Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Perdebatan & Kedatangan



“Frada apa kau sudah menemukan sesuatu?” tanya Dikra ke arah Frada yang tengah sibuk dengan kegiatan jari nya, sedangkan pria itu meletakan tangan di pinggang guna memikirkan sesuatu, bahkan tatapan Dikra jelas tertuju ke arah Frada yang tidak melirik sedikit pun selain memperhatikan jejeran komputer didepan matanya itu.


“Aku belum menemukan keberadaan Griffin, hanya saja aku yakin dia belum keluar dari perdesaan, sebab semua titik jalan keluar sudah aku kontrol dengan meretas seluruh CCTV, aku tidak menemukan dia di seluruh jalan keluar, jika Griffin keluar dari perdesaan sudah jelas melewati sungai deras yang menjadi perbatasan kota, namun aku tidak percaya dia mampu menyeberanginya, usia paman ku sudah hampir tua dan juga kedalaman itu dapat saja melenyapkanya, aku optimis Griffin belum keluar dari perdesaan, sebab tidak semudah itu bagi Griffin mengakiri hidupnya sebelum membalas kan dendam” tutur Frada dengan penjelasan ke arah Dikra yang dengan cermat mencerna apa yang di papar kan gadis itu


“Apa kau masih belum bisa menemukan masa lalu paman mu?” tanya Dikra setelah mengingat kembali permasalahan Frada


"Sayang nya wanita itu sangat misterius, meskipun aku pernah bertemu dengan istri paman ku hanya saja aku tidak ingat jelas bagaimana wajahnya, lantaran usia ku yang masih kecil saat itu, aku ingat jelas paman menyembunyikan wanita itu hingga tak terjamah oleh keluarga, bahkan aku berusaha mencari foto istrinya, namun dia terlebih dahulu melenyapkan semuanya dengan membakar rumah utama, aku benar-benar buntu akan masa lalu Griffin, jika saja saat ini aku mendapatkan satu titik mengenai istri nya, mungkin aku akan bisa menghancurkan pria ******** itu, dengan membunuh wanita yang di cintainya mati-matian, hingga keluar dari keluarga Farheven hanya untuk menikahi wanita tersebut” balas Frada dengan penuh ancaman mematatikan di dalam nada suara mengerikan, bahkan tekadnya semakin membara setiap kali membahas Griffin, Dikra sedikit bergindik setelah mendengar kata bunuh yang di tuturkan Frada, sebab bagaimana pun hingga saat ini dirinya belum pernah melakukan itu.


Mendengar Frada menjabarkan segala hal Dikra memilih diam tanpa menjawab apapun, sebab tak ada hal yang perlu dia bantah, selain menunggu orang yang saat ini tengah di perjalanan sebagai saksi kunci yang diberikan Hansell, Frada kembali melakukan aktivitas begitupun Dikra, ia menyeruput kopi pahit yang menemani matanya menatap seluruh kaitan misteri yang ada, Dikra memikirkan beberapa hal yang sebenar nya menganjal sedari tadi.


“Frada!!” bentak Dikra setelah menyadari sesuatu, bahkan suara nya hampir membuat Frada lemah jantung


“Apa kau tidak bisa bicara pelan” balas gadis itu dengan kesal, sebab jantung nya hampir saja lemah akibat teriakan Dikra yang tiba-tiba memecahkan keheningan ruangan, karna gadis itu memiliki Panic Attack, dimana itu termasuk kedalam gangguan Psikologi disaat seseorang mengalami serangan panik, yang meliputi rasa takut atau gelisah yang dirasakan secara tiba-tiba, hal yang dirasakan oleh orang tersebut adalah detak jantung yang semakin cepat, nafas nya menjadi pendek, pusing, otot yang menjadi tegang hingga gemetar. Hal itulah yang membuat Frada kesal jika setiap kali dirinya di kaget kan, meskipun Frada telah lama bersama Dikra, pria itu tidak mengetahui tentang kondisi Frada.


“Aku mengingat sesuatu” tutur Dikra sembari melangkah mendekati Frada, bahkan membuat gadis itu menajamkan mata melihat antusias pria tersebut


“Jika saja ini bukan hal yang penting, aku benar-benar membunuh mu” ancam Frada ke arah Dikra, membuat pria itu bergindik mendengar ancaman yang di layangkan ke arahnya


“Apa kau harus seganas itu!! Entah ini penting atau tidak, bukan kah itu tugas mu dengan setiap informasi yang aku fikir kan” balas Dikra dengan kesal, sebab gadis yang saat ini ada didepanya selalu menyebalkan, sering kali Dikra merasa terintimidasi oleh tatapan dan ketusnya


“Informasi yang kau fikir kan!!” balas Frada dengan mengulang kalimat Dikra, bahkan suara dan tatapan nya saja menghina kearah pria itu “Apa dengan IQ 90 itu bisa dikatakan kau mampu berfikir” tutup nya dengan dingin, membuat Dikra hampir naik pitam mendengarkan bagaimana dirinya di rendah kan wanita tersebut.


“Apa kau fikir kau pintar!! Bahkan dengan kemampuan hebat yang kau miliki hingga saat ini, apa sudah ada hasil yang kau dapat? selain fakta mengenai Griffin sebagai paman mu, jangan merendahkan orang lain jika kemampuan mu saja tidak berguna sama sekali” balas Dikra dengan geram, membuat ia ingin sekali melemparkan kopi hitam yang ada di tanganya ke wajah wanita menyebalkan tersebut


“Kau!! Kau fikir dirimu hebat!! Jika fakta ayah mu menjadi korban atas orang itu, aku tidak sudi bekerja sama dengan mu” balas Frada dengan semakin geram, bahkan dia berdiri dari duduk guna menantang Dikra, entah bagaimana pun Frada adalah wanita yang tidak bisa disepelekan, dia memiliki kemampuan bela diri yang lebih kuat dari pada Dikra, membuat pria itu menajamkan mata ingin meratakan wajah menyebaalkan Frada


“Permisi Tuan, Nona” tatapan mereka yang tadinya mengancam ingin membunuh terhenti akibat celaan dari anak buah yang tiba-tiba ada di tengah-tengah perdebatan sengit keduanya, bahkan secara bersamaan mereka melirik ke arah pria itu dengan tatapan tajam, membuat nyali pria yang ada diseberang sana ciut, dengan segera dirinya menundukan kepala seraya memberi hormat, membuat Frada duduk kembali di kursi sembari menarik paksa nafas dengan kasar, sedangkan Dikra beranjak menjauh dari sana, meskipun mereka berdua masih saja tersulut emosi yang sama


“Ada apa?” tanya Dikra dengan tatapan dingin


“Orang yang dikirim Tuan Hansell sudah datang Tuan” balasnya dengan nada gugup, membuat Frada tekesiap mendengar ucapan yang di tuturkaan orang nya itu


kepada Dikra


“Bawa dia masuk” cela Frada dengan cepat, membuat Dikra melirik ke arah wanita tersebut


“Biarkan dia menunggu dilaur” bantah Dikra ke arah pria yang berdiri diseberang sana, membuat dirinya bingung harus menuruti yang mana, sebab keduanya sama-sama majikan bagi nya.


“Apa lagi masalah mu!!!” bentak Frada ke arah Dikra yang saat ini berdiri tegak sembari menyandarkan sedikit punggung ke dinding


“Benar kata Hansell, emosional mu sebagai wanita buanglah sedikit, jangan menelan semua situasi mentah-mentah, kau fikir sembarangan orang yang bisa memasuki ruangan ini, jika kau belum memastikan secara ditail jangan gegabah mengambil keputusan” hina dikra ke arah wanita itu, membuat Frada naik pitam atas apa yang di lontar kan Dikra padanya, bahkan ia mulai meredakan emosi yang memancar, namun pria itu mengibarkan bendera peperangan lagi


“Untung saja kau wanita, jika tidak aku akan benar-benar membunuhmu mu” balas pria itu dengan nada geram, sebab jika dia melawan Frada tak akan ada habis-habis melawan, sebab gadis itu selalu ingin menang di atas apapun “Aku peringatkan sekali lagi, jaga cara bicara mu Nona Frada, sebab mulut mu harimau mu! kau boleh menghina siapapun, tapi pastikan dulu itu bukan orang sembarangan. Jika tidak, kau bisa di terkam oleh mulut mu itu, terkait Hansell redakan sedikit nada bicara mu untuk men-judge namanya, kau tidak tau bagaimana dirinya lebih baik kau berhenti untuk mengatainya” tutur Dikra dengan nada dingin, sebab ia tidak ingin berpanjang lebar lagi dalam mengahabisi waktu, sedangkan Frada hanya bungkam dengan rasa kesal, setidak nya ia merasa menang di atas segalanya atas perdebatan yang terjadi antara Frada dan Dikra, seketika Dikra beranjak dari tempat ia berdiri, sembari meninggalkan Frada dengan kesombongan atas kemenangan, membuat pria itu kesal dengan Gadis tersebut, seketika Dikra menghentikan langkah sembari menoleh ke arah belakang “Aku perlu ingatkaan lagi, jangan lupakan siapa Hansell sebenar nya, dia kekasih Nona Petrov, kau mungkin bisa menghinanya sesuka hati mu di hadapan ku, tapi apa kau masih bisa menjamin jika Nona Petrov mengetahui sikap ini nyawa mu masih terampuni? Bahkan memikirkan itu saja aku sangat ketakutan. Kau perlu sadar posisi Nona Frada, kau membutuhkan orang lain jadi belajarlah merendah, Nona Petrov bukan tandingan mu, jangan main-main dengan nya jika kau tidak ingin menghilang sebelum dendam mu terbalas kan” tutur Dikra seraya melanjutkan langkah kaki dengan senang


Kali ini Dikra merasa menang, dia menarik senyum kemenangan dengan terpampang nyata di belakang Frada, sebab Dikra merasa puas membungkam wanita menyebalkan itu, setidak nya Frada masih bisa takut jika terkait Nona Petrov, membuat ia merasakan kemenangan di atas ketakutan yang menyelimuti rekannya, sesekali Frada perlu di ancam mengunakan nama Nona Petrov agar gadis itu sadar diri akan posisinya, sebab setiap kali Dikra mendengarkan hinaan Frada ke pada Hansell, dirinya seperti meledak ingin membalas namun selalu saja kalah.


Dikra melirik ke arah seorang pria yang menampakan punggung pada nya, bahkan pria itu berdiri tegap dengan sombong nya, membuat Dikra sedikit heran dengan sikap yang di tampilkan orang itu, sebab sangat berbeda jauh dengan apa yang ia fikirkan, bahkan ekpektasinya tentang orang yang di sembunyikan Hansell adalah seseorang yang cukup umur dengan raut wajah ketakutan dan sikap was-was, namun punggung itu terlihat sangat kokoh dan juga sombong, membuat Dikra sedikit binggung bagaimana memulai cengkrama.


“Permisi Tuan” sapa Dikra di luar ruangan yang sebagai ruang tunggu, membuat pria itu menoleh membuang wajah sembari mempertahankan, Dikra menunggu sembari melirik wajah tegas itu dari arah samping, dirinya melihat raut wajah pria itu sangat muda sekali dari yang dibayangkan.


“Apa begini cara kerja mu menyambut tamu penting” tutur pria asing itu dengan nada ketus, membuat Dikra bergindik kesal dengan cara bicaranya yang tidak sopan, namun pria itu memilih mengalah untuk mengetahui lebih jauh


“Maaf kan saya Tuan, jika membuat anda tersinggung” tuturnya dengan nada damai bahkan Dikra berhasil meredakan emosi yang sempat terpancing dengan sikap pria asing tersebut


Seketika orang yang di kirim Hansell ke Korea untuk bekerjasama dengan Dikra dan Frada membalikan tubuh dengan ritme lamban, bahkan membuat Dikra menatap tajam untuk mengenali raut wajah tersebut, tentu Dikra belum pernah bertemu dengan orang itu, bahkan Dikra sangat penasaran ada hal penting apa yang dibawa olehnya, pria asing di mata Dikra tersebut hampir sepantaran dengan umurnya, bahkan dia sangat muda sekali untuk berada di tim mata-mata internasional, ditambah getstur tubuh angkuh itu sangat menyebalkan untuk di hadapi Dikra, seketika Ia mencoba tersenyum paksa guna mencairkan kebingungan yang melanda, sedangkan pria didepan mata nya hanya menoleh seakan tak mengindahkan senyuman yang di tampil kan oleh Dikra.


Melihat sikap angkuh yang sedari tadi di biarkan nya saja, membuat Dikra tak mampu menahan ini lebih lama, dia melangkah kan kaki menuju ke arah pria angkuh tersebut, membuat dirinya menatap dengan penuh tantangan, bahkan membuat Dikra tak gentar untuk mengintimidasi pria yang tidak memiliki etika sopan, dengan cepat Dikra melayangkan kaki panjang nya hingga mengenai dada pria tersebut, bahkan tanpa gerak apapun serangan Dikra mampu menjatuhkan tubuhnya, membuat pria itu tersungkur ke arah bawah, sedangkan Dikra berdiri tegap guna menunjukan posisi yang sebenar nya.


“Apa kau fikir dirimu hebat disini!!” bentak nya ke arah pria itu


“Apa masalah mu!” balas nya dengan nada kesal akibat tindakan Tuan rumah yang sangat menyebalkan baginya, bahkan ia mencoba bangkit, namun kaki jenjang Dikra menahan dada pria itu hingga tak mampu bangkit dari sana


“Apa yang kau lakukan” teriak nya sekali lagi, sembari menahan kekuatan kaki Dikra yang bisa saja menyakiti dada nya jika tidak di tahan


“Aku peringatkan dirimu untuk bersikap lebih sopan, apa kau fikir dirimu hebat disini, kau fikir aku orang bodoh yang tidak tau latar belakang mu hingga menerima mu begitu saja” balas Dikra dengan geramnya “Sebelum kau di kirim kepada ku, aku sudah menyelidiki semuanya, jika sekali lagi kau melihatkan sikap sombong mu itu, aku tak segan mencabut perlindungan atas jejak mu yang sudah ku hapus, kau fikir siapa yang membuat mu aman hingga saat ini!!” ancam Dikra kepada pria yang ada di bawah kakinya, membuat pria itu meringis kesakitan dengan tidak menyangka akan orang yang berhadapan dengan dirinya ini, sebab ketika pria itu dibawah pengawasan Hansell, ia benar-benar di perlakukan seperti raja, bahkan Hansell memberikan kenyamanan tiada tara, membuat orang tersebut merasa di butuh kan, namun sekarang dia sadar, kenyamanan sesaat itu hanyalah penghiburan semata guna dirinya menghadapi situasi yang berbahaya, dan sepertinya kali ini dirinya dijadikan umpan mengali sesuatu.


“Maafkan sa….saya Tuan” tutur nya dengan nada gemetar, membuat Dikra melonggarkan sedikit tekanannya, melihat reaksi tersebut ada rasa lega didada pria itu, dia menghela nafas panjang seakan terbebas dari belengu sesak, Dikra mengulurkan tangan ke arah pria asing itu ingga di sambut baik oleh nya, seketika mereka berdiri sejajar sembari orang asing yang ada di hadapan Dikra saat ini menepuk bagian dadanya guna membersihkan baju yang dikenakan


“Siapa nama mu?” tanya Dikra dengan nada dingin, sembari mendudukan diri di sofa yang tersedia, sedangkan pria itu masih berdiri di tempat semula


“zeyn, saya orang Rusia namun saya besar di Irlandia, karna itulah saya bisa berbahasa irlandia” tutur nya sembari ingin duduk sejajar dengan Dikra, namun mata pria itu dengan tajam mengarah ke arah Zeyn hingga diri nya terhenti seketika, Dikra menarik senyum sebab berhasil menjatuhkan intimidasi pada pria tersebut


“Duduk lah” sungguh Dikra dengan nada rendah, membuat Zeyn dengan sungkan mendudukan diri didepan nya.


Mereka berdua berkacap-cakap mengenai banyak hal, bagaimana Zeyn bisa terlibat dan bagaimana ia bisa melarikan diri, sebab sangat aneh untuk mampu kabur dari orang yang berada dibalik surat kontrak tersebut, membuat Dikra dengan cermat mendengarkan setiap penjelasan yang dipapar kan Zeyn, hingga sejauh ini Dikra menangkap pria yang ada didepannya sangat naif, dari tutur bicara yang blak-blakan, bahkan sikap arogan yang ditampilkan, dan juga kurang dewasa dirinya dalam bersikap membuat Dikra sedikit binggung, topeng mana yang asli dari orang tersebut, sejauh ini Dikra hanya mampu menyimpulkan Zeyn orang yang cukup naif dan juga diri nya seeprti memiliki keberuntungan yang bagus untuk bisa hidup hingga sekarang.


Zeyn adalah unit mata-mata internasional yang setara dengan kemampuan intelegensi negara, bahkan di unit tersebut kuat kaitan nya dengan dunia mafia dan bawah tanah, tentu orang yang ada dibalik surat kontrak seperti raja sesungguh nya yang bersembunyi di balik pangkat Griffin, namun Zeyn dia berada disebuah unit yang memiliki peraturan nya sendiri di kalangan mafia, mereka bekerja berdasarkan jumlah uang yang diterima, tak peduli seperti apa bahayanya suatu misi jika itu berhubungan dengan jumlah angka yang fantastis mereka akan melakukan apapun, hingga Hansell sendiri memilih beberapa dari unit itu untuk mengusik keberadaan orang yang ada dibalik surat kontrak, sebab orang dalam adalah peluang yang besar mencapai tujuan, karna itulah Hansell mencoba meskipun setiap kali kegagalan yang diterima, namun untuk kali ini saja pria yang bernama Zeyn memiliki keberuntungan yang luar biasa setelah mengetahui beberapa hal yang tak mampu di gali selama ini.


Untuk beberapa waktu Hansell memanjakan Zeyn dengan apa yang di butuhkan nya, Hansell menyediakan tempat persembunyian yang layak untuk nya, membuat Zeyn berada di atas angin, bahkan dirinay merasa dibutuhkan untuk sebuah informasi berharga, bahkan jika ini disampaikan akan mengoncang dunia, membuat Zeyn digaja begitu ketat dan baik oleh Hansell, namun pria itu tidak semurah hati itu memberikan semua nya, dibalik kenyamanan yang diberikan Hansell juga mengorek beberapa hal yang disembunyikan, beruntung hingga saat ini tidak ada fakta mencurigakan terkait Zeyn, sebab itulah hansell dengan percaya diri emngirimkan zeyn ke korea sebab selama ini dirinay disembunyikan di Afrika.


Sebab Afrika tempat yang jarang terjamah oleh orang lain apalagi oleh para mafia yang bergelut di dunia bawah tanah.