Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Menyusun rencana



“Kau dari mana saja?” tanya Hansell dengan nada membentak, membuat Airyn tersentak dari kesibukanya atas sikap Direktur yang tiba-tiba ada diruang staff biasa, tentu semua orang tidak percaya jika orang seperti Direktur Hansell menginjakan kaki di tempat sempit seperti ini, begitupun dengan Airyn yang tidak habis fikir atas apa yang dilakukan oleh suaminya hingga lepas kontrol emosi, bahkan kerutan didahi pria itu jelas sekali mengambarkan kemarahannya atas Airyn.


“Hansell apa yang kau lakukan!” geram Airyn saat mengertakan gigi kehadapan suaminya secara lambat-lambat, sadar dirinya berada diujung bibir pembicaraan orang-orang Airyn menarik Hansell untuk menjauh dari sana, hingga mereka memilih toilet kariyawan sebagai tempat teraman atas persembunyian, meskipun begitu dari arah luar sudah dikawal ketat oleh bodyguard milik Hansell, sehingga menambah keamanan tingkat tinggi tanpa ada yang mendengar percakapan mereka.


“Aku hanya menemui James diluar perusahaan, karna ada hal penting yang perlu aku bicarakan” jelas Airyn sembari membersihkan tangan dengan air mengalir untuk mengalihkan perhatian dari suaminya, seolah wajah Hansell yang mengeras hampir membuat jantung Airyn bergetar ketakutan, bahkan dirinya mengalami gugup yang tidak terobati.


“Apa kau gila, kenapa kau menemuinya, bukankah kau sadar bagaimana sikap James padamu. Pria itu bisa saja jadi ancaman terbesar dalam menyakitimu Airyn!!” bentak pria itu dengan jengkel, setidaknya Airyn harus sadar tindakan yang dilakukanya itu sangat bahaya, jika terjadi sesuatu dengan Airyn akibat bertemu dengan James tanpa pengawalan, apa yang harus Hansell lakukan nanti, bahkan membunuh pria itu saja tidak cukup untuk meredakan emosinya.


Melihat murka yang terpampang jelas di wajah suaminya, menarik perhatian Airyn untuk memandang lurus kearah Hansell, apakah tepat untuk dirinya bertindak manis penuh mengoda, atau apakah tepat untuk bertingkah serius penuh intimidasi, alih-alih berfikir keras atas tindakan yang tepat, secara alami dirinya memasang raut dingin penuh perhitungan lekat-lekat, untuk menimbang apa yang akan dikatakan pada Hansell.


“Apa kau cemburu” ledeknya dengan kalimat cibiran mengoda, sembari menarik tissu yang ada di samping wastafel untuk menyerap air dipermukaan kulit putihnya.


Airyn sangat sadar jika Hansell tengah marah besar dan dirinya mengakui sebagian kesalahan itu, karna terlalu terburu-buru sehingga tidak sempat mempersiapkan pengamanan untuk diri sendiri, hanya saja Hansell yang seperti ini sangat menarik perhatian, membuat dirinya mengerti jika pria itu tidak bisa hidup tanpa dirinya, jika semuanya sudah begini Airyn tidak bisa menyulut bensin kedalam kobaran api, cara termudah meredakan emosi suaminya dengan cara memesrai, dan kali ini Airyn tidak sungkan melingkarkan tangan keleher Hansell dalam rangka merayu.


“Apa kau gila Airyn? Aku bahkan mencemaskanmu hingga kepalaku ingin pecah saat memikirkan kau baik baik saja atau tidak, dan sekarang kau bersikap santai seolah tidak ada yang terjadi. Cobalah dewasa dan pertimbangkan diriku, sekarang dirimu sudah menjadi tanggung jawabku. Jika terjadi sesuatu padamu apa yang harus aku jelasakan pada Merry” ucap pria itu seketika, bagaimana bisa dirinya tenang setelah hidupnya terusik saat mengetahui Airyn menemui James, tentu ada ketakutan terbesar yang sulit dikendalikan.


Seklaipun Airyn tengah memesrainya dengan manja, tetap saja perasaan takut kehilangan itu terus saja menjelma, membuat Hansell hampir gila akan rasa cemas yang berulang-lang ada, tapi apa yang bisa dilakukan olehnya ketika wajah polos tanpa dosa itu tersenyum lebar tanpa beban hingga meluluhkan seluruh emosi yang tadinya membara, fakta Airyn sudah baik-baik saja dihadapanya membuat pria itu bersusah payah untuk mengalah.


Setidaknya istrinya sudah dijangkauan mata, membuat Hansell menghela nafas dengan berat sembari membawa Airyn kedalam pelukanya secara sayang, bahkaan rasa nyaman melingkupi keduanya hingga rasa tenang mendominan diri mereka, bagaimana bisa Hansell merelakan wanita kesayanganya keluar bersama James jika pria itu bisa saja mencelakainya “Untuk apa aku cemburu, aku hanya cemas jika terjadi sesuatu denganmu” sambungnya dengan terus terang, seolah raut wajah khawatir terpampang jelas diwajah Hansell, bahkan ada label didahinya untuk menegaskan hal yang sama.


“Hansell, apa kau percaya padaku?” tanya Airyn dengan sungguh-sunguh, entah kenapa ia mengerti sekali bagaimana perasaan Hansell saat ini, tapi Airyn tidak boleh melarikan diri, ia sudah sejauh ini dalam bertindak jadi sudah waktunya untuk Airyn menghadapi kekacauan yang terjadi didalam hidupnya.


“Sayang aku sudah mencapai batas sabarku, bagaimanapun aku tidak ingin diam dan menyaksikan orang itu mengendalikan hidupku lagi, bertahun-tahun aku menjadi boneka atas apa yang dia inginkan, tapi kali ini aku ingin hidup seperti diriku sendiri, jadi biarkan aku menyelesaikan semua ini” ucapnya dengan wajah memohon yang mendominan, membuat Hansell melepaskan pelukan mereka sembari menatap kedua mata istrinya dengan lekat, ia ingin memastikan apakah kalimat yang dirinya dengar barusan sesuai dengan keseriusan yang sudah Airyn tekadkan, membuat Hansell merinding ketika Airyn telah membulatkan tekat dengan sempurna, mata tajam nan tegas itu benar-benar berada di fase sungguh-sungguh.


“Aku harap kau percaya kepadaku. Jadi, jangan tinggalkan aku, jangan kecewa padaku, jangan meragukan diriku, dan jangan pernah pergi Hansell. Sepertinya kita harus bersiap-siap untuk sesuatu yang mungkin sulit diterima” ucapnya sambil memeluk Hansell dengan penuh sayang, seolah Airyn tidak bisa melepaskan Hansell begitu saja, Airyn bisa menerima semua orang yang menghina atau pergi bahkan kecewa, tapi tidak untuk suaminya, Airyn terlalu takut menghadapi dunia jika hal ini terjadi.


“Sayang. Bisakah kita mengabaikanya? Kita bisa hidup dengan normal seperti biasanya, kita bisa bersama tanpa menghadapi masalah jika kita tidak peduli atas kontrak itu, kenapa harus mengantarkan diri pada orang yang kita sendiri tidak mengetahui seberapa berbahaya dirinya, lebih baik seperti ini saja. Kita berdua bisa hidup berdua dan mempunyai anak, kita bisa pergi kesana kemari sesuka hati, dan ada jaminan jika kau terus di sisiku tanpa terluka. Tidakah ini cukup”


“Lalu sebanyak apa lagi yang harus menjadi korban? Sebanyak apa lagi yang akan merengut nyawa karna ini? Merry, Nyonya Iriana, Dikra, Angel, Frada setidaknya mereka semua akan menjadi korban selanjutnya atas manusia biadab yang mengendalikan kehidupan kita. Hansell, mungkin kita bisa hidup tenang untuk 10 tahun kedepan, tapi apa kau yakin kehidupan setelah itu akan baik-baik saja. Bukankah kau ingin memiliki anak? Apa kau bisa membiarkan anak kita melanjutkan hidup seperti kekacauan hari ini? Apa kau ingin mereka menjadi korban selanjutnya? Apa kau ingin melihat darah dagingmu menderita? Apa kau bisa!! Tidak kan!! Karna itulah aku tidak bisa diam dan menonton semuanya seperti dimasa lalu. Aku percaya kau sudah mengetahui semua hal secara mendetail. Pada akirnya semua orang disisiku akan menghilang jika mereka terlampau jauh terlibat dan mengetahui sesuatu, dan pada akirnya tidak akan ada yang tersisa bahkan untuk melindungi dirimu saja mungkin diriku tidak akan berdaya lagi. Jadi, untuk kali ini biarkan aku membereskan seluruh kekacauan yang terlanjur, untuk melindungin masa depan kita” jelasnya dengan sungguh-sungguh bahkan ketika Airyn menegaskan penuturanya ada rasa sakit yang menyekat dinada suara, membuat Hansell merasa ditusuk dengan duri tajam yang membiarkan lukanya mengaga, apa yang harus Hansell lakukan jika mereka tidak memiliki pilihan aman, bahkan ia semakin takut saat Airyn terluka atau terancam, jika sudah seperti ini perlukah untuk Hansell merestui istrinya.


“Beri aku waktu untuk berfikir” ucapnya dengan nada dingin, bahkan ia mengangkat tangan untuk menghentikan niatan Airyn ketika ingin membantah.


Wanita itu memandang kepada suaminya yang terlihat enggan dengan penuh khawatir, bagaimanapun Airyn dapat mengerti jika tidak mudah bagi Hansell merestui hal ini, karna siapa yang akan terima jika seseorang yang menjadi istrinya melakukan sesuatu berbahaya yang mungkin merengut nyawanya, jadi Airyn juga tidak akan berlaku keras kepala dan menghargai kemarahan suaminya.


“Baiklah, aku harap kau mempertimbangkan semuanya dengan baik” lirihnya sembari mengehela nafas dengan berat, secara sayang Airyn menangkup pipi suaminya untuk mendaratkan ciuman di pipi pria itu, dirinya sadar Hansell memerlukan kemesraan untuk meredakan kekusutan ini, mungkin Airyn akan menghiburnya setelah pulang bekerja.


“Sayang, aku harus kembali dan menyelesaikan beberapa pekerjaan lagi” pamit Airyn saat melangkah pergi untuk kembali, membuat Hansell mengepalkan tangan penuh emosi, entah bagaimanapun orang yang berada dibalik surat kontrak itu sangat keterlaluan hingga Hansell ingin menghancurkannya dengan tangan sendiri.


Mungkin tidak ada pilihan bagi Hansell untuk menolak keinginan Airyn, bagaimanapun ini adalah masalah Airyn yang sangat penting untuk dibereskan, dirinya percaya diri akan istrinya yang kuat dan pintar, tapi Hansell tidak bisa percaya atas akal licik dari orang tersebut, meskipun Merry mengatakan orang itu tidak pernah mengiginkan Airyn lenyap atau terluka, tapi Hansell berfikir mungkin ia tengah memelihara Airyn untuk menantikan kehancurnya dimasa yang akan datang dengan menekan pada bagian tersakit dihidupnya.


Dulu Airyn mungkin hidup seperti tidak berharga karna tidak memiliki apa-apa untuk diperjuangkan, jadi dia memanfaatkan hal itu untuk membuatnya menderita, karna tidak ada hal yang lebih sulit dari hidup tanpa memiliki harga atau nilai bagi siapapun, namun sekarang orang itu bertindak untuk menghancurkan orang-orang yang mulai dimiliki oleh istrinya, salah satunya adalah dirinya sendiri dan Merry yang ternyata ibu kandungnya, bukankah hal ini menjadi salah satu fakta jika ia menyerang Airyn mengunakan titik kebahagianya agar wanita itu menderita.


Jika kesimpulan Hansell tepat, maka orang itu bukan mengendalikan Airyn karna rasa meyayangi, melainkan dirinya sangat membenci Airyn hingga menghancurkan wanitanya dengan perlahan, tapi siapa yang membenci Airyn? seolah gadis selugu itu sangat tidak mungkin memiliki musuh.


Bagi dirinya James dan Merry menjadi salah satu target atas orang yang berada dibalik surat kontrak, namun kali ini hipotesis Hansell dipatahkan atas dua orang itu, karna cinta mereka pada Airyn benar-benar adanya, sehingga tidak mungkin terlibat atas segala hal dibalik surat kontrak, namun tidak bisa dipungkiri jika James dan Merry juga menjadi orang yang dikendalikan olehnya.


Langakah kaki Hansell terhenti dengan tegas di depan para anak buahnya yang mengunakan jas rapi lengkap dengan perlengkapan pengaman untuk pengawal, matanya menjam akan apa yang baru saja difikirkan “Apa kalian sudah membereskannya?” tanya Hansell dengan nada dingin, membuat semua lelaki bertubuh kekar dan wajah sangar menganggukan kepala sesegera mungkin.


Tentu Hansell memberikan titah untuk memperintahkan para mulut sampah yang terus meganggu istrinya, setidaknya ketika Hansell menahan Airyn didalam toilet kariyawan, para Bodyguard Hansell telah membereskan mereka dengan mulut terkunci, agar tidak melanjutkan pergosipan tentang Airyn, setidaknya mereka tidak akan berbicara dengan sengaja di hadapan istrinta lagi.


Tentu bulu kuduk mereka semua merinding atas ancaman yang dilayangkan dengan terang-terangan, dengan tindakan yang dilakukan para bodyguard Hansell tentu saja membuat mereka yakin akan rumor yang mengatakan Airyn adalah wanita simpanan Direktur, namun untuk kedepanya mereka tidak bisa lagi mengeluarkan pendapat seperti biasa, karna harus mengubur dalam keinginan untuk membicarakan jika tidak ingin kehidupan mereka berakir, atau mungkin terancam dan porak poranda hingga berantakan.


Beberapa hari kemudian Airyn merasa sangat asing dengan suasana ruang pekerjaanya, bagaimana bisa mereka semua berubah dengan drastis dari dirinya biasa, bahkan perubahan itu terjadi secara menyeluruh membuat Airyn sedikit merinding atas tingkah asing yang dilakukan oleh rekan kerja, biasanya mereka semua selalu membicarakan keburukan Airyn dengan sengaja dan berterang-terang, memberikan pekerjaan secara berlebihan, seolah menyuruh dirinya melakukan sesuatu yang tidak sepatutnya dilakukan, salah satunya memaksa Airyn menyeduk kopi atau minuman untuk mereka, namun beberapa waktu ini semuanya seperti mengabaikan kehadiran Airyn, tidak membicarakan dirinya sembarangan, tidak menganggu tugasnya, bahkan tidak ada lagi pekerjaan yang menumpuk dimeja Airyn, seolah hidupnya lebih tenang dan sepi dari biasa, apakah semua ini perbuatan Hansell?


Jika benar suaminya yang melakukan hal sejauh ini, tentu saja Airyn harus membuat perhitugan pada Hansell, jika ia bertingkah seperti ini tentu semua orang akan mengetahui tentang siapa Airyn sebenarnya.


Lain dari itu suaminya sedikit aneh akir-akir ini, bagaimana bisa Hansell bersikap cuek dan menyebalkan jika kenyataanya sangat peduli dan perhatian, membaut senyum Airyn merona diam-diam, dirumah Hansell lebih dingin dari dirinya yang suka mengoda, meskipun saat tidur Hansell masih tetap memeluk Airyn dengan hangat, bahkan ia mengikat rambut Airyn sehabis kering dan juga menciumnya disepanjang pagi hingga malam, tapi Hansell lebih pendiam dari dirinya biasa, membuat Airyn sedikit terganggu akan pria itu, apakah dirinya harus selama ini memikirkan masalah tersebut, jika kenyataanya apapun yang terjadi tidak akan menutup kemungkinan untuk Airyn membereskan masalahnya.


Dari layar leptop yang menyala itu Hansell tengah memperhatikan istrinya dengan bersenang-senang, ia seperti menangkap apa yang terlintas dikepala Airyn yang kecil itu, melihat Airyn tersenyum sembari mengerucutkan bibir itu sangatlah mengoda.


Bagaima bisa Airyn Mengemaskan sekali.


Airyn baru saja melangkahkan kaki menuju ruangan Hansell, tentu saja kali ini Airyn ingin mengajak suaminya makan siang bersama karna Airyn memiliki waktu luang yang sangat panjang, baru saja dirinya ingin memasuki ruangan Hansell mata Airyn terpana akan kekosongan yang disuguhkan, sebab tidak ada suaminya di ruang kerja itu, apakah Hansell keluar dengan seseorang tanpa mengabarinya tapi kemana pria itu pergi sehingga menghilang diam-diam.


Meskipun kenyataan Hansell mencintai Airyn mulai di terima oleh Jungkyung, tapi fakta jika Hansell tidak mempublikasi hubungan mereka adalah bukti jika Airyn hanya kekasih simpanan bagi sang Direktur.


“Ini bukan ruangan pribadi, seharusnya kau bersikap lebih sopan pada atasanmu” ucap Jungkyung dari arah belakang, membuat Airyn menghela nafas karna ia begitu enggan untuk meladeni gadis malang itu disaat emosinya mulai rusak, bahkan Airyn bertingkah menjadi orang tuli untuk mengabaikan Jungkyung agar dirinya bisa pergi sesegera mungkin tanpa terjadi perperangan lagi.


“Apa direktur mengetahui Dall adalah umpan untuk memanfaatkan dirinya atas rencana busukmu” hina Nona Jung dengan kalimat kurang menyenangkan yang bisa diakses oleh telinga Airyn, bahkan menghentikan langkah Nona Petrov, alih-alih untuk untuk bersikap waspada gadis itu malah bertingkah bodoh dari yang dibayangkan.


Kenapa Jungkyung terlalu terobsesi untuk membencinya, jika Jungkyung mau memikat Hansell bukankah sangat mudah untuk menarik perhatian suaminya dari pada menganggu singa yang sangat tenang.


“Sepertinya Direktur tidak mengetahui. Jika Direktur Hans mengetahui apa yang akan kau lakukan pada dirinya. Bagaimana? Apa kau masih bisa mendongakan kepala dengan angkuh” sambung Jungkyung dengan pandangan merendahkan kearah Airyn yang membelakangi dirinya.


“Kenapa wanita sepertimu sangat menyebalkan? Aku sangat kasihan untuk menghancurkan dirimu karna mengigat betapa malangnya obsesimu untuk memikili pria, tapi aku juga sangat geram karna obsesimu yang terus mengusik hidupku. Apa yang harus aku lakukan pada wanita seperti dirimu Nona Jung” balas Airyn dengan tenang, seolah ia tidak ingin mengobarkaan emosi seperti kemarin, karna wanita itu tidak sepadan dengan dirinya.


Wajah Jungkyung mengelap atas penuturan yang Airyn lontarkan, berani sekali wanita itu merendahkan dirinya berulang-ulang, memangnya siapa Airyn hingga sebegitu sombong bersikap di hadapan Jungkyung.


“Kau fikir siapa dirimu yang terus bicara besar kepadaku, aku mungkin tidak selicik dirimu yang pandai mengunakan kata-kata untuk menyerang, tapi jika kau mau. Aku bisa menghancurkan hidupmu dengan kekuasaan yang aku miliki, aku rasa ada kesalahpahaman diantara kita Nona Airyn. Kau terlalu menganggap remeh diriku, sehingga tidak mengenali musuhmu. Aku terus berfikir siapa dirimu yang sebenarnya sehingga aku tidak boleh mengusikmu, tapi setelah aku selidiki kau bukanlah siapa-siapa, kau hanya wanita biasa, lalu untuk apa kau bertingkan sombong dengan tidak tahu malu. Jujur saja, siapa yang ingin kau tipu? Apa kau tengah menipu dirimu sendiri? Jika benar seperti itu, aku ingin mengatakan rahasiaku. Aku bukanlah orang biasa yang sebatas sekretaris saja. Aku adalah penerus keluarga kaya di korea, bahkan aku bisa menghancurkan dirimu jika aku mau. Hanya saja aku masih menahan diriku, sebab aku menyimpan sedikit kasihan utuk wanita lemah sepertimu” ancam Jungkyung dengan pembawaan dingin sedikit mengancam, ia sadar gadis itu pasti akan ketakutan atas penuturanya, secara Jungkyung sudah membuka kartu emasnya untuk dihadapkan pada Airyn


Namun mendengar hal itu membuat Airyn tertegun. Apakah dirinya harus mengelar tawa penuh penghiburan, atau kasihan dengan dirinya yang menyedihkan. Bagaimana bisa Jungkyung bicara tanpa percaya diri dengan dirinya, ia bahkan membuka siapa dirinya untuk mengancam Airyn, membuat Airyn terkekeh untuk lelucon aneh, jika saja Airyn menghancurkan keluarga Kim apa Nona Jung tidak akan malu atas ucapan ini.


Mungkin dirinya bisa menerima betapa naif Nona Jung, tapi Airyn tidak bisa percaya jika gadis malang itu sebodoh yang dirinya kira, bagaimana bisa ia mengancam dengan hal remeh yang terasa mengelikan, apakah Nona Jung benar-benar gadis pintar seperti ekspektasinya, bahkan Airyn sudah memberi banyak waktu untuk Jungkyung mengali tentang dirinya, ternyata wanita itu belum menemukan apa-apa.


Bukankah ini bukti kuat, jika Nona Jung tidak sepadan dengan diri ya, jangankan Jungkyung yang secara personal, Keluarga Kim saja mungkin tak sepadan.


Lain dari itu, Airyn juga sudah memblokir informasi tentang dirinya sehingga tidak ada yang bisa mengetahui kebenaran itu, apa dia fikir mudah untuk mengakses informasi Nona Petrov.


Jika sudah di tahap ini, tidakah musuh yang mengonggong padanya sangatlah kecil hingga dengan mudah dihancurkan. Airyn mengehela nafas sekali lagi, apakah Nona Jung itu melupakan perkataan yang Airyn ucapkan kemarin.


Jika Airyn mau menghancurkanya mungkin ayahnya tidak sebanding dengan kekuasaan yang Airyn miliki, dan sekarang ia malah membalas dengan hal yang sama yang tampak tidak memiliki kekuatan sama sekali, benar-benar sangat disayangkan jika dirinya harus menghadapi Nona Jung yang seperti itu.


“Baiklah aku akan waspada” lirih Airyn dengan sedikit mengejek,sembari memilih pergi sebelum emosinya yang redup dihidupkan oleh Jungkyung yang malang, melihat Airyn meningalkan dirinya tanpa sopan santu tentu menjadi penghinaan terbesar bagi Jungkyung.


Bagaimana bisa orang itu tidak merasa takut atau getir sedikitpun, sayangnya Airyn tidak memberi belas kasih kepada gadis busuk yang merencanakan sesuatu untuk menghancurkan kehidupan seseorang, ia sudah memperingati berulang-ulang tapi sepertinya tidak ada perubahan dari Nona Jung.


*Sialan.


Umpat gadis itu dengan geram, ketika Airyn melenggang pergi tanpa ada rasa takut atas ancaman yang di berikannya, bagaimana bisa dirinya sesombong itu untuk mendongakan kepala meninggalkan Jungkyung*.


“Aku sudah tidak bisa menahan ini lagi” geram Jungkyu dengan kekesalah yang menyulut emosi hingga sulit tertahan, dengan helaan nafas yang naik turun. Gadis itu meraih ponsel yang ada ditepi meja kerja, kali ini dirinya perlu bertindak nyata, karna sepertinya ancaman sudah tidak mempan untuk wanita bermuka tebal.


“Hallo Jen, apa kau ada waktu untuk bertemu denganku malam ini?” tanya Jungkyung dengan nada ramah, membuat wanita dibalik panggilan itu bersedia atas ajakan temanya


"Baiklah, aku tunggu di tempat biasa” ucapnya sebelum menutup panggilan.


Kali ini Airyn harus meerima pelajaran, ia mungkin tidak akan bisa dihancurkan dengan kekuasaan karna ada Hansell penyokong dibelakang, tapi Jungkung bisa menghancurkan Airyn dengan opini publick, dengan memanfaatkan Dall sebagai alat penghancur wanita itu, mungkin Airyn menilai jika Jungkyung adalah gadis lemah tapi siapa sangka jika sebenarnya Airyn juga tengah di manfaatkanya, bahkan Airyn tidak sadar jika Dall yang di jadikan alat untuk merebut Hansell, juga peluru yang siap tempur untuk menghencurkan kehidupanya.


Apakah Airyn tidak mengetahui siapa Dall sebenarnya, dia adalah selebgram yang cukup terkenal di Negara ini, bahkan pengikutnya di Media Sosial saja tidak bisa diragukan lagi, sehingga tidak menutup kemungkinan jika Dall memiki fans club yang fanatik akan dirinya, degan memanfaatkan hal itu Jungkyung bisa menipu publick dengan bukti yang ada ditanganya, salah satu bukti itu adalah pertemuan antara Airyn dan Dall di restorurant Hotel dipulau Jeju, yang sebenarnya bersama dengan Hansell, namun orang yang bertugas memata-mata itu sudah menyeting tentang pertemuan Dall dan Airyn.


Sehingga berkesan dimana Airyn berkencan dengan seorang Dall, lain dari itu Jungkyung memiliki rekaman ketika Airyn mengatakan dengan jelas “Jika Dall adalah senjata untuk memikat Hansell” sehingga dengan semua argumen ini terkesan bahwa Airyn bermain dengan dua pria sekaligus dan lebih tepatnya memanfaatkan Dall untuk mencapai tujuanya, jika sudah begitu siapa yang akan hancur, apakah Airyn akan baik-baik saja akan fans fanatik Dall?


Membuat adrenalin Jungkyung bekerja lebih cepat dari sebelumnya, fikiranya sudah menerawang akan kehancuran ini, dan hanya perlu setitik tinta maka akan mengubah seluruh keadaan.


Pertemuan antara Jungkyung dan Jenny di Restaurant Jepang langganan mereka terjadi sesuai keseakatan, Jenny adalah seorang pembawa berita yang cukup terkenal di Negara ini, bahkan dirinya memiliki keahlian yang diakui masyarakat untuk memojokan para tamu yang di undang ke siaranya, dengan keberanian dan ketegasan itu Jenny memiliki kekuatan tersendiri di hati masyarakat karna dianggap sebagai pembawa berita yang tidak memiliki unsur kepentingan politik secara pribadi, ia dinilai sebagai pembawa berita yang jujur untuk menyampaikan kebenaran.


“Bagaimana?” tanya Jungkyung dengan mengangkat kedua alisnya


“Menarik sekali, hanya saja dengan berita seperti ini mungkin akan terjadi masalah besar nantinya pada Stasiun Televisi dan diriku. Ini bukan berita perselingkuhan semata, tapi berita ini bisa menghancurkan dua perusahaan hingga mempengaruhi kepercayaan publik kepada mereka, setidaknya harga saham akan terganggu akan hal ini, apa kau yakin dengan informasi yang kau berikan?” tanya Jenny sembari melihat bukti-bukti yang disodorkan padanya.


“Kenapa kau gugup sekali Jen! Bukankah kau selalu menyukai berita tentang orang teratas, tentu saja selama ini perusahaan HS adalah magsa yang paling kau incar, jika berita ini tersebar apa kau yakin dirimu tidak mendapatkan lebih? Kau mungkin semakin mendapatkan nilai dimata masyarakat. Bahkan aku yakin ini akan besar hingga dibicarakan dimana-mana dan namamu juga tertarik kedalam pembicaraan itu” ucap Jungkyung untuk memperdaya Jenny


“Tapi sepertinya kau salah tentangku Jung. Tentu aku tertarik dengan berita besar tentang orang teratas, tapi aku tidak pernah menanggung skandal percintaan seperti ini Jung, aku sangat tertarik sekali dengan bahan yang kau berikan tapi aku tidak bisa memberitakan hal seperti ini. Aku hanya mengorek keberanan tentang korupsi, pencucian uang dan berbagai senjata ilegal lainya yang sering mereka mainkan, jika masalah seperti ini yang kau harapkan untuk aku bawakan di acaraku. Aku rasa sangat tidak etis untuk merusak reputasiku” balas Jenny sembari berpangku tangan manatang temanya “Berikanlah kepada media-media kecil, aku rasa media manapun yang memberitakan hal ini akan viral, karna menyangkut Tuan Hans dan Dall.” Sambungnya dengan lugas.


“Apa kau yakin Jen?” tanya jungkyung sekali lagi beserta nada dingin, membuat gadis itu menganggukaan kepala dengan cepat “Tapi ada satu informasi lain, mengenai wanita bernama Airyn” sontak kedua gadis itu terdiam sembari menatap dengan tajam, membuat Jenny melemparkan rasa ingin tahu untuk menatap lekat-lekat.