
Acara yang di gelar cukup besar dan mewah ini sudah di hadiri banyak orang penting hingga para petinggi, seolah Airyn sebagai tuan rumah tegah di tunggu kehadiranya, saat ini Airyn tengah menjamu beberapa tamu privat yang di berikan jamuan formal di tempat terpisah, ia tentu mengundang orang penting yang cukup berjasa dalam perkembangan dirinya selama ini, sehingga mereka semua menjadi pilar dukungan yang di miliki oleh Airyn.
Tentu saja pesta ini akan menjadi formalitas untuk menunjukan siapa dirinya, tadinya Airyn sebegitu ragu untuk mengumumkan jati dirinya kepada dunia, namun kali ini penculikan Hansell menjadi alasan keberanian, jika orang tersebut tidak memiliki batasan hingga bersikap lancang, tentu Airyn tidak akan segan-segan.
Benar, Airyn adalah orang yang memiliki kekuasaan yang cukup tinggi hingga namanya saja di hargai, Airyn juga menjadi gadis muda yang sangat berpengaruh dan termasuk kedalam urutan orang terkaya di dunia, siapa yang tidak mengenal bagaimana hebatnya seorang Nona Petrov, sehingga tidak ada yang meragukan kemampuan yang di miliki oleh dirinya.
Meskipun tampilan tenang dan damai Airyn tengah menghipnotis semua tamu, namun siapa sangka di dalam darahnya tengah mendidih buliran cemas atas keberadaan Hansell saat ini, Airyn memasang wajah bahagia sedangkan dirinya sangat terluka penuh rasa takut yang terus mengerogoti, seolah tidak ada kepastian Hansell akan baik-baik saja.
Namun semakin cepat Airyn mengumumkan dirinya, maka semain cepat ia menyampaikan undangan pada orang itu, jika Hansell tidak boleh terluka sedikitpun, dan tentu Airyn sangat yakin jika orang itu tidak akan melukai suaminya, sebab akan ada keraguan yang akan terjadi nanti, jika Hansell bukanlah kelemahan Nona Petrov. Selain itu Hansell keturunan langsung dari keluarga Farhaven, apakah ia yakin untuk melenyapkanya.
Tentu saja tidak.
“Terimasih atas jamuan makan malam ini Nona, sudah lama saya tidak bertemu dengan anda, dan sekarang anda terlihat lebih sangat menawan” ucap Tuan Homles kepada Airyn, membuat gadis itu tersenyum dengan ramah
“Terimakasih Tuan anda terlalu memuji, jika bukan karna bantuan anda saya tidak akan seperti ini” balas Airyn dengan nada merendah membuat para tamu terkekeh di tengah perbincangan mereka.
“Jangan begitu, meskipun dirimu adalah gadis 17 tahun yang saat itu berhadapan denganku, tapi aku tidak pernah melihat orang dewasa sematang dirimu, kau bahkan mampu membuat ku terpaku atas sikap jeli dan teliti, dan sekarang tidak heran jika dirimu menjadi seperti ini” ucap Homles sembari tertawa renyah, sebab ia sangat menganggumi Airyn Petrov andai saja dia memiliki putra mungkin akan di jodohkan dengan wanita muda yang sangat menawan itu.
Perbincangan itu terjalin sangat akrab, seolah Airyn dan mereka semua sangat memiliki hubungan baik sekali, Airyn sangat menghormati kedatangan Pangeran dan Ratu Inggris, seolah hal ini menjadi terobosan yang sangat besar untuk dirinya, bahkan Airyn sendiri tidak percaya jika acara ini sukses tanpa bantuan Merry.
Jenny menjadi tamu penting yang di undangan secara langsung oleh Nona Petrov, sebab secara kualifikasi ia tidak memiliki alasan untuk mendapatkan jamuan semewah ini, hingga Jenny tidak menyangka ia bertemu dengan tokoh-tokoh hebat dan ternama dunia, biasanya Jenny hanya dapat bertemu dengan mereka melalui internet dan pemberitaan atau buku, tapi kali ini Jenny berhadapan langsung dengan banyaknya orang hebat disini.
Pembisnis muda ternama dunia yang memiliki dasar keluarga yang sangat terpandang, dan kali ini Jenny melihatnya secara langsung, serta pengacara internasional yang tidak bisa di ragukan kemampuanya di bidang hukum, bahkan banyak orang yang memperebutkanya namun dia memilih bekerjasama dengan Nona Petrov.
Sehingga ini menjadi hal luar biasa yang di capai Jenny, jika seprti ini bagaimana bisa Jenny meragukan jika Airyn bukan Nona Petrov, membuat diirnya tidak hentu tersenyum memandang ke sekelilingan.
Namun sedari tadi Jenny belum melihat ketadangan Jungkyung, padahal dia sangat yakin jika wanita itu akan hadir malam ini, tapi ada apa dengan Jungkyung yang masih belum menampakan batang hidungnya, apakah dia telah mengakui jika Airyn adalah Nona Petrov, jika benar begitu Jenny turut bahagia sebab Jungkyung tidak perlu mempermalukan dirinya sendiri.
Setelah seluruh orang menikmati jamuan makan malam mereka, akirnya Airyn muncul dengan orang-orang hebat di sampingnya, meskipun usianya sangat muda namun wanita itu sangat pantas berada diantara mereka, membuat Jenny terpana akan pesona Nona Petrov yang karismatik, sesaat Airyn menebar senyum pada Jenny yang terdiam menatapnya, ia mengundang wanita itu sebagai ucapan terimakasih karna membantu Airyn dalam menyelesaikan masalahnya, bahkan Jenny terbilang wanita pintar yang sangat sesuai dengan selera Airyn, sebab gadis itu bisa menilai seseorang tanpa harus menyelisik kearah dalam, banyak orang yang tidak memiliki kemampuan seperti dirinya, sebab dimana-mana orang pasti membutuhkan alasan untuk menolong sesorang, namun wanita itu berbeda.
Jungkyung berada di barisan depan bersama dengan orang tuanya, kali ini tatapan Airyn menajam kearah Jungkyung, seolah ia sangat mengerti apa yang ada di fikirkan wanita itu, tentu wajah kaget tidak bisa di sembunyikan, meksipun Airyn mengundang Jungkyung atas alasan ini, namun tetap saja ia merasa risih memandang wajah wanita yang hampir membuat tubuhnya lepas kendali.
Sedangkan orang tua Jungkyung memberikan tepuk tangan riang pada Airyn yang berjalan menuju podium, tentu mereka merasa berbangga diri sekali sebab menjadi tamu undangan yang menghadiri acara seperti ini, bahkan mereka tidak pernah bermimpi akan mendapatkan kesempatan bertemu dengan Nona Petrov secara langsung.
Tubuhnya seperti linglung saat menatap tatapan tajam dari Airyn, namun bersusah payah Jungkyung menahan dirinya, hingga tanganya yang bergetar sulit di sembunyikan, bagaimanapun
ia harus bertahan di situasi ini.
“Benar dugaanku” gumam Airyn dengan tatapan jahat kepada Jungkyung, ternyata langkah yang di perhitungkan Airyn sangatlah tepat, tidak heran kali ini dirinya sangat beruntung, Airyn berdiri di hadapan seluruh tamu yang menghadiri pestanya malam ini, ia memberikan sepatah kata dan rasa hormat kepada semua tamu yang datang.
Airyn benar-benar berkata dengan tulus seolah semua orang merasa tersanjung dengan caranya bicara, membuat Jungkyung semakin tersudut seolah tidak mampu mengangkat wajahnya.
“Hari ini aku ingin mengumumkan, jika Grup HS berada di bawah wewenangku, sehingga aku akan mengambil alih Grup itu” sontak semua orang saling bertatapan melirik kearah Airyn, bukankah Grup HS adalah Grup yang memiliki kualifikasi tertinggi di negaraa ini, bahkan Grup itu di kelola oleh Hansell Hamillton, bagaimana bisa berpindah tangan pada Airyn pertrov.
Lain hal dengan Jenny yang terpana hingga tidak percaya, mengapa Airyn malah mengambil alih perusahaan suaminya, bukankah ini terlihat seperti pengkhianatan, sebenarnya apa yang terjadi diantara kedua pasangan itu, mungkin Jenny tidak mengenal mereka secara personal, tapi dari masalah yang terjadi Jenny dapat menilai jika keduanya saling mencintai hingga saling berkorban untuk melindungi.
Setelah ucapan itu Airyn mempersilahkan para tamu untuk mencicipi hidangan penutup sembari bersalam-salaman sesama rekan yang mereka kenali, setelah selesai menemui beberapa orang, akirnya Airyn menemui Jenny yang masih mematung di dekat meja hidangan.
“Nona Jenny” sapa Airyn dengan ramah, bahkan senyum manisnya saja mampu mengalihkan perhatian Jenny
“Iya..” ucapnya seketika, seolah masih mencerna situasi yang terjadi.
“Apa aku boleh meminta tolong padamu?” tanya wanita itu pada Jenny tanpa berbasa-basi terlalu lama, membuat Jenny mengkerutkan kening untuk mengetahui keinginan Nona Petrov.
“Apa yang bisa saya bantu untuk anda Nona Petrov?" tanya Jenny
dengan sedikit gugup, sebab ia berfikir akankah sanggup memenuhi permintaan orang sehebat Airyn.
“Apa kau bisa memberitakan tentang diriku yang mengakuisisi perusahaan Hansell detik ini juga, aku sangat berharap bantuanmu Nona jeni” pinta Airyn dengan penuh permohonan
“T-tapi…apa yang harus aku bicarakan” balas wanita itu dengan binggung, apakah ia akan memberitakan tentang pengkhianatan istri pada suaminya, atau hal seperti apa yang harus di publikasikannya, bahkan ia masih belum mengerti tujuan utama Airyn meminta bantuan ini padanya.
“Beritakan saja apa yang saat ini kau fikirkan, berdasarkan bukti ya ada” lirih Airyn sembari memberi senyum kepada Jenny
“Bukti apa? Aku tidak memiliki bukti apa-apa, jika anda ingin saya memberitakan hal ini, kita perlu melakukan beberapa prosedur wawancara, atau lebih mudahnya anda bisa memberitakanya secara langsung” bantah Jenny dengan cepat, membuat Airyn melengkungkan senyum pada wanita itu
“Nona Jenny, aku sangat ingin melakukan hal itu bersama anda, tapi kali ini ada hal penting yang harus aku urus mengenai suamiku. Jadi aku tidak ada waktu untuk tampil di Tv, bagaimanapun anda adalah seorang wartawan , secara alami anda akan merekam setiap momen yang berharga bukan, sepertinya saya tidak akan salah jika bros perak di dada anda memiliki cip disana, jadi acara pengumuman yang saya ucapkan barusan terekam sangat jelas pasti. saya berfikir kualitas kameranya memiliki HD yang cukup tinggi, sehingga tidak akan mengecewakan. Jadi gunakanlah bukti itu, saya mengizinkanya” sontak Jenny tercengang atas tebakan Airyn yang membuatnya mati kutu, bagaimana bisa wanita itu mengetahui hal ini, bahkan ia dapat mendeteksi ada cip kecil di dadanya, untuk merekam situasi.
“Aku mohon, beritakanlah” sambung Airyn sekali lagi, seolah berharap Jenny bisa membanti dirinya.
"Apa anda yakin Nona?" Tanya Jenny dengan gugup.
"Tentu saja aku sangat yakin, jika perlu kau harus memberitakan hal buruk yang mengiring opini jika aku mengkhianati suamiku, jika situasi itu berhasil aku akan mentraktirmu makan malam nantinya bersama pengacara Kallif" bisik Airyn dengan mengoda membuat Pipi Jenny memerah penuh malu, bagaimana bisa Nona Petrov mengetahui jika dirinya sangat mengaguni pria itu.
Dengan segera Airyn pergi dari hadapan Jenny untuk melenggang kearah luar, tentu saja banyak orang yang mengikuti langkah Airyn sehingga menampilkan betapa penting wanita itu.
Sedangkan Jenny yang di tinggalkan masih saja menatap Airyn dengan penuh malu, dirinya mungkin tidak mengetahui apa alasan dari semua ini, yang pasti Jenny merasa Nona Petrov melakukan hal ini untuk suaminya, sebab tidak ada orang yang mau mempermalukan dirinya sendiri jika bukan untuk melindungi sesuatu yang mereka miliki.
“Bawa wanita itu ke kamar atas” titah Airyn dengan tatapan dingin, penuh pandangan tajam, bahkan ia berjalan dengan angkuh ketika memasuki lift.
Tentu Airyn menyeret Jungkyung untuk mendatangi dirinya, seolah Airyn tidak sabar menempatkan wanita itu di bawah kakinya, karna talah beraninya menculik Hansell dengan taktik gampangan yang mudah di terka oleh Airyn sendiri, tentu saja setelah Hansell menghilang Airyn menghubungi Frada untuk melacak, sehingga ia mencoba mengendalikan diri sebelum menyelesaikan tugasnya dalam menjamu para tamu, tapi ketika Airyn bertatapan dengan Jungkyung ia dapat menilai dan menebak jika wanita itu ada sangkut pautnya dengan penculikan Hansell.
Airyn tidak pernah salah dengan perhitunganya, ia tidak akan salah atas Jungkyung kali ini dan tentu saja Airyn sudah menutup pintu ampun utuk wanita yang keterlaluan itu.