
Semua orang sudah menunggu kedatangan pimpinan Grup HS, yaitu Hansell Hamillton dan Nyonya Hamillton sendiri, kali ini Airyn tidak percaya jika dirinya akan berada di posisi gugup itu, mendapatkan gelar sebagai Nyonya besar Grup HS, tidak pernah terfikirbsama sekali.
Hingga ia berdiri di samping suaminya yang tampak wibawa dengan pesona, bahkan Airyn tidak menyangka dirinya akan segugup ini menjalani hidup baru, meskipun kehidupan Nona Petrov terbilang sempurna untuknya bahkan hampir sama dengan kali ini, tetap saja statusnya berbeda, dulu Airyn sangat terbiasa dengan apapun yang menjadi bentuk hormat para bawahan, hingga Nona Petrov selalu dipuja dan disanjung tanpa memikirkan usia mereka yang jauh lebih tua dari dirinya, bagi Airyn semua itu terasa sangat pantas akibat tanggung jawab besar yang dirinya emban.
Namun kali ini berbeda, ia menjadi seorang istri dari Hansell Hamillton, dan sudah menyandang gelar Nyonya, setidaknya Airynlah yang menjadi center utama untuk membentuk wibawa seorang Hansell sebagai suami, bukankah pepatah mengatakan
Di balik pria Hebat terdapat wanita kuat, kali ini pepatah itu benar-benar terasa nyata, bahwa Airyn berpengaruh besar atas citra diri yang Hansell dapatkan.
“Apa kau gugup?” goda Hansell saat merayu istrinya, bahkan dengan nakal tangan itu menjalar kebokong Airyn dengan kurang ajar, membuat wanitanya setidikit gagap untuk mengutuk kearah Hansell, melihat reaksi malu yang Airyn tampilkan, tentu mengundang tawa penuh penghiburan, hingga semua bawahan menekuk penuh hormat, tidak menyangka jika seorang Hansell Hamillton akan mempertontonkan kelekatan diantara keduanya.
“Hansell” geram Airyn saat menjauhkan pria itu dari sampingnya, hanya saja Hansell dengan sengaja memamerkan Airyn sebagai istri yang ia sangat di cintainya.
“Biasakan seperti ini” ucapnya sambil melangkah menaiki pesawat yang sudah di sediakan atas keberangkatan mereka siang ini “Aha….apa kau mau aku gendong sayang? Bukankah tadi malam suatu permainan yang terlampau bersemangat, sampai aku khawatir kau tidak sanggup menaiki tangga di depan” godanya dengan bisikan intim, membuat Airyn menyiku tubuh suaminya yang semakin lama semakin menyebalkan untuk ia terima.
Deretan pria berpakaian rapi dengan raut wajah datar hingga sangat begitu dingin berjalan mengikuti iringan, mereka menaiki pesawat untuk berangkat ke Seoul siang hari ini.
Airyn yang tengah mendudukan diri di kabin penumpang, memeriksa beberapa dokumen untuk pekerjaanya, tentu saja wanita itu tidak melongarkan diri sekalipun Hansell suaminya, sebab sebagai seorang yang profesional Airyn tetap ingin menanggung tanggung jawab yang ia emban.
Selain itu Airyn bukan orang yang lepas tanggan akan kehidupan yang ia himbaskan kepada Merry, sebagai Pemimpin tertinggi di Apv Petrov yang di kuasaianya, Airyn tidak sepenuhnya lepas tangan dari tanggung jawab itu, meskipun tidak bisa dipungkiri kinerja yang diberikan Merry sangat sesuai dengan harapan dan standar yang di tetapkan Airyn, tapi dirinya tidak bisa melimpahkan semuanya begitu saja, bagaimanapun usia Merry tidak lagi muda, tentu ibunya telah masuk kedalam faktor usia yang bisa mempengaruhi kesehatan, untuk berjaga-jaga Airyn melakukan pekerjaan dalam skala besar, ia memeriksa beberapa laporan yang dikirim kepadanya, dan juga menaruh perhatian akan harga saham mereka yang mengkhawatirkan akir-akir ini.
Melihat istrinya yang tidak bisa diganggu gugat sama sekali. Hansell memilih tenang sambil memandang Airyn diam-diam, jujur saja wanita itu seperti orang asing jika tengah serius dalam pekerjaan, Airyn memanglah tipe wanita yang memisahkan antara pribadi dengan pekerjaanya, hingga Hansell sulit sekali mengenali istrinya jika sudah serius seperti ini.
Bahkan wanitanya seperti memiliki kekuatan penuh yang tidak habis-habis dalam urusan tanggung jawab, Airyn mampu mengendalikan dua perkerjaan disaat bersamaan, ia tetap bekerja sebagai kariyawan HS sesuai standar perusahaan, namun masih berperan penuh atas Pemimpin APV Petrio.
Ini memanglah fakta mengejutkan untuk Hansell terima, sebab ia sedikit menghkawatirkan istrinya, karna di balik sikap tanggung jawab itu, Airyn tidak pernah sekalipun mengeluh atas beban kerja yang ia alami, apalagi tentang dirinya kelelahan, bahkan Hansell tidak pernah melihat wanitanya melakukan pengaduan pada dirinya.
Dulu, Hansell pernah mendengar jika Nona Petrov mampu menghabiskan waktu seharian penuh di ruang kerja hanya untuk mengunci dirinya di dalam sana, hingga membuat Hansell bertanya, apakah selama ini Airyn tengah menjalani hidup yang sulit? Sebab jika dilihat dari cara wanita itu mengatasi rasa sakit, sangatlah membuat Hansell terluka, ia menghukum dirinya atas kesalahan-kesalahan yang sudah terjadi, hingga dapat di simpulkan, bahwa Airyn menyiksa dirinya dengan pekerjaan untuk menghukum kehidupan atas kemalangan yang tidak bisa menyalahkan siapa-siapa selain dirinya sendiri.
Di matanya, Airyn memanglah wanita pengila kerja, hingga tidak ada waktu luang untuk dirinya sendiri selain bercinta dengan Hansell, apa yang melatar belakangi Airyn untuk menjadi dirinya sekarang, hingga Jansell sulit sekali menyelisil kedalam niat terselubung di jiwa Nona Petrov.
“Apa yang kau lihat?” celetuk Airyn dengan tatapan pajang, bahkan membuat Hansell tertangkap basah atas curi-curi pandang yang ia selami, dengan gugup pria itu membetulkan posisi untuk merilekskan diri.
“Ah…tidak! Aku hanya memperhatikan istriku yang cantik” ucapnya dengan nada bercanda, yang jelas sekali di paksakan “Serius! Aku hanya memandang mu. Lebih tepatnya memandang istriku yang sangat cantik” jelas Hansell dengan memaksa, seolah ia tidak bisa mengelak saat Airyn menajamkan mata meliriknya, seperti tuntutan untuk Hansell berkata jujur “Aishh..Wanita ini, Baiklah. Aku hanya berfikir kenapa kau begitu berbeda jika masalah pekerjaan, seolah aku sulit sekali mengenali dirimu, jika…” kalimat itu seketika saja terhenti, seolah Hansell meragu untuk melanjutkan penuturan, membuat Airyn menutup berkas-berkas sembari menatap penuh perhitungan pada suaminya
“Jika aku boleh tahu, apa kau memiliki misi tertentu? Apa kau ingin menguasai Dunia? Aku rasa depan posisimu sangat mudah mendapatkan nya” lirih Hansell dengan gugup, membuat Airyn menajamkan mata menyelisik kewajah suaminya, entah mengapa kata-kata yang Hansell ucapkan begitu bodoh saat terdengaar di telinganya, apakah Airyn memang menikahi pria bodoh yang terbungkus wibawa baik dari arah luar.
“Jika aku menguasai dunia bagaimana? Apa aku bisa menyelamatkan mu jika dunia hancur? Kenapa pernyataanmu bodoh sekali, untuk apa aku harus menguasai dunia, itu posisi yang sangat sulit untuk wanita yang nanti akan mengandung anak mu” ledek Airyn dengan nada jengkel, seolah ia begitu menghina saat membalas perkataan suaminya, tentu saja ada senyum malu atas rentetan penjelasan yang Airyn tuturkan di belakang, jika nanti Hansell akan menjadi seorang Ayah.
“Jika tidak, kenapa kau menjawab pertanyaanku seperti menghina sekali”
ucapnya dengan senyum malu
“Aku tidak menghinamu, aku hanya menghina diriku, apa aku terlalu tinggi menilai suamiku” sontak jawaban Airyn membungkam mulut Hansell yang tadinya tergerak untuk membantah, dengan geram, pria itu mengacak rambut istrinya hingga terjadi adu kekuataan dan gelak tawa diantara pasangan yang berbahagia.
“Aish…sudahlah, kau menghancurkaan rambutku” Airyn merapikan rambutnya sambil mendorong Hansell untuk menjauh, ia melirik kearah pria itu dengan tatapan tajam yang harus disembunyikan, entah kenapa kilau mata Airyn menembus kearah kaca yang ada disampingnya, Hansell mungkin mempertanyakan hal itu secara spontan, tapi Airyn yakin ada sesuatu yang ingin sekali Hansell ketahui, untuk menangkal semua itu Airyn tidak bisa melonggarkan perhatianya, sebab Hansell tidak boleh mengetahui apapun tentang tujuannya.
Sesuatu mungkin akan menghancurkan kepercayaan Hansell padanya, jika dilihat dari sisi luar, Airyn mungkin terlihat bijaksana dengan jiwa perasa yang di milikinya, hanya saja Airyn memiliki ambisi untuk membungkam musuhnya dengan kekuasaan, jadi untuk mencapai puncak itu, ia perlu merelakan beberapa jiwa manusia yang berhati luluh, bahkan Airyn sudah bisa membuat image baik dimata rekan kerja dan beberapa musuhnya, hingga Hansell sendiri sudah menganggap Airyn sebagai wanita lemah, hanya saja ia tengah memanfaatkan opini publik untuk menyelinap kejalur rahasia agar menjatuhkan beberapa orang mencapai puncak kejayaan.
Mungkin detik ini Airyn belum pernah mengunakan cara licik dan jahat, tapi ia tidak bisa menjamin dirinya akan sebersih sekarang, jika hal itu diperlukan, Airyn akan turun tangan dalam mengotori pekerjaanya, hingga ia bisa melindungi perusahaan dan Hansell, hanya dengan cara ini Airyn memiliki jaminan, bahwa Hansell harus baik-baik saja di sampingnya, untuk memulai kehidupan masa depan mereka secara tenang.
Selagi orang itu masih berkeliaran di luar sana, Airyn tidak akan berhenti waspada dengan membuat tameng perlindungan, tentu saja ia sudah mempekerjakan beberapa orang yang bisa dipercaya untuk menyelediki orang dibalik surat kontrak, dan Airyn sudah mengetahui bagaimana Merry bertindak, tapi satu hal yang membuat Airyn ragu, yaitu hipotetis Merry tentang Tuan Ji, ia tengah menargetkan Tuan Ji sebaagai tersangka utama, tapi bagi Airyn, pria itu hanyalah algojo yang dikirim untuk mengecoh geraknya.
Kenapa Tuan Ji menjadi kesimpulan akir Merry sebagai pemeran utama atas kontrak itu, karna dimasa lampau ayahnya dan Tuan Ji membuat suatu kesepakatan, jika Tuan Ji tidak bisa melindungi Nyonya Iriana, maka ayah Airyn yang akan menyembunyika Nyonya Iriana dan James hingga tidak bisa ter-akses oleh Griffin, dan tentu saja Tuan Ji membangun sebuah gerakan rahasia yang bertugas untuk melakukan pekerjaan kotor, di dalam markas itu mereka mempelajari gerak gerik Griffin hingga apapun yang terselubung diotak Griffin dapat diketahui, secara diam-diam Tuan ji mempekerjakan Griffin di bawah tanganya sediri, agar dapat mengontrol Griffin dengan kekuasaan penuh, tapi gerakan rahasia itu dapat tersebar luas lewat berita angin yang entah dari mana bertiupnya, membuat beberapa musuh Tuan Ji menyerang dirinya dengan cara menghancurkan markas itu melalui tuduhan penyalahgunaan senjata Ilegal dan elektornik Ilegal yang hanya boleh digunakan oleh pemerintah saja, tentu pada saat itu, menghancurkan barang bukti adalah salah satu bentuk perisai untuk menyelamatkan Grup yang Tuan Ji kuasai.
Ia berhasil menghancurkan Markat utama, dengan menyembunyikan beberapa senjata dan alat-lat langka yang ia miliki di tempat lain, yang tidak bisa diakses oleh Pemerintah.
Semenjak itu semuanya membaik, hanya saja serangan kedua kepada Markas yang ia bangun kembali terjadi, dengan mengamati pola yang sama, Tuan Ji merasa dirinya bisa menghancurkan segala bentuk ancaman dengan jentikan jari, ternyata sikap sombong itulah yang menghancurkan dirinya, Pemerintah memasang perangkap sendiri hingga membuat Tuan Ji berjalan kesarang perangkap atas pilihan terakir, hingga pada akirnya, situasi semakin memburuk, hubungan antara Apv Petrov putus dan juga banyak komunitas gelap mundur, sebagai jalan terakir untuk menyelamatkan diri dan perusahaanya, mengunaakan pemerintaah untuk menghancurkan hukumaan adalah jalan keluar terbaik, dan tentu ia berhasil melakukanya tanpa terjadi kendala.
Airyn sudah mengetahui ini dari lama, yang terlibat di kloter kedua atas markas gelap itu adalah ayahnya Dikra yaitu Tuan William, hingga Airyn menebak kematian Tuan William adalah konspirasi yang terencana untuk menutup lubang yang ingin Airyn gali, bahkan mereka ingin menyerang Hansell untuk meruntuhkan kepercayaan diri Airyn, tentu Airyn tidak akan tinggal diam, dia akan menyelamatkan dua perusahaan dengan sekali mendayung.
Alasan Airyn meruntuhkan perusahaan Tuan Ji bukan untuk memberi Somi pelajaran, ia ke Korea memang memiliki tujuan mengunjungi Tuan Ji secara personal, bahkan saat pertama kali menginjak Korea beliaulah yang Airyn temui agar berhenti menganggu Hansell dengam cara remeh.
Tapi alasan sebenarnya Airyn menghancurkan perusahaan itu untuk melindungi nyawa Tuan Ji atas target selanjutnya setelah Tuan William, setidaknya dengan begini Airyn masih memiliki saksi kunci yang bisa ia korek kebenaran.
Bahkan hilangnya beliau secara misterius adalah ulah Airyn sendiri tanpa ada yang mengetahui, ia bahkan menjamin Merry tidak tahu akan hal ini, sebab jika wanita itu mengetahuinya, sangat jelas sekali Merry akan melarang, jadi Airyn perlu bertingkah lemah dan bodoh untuk mengecoh semua orang.
Dari tragedi itu, Airyn dapat menilai jika dirinya memberikan serangan besar utuk memberi peringatan, itu akan menjadi boomerang hingga menghancurkan perusahaan atau mungkin Hansell, namun dengan sedikit tiupan yang mungkin disepelekan, bisa saja menghancurkan hal yang tidak disangka.
Jika mereka ingin berperang dengan cara licik nan halus, Airyn akan meladeni dengan cara manis namun begis, sampai siapapun tidak akan mengetahui kebenaran ini.
Dan juga, Airyn menyimpulkan otak dari semua ini bukan orang yang memiliki kekuasaan tinggi dengan karisma tajam yang mungkin mencenkram, melainkan otak luar biasa yang seluas raksasa hingga membinasakan manusia, apapun yang kita kira kebenaran, bisa saja mejadi kesalahan pada akirnya, jadi untuk menanggulangi kesalahan di masa lampau, Airyn perlu membentengi dirinya untuk melindungan Hansell dan Merry.
Bertindak secara gegabah hanya akan membuat kesalahan, tapi memupun kesabaran untuk mengunci pintu-pintu tikus agar tidak melarikan diria, adalah perangkap mematikan yang mungkin berhasil di kemudian hari.
Semenjak ayahnya meninggal, Airyn sudah menjelma menjadi pendendam, mungkin Merry tidak tahu, bahwa sebenarnya Airyn berada di tempat kejadian, hingga semalaman dirinya menyembunyikan diri untuk tidak pulang kerumah, sebab saat itu Griffin yang mengetahui keberadaanya datang membawa ancaman pembunuhan. Jadi, Airyn harus melarikan diri hingga Hansell menjadi penyelamatnya saat itu, saat ia memasuki mobil Hansell dari kejaran makhluk iblis, ornag itu menjauh dan berhenti mengejar, mungkin saja Hansell tidak tahu semenjak hari itu, Airyn telah menanamkan janji pada dirinya sendiri.
Suatu saat Airyn akan membalas pria yang menyelamatkan dirinya dari kematian.
****
Mereka telah tiba di Apartement yang di tempati Hansell dan Angrlina, tentu saja Airyn begitu gugup untuk menemui Angel, bahkan ia tidak seberani itu menampakan diri, setelah kejadian terakir kali di villa Handell, tentu saja ada rasa kecewa yang dirasakan Angel pada dirinya, membuat kegugupan Airyn menganggu ketenagan dirinya.
“Aku tidak yakin bertemu dengan Angel” ucap wanita itu sambil menarik pinggiran jas yang di kenakan Hansell, tentu mendengar ucapan istrinya pria itu mengurungkan niat untuk memasuki Apartemen.
“Kenapa kau takut, tidak apa-apa, kita harus menayapa Angel untuk memberikannya kejutan” ucap Hansell dengan meyakinkan
“Tidak, aku takut” bantah Airyn tanpa basa-basi
“Tidak ada yang perlu kau takutkan, percaya padaku” sekali lagi Hansell meyakinkan istrinya sambil menatap kedua mata Airyn untuk menumbuhkan kepercayaan dirinya.
Mungkin bagi Hansell hal baik untuk menemui Angel, tapi bagi Airyn ini akan menjadi suatu mimpi buruk jika tidak menghasilkan hal baik, bahkan ia masih merasa bersalah atas sikpanya terakir kali, yang mungkin membuat Angel kecewa pada dirinya, wajah gugup terpampang jelas diraut wajah istrinya, membuat Hansell sedikit khawatir akan apa yang Airyn cemaskan, ia merasa Angel tidak sejahat itu, hanya saja Hansell tidak bisa mempercayai argumentasinya seratus persen.
Jika di ingat lagi Angel sedikit kecewa kepada Airyn, bahkan tidak pernah ada kata rindu dari Angel kepada wanita yang ia anggal Kakak Cantik ini. Tapi, Hansell mempercayai adiknya, Angel akan mengerti tentang Airyn, dan Angel bukanlah wanita yaang tidak memiliki etika, ia gadis yang manis hingga mudah memahami orang lain, apalagi Airyn.
“Tidak bisa” ucap Airyn sambil mengelengkan kepala, seolah ia telah selesai dengan fikirinya, hingga menyimpulkan hasil final, jika siapapun pasti akan kecewa jika kakaknya di lukai seperti itu.
Dengan cepat Hansell menarik tangan istrinya yang hampir saja menjauh dari sana, ia mengenggam tangan itu sambil membuka pintu penuh percaya diri, entah kenapa Hansell sudah bisa menebak jika Angel tidak keberatan sama sekali, bahkan menyambut mereka berdua.
Hingga,
Dua pasang manusia tengah bercumbu mesra, Angel dan Dikra. Apa yang terjadi sebenarnya?
Hansell dan Airyn tiba-tiba saja di suguhkan oleh pemandangan asing yang sulit dipercaya, menghilangkan akal sehat mereka seketika, tanpa mampu berbicara, begitupun dengan Airyn yang tadinya terlihat gugup dan takut, sirna begitu saja dengan tatapan nanar yang tidak masuk akal, bahkan dirinya tertegun diam atas pemandangan yang disuguhkan untuk matanya yang polos, Angel dan Dikra?
Apakah mereka tidak masuk kedalam Apartemen yang salah? Bagaimana bisa? Dan sejak kapan dua orang itu bisa bermesraan sangat intim di Apartemen kosong tanpa pemilik nya.
“Kakak” sontak Angel mendorong tubuh Dikra hingga pria itu tersungkur kearah belakang, bahkan jantung gadis itu tidak bisa berhenti berdetak, seolah tidak percaya jika ia akan tertangkap basah oleh kakaknya sendiri, apa yang harus Angel lakukan? Apakah ia harus bunuh diri?