
Dipagi buta, Airyn keluar dari Villa, ia tidak tahu harus kemana, mungkinkah Airyn pulang kerumahnya? Namun itu akan menyakiti dengan sangat, tapi ia sudah memutuskan sejauh ini, untuk mengakiri hubungan dengan Hansell, dan memulai hidup baru, dengan memutus masa lalu yang memenjarakan dirinya selama ini, jika lembaran baru itu ada, Airyn perlu mengulang kelembaran lama yang dirasa belum tuntas bukan? Jadi keputusan ini sangat bulat untuk menghadapinya, tanpa harus lari
Masih seperti 20 tahun lalu, tidak ada yang berubah, suasana sepi dan sunyi seperti biasa, rumah besar yang seperti kastil dikerajaan dongeng, namun menyimpan kepahitan akan masa lalu yang harus ditelan, Airyn mengkah menuju kamar, bukan kamarnya atau kamar orangtuanya, melainkan kamar ibu kandungnya, yaitu kamar Merry, bisa dibilang.
Airyn tidak pernah menginjakan kaki dikamar ini, bahkan sedikitpun dia tidak pernah berfikir mengunjungi kamar Merry, kali ini dengan tangan gemetar, dan hati lebam-lebam Airyn memaksakan diri untuk melangkah masuk yang mungkin saja mengantarkanya kepada jawaban sebenarnya.
Hal pertama yang dipandang Airyn adalah, foto masa kecilnya yang terpampang besar didepan ranjang Merry, tidak hanya itu saja foto Airyn dari dirinya yang masih belia hingga dewasa berjejeran disana, perlahan Airyn berjalan mendekati lemari pajangaan, tersimpan banyaknya piagam dan piala yang tertera nama Merry disana, sesuai dugaan wanita itu memang terkenal akan kepintaranya, bahkan hal itu menurun kepada Airyn yang begitu perfeksionis, namun matanya terhenti dirak nomor dua, terdapat banyak kaset kuno yang berjejeran disana, dengan tanda luar, putriku 3 minggu hingga 9 bulan, putriku 1 tahun, putriku 2 tahun dan kaset bermerek putriku 23 tahun.
Siapa yang akan melewatkan itu, bahkan Airyn langsung menangkap jika itu adalah kumpulan dirinya, yang disusun Merry dengan rapi, tanpa sepengetahuanya, Airyn mengeluarkan semuanya, ia beralih keruaangan yanga ada dibalik ranjang itu, seperti sebuah ruang yang digunakan untuk menonton pertunujukan, tentu saja ruangan itu adalah tempat yang digunakan Merry mengenang anaknya.
Airyn menonton satu persatu vidio disana, membuat dirinya meneteskan air mata, saat Merry bercerita dengan janin yang ada diperutnya, saat itu Merry, mengatakan “Sayang, hari ini adalah hari pertama ibu bahagia, karna dokter telah mengatakan, ada janin yang tumbuh didalam sini” singkatnya, perkataan Merry membuat Air mata Airyn menetes begitu saja, meskipun Airyn mengetahui Merry sangat menyayangi dirinya, namun kekecewaan ini sangatlah menyayat hati dan jiwanya, gadis itu memeluk diri didalam ruangan yang terlihat gelap dan suram, bahkan ia melihat secara nyata bagaimana Merry menonton dirinya disini, hingga sebuah perasaan luka, mencabik dirinya.
Bukan lagi tentang kecewa, melainkan rasa terluka yang dialami ibunya selama ini, hanya mampu menganggumi sang anak tanpa mampu memeluknya, Airyn berfikir bagaimana Merry melewatkan harinya? Dengan Airyn yang selalu menganggap Merry sebagai seorang budak, kenapa Merry harus melukai dirinya, hingga tanpa sadar ia menjadikan Airyn seperti penjahat kepada ibukandungnya sendiri.
Mata Airyn terhenti dengan derai air mata yang mengering, ia melihata ibunya Charllot dan ayahnya didalam vidio itu, Airyn melihat dirinya bahagia bersama kedua orangtua yang diketahuinya sedari kecil, bahkan Merry merekam moment ini dan mengabaikan perih hatinya, Airyn semakin terluka hingga tidak berdaya, ia mematikan vidio layar dan memasukan semua kaset ketempat semula.
Ia menangis sejadi-jadinya didalam kamar seorang diri, entah karna kecewa akan takdir, atau karna ia terluka telah menyakiti Merry, semuanya mendatangi Airyn dengan rasa sakit yang paling remuk kedalam jiwa, mengantarkan ia kepuncak paling hancur hingga kapan saja ia mampu mengakiri hidup, apa yang harus ia pertahankan dari semua itu, hanyalah suatu kesia-siaan yang paling menyakitkan.
Melihat kakaknya menghancurkan seluruh barang, Angel hanya mampu menangis sambil memeluk Hansell, tentu ia mendengar semuanya, pertengkatan dan akirnya hubungan mereka hancur sudah, membuat Angel merasakan betapa terlukanya dua pasangan yang saling cinta namun saling menyakitkan.
“Kakak sudahlah, jangan seperti ini. Apa kakak tidak mencintai Angel lagi, kakak Angel mohon. Kak Airyn sangat mencintai kakak. Tapi, apa yang saat ini diputuskanya bisa jadi jalan keluar bagi kalian berdua, jika kakak saja sesakit ini, baagaimana dengan kak Airyn, ia mungkin jauh lebih sakit dari pada yang kakak rasakan, karna hati wanita itu lemah kak” lirih Angel sambil memeluk Hansell dengan derai air mata, yang sangat kacau tanpa bisa dibayangkan lagi, bahkan tangannya penuh dengan darah akibat menghancurkan kaca besar yang ada didalam kamar mereka.
****
Hari-hari telah berlalu, mengantarkan Hansell untuk terbang kembali ke Korea, tempat dimana dirinya berada dan melanjutkan hidup dengan tanggung jawab yang ada, begitupun dengan Angel, sementara waktu memilih bersama Hansell hingga semuanya membaik.
mungkin kaki itu akan melangkah pergi, meninggalkan Irlandia dengan sejuta cinta, ia menitipkan sedikit raga kepada Airyn yang tertinggal, meskipun perpisahan terpaksa dipaksakan, Hansell percaya jika Airyn akan baik-baik saja, karna keputusan terbaik yang dipilihnya adalah melepaskan sedikit beban untuk melindungi, tidak peduli sesingkat apapun pertemuan ini, namun Hansell benar-benar menikmati kehadiran Airyn dengan sepenuh hati, entah ada yang mampu mengantikan atau tidak, Hansell percaya tidak ada Airyn kedua. Karna gadis itu adalah wanita pertama yang membuat dirinya istimewa, gadis lemah yang paling bijaksana dalam membuat keputusan.
“Airyn…..meskipun aku menghentikan impian untuk menikahimu, memaksakan hati untuk merelakanmu, dan juga melepaskan diri untuk tidak memelukmu lagi, tapi aku akan tetap membawa pergi cinta ini, maaf tidak bisa melupakan semua kenangan kita, karna semua itu terlalu indah untuk harus dihapus. Meskipun begitu aku percaya, Nona Petrov akan terus menguatkan Airyn, tetapkan jadi wanita mengerikan tanpa harus menundukan diri, karna kau memang pantas untuk itu, bukan masalah licik atau mengerikan, tapi sosok itu adalah malaikat sebenarnya yang aku cintai, kadang kau perlu egois untuk menjadi diri sendiri, tanpa melindungi orang lain, tanpa menghargai orang lain, dan tapa memikirkan orang lain, sebab untuk membahagiakan diri dan memebebaskanmu, kau perlu memikirkan dirimu sebelum mempedulikan orang lain. Terimasih sudah pernah mencintaku”
Hansell terbang ke Korea dengan membawa perasaan yang utuh, entah harus menyimpannya jauh-jauh, atau meletakannya ditempat paling tersembunyi, yang jeas Hansell harus kembali ketitik awal, dimana dirinya harus meninggalkan Airyn karna keadaan
Sebannya Hansell bisa saja mempertahankan, namun keadaan tidak sebersahabat itu, jika Hansell masih disisi Airyn, hanya kekacauan yang mungkin ia lakukan, karna apa yang Hansell inginkan bertolak belakang dengan apa yang Airyn harapan, jika ia tidak bisa menjadi apa yang Airyn mau, lebih baik Hansell menjauh karna tidak membantu.
Airyn yang hari ini pergi keperusahaan, untuk melanjutkan aktivitasnya seperti semula, ia akan menjadi gadis Petrov seperti dirinya, meskipun Airyn sempat memiliki keinginan mengakiri hidup, ada hal yang membuat dirinya bertahan, yaitu suatu kebenaran yang masih belum terungkap.
Semua mata menunduk hormat atas kedatangan orang tertinggi diperusahaan ini, pemegang saham umata dan menjadi atasan yang paling mengerikan, Airyn kembali dengan auranya semula, hingga rombongan yang mengikuti langkah Nona Petrov sangat menekukan semua kepala kariyawan, Airyn kembali berhati dingin, tanpa ada gelak tawa seperti dirinya semula.
Sepanjang hari ia berdiam diri siana, melakukan pekerjaan diruangan itu, kesibukan selalu saja menjadi teman, hingga pagi hari sampai petang, Airyn selalu melakukan pekerjaanya dengan baik, ia mengurus semua pekerjaan karna saat ini Merry masih dirawat dirumah sakit, lain dari semua itu Airyn masih belum siap menghadapi wanita itu, hati dingin yang Airyn miliki saat ini tidak akan mengubah keadaan mereka, jika Airyn tetap menganggap Merry seperti sekretarisnya dan orang kepercayaan Keluarga Petrov.