Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Memasuki wilayah Jilixing.



“Pelan-pelan sayang” bantah Hansell saat Airyn menuruni mobil ketika melangkah besar ke rumah mereka, wanita itu bahkan tidak menundukan pandanganya sehingga nampak sekali ia sangat ceroboh, tentu saja istrinya yang hamil dengan perut buncit itu membuat tubuh Hansell terasa ngilu saat membayangkan yang tidak-tidak, bahkan ia mengekerutkan kening dengan jengkel atas sikap istrinya.


“Aku tidak sabar saja melihat Furniture dan perlengkapan kamar anak kita” serunya ketika melangkah menaiki tangga, sebab setelah mereka di kantor tadi seseorang menelfon dari pihak toko jika barang yang Airyn pesan sudah sampai, tentu dengan semangat ia ingin pulang, namun melihat antusias Airyn yang tidak bisa ia kendalikan, membuat Hansell memilih pergi kerumah untuk menemani istrinya, ia bahkan menunda beberapa pekerjaan untuk dikirimkan ke Email saja.


Ketika melihat sebuah kamar yang rencananya untuk si kembar, banyak tumpukan kardus yang tidak beraturan di kamar bayi mereka, Airyn sengaja membuat kamar anaknya tepat di samping kamar mereka, bahkan ia merenovasi sedikit ruangan itu untuk memiliki pintu yang terhubung langsung dengan kamar bayi mereka, dan tentu saja Airyn tidak akan membiarkan anak-anaknya jauh dari dirinya, dan Airyn tidak akan ingin memadatkan jadwalnya dengan pekerjaan, ia sudah bertekad selama 2 tahun anaknya tumbuh besar, Airyn akan menyita waktu untuk mereka, ia juga sudah melakukan Re-Ornganisasi untuk perusahaan, sehingga ada bentuk perubahan-perubahan yang nantinya sangat berbeda dengan gaya bekerja Airyn dimasa dirinya tidak memiliki anak dan masa dirinya sudah memiliki anak.


“Padat sekali” seru Airyn ketika melihat kearah kamar bayi mereka, bahkan hampir saja memadati ruangan saking banyaknya tumpukan, seorang pelayan yang berada disana mendengar perkataan Nyonya mereka hingga tersenyum kearah Airyn yang tengah melihat di ambang pintu bersama suaminya.


“Tidak Nyonya, ini karna belum tertata saja, jika sudah tertata mungkin tidak akan sebanyak ini” Ujarnya saat menenangkan Airyn, membuat wanita itu tersenyum kearah bibi yang sudah menjelaskan.


“Begitukah, untunglah. Aku fikir, diriku terlalu berlebihan membeli perlengkapan” Airyn melangkah kecil kearah dalam, sembari melihat isi kotak yang sudah dibuka atasanya, ia melihat ada sebuah papan-papan yang terpisah-pisah, seperti sesuatu yang akan di bongkar pasang untuk membentuknya, apakah ini ranjang tidur bayi yang sudah ia pesan dengan warna dan motif yang langka, membuat Airyn menjangkau isi di dalam kardus itu, namun Hansell mencegatnya.


“Sayang, biarkan Bibi pelayan yang mengurusnya, nanti setelah di pasang dan tertata rapi di ruangan ini baru kita melihatnya, bagaimana?” tawar Hansell, membuat Airyn mencebikan bibir kearah suaminya seolah sangat tidak suka di larang, namun sebagai istri harus mematuhinya.


Mereka memasuki kamar untuk istirahat disana, Airyn duduk di pingir ranjang saat meraih ponselnya yang ada di Tas selempang pendek tersebut, baru saja Hansell duduk di sisi istrinya matanya di buat terkesiap ketika Airyn membuka sebuah sosial media.


“Apa kau mempunyai Instagram, sejak kapan?” tanya Hansell pada istrinya, sebab Airyn tidak pernah memiliki akun sosial media seperti itu sebelumnya, bahkan wanita itu sangat tidak tertarik sedikitpun, dari mana Airyn belajar mengunakanya, bukankah ini sangat aneh hingga Hansell baru sadar.


“Baru 2 hari yang lalu, aku sangat bosan di rumah, jadi Angel menyarankan diriku untuk membuat akun sosial media. Tentu aku tidak tertarik awalnya, tapi melihat Angel mengikuti sederet artis yang ia suka, aku juga ingin mengikuti idolaku” ujarnya ketika mengusapkan jari ke layar ponsel itu, membuat Hansell mengerucutkan bibir seolah tidak suka jika istrinya melihat pria lain di sana, bahkan tidak suka melihat istrinya sibuk dengan ponsel, sebab selama ini Airyn tidak pernah seperti itu.


“Siapa yang mendaftarkan akun sosial media mu?” tanya Hansell dengan ketus ketika menyaksikan Airyn tersenyum sendiri atas pria yang rasanya pernah Hansell lihat.


“Frada...” seru Airyn singkat, membuat pria itu mengambil alih ponsel yang Airyn mainkan, hingga ia meng-unfollow pria menyebalkan, yang membuat istrinya tertarik bahkan mengabaikan Hansell.


“Apa yang kau lakukan!! Kembalikan!!” teriak wanita hamil itu, namun Hansell tidak peduli, ia tetap meng-unfollow orang-orang yang Airyn ikuti di akun instagram miliknya.


“Jangan!! Jangan Unfollow Ryan Gosling!!"


"Tidak!!!!” pekik Airyn ketika melihat tingkah suaminya yang menyebalkan itu, bagaimana bisa ia meng-unfollow aktor yang Airyn sukai.


“Siapa pria itu?” bentak Hansell dengan rasa cemburu yang kental, membuat Airyn menajamkan mata kearah suaminya yang menyebalkan.


“Dia Ryan Gosling pemeran utama di film La La Land! Bagaimaana bisa kau melakukan itu padanya, aku sangat suka dengan aktignya dan juga wajahnya, astaga Hansell!! Kau jahat sekali!” bentak Airyn pada suaminya, bahkan membuat Hansell naik pitam ketika marahnya tidak di hargai oleh wanita itu, bahkan dengan berani Airyn memamerkan pria lain di depanya, bukankah ini terlalu kelewatan.


“Jadi kau memilih dia dari pada diriku, begitu!!”


“Iya!!” bentak Airyn saat membenarkan perkataan suaminya, membuat darah Hansell mendidih sedangkan Airyn mulai emosi tak kepalang, mereka saling memancarkan mata penuh jengkel yang hampir bisa mengetarkan ruangan saking mengelegar jiwa.


Airyn melipat kedua tanganya, meskipun ia sadar akan kesalahanya yang memancing emosi Hansell, tapi pria itu yang mulai duluan, dia yang tidak rasional ketika cemburu, tentu saja Airyn jengkel atas sikapnya.


“Aku akan mandi! Terserah kau saja!” ketus Hansell saat memasuki kamar mandi dengan jengkel, rasanya ia tidak bisa mengeluarkan luapan emosi pada wanita yang ia cintai meskipun semarah apa dirinya, Hansell memilih pergi untuk meredakan gejolak marah yang mengelegar di dadanya. “Apa semua wanita seperti itu, jika sudah menyukai seseorang akan menjadi gila sampai tidak bisa membedakan antara kenyataan dan dunia halunisasinya. Bahkan ia tidak peduli padaku dan memilih pria yang tidak sadar akan keberadaanya, bahkan pria itu mungkin tidak tahu akan siapa saja yang menyukainya, tapi Airyn sampai rela bertengkar denganku demi idolanya. Bukankah ini tidak adil untuk pria!”


Airyn menghenmpaskan bantal sangking kesalnya, ia ingin memukul benda apapun untuk meluapan kegeramanya, rasanya Airyn sangat jengkel pada suaminya, bagaimana bisa ia tidak mengerti akan perasaan seorang Fans pada idola mereka, jika Hansell mencintai Airyn sepenuh hatinya, seharusnya bisa membedakan mana idola dan juga kehidupan pribadi, hal-hal seperti ini sedari awal sudah menunjukan jika seorang pria tidak memiliki profesionalitas di dalam hidupnya, ia bahkan bisa cemburu pada kehidupan wanita yang mengagumi seorang idola prianya. “Dasar menjengkelkan!! Coba saja menganggu Ryan Gosling ku, akan ku kebiri hidup-hidup” dengus Airyn ketika melihat akun pribadi pria yang sudah di Unfollow Hansell.


****


Malam ini sudah menunjukan pukul 9 malam, dan sedari tadi Hansell berulang kali melihat jam di tanganya, ia sedikit gelisah saat memikirkan cara untuk pergi, apakah Hansell akan meminta izin atau pergi begitu saja, rasanya tidak mungkin untuk meminta izin, sebab setelah perdebatan tadi sore Airyn dan Hansell tidak saling bicara, Hansell sibuk di ruang kerjanya sedangkan Airyn melihat para pelayan menata pakaian dan juga Funiture di kamar bayi mereka, bahkan untuk dekorasi saja mendatangkan tim ahli profesional atas hal itu.


Hansell melangkah ke luar kamar, pintu di kamar samping yang merupakan kamar sang bayi terbuka sedikit rengang, hingga menampakan orang-orang yang ada di dalam disana, Airyn duduk di lantai dengan beberapa pelayan yang tengah melipat serta menata rapi pakaian berdasarkan jenis warna dan kebutuhan, bahkan ketika melihat istrinya yang begitu riang ketika ikut serta membantu pelayan, membuat senyum Hansell bergulir teduh memandangnya, rasanya Airyn yang seperti ini adalah calon ibu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, awalnya Hansell berfikir Airyn akan tetap pengila kerja seperti biasanya, meskipun sudah hamil dan berada diusia yang cukup atas kehamilanya, tapi siapa yang menduga setelah Airyn mengetahui jika ada dua janin yang bertumbuh di perutnya, ia malah berhenti dari kebiasaanya yang sering di katakan Workaholic atau pengila kerja.


“Sayang” seru Hansell saat berlalu kearah dalam, membuat Airyn memutar kepala menatap suaminya yang sedari tadi mendiamkanya, ada apa dengan Hansell yang tiba-tiba ramah dan penuh kasih sayang itu, bukankah ia sangat menyebalkan tadi sore. “Apa kau tidak capek?” tanya Hansell dengan kalimat pengertian, membuat semua pelayan merasa senang atas keharmonisan dua pasangan itu.


“Tidak, aku senang melakukan aktifitas” ketusnya saat melipat pakaian seperti yang diajarkan oleh pengurus rumah, meskipun Airyn suka memasak namun ia nyaris tidak pernah merapikan pakaian bahkan mencuci pakaian, ia hanya sebatas wanita yang suka memasak saja, untuk hal lainya di kerjakan oleh para ahlinya, tentu saja hal itu di karenakan kesibukan Airyn yang begitu padat, bahkan pulang kerumah saja sangat sulit untuknya, ia bahkan bisa menghabiskan 3 sampai 4 hari di kantor saat melajang.


“Makanlah sendiri, aku lagi sibuk”


Sebuah ciuman mendarat di pipi Airyn, membuat ia tertegun ketika melihat kearah Hansell, sedangkan para pelayan membuang muka seolah tidak mengetahui hal itu, Airyn yang tidak percaya atas tindakan suaminya membesarkan mata seolah rona malu memenuhi wajah. "Jika aku makan, kamu harus makan, nanti saja melakukan pekerjaan ini, biarkan mereka yang melakukanya. Ayo kita makan” ajak Hansell dengan nada membujuk, membuat Airyn terpaksa mengikuti pria itu seolah tidak punya pilihan lain.


Saat berada di meja makan, akirnya Hansell makan seperti biasanya, sedangkan Airyn mengkonsumsi salad sayur yang sudah di sediakan, bahkan ia hanya memakan buah-buahan segar mengingat ia sudah mengkonsumsi karbohidrat dengan cukup, saat Hansell sibuk makan sambil memandang wajah istrinya, Airyn menguap seolah ia muluai mengantuk, tentu pria itu melihat jam di tanganya, dan ternyata sudah masuk jam tidur wanita yang ia cintai.


Dengan segera Hansell menyelesaikan makan malam mereka, untuk mengajak Airyn kembali ke kamar, seperti biasa ia menidurkan wanitanya dengan sebuah pelukan dan juga kehangatan, di sela-sela mata Airyn yang mulai mengantuk berat, mereka membahas kesalah pahaman sore tadi, dan keduanya saling memaafkan hingga Hansell memilih berbesar hati menghargai privasi Airyn sebagai manusia, bukankah menyukai seseorang bukan sebuah dosa atau kejahatan, untuk itulah rasa suka Airyn kepada idolanya bukan termasuk tindak kejahatan, dan sebagai pria Hansell perlu menerima.


Airyn terlelap dengan cantik, ia amat tenang dengan posisi menghadap kearah kanan, rasanya pelukan Hansell sangat nyaman ketika tangan itu mengusap lembut perut istrinya yang tengah menumbuhkan dua janin untuk calon anak mereka. Hansell menghirup aroma tubuh Airyn dalam-dalam, memberikan kesan wangi yang tidak bisa terlupakan, Airyn yang sangat cantik dan juga mengemaskan, bahkan ketika tidur saja Ia tetap seperti peri cantik yang selalu memikat hati penikmatnya.


Hansell turun dari ranjang saat menyelimuti tubuh istrinya dengan perlahan, ia memeriksa pergelangan tanganya yang memiliki menunjukan jam malam, mungkin Hansell akan terlambat untuk pergi ke pertemuan hari ini, hanya saja ia masih bisa mengejar waktu, setidaknya ia akan menyelesaikanya sampai tuntas.


“Maafkan aku, malam ini aku tidak menemanimu tidur. Tapi aku janji setelah ini tidak akan pergi kemanapun lagi” gumam pria itu saat mengusap kepala istrinya yang paling ia cintai dan juga calon ibu untuk kedua anaknya.


****


Tengah malam menuju dini hari, seorang pria yang mengunakan pakaian hangat berwarna hitam lengkap dengan berbagai senjata api di dalam jas tebal nan lebar itu melangkah bersama orang-orangnya, Hansell mengunakan topi untuk menutupi wajah dan juga berbagai perangkat yang terhubung kepada Zates, Frada, Merry dan juga Dikra.


Semua orang itu tentu saja memantau keadaan Hansell dari layar monitor di markas Frada yang sudah ia pindahkan ke wilayah Jilixing, bagaimanapun Villa yang merupakan wilayah Nona Petrov tidak boleh meninggalkan jejak apapun atas aksi mereka malam ini, dan mereka sudah menyusun ini semua sedari awal, untuk itulah semuanya tengah bersiap-siap atas posisi masing-masing.


“Segala perangkat berfungsi dengan baik, kami bisa memantau dari seluruh CCTV yang sudah ada di wilayah Jilixing. Untuk itulah jangan bertindak gegabah Hansell, jika tidak semuanya mungkin akan kacau” seru Frada yang saat ini bicara kepada Hansell, tentu suara gadis itu terdengar dari alat pendengar yang terhubung ke telinga Hansell, bahkan ia tengah menekan dengan jarinya untuk mendengar lebih rinci perkataan Frada.


"Aku mengerti" Seru suami Airyn yang tengah memandang kearah depan, tepatnya pergudangan yang terbang kalai.


“Aku akan pergi bersama Hansell, Merry tetaplah di sini. Dan Dikra, aku percayakan mereka padamu” seru Zates kehadapan Dikra dan Merry, membuat Dikra sangat mengerti akan apa yang menjadi tugasnya, meskipun ini wilayah Hansell, tetap saja lingkup kekuasaanya adalah milik Jilixing, bisa saja sesuatu tak terduga terjadi, untuk itulah Dikra sangat berguna untuk menjaga Merry, dengan kemampuan dan juga orang-orang terlatih yang ia miliki, rasanya sangat aman menempatkan Dikra untuk menjaga Frada dan Merry di ruang monitor yang mereka buat secara kecil di dekat wilayah Jilixing.


“Ini hanyalah bangunan pergudangan yang sangat luas, bahkan beton dan juga besi-besi besar itu cukup bahaya jika terjadi keributan, aku berharap Zates dan Hansell baik-baik saja untuk membuat negeoisasi dengan Jilixing, jika pria tua itu berkilah dan mencoba melawan, bisa saja sesuatu yang buruk terjadi. Untuk itulah Dikra, kerahkan segala orangmu, setidaknya menjadi kekuatan untuk berjaga-jaga"


"Tentu saja Nyonya Merry, aku sudah melakukanya dari batas normal yang kita tentukan, aku juga tidak ingin mengunakan kekuatan setengah-setengah, setidaknya untuk kematian ayahku, akan aku tangkap Jilixing untuk merasakan balasan yang setimpal"


"Kendalikan dirimu Dikra, sekalipun kita dalam satu tujuan, jika mengobarkan emosi terlalu besar. Kita bisa saja kalah sebelum berperang" tukas Frada yang sangat sibuk dengan jari-jarinya.


"Kau tidak perlu menasehatiku tentang itu, aku lebih mengerti dari pada dirimu" degus Dikra saat membalas perkataan Frada, membuat Gadis itu menajamkan mata melihat rekan yang tidak pernah akur dengan dirinya.


"Sudahlah, kita fokus saja pada mereka" putus Merry yang ada diantara dua anak muda itu.


Di hadapan Hansell ada sebuah bangunan yang sangat memanjang dengan pagar besi di sekitarnya, sepertinya bangunan ini di gunakan untuk gudang besi dan juga tempat operasi pembuatan besi yag terbang kali, pergudangan ini dekat dengan perairan sehingga Hansell dapat melihat kontainer yang menumpuk-numpuk, ia sudah menelusuri pingiran bangunan yang tidak terpakai ini, sepertinya sengaja di buat Jilixing sebagai markasnya di daerah perbatasan, pantas saja ia bisa mengamankan posisi dan dirinya jika keamanan dan juga tempatnya sangat memadai, atas segala tindak kejahatan yang ia kuasai.


“Tidak ada kebaikan yang ia miliki, bahkan ia tidak pantas untuk mati dengan damai setelah apa yang di lakukanya” hina Hansell ketika memandang bangunan suram, namun banyak hal kejam dan mengerikan di dalamnya, mungkin jika orang tidak mengetahui kehidupan berbeda dari Jilixing, mungkin mereka akan berfikir jika Jilixing adalah tipe ayah yang penyayang meskipun di ketahui Lee Somi bukanlah anak kandungnya oleh publik, tapi siapa yang menyangka jika Jilixing adalah sekelas mafia yang tidak berotak dan memang melanggar aturan kerajaan bawah tanah, meskipun kalangan bawah tanah terkenal kejam dan juga tidak memiliki nilai kebaikan, namun sekarang sudah ada norma dan aturan yang di tetapkan dalam organisasi tersebut, dimana hanya akan berurusan dengan penjahat dan hanya melakukan sebuah transaksi yang menguntungkan, tapi Jilixing masih mempertahankan budaya masa lalu yang kejam sehingga banyak orang yang tidak merubah spekulasinya akan kalangan bawah tanah.


“Hansell, apa kau sudah siap?” tegur Zates ketika mengunakan pakaian yang sama seperti yang Hansell gunakan, bahkan menantunya itu sedikit terpaku melihat Zates yang sangat gagah di usianya, apakah Zates memang sekarismatik ini sehingga menurunkan sisinya yang menarik pada Airyn, tapi dengan melihat Zates memang membuat Hansell mengingat istrinya, rasanya ia sangat merindukan Airyn, tapi kali ini Hansell harus mengkesampingkan perasaan pribadi untuk menghadapi Jilixing.


“Aku sudah siap, aku harap kau bisa melakukan tugasnmu dengan baik” serunya ketika membalas perkataan pria itu “Tuan Zaterius, apapun yang terjadi tolong utamankan keselamatan mu sendiri. Aku tidak ingin ibu mertuaku menjadi janda saat pernikahanya belum sampai setengah tahun”


Zates terkekeh ketika mendengar perkataan Hansell, begitupun dengaan Merry yang kala itu mendengar percakapan dua orang pria tersebut, bahkan jantungnya berdebar setiap kali menyadari jika sudah mempunyai suami, padahal dulu Merry selalu mematikan hati untuk memiliki keluarga, sebab baginya Airyn adalah hidup dan matinya.


“Istriku pasti tengah mendoakan diriku, kau simpan saja ucapan itu untuk dirimu sendiri, bagaimanapun putriku masih belum melahirkan, aku tidak ingin calon cucuku memiliki ayah tiri nantinya” serunya hingga membuat wajah Hansell mengelap, namun Zates mengepuk pundak menantunya untuk berlalu kearah dalam, ia menuntun perjalanan sesuai rambu-rambu yang sudah di pelajari dari putri Jilixing yaitu gadis yang ia beli dengan harga 1 miliar, yang merupakan kunci utama atas kelemahan Jilixing.


“Aku akan kembali kepada istriku” batin Hansell saat melangkah memasuki gedung yang di penuhi besi dan juga merupakan markas Jilixing yang sangat pandai ia sembunyikan.