
Gedung HS terletak di Distrik Komersial utama di Kota Soul, dengan aset Bernilai Milliaran lebih, bahkan lebih dari sepertiga 500 perusahaan terbesar di Dunia, merupakan anak perusahaan dari Grup HS,lebih dari separuh Bank dimiliki oleh Grup HS, yang meliputi industri Keuangan, Keamanan, perencanaan Masa Depan, dan Asuransi.
Begitulah Hansell sekarang, dia mampu menjadi orang teratas setelah lima tahun melebarkan sayapnya di Korea Selatan, hal ini tak jauh dari campur tangan Tuan Ji, bahkan Grup HS menempati posisi pertama selama dua tahun berturut-turut.
Hansell menghabiskan waktu nya dengan bekerja dan bekerja, dia memiliki ambisi yang kuat dalam menjalankan perusahaan yang dipimpin nya, namun sampai detik ini bayangan Airyn masih tersimpan nyata didalam hatinya, gadis itu tidak pernah terhapus dari sana meskipun bersama dengan waktu, Hansell tidak akan mampu lagi kembali dengan perasaan seperti ini, lantaran akan menjadi masalah besar terhadap Airyn. Hansell hanya berharap dimanapun Airyn berada dia telah baik-baik saja, dan menjalankan hidup nya dengan bahagia.
Tok..tok…tok
“masuk” seketika Darrel membuka pintu dan berjalan ke arah Hansell
“kenapa?”
“setengah jam lagi Tuan Ji akan sampai, dia berpesan anda harus diruangan sebab ada yang harus dibicarakan oleh nya” jelas Darrel
“baiklah” seketika itu Darrel keluar dari ruangan dan menutup kembali pintu dari arah luar
Sudah 5 tahun berlalu, namun Darrel tidak pernah melihat Hansell bahagia, pria itu sangat gila dalam bekerja, dia menjadi dingin dan tidak mau membuka diri, meskipun semakin hari seseorang semakin dewasa, namun sikap Hansell terlihat lebih kekanak-kanakan, dia menyembunyikan dirinya yang terluka, membiarkan luka itu terbuka hingga menjadi penyakit bagi dirinya sendiri, Hansell sebenarnya lari dari rasa sakitnya, dialah orang yang tidak siap menghadapi luka tersebut, demi hati dan diri nya dia menjauh dari orang yang dicintainya, laki-laki itu tidak pernah bahagia semenjak meninggalkan Irlandia.
Ditengah perjalanan Tuan Ji memandang sekeliling yang diapit oleh gedung-gedung bertingkat yang mencakar langit, Tuan Ji adalah ayah nya somi, dialah orang yang membantu Hansell menempati posisi nya sekarang, meskipun Hansell menjadi lebih baik dan nomor satu dinegara ini Tuan Ji tidak pernah memperlakukan Hansell sebagai rekan kerjanya, melainkan anak nya sendiri.
Hansell adalah pria berambisi namun tidak mau menyakiti itulah yang dikenali Tuan Ji mengenai Hansell, bagaimana pun dirinya ingin mencapai puncak ia tidak pernah menjatuhkan lawan nya, melainkan dia terjun dan bersaing dengan keringatnya sendiri.
“Hansell” suara Tuan Ji membuat Hansell tersadar dari lamunan nya
“Tuan Ji” sautnya seketika menghampiri pria paruh baya tersebut
“sudah berapa kali aku katakan, jangan pangil aku seperti itu” pria paruh baya itu memukul kepala Hansell seperti seorang ayah memarahi anak laki-laki nya
“maafkan aku paman, ada apa anda kesini?” tanya Hansell dengan begitu sopan
“aku memiliki masalah Hans”
“Manager keuangan ku melakukan pengelapan dana selama 3 tahun belakangan ini, membuat perusahaan ku rugi besar karna hal itu, dan yang lebih fatal nya dia bermain disaham yang seharusnya tidak disentuh oleh tangan nya” jelas Tuan Ji dengan begitu murung kepada Hansell
“berapa kerugian anda tuan? Tanya Hansell
“sekitar 45 milliar Hans”
“bagaimana bisa sebanyak itu, dan anda tidak mendeteksi kerugian nya” tentu saja Hansell sangat tidak percaya dengan kerugian sebesar itu
“aku terlalu mempercayai perusahaan ku kepada orang-orang itu, selama 2 tahun aku tidak tau menau mengenai perusahaan, ibunya Somi adalah yang terpenting untuk ku saat ini, ketika aku mendapatkan laporan mengenai perusahaan yang terancam bangkrut membuat ku tidak bisa lagi berkat-apa apa, bahkan orang kepercayaan ku sendiri mengkhianati” jelas nya dengan begitu sedih
“lalu apa yang bisa saya lakukukan paman?” tanya Hansell dengan begitu iba nya, bahkan diusia yang senja masih ada orang berani menghianati rekan nya selama bertahun-tahun
“aku ingin bekerjasama dengan KL Grup di Tiongkok, setidaknya jika aku menjelaskan permasalah yang aku hadapi saat ini mereka akan bisa mengasih tegang waktu atas kerugian mereka, namun masalahnya aku sudah tidak punya waktu dan tenaga lagi untuk mengurus itu Hans, apa kau mau melakukan nya?” tanya Tuan Ji kepada Hansell
“bagaimana aku bisa melakukan nya, aku tidak termasuk kedalam Grup Ji ” tentu saja Hansell merasa bingung dengan permintaan ayahnya Somi
“kau akuisisi saja beberapa saham ku Hans aku akan memberikan setengah nya kepada mu, maka dari itu temuilah KL Grup untuk bekerja sama” jelas Tuan Ji kepada Hansell, tentu saja pria itu sedikit ragu dengan 9tawaran yang diberikan, bagaiamna bisa Tuan Ji menyerahkan setengah dari perusahaan nya kepada Hansell.
“kenapa anda mempercayai saya paman?”
“aku tidak bisa mempercayai siapa-siapa di Grup Ji, jika aku menyerahkan kepada mereka itu akan mengambil resiko besar, karna setelah aku selidiki semua orang ku terlibat dalam pengelapan dana ini, bahkan sekretarisku secara pribadi” tuturnya
“baiklah Hansell akan bernegoisasi dengan perusahaan itu” Hansell pun memberikan senyum manis nya kepada Tuan Ji, mengusap punggung beliau untuk membuatnya tabah, lantaran saat ini istri Tuan Ji sedang sakit dan terbaring dirumah sakit, sebagai pria yang begitu mencintai istrinya Tuan Ji tidak memikirkan apapun selain kesembuhan istri tercinta nya
“Hans bagaimana perkembangan mu dengan somi” tanya Tuan Ji kepada Hansell, namun dia hanya tersenyum untuk membalas pertanyaan itu
“jangan dipaksakan jika kau tidak mencintainya, aku mengerti bagaimana rasanya jika kita hidup dengan orang yang tidak dicintai, jadi jangan memaksakan dirimu, jika kau merasa tidak enak dengan Somi lebih baik kau melepaskan nya dari pada Somi semakin tidak bisa mengontrol ambisinya, sedari kecil dia begitu berambisi mendapatkan sesuatu, membuat aku dan istri harus memenuhi apapun dari pada dirinya mendapatkan itu dengan cara yang tidak baik, namun Hans sikap salah didik kami membuat dia menjadi seperti sekarang, keras kepala dan begitu manja”
“tidak apa-apa paman, Hansell akan mengatasinya, dan juga Hansell akan mencoba sebaik mungkin untuk bernegoisasi dengan KL Grup” Hansell pun memberikan senyum dan mengantarkan Tuan Ji kemobil nya, tak lupa dia mengucapkan salam dan hati-hati dijalan.
Tentu saja ada rasa sedih dan iba melihat keadaan Tuan Ji sekarang, dikhianati orang terdekat, dan mendapatkan cobaan dengan istrinya yang sakit parah dan dirawat dirumah sakit, Hansell berfikir bagaimana dirinya nanti, jika dia tidak mampu mencintai wanita lain selain Airyn, apa dia mampu bahagia. Bahkan memikirkan saja membuat Hansell begitu takut, dia membuang jauh-jauh fikiran buruk nya dan mulai memeriksa kembali dokumen miliknya.