Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Mimpi buruk di pagi buta



Suara alaram yang berasal dari ponsel Hansell, membuat suasana gemercik di pagi buta, Hansell terbangun dari alam bawah sadar nya seraya melihat Airyn membelakangi diri nya, membuat pria itu tersenyum manis memandang punggung kekasih nya, namun seketika mata nya menjalar ke bagian selimut Airyn, gadis itu tidak mengunakan sehelai benang pun di tubuh nya, Hansell melihat keseluruhan badan nya, ternyata dia masih mengunakan celana panjang yang lengkap, membuat pria itu bernafas lega.


Hansell mematikan ponsel milik nya, dia memandang ke arah tirai yang tidak tertutup dari semalam, Hansell mendudukan diri beranjak kekamar mandi, tak lupa dia mecium bahu Airyn yang telanjang tanpa benang, dirinya menjernihkan badan seakan menikmati sensasi dingin dipagi hari.


“apa yang aku lakukan semalam” gerutu nya sambil mengusap keras kepala dengan kasar “bagaimana bisa aku melakukan itu, menyebal kan sekali, kenapa aku tidak bisa mengendalikan diri sendikit pun jika bersama Airyn, kenapa!! menyebalkan” membuat pria itu memejamkan mata karna menyesal.


Sedangkan diatas ranjang, Airyn membolak balikan posisi tidurnya, dia sudah mencapai batasan sadar hanya saja gadis itu belum membuka mata, tangan nya menjalar ke bagian ranjang namun tidak mendapatkan apapun, selain kasur kosong, Airyn membuka mata secara tiba-tiba, dia mendudukan diri untuk melihat sekitar “Hansell” seru nya dengan begitu takut, Airyn memandang tubuh nya yang tidak mengunakan sehelai benang pun, gadis itu berusaha memanggil nama Hansell berulang kali, namun pria itu sibuk dengan aktivitas berendam didalam bak mandi, sebab suara air dan kedap suara yang terpasang disana, membuat suara Airyn tidak menebus ke arah dalam


Airyn memeluk diri nya sendiri, bersama dingin yang menerobos diri, dia mengeratkan pelukan untuk mendamaikan perasaan, namun kehilangan Hansell secara tiba-tiba membuat gadis itu meneteskan air mata, mimpi buruk yang dialami nya, ditambah pria yang dicintai nya tidak berada di sisinya, membuat Airyn semakin takut di tengah pagi buta.


“Hansell kau dimana” isak nya dalam tangisan, air masih setia memeluk diri nya, sambil membayangkan betapa mengerikan suasana gelap yang hanya ada dirinya disana, bahkan mimpi itu terasa semakin nyata membuat Airyn meremas kepala nya dengan begitu ketakutan, Hansell yang mendengar suara dari arah luar menyudahi aktivitas nya, dia segera menggunakan handuk sembari membuka pintu kamar mandi, terlihat jelas kekasih nya seperti histeris dengan linangan air mata yang membajiri wajah nya


“Airyn” hansell menyambar tubuh kekasih nya dengan pelukan, dia memeluk Airyn dengan begitu erat seakan tubuh nya hampir menutupi tubuh mungil tersebut.


“Hansell, aku takut” isak gadis itu sambil mengeratkan pelukan nya, dia memeluk Hansell seakan meminta pertolongan akibat tak berdaya, Airyn begitu gemetar akan ketakutan, dia merasakan kehilangan yang disertai sepi yang sangat menyeramkan, membuat Hansell berulang kali mengusap kepala kekasih nya dengan pelukan hangat yang diberikan


“Airyn, tenang lah, aku disini” seru nya dengan begitu peduli, bahkan ada rasa pilu yang mengerogoti hati Hansell saat menyaksikan Airyn begitu tak berdaya.


“jangan tinggalkan aku, aku mohon” balasnya dengan suara berat yang mulai menghilang akibat isakan yang sedari tadi tak kunjung tenang.


“sayang, aku tidak akan meninggalkan mu, aku disini” sambung Hansell dengan cepat, dia melepaskan sedikit tubuh nya dari Airyn, Hansell menangkap wajah wanita itu dengan telapak tangan nya, hingga Airyn menegadah melihat ke arah mata nya, terlihat jelas mata sendu Hansell menatap peduli kearah linangan air mata yang membanjiri sekitar mata Airyn “Airyn aku disini, tidak apa-apa, aku tidak akan meninggalkan mu, aku disini” seru nya dengan begitu lembut, membuat Airyn meredakan isakan nya, meskipun masih ada cegukan setelah tagisan


“sayang, tenang lah, aku disini” seru Hansell sekali lagi sambil mengambil kembali tubuh Airyn kepelukan nya, sesaat Airyn tenang dari histeris nya, dia meredakan tangisan dan memejamkan mata merasakan kehadiran Hansell, tubuhnya terasa tak berdaya hingga tak sanggup membalas pelukan pria yang dicintai nya, Airyn mencoba mendiamkan diri dengan ketenangan yang ingin dirasakan nya, perlahan dia menarik nafas sambil mengontrol emosi nya senada dengan usapan lembut Hansell yang membelai kepala nya.


“Hansell” sesaat dia menyebut nama pria itu secara lirih


“aku takut” seru nya dengan penuh pilu


“tidak apa-apa, semua nya baik-baik saja” balas Hansell sekali lagi dengan penuh peduli.


Mereka memberikan kehangatan satu sama yang lain nya, hingga Hansell merasakan ketenangan sudah melanda kekasih nya, dia tidak tau hal apa yang membuat Airyn menjadi seperti ini, hanya seja selama Hansell mengenal kekasih nya, baru kali ini Airyn menjadi orang berbeda, seolah dia begitu ketakutan dengan hal yang mengerikan, jika itu sebuah mimpi, mimpi seperti apa yang dialami nya.


Hansell hanya takut terjadi sesuatu dengan Airyn, dia tidak peduli semengerikan apa hal itu, hanya saja jika ini menyangkut keselamatan dan kesehatan kekasihnya Hansell harus lebih hati-hati, dia sangat berharap mimpi itu hanyalah sebatas mimpi biasa yang baru pertama kali diderita nya, tapi jika mimpi ini sudah bertahun-tahun lama nya menjelma di alam bawah sadar nya, sudah pasti ada masalah yang tengah dihadapi Airyn.


“apa kah sudah baikan?” tanya Hansell memecah keheningan


“sudah, apa yang terjadi?” tanya Airyn dengan begitu bingung, membuat Hansell lebih bingung lagi


“apa maksud mu Airyn, apa kau megalami mimpi?”


“aku hanya merasa ketakutan saja, lain dari itu aku tidak tau apa yang aku takut kan” celetuk nya sambil memandang ke arah Hansell, tentu saja Hansell sedikit bingung, jika ini semua bukan karna mimpi lalu kenapa wanita nya bisa menangis seperti itu


“tidak apa-apa, lupakan saja, semua nya sudah baik-baik saja” seru Hansell


“ baiklah” Airyn menjatuhkan tubuh nya memeluk Hansell kembali, dia memandang kelain arah mengingat hal mengertikan yang tengah di alami nya tadi.


“Hansell maafkan aku, aku tidak bisa mengatakan tentang mimpi itu, aku sudah mengalami nya bertahun-tahun, hanya saja selama ini aku telah terbiasa, namun kali ini itu terlihat menyeramkan, aku tidak ingin di anggap gila, hanya karna sebuah mimpi aku tidak siap untuk dinikahi” seru nya didalam hati seraya memberikan pelukan hangat kepada pria yang dicintai nya.