Darrel yang terlihat gusar atas keadaan yang dihadapi nya


“Somi apa yang kau lakukan!” bentak Hansell, membuat semua orang termasuk Somi melihat kearah nya


“Hansell” seketika Somi menarik senyum disudut bibir nya secara samar, dia menyuarakan nama pria yang di inginkan nya itu secara perlahan.


“apa yang kau lakukan, cepatlah turun, bukankah sudah aku bilang jaga dirimu sendiri, apa kau tidak memikirkan ibu mu” namun wanita itu tidak bergeming sedikit pun, tubuhnya hanya kaku memandang Hansell, ditambah sorot mata sendu yang dipenuhi kesedihan, membuat Somi tidak menyuarakan apapun


“Somi!!! aku tidak ada waktu untuk bermain-main, cepatlah turun” seketika suara Hansell melemah, dia berucap dengan pelan untuk membujuk gadis itu turun dari tepian atap


“apa kau fikir aku sedang main-main Hansell?” sepercik senyum sungging di lontarkan nya ke arah pria yang dicintai nya “aku tidak memiliki apapun lagi, untuk apa aku hidup, bahkan semua orang menginginkan aku mati, bukan kah lebih baik aku sendiri yang merengut nyawa ku” tutur nya


“Somi, aku tau tidak mudah berada diposisi mu, tapi tidak bisakah kau memikirkan bagaimana perasaan orang yang mencintai mu, ibu mu. Tidak kah kau fikir bagaimana keadaan nya nanti jika mendapatkan kabar bahwa kau tidak baik-baik saja”


“lalu aku harus bagaimana!” bentak wanita itu dengan berderai air mata “aku hanyalah anak tiri, dia tidak pernah menyayangi ku, sekarang dia menyalahkan aku atas apa yang terjadi, nama ku sudah jelek dimana-mana, rumor buruk beredar di sosial media, mereka semua menyupahi ku untuk cepat mati, apakah semudah itu mereka menukar cinta menjadi benci, apakah aku tidak pantas untuk dicintai, dan kau!!!! Selama 5 tahun tidak pernah mencintai ku, apa kau tau aku tidak pernah mendapatkan cinta dari orang yang aku butuh kan selama ini, termasuk dari mu Hansell!! kau mencintai wanita yang mengerikan itu, apa kau tidak tau, aku saja hampir gila karna ulah nya, dan kau masih mau memelihara dia menjadi wanita mu, ****** itu”


“hentikan!!!!!!!! Sudah cukup kau menyalahkan orang lain atas perbuatan mu sendiri, Airyn bukan seperti yang kau katakan, kau mengatakan dia mengerikan, memang benar. Dan itu fakta nya. Bukan kah aku sudah memperingatimu untuk tidak main-main dengaan nya, tapi kau malah menganggap semua orang berada dibawah dirimu, dan menganggap kau lebih dari orang lain, apa kah kau tidak merasa yang pantas bercermin adalah dirimu Somi, kau harus melihat betapa bahaya nya dirimu saat mementingkan ego mu sendiri”


“Hansell, jangan kan untuk mencintaiku, apa kau pernah menganggap keberadaan ku ada, meskipun sedikit? apakah aku tidak pantas untuk mu, kenapa?”


“Somi, bukan kah sudah aku katakan, tidak semua hal bisa dipaksakan, jika aku bisa memilih aku ingin Airyn tidak mencintai ku, karna aku selalu saja menyakiti nya, tapi apa, aku tidak bisa memilih apapun tentang perasaan, sudah berapa kali aku katakan kau harus membunuh obsesi mu karna aku tidak akan bisa memenuhi nya, tapi kau keras kepala, tidak bisakah kau melihat kesalahan ada di dalam dirimu sendiri, sebelum kau menyalahkan orang lain”


“apa aku salah? Aku tidak merasa tengah melakukan kesalahan, aku hanya mencintaimu, menginginkan mu, tapi kau tidak pernah mengizinkan itu, lalu apa yang harus aku lakukan? Bukan kah dengan aku tidak ada didunia membuat mu melepaskan bebanmu Hansell?” balas Somi dengan begitu putus asa nya, bahkan di penghujung nyawa nya saja, Hansell masih tidak memberi dia sedikit celah untuk membalas perasaan nya, air mata masih membanjiri wajah nya, disaat Somi membalas pekataan Hansell


“kau tidak salah, aku yang tidak bisa membalas nya, jadi berhentilah menyalahkan orang lain, dan coba cintai dirimu sendiri, apa kau fikir setelah kau pergi keadaan membaik? Ibu mu, tidak kah kau memikirkan bagaimana dia setelah itu, sekarang ayahmu tidak memiliki apa-apa, namun perawatan ibumu membutuhkan biaya, tidak kah kau memikirkan apakah Tuan Ji masih bisa menyayangi nya? Kau merasakan sendiri setelah kehilangan betapa berbeda nya beliau, apa kau yakin ibu mu akan baik-baik saja?” bujuk Hansell dengan memaparkan kenyataan yang ada, agar gadis itu bisa merasionalkan akal sehat nya


“ibu” seketika bibir Somi bergentar mendengar tutur kata Hansell, fikiran nya goyang tentang niat yang begitu matang, melihat ada keraguan diwajah gadis itu, Hansell mengedipkan mata ke arah Darrel, untuk menangkap gadis itu disaat lengah, seketika Darell beranjak secara perlahan-lahan tanpa dijangkau oleh pandangan Somi, sedangkan Hansell masih setia merasionalkan akal wanita itu


“Somi, turun lah, aku tau ini tidak mudah, tapi aku akan membantu mu. Jadi turunlah”


“membantu ku? Apa yang akan kau lakukan?kau bahkan memilih Airyn dari pada aku,”


teriak nya dengan begitu sesak melihat ke arah hansell


“Somi tidak bisakah kau tidak melibatkan nya, apa yang dia lakukan hingga kau membenci nya? jika itu semua karna aku, aku minta maaf, tapi Somi kau tidak bisa menyalahkan orang lain atas situasi mu, kau menganggap dirimu paling menderita dan ini akir semua nya, apa kau fikir orang lain diluar sana tidak menderita, bahkan dia mencoba bernafas disaat nyawa nya bergantung di tangan orang lain, dia mencoba menyelamatkan orang sekitar nya disaat dirinya masih disakiti oleh mereka, dia bahkan merasakan kehilangan yang amat perih dihidup ini, namun sampai hari ini dia masih bertahan, apa kau fikir hidup mu harus berakir dengan hal seperti ini saja?” tutur Hansell disaat air mata nya berlinang mengucapkan kata barusan, sebab dia mendefenisi kan Airyn sebagai seseorang yang begitu menyedihkan didalam hidup ini, melihat mata Hansell yang berkaca-kaca, hingga Somi melemahkan pertahanan dirinya, di memikirkan apa ada orang seperti itu? Apa ada orang yang lebih terluka dan kehilangan dari pada dia, jika pun ada kenapa dia mengakiri hidup nya, disaat dia masih memiliki ibu yang mencintainya, bahkan kenangan masa kecil nya teringat jelas, membuat Somi berlinang air mata dengan tagisan yang membajir di seluruh wajah nya.


Darrel berdiri dari posisinya sambil merapikan jas yang dikenakan, dia menghampiri Hansell yang masih mematung ditempatnya NV


“Tuan Hansell” sapa Darrel membuyarkan lamunan nya


“ada apa?”


“saya mendapatkan rekaman cctv yang sudah di block oleh pihak toko tuan” jelas nya, membuat Hansell mengkerutkan kening “apakah itu kejadian Airyn dan Angel di toko kosmetik?”


“iya tuan” balas Darrell


“baiklah, aku ingin melihat nya” seketika Hansell menuju ke hotel yang berada didalam rumah sakit itu, sedangkan Darrel mengikuti nya dari arah belakang, mereka berdua memasuki ruangan, membuat Hansell mendudukan diri di sofa sambil menghadap ke arah tv, Darrel menyambungkan rekaman nya ke layar tersebut, hingga layar itu menyala dan Hansell menonton nya dengan seksama, mata nya dengan jeli menatap tanpa berkedip sedikit pun, ditengah dirinya menonton kekasih dan adik kadung nya, Hansell begitu geram mereka berdua diperlakukan seperti itu, membuat pria itu ingin sekali menghancurkan apapun yang berada didekat nya


“apa seperti itu cara mereka memperlakukan pelangan, dasar bajing*n” teriak nya ke arah Darrel, membuat lelaki yang berdiri dengan sopan itu sedikit kaku akibat teriakan bos nya


Hansell terus menonton layar yang masih menyala dihadapan nya, hingga akirnya Somi hadir ditengah-tengah mereka, seketika Hansell menyuruh Darrel membesarkan volume nya, tentu saja pria itu mengikuti perintah Hansell, dengan tatapan tajam nya Hansell mendengarkan tiap kata yang diucapkan oleh Somi kepada Airyn, dia semakin geram dengan apa yang di lihat serta didengar nya, bahkan dia seperti ingin menampar Somi karna memperlakukan adik dan kekasih nya seperti itu.


Hansell sadar, tentu saja gadis itu murka dengan apa yang dilakukan Somi, jika Somi sekurang ajar itu kepada Airyn, bahkan terlihat jelas bagaimana Airyn melindungi Angel disana, tentu Saja Airyn membalas nya dengan cara seperti itu, membuat Hansell tidak menyangka wanita nya setanguh itu, sekarang dia mengerti dimana titik slah semua ini, Somi yang tidak mengerti betapa bahaya nya Airyn, dan juga Somi yang salah mengira tentang Airyn yang sebenar nya, terlihat jelas bagaimana Somi memojokan Angel adik kandung nya, sebab dia mengira itu adalah Airyn, hal itu diperkuat dengan bukti Darrel sebelum Hansell ke rumah sakit, Darrel menanyakan kepada Somi tentang Airyn, dan dia menunjuk Angel selaku adik Hansell sebagai Nona Airyn.


“aku sudah menduga, kenapa bisa seperti ini, ternyata Somi memang melakukan kesalahan besar, bahkan Tuan Ji dan Somi masih hidup saja sudah menjadi pengampunan yang besar untuk mereka” tutur nya kepada Darrel, membuat pria itu bergindik mendengar apa yang dikatakan oleh bos nya


“Tuan Hansell, maafkan aku, apakah Nona Airyn sekejam itu” tanya nya dengan takut


“iya, kenapa memang nya?” tutur Hansell untuk menjawab Darrel


“tidak ada tuan” seketika tubuh Darrel bergetar lantaran dia begitu ngeri mendengar semua nya, kenapa bos nya bisa mencintai gadis seperti itu, meskipun Airyn begitu memukau akan ke cantikan nya, namun jika dia semengerikan itu, tentu saja kecantikan tidak berarti apapun


“tidak Darrel, Airyn tidak seperti itu, dia hanya gadis biasa, dia hanyalah wanita lemah namun begitu kuat, Airyn wanita luar biasa, bahkan jika aku menjadi dirinya aku tidak akan bernafas hingga detik ini” suara Hansell merendah melanturkan jawaban atas pertanyaan Darrel sesungguh nya, bahkan ada kesedihan di dalam suara nya, dan juga dibola matanya ada ketakutan yang tidak bisa diungkapkan nya, membuat Darrel terdiam mendengar semua nya, baru kali ini melihat keraguam dimata Tuan Hansell


“lalu apa maksud anda, jika mereka hidup sudah menjadi pengampunan yang besar?” tanya nya dengan serius, seketika itu Hansell menatap dingin kearah Darrel, membuat dia berfikir ingin mengungkapkann nya dari mana, bahkan Hansell tidak bergeming sedikitpun, dia berfikir apakah tepat jika Darrel megetahui nya, namun selama ini pria itu sudah menjadi orang kepercayaan nya, lain dari itu semua, Darrel juga sudah terlibat tanpa diketahui nya


“maaf tuan jika pertaanyaan saya menyinggung?” sambung nya sambil menundukan badan ke arah Hansell


“tidak, Darrel apa kau ingat dengan orang yang terakir kali aku utus untuk menyelidiki tentang Airyn? Dari banyak nya orang hanya dia saja yang hidup bukan, karna itulah sebenar nya dibelakang Airyn ada orang yang sangat mengerikan yang tidak bisa terlacak oleh apapun, dan juga Darrel, kita tidak bisa mengusik nya, jika sekarang kita mendapatkan sedikit celah itu berarti kita sudah terlibat, aku hanya ingin kau tau dia adalah orang yang berada dibalik surat kontrak yang selama ini mengendalikan Airyn, rumor jelek tentang wanita itu dibuat oleh nya, dia yang menghabisi siapa saja yang menghadang Airyn. Dan sekarang Airyn tengah dihadang oleh Somi tentu saja nasib baik untuk dia masih bisa bernafas hingga hari ini” tutur Hansell, membuat Darrel ketakutan setelah mendengar semua nya, namun inilah tugas nya, apapun yang dilakukan Hansell dia juga terlibat, sebab Darrel sudah menjadi sebagian dari pekerjaan Hansell.


Didalam ruangan itu Hansell menjabarkan banyak hal kepada Darrel hingga pria yang menjadi tangan kanan kepercayaan nya, dapat mengerti bagaimana posisi nya sekarang, terlalu banyak pertanyaan yang di ajukan Darrel seputar Nona Petrov tak membuat Hansell menyerah untuk menjawab nya, hingga pria itu benar-benar paham atas keadaan yang tengah dialami oleh Hansell.