Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Insiden



“Kita bertemu lagi Hansell” seringai jahat Griffin memancar ke arah Hansell yang sangat kental dengan hasrat membunuh, bahkan Griffin mencoba untuk tenang agar mampu menyusun taktik untuk melarikan diri dari kepungan musuh, sebab dirinya harus selamat hidup-hidup jika tidak ingin berakir mati dengan sia-sia, bukan ditangan Hansell, melainkan ditangan Tuan nya, jika nanti Griffin tertangkap dan jatuh ke tangan Hansell dia yakin Tuan nya akan menghabisi nyawa Grifilfin secara Cuma-Cuma tanpa memikirkan kesetian yang telah di dedikasikan Griffin selama ini, sedangkan Hansell hanya ancaman kecil yang tidak berarti bagi pria itu, karna Griffin mengerti betasan Hansell, dia tidak akan mampu membunuh Griffin sebab hanya dia saksi kunci untuk bisa mengungkap identitas Tuan tersebut.


Bahkan jika ia tertangkap dan menjadi sandraan Hansell itu akan menjadi posisi yang sangat membahayakan bagi Griffin, karna Tuan nya tidak akan membiarkan Griffin mengungkap satu kata tentang Diri nya, tentu bukan posisi baik untuk di jadikan pilihan sebab semua pilihan tetap mengerikan selain dia bisa selamat hidup-hidup tanpa membuka mulut.


“Biadab!! Apa masalah mu sebenar nya ********!!” bentak Hansell dengan geram, bahkan tangan nya membidik kepala Griffin meskipun masih menahan pelatuk senjata yang di arahkan, Hansell naik pitam dengan amarah memuncak di dalam aliran darah yang terus mendidih, ia ingin sekali mencabik-cabik permukaan kulit pria yang ada di hadapan nya dengan hati tanpa kemanusia, bahkan Hansell sebegitu benci nya dengan keadaan yang membuat nya selalu mewaraskan diri untuk tidak membunuh Griffin, sebab fakta hanya pria tua itu yang bisa mengungkap identitas orang tersebut.


“Aku hanya bekerja, bukan kah kau tau inilah kerja mafia” jelas Griffin dengan nada santai nan rendah, hingga Hansell semakin geram dibuat nya, bahkan pria itu ingin sekali menghancurkan kepala Griffinn bahkan mencabik-cabik mulut berdosa itu


“Seperti ini kau sebut pekerjaaan, sudah jelas betapa rendah nya dirimu, bahkan kau tidak masuk lagi kedalam kaum manusia hingga binatang pun tak sudi di sandingkan dengan pekerjaan ini, apa yang kau fikirkan tentang hidup mu Griffin, bahkan usia mu tidak lagi muda namun kau masih candu menghancurkan hidup manusia, apa kau jelmaan iblis” balas Hansell dengan tatapan menghina, bahkan pancaran emosi masih saja terlihat kental tanpa mampu di sembunyikan


“Hahaha…kau lucu sekali Hansell, jika anak ku masih ada ia pasti sepantaran dengan mu, jadi tidak baik bicara seperti itu pada orang tua” tutur Griffin dengan kekehan menghina, bahkan saking santainya ia tidak menangapi hinaan Hansell, pria paruh baya itu menyelipkan tangan ke saku celana untuk menampilkan ketenagan


“Ternyata kau pernah mempunyai anak juga, untung saja anak mu tidak ada, jika saja dia ada mungkin dia tidak sudi menjadi anak dari dirimu, bahkan wanita apa yang mampu bersanding dengan mu, jika bukan wanita ******, karna nampak nya kau tidak menghargai wanita sedikit pun” balas Hansell dengan hinaan menohok ke arah Griffin, membuat wajah pria itu berubah dari biasa nya, membuat Hansell meredupkan emosi dan mulai mengontrol diri, sebab ia menangkap ini sebuah fakta yang luar biasa didapat kan, seorang Griffin yang kejam ternyata memiliki emosi jika terkait ibu dari anak nya, lebih tepat nya wanita yang pernah menjadi bagian di hidup nya.


Hansell tidak pernah merendahkan wanita, bahkan ia tidak ingin melakukan itu, tapi dengan terpaksa Hansell mengatakan hanya untuk melihat seberapa berharga nya wanita yang melahirkan anak nya di mata Griffin, jika saja wanita itu berharga berarti Griffin memiliki titik lemah, setidaknya sebagai seorang pria Hansell dapat merasakan itu, meskipun banyak tanda tanya di dalam logika atas dasar apa Grffin mau menjadi budak orang dibawah surat kontrak itu, namun tak membuat Hansell lengah mengamati pria paruh baya tersebut.


“Apa mau mu?” tantang Griffin


dengan nada dingin


“Menurut mu apa yang aku inginkan!” tantang Hansell dengan penuh ancaman pertanyaan, seketika pria itu Hansell menjatuh senjata, diri nya menepuk pundak guna membersihkan jas yang dikenakan, bahkan Hansell berdiri tegak sembari memasukan tangan ke dalam kantong celana, tentu saja melihat hal itu membuat seluruh anak buah Hansell melayangkan bidikan ke kepala Griffin, membuat Griffin mengamati dimana saja titik yang mengancam diri nya


“Sial!! Tidak ada titik kabur, setidak nya untuk pergi dari sini, aku harus menumbangkan dua atau tiga orang menuju jalan keluar” umpat Griffin didalam hati


sembari melirik ke arah Hansell


“Apa kau tengah memikirkan cara kabur?” tanya Hansell dengan meledek, sekarang dirinya berhasil mengendalikan diri, sebab membunuh Griffin sangat di sayangkan, sekecil apapun kalimat yang keluar dari mulut nya tetap saja hal itu mampu menjadi kunci teka-teki siapa orang yang ada di balik surat kontrak itu “Di usia mu yang sudah tua begini apa kau fikir ide bagus untuk menumbangkan anak buah ku yang bertubuh kekar itu, lebih baik kau menyerah dan bekerjasama dengan kami” sambung Hansell dengan tatapan merendah yang sangat legit, ia berusaha menumbuhkan intimidasi agar Griffin yang paruh baya itu mau bekerjasama dengan diri nya.


Seringai itu terpampang nyata di kedua bola mata Hansell, dirinya semakin geram atas perlawanan yang di berikan Griffin ke arah nya, bahkan dengan kurang ajar pria itu melirik ke arah Airyn seakan pembuas yang menginginkan mangsa, membuat hansell naik pitam akibat ketidak nyamanan yang ia rasakan “Kau beruntung sekali mendapatkan kekasih secantik Nona Petrov Hansell, bahkan kau tau usiaku hampir senja tapi kau berani mendeklarasikan pembunuhan terhadap ku, apa kau tidak memiliki hati nurani lagi, Tuan Muda Hamilton yang ku kenal berbeda sekali dengan dirimu” balas Griffin beserta cemoohan menghina


“Apa kau mengalihkan perhatian ku Griffin, semua orang tau bagaimana betuntungnya aku mendapatkan Airyn, wanita sering kali menjadi titik lemah pria bukan, apalagi didunia bisnis yang kau geluti dengan dosa selama ini, tapi wanita ku bukan menjadi titik kelemahan ku, melainkan dia lah sember kekuatan yang selalu menyelamatkan hidup ku, dan karna itulah aku sangat beruntung berkecimpung didunia seperti ini dengan wanita seperti Airyn yang mengerti lebih dalam bagaimana biadab nya dunia ini” tutur Hansell dengan penuh arogansi, membuat Airyn melirik ke arah Hansell saat mendengar ucapan pria tersebut, meskipun kata-kata yang di ucapkan Hansell sangat benar, namun jika ia mengucapkan dengan nada seperti yang Airyn dengar barusan, tentu saja terlihat seperti memanfaatkan Airyn! “Aku mengerti usia mu sangat senja, bahkan melihat latar belakang mu saja aku sedikit takjub bagaimana bisa di usia 50 tahun ini kau terlihat bugar, jadi menurut ku tidak dalam konteks kurang ajar aku menantang mu bukan”


itu


“Apa kau melihat, wanita ku sangatlah luar biasa. Jika bukan karnanya aku tidak akan bisa seperti ini, jangan sangkut pautkan dia dalam usaha mu melarikan diri, lebih baik kau menyerah saja, apapun bentuk penguluran waktu yang kau lakukan saat ini, akan percuma saja Griffin, bahkan jika kau berani kabur aku tak segan menghancurkan kepala mu” balas Hansell dengan nada meninggi ke arah Griffin, membuat Airyn mengalihkan pandangan melirik ke arah Angel yang gemetar sedari awal


“Baik lah, itu terserah padamu saja” sungging Griffin membalas Hansell, membuat pria muda dihadapan nya menyeringai tajam, melihat hal itu Griffin mengalihkan pandangan ke arah Airyn yang tengah memeluk Angel, yaitu sandraan yang berhasil diselamatkan dari rencana nya, mugkin ini kali pertama bagi Griffin gagal dalam pembunuhan yang terencanakan dengan rapi, bahkan saat ini keadaan nya saja sangat genting hingga Griffin mengulur waktu guna menyusun taktik melarikan diri


“Kenapa Hansell tidak menodong nya, apakah dia tidak sadar berlama-lama seperti ini membuat Griffin memiliki kesempatan melarikan diri” gumam Airyn saat membalas pandangan Griffin dengan tajam. Bahkan pancaran mata Nona Petrov lebih ganas dari yang dibayangkan Griffin


“Gadis itu memang berbeda, pantas saja Tuan sangat menginginkan Nona Petrov, bagaimana bisa ada wanita seperti ini. Menyebalkan sekali” gumam Griffin dengan senyum sungging penuh ironi, seketika pandangan nya melirik ke arah Hansell yang sedari tadi tak henti memancarkan kobaran pembunuhan, sedangkan Airyn mulai beranjak dari sana sambil membantu Angel berdiri.


Menyadari Nona Petrov dan sandraan nya beranjak dari poisisi membuat Griffin menarik senyum kemenangan disudut bibir, ini saat yang tepat untuk melarikan diri, bahkan ekor mata nya tak henti mengamati pergerakan Nona Petrov, meskipun pandagan nya lurus kedepan itu hanya untuk mengelabui Hansell, sebab Griffin sudah menyiapkan alat peledak asap yang tersisa satu di kantong nya, tentu itu granat yang di rancang sedemikian rupa untuk di jadikan alat pengkelabuan musuh, sebab granat asap terbuat dari selongsong alumanium dan tidak mengandung bahan peledak mematikan, meskipun begitu granat tersebut telah di modifikasi untuk mengeluarkan suara ledakan yang keras namun tidak berbahaya, itu di gunakan hanya untuk kabur dari situasi tertentu atau terdesak seperti sekarang.


“aku tidak mengerti apa yang akan dilakukan Griffin dibalik sikap diam nya, lebih baik aku mengamankan Angel dari sini, dari pada terjadi sesuatu yang tidak di inginkan” gumam Airyn saat menuntun Angel dengan tertatih, bahkan sikap waspada nya sudah hidup menjadi siaga penuh


“Tangkap dia” titah Hansell keluar disela pemikiran Griffin yang berputar, bahkan dengan segera mereka bergerak ingin mengempung Griffin , sampai…..


Duarr…ledakan yang memekakan telinga menghentikan langkah kaki yang tadi nya melangkah, bahkan asap pekat menutupi seluruh pemandangan, Angel terjatuh akibat suara ledakan yang mengagetkan pendengaran nya bersamaan dengan gengaman Airyn yang lepas dari jemari Angel, seluruh orang tak menyangka dengan kejutan yang tidak terdeteksi, bahkan semua nya mencoba mengipas-ngipas asap yang mengerogoti pemandangan, hingga Hansell terbelalak melihat pandangan dihadapan mata nya, darah segar telah mengalir dengan deras, dengan posisi Griffin yang tepat di depan mata, hingga membuat Hansell terdiam tanpa kata, suara nya saja tak keluar selain menatap ke arah Griffin yang tidak disangka akan perbuatan nya.


“Kakak” lirih Angel dengan semakin gemetar, dirinya terjatuh hingga kelantai akibat Airyn yang melepaskan tubuh dari rangkulan, Angel mengigil takut menyaksikan darah segar itu menyucur akibat tusukan pisau kecil yang sangat tajam


“Kak Airyn” teriak Angel dengan saking takut nya, membuyarkan fokus Hansell yang tadinya menghilang, bagaimana tidak Airyn tepat di depanya, menangkis tusukan Griffin dengan tubuh mungil itu, bahkan jarak antara Hansell dan Airyn setipis kertas putih, mengoyak permukaan kulit kekasih nya dengan pisau tajam berwarna silver, bahkan semua orang tak menyangka Nona Petrov yang menjadi korban tusukan, hingga tanggan Griffin gemetar, dirinya seakan tak menyangka Nona Petrov secepat kilat menyelamatkan Hansell, bahkan Griffin tak menyangka tanganya sendiri menusuk Nona Petrov yang begitu di jaga oleh orang itu, Griffin mundur dari posisi menarik kembali kesadaran yang sempat menghilang, anak buah Hansell dengan cepat ingin menaklukan Griffin namun pria itu berhasil menangkis serangan dan melarikan diri dengan pontang panting, meskipun usianya sudah tua, pengalaman dan kemampuan membunuhnya tak mampu diragukan lagi


Angel histeris ketakutan, membuat Darrel yang barus saja datang di tempat kejadian usai mendengar ledakan menyaksikan pemandangan yang mengerikan, Nona Petrov terluka di bagian perut dengan tusukan dalam, hingga Angel histeris ketakutan bahkan gemetar, dengan sigap Darrel mengamankan Angel sesegera mungkin, memberikan Angel ruang untuk menenangkan diri, sedangkan Hansell meraih tubuh Airyn yang hampir tumbang ke pelukanan nya, semua tenaga Hansell hilang bahkan mereka terkapar dilantai secara bersamaan, air mata pria itu berderai hingga tubuh nya terkulai, Hansell menutup bagian tusukan di perut Airyn dengan tangan gemetar, bahkan ketakutan mengerogoti seluruh permukaan tubuh nya, dia seperti berada disuatu neraka yang mengerikan, kekasih nya ditusuk dengan tikaman tajam hingga mengucurkan darah segar.


Bagaimana bisa Hansell menguatkan diri menyaksikan kehancuran ini, dengan cepat Darrel mengambil posisi, dia mengerti Tuan nya hilang kendali, bahkan Hansell tak ada memikirkan apapun sama sekali, Darrel menjatuhkan perintah bertubu-tubi, mengamankan Angel, membuka jalur evakuasi, bahkan menyiapkan rumah sakit yang stand-by untuk kedatangan Nona Petrov, tentu Darrel sangat gemetar menekan beberapa nomor diponsel nya, hingga terakir Darrel menghubungi Marry sebagai orang kepercayaan Nona Petrov, sebab Marry memilih mengamankan Berto dan mengkebumikan rekan nya.


“Tidak mungkin!!” teriak Merry dari balik ponsel Darrel, membuat ia mengerti bagaimana perasaan wanita yang ada diseberang sana, saat ini Marry masih tidak menyangka dengan kepergian Berto selaku rekan kerja selama bertahun-tahun, dan sekarang Nona Petrov yang sudah dirawat nya sedari kecil juga mengalami insiden mengerikan, tentu Merry tidak mampu menerima fakta ini, bagaimana bisa dirinya menghadapi situasi yang rumit bahkan bertubi-tubi merengut orang terdekat nya, hingga ponsel itu terputus dengan sendiri, membuat Darrel merasakan kecut dibagian hati, bahkan saat ini mata Darrel melirik ke arah Tuan Muda Hamillton yang tidak bergeming menangis sambil menutup luka tikaman sembari menyerukan nama kekasihkan dengan berat hati