
“Apakah aku bisa mengatakan jika dia adalah Crazy Rich dunia yang bertenger di peringkat ke 2? Ini luar biasa, bahkan aku tidak bisa membayangkan bagaimana caranya mendapatkan semua ini. Bahkan melihat sekali kilas saja ia tidak pantas mendapatkan gosip rendahan seperti itu”
“Bukankah biasa kehidupan para elit amat membingungkan, meskipun ini sangat sulit di mengerti tapi aku dapat memahami permasalahan internal keluarga itu sudah seharusnya tidak tersebar, bahkan aku sangat meyayangkan bagaimana media internasional melayangkan komentar jahat padanya, dan juga beberapa pihak yang hanya menyudutkan tanpa mengetahui fakta sejujurnya”
“Jika aku bisa berpendapat, aku fikir ini tidak ada salah dari Nona Petrov, sedari awal kesalahan ini akibat media internasional yang membesarkan fakta menyimpang, membuat judul berita sampah tanpa mencari kebenaran, bukankah mereka akan berada di ambang kehancuran karna orang yang mereka singgung bukanlah orang sembarangan. Siapa yang ada di balik ini semua sampai mereka mempunyai keberanian untuk memberitakan Nona Petrov”
“Wah luar biasa, aku rela di kamar sambil memantau perkembangan berita ini”
“Lihatlah pakaian sederhana yang ia gunakan, namun dengan harga melangit yang tidak bisa di pakai oleh orang sembarangan, aku bahkan tidak bisa percaya jika Nona Petrov secantik ini, di tambah ia tengah hamil muda ini benar-benar pemandagan luar biasa. Sebagai wanita yang juga tengah mengandung aku yakin berita ini sangat menganggu dirinya dan janin, bahkan ia rela memberikan pembuktian rendahan ini untuk mempertahankan hubunganya dengan suaminya. Aku sangat bangga padanya”
“Aku seperti melihat bidadari sesungguh nya, wajah teduh itu sungguh membuatku jatuh cinta”
“Beruntung sekali bisa hidup dengan wajah secantik itu setiap harinya”
Dan berbagai sudut pandangan masyarakat lambat laun mulai berubah terhadap Nona Petrov, bahkan banyak dari mereka yang menyalahkan pihak media internasional sebab memberitakan fakta menyimpang tanpa mencari tahu kebenaran, tentu saja acara yang diadakan oleh Jenny mengandung respon positif dan mengubah pandagan masyarakat, bahkan banyak diantara mereka yang mengikuti perkembangan acara ini dan mulai berkomentar pedas kepada media yang ingin menjatuhkan Nona Petrov.
“Nona Petrov apakah ada hal yang ingin anda sampaikan untuk menutup acara ini?” tanya Jenny kepada Airyn yang sedari tadi sudah selesai melakukan pemeriksaan tes darah, bahkan ia duduk dengan sopan sambil mengikuti alur rekaman yang tengah berlangsung, pandagan Airyn menatap kearah kamera dengan senyum teduhnya seperti biasa, rasanya ia enggan untuk mengatakan apapun namun saat merasakan anaknya mulai menendang-nendang, sungguh Airyn juga tergerak untuk mengatakan sesuatu.
“Aku sungguh tidak mengerti apa yang harus aku sampaikan lagi, aku rasa mengikuti acara ini sampai selesai adalah hal yang cukup untuk di lakukan. Tapi rasanya sangat tidak sopan untuk tidak menyapa kalian yang tengah menyaksikan siaran ini. Aku selaku istri dari Hansell Hamillton dan merupakan perwakilan dari wajah APV Petrov, sungguh meminta maaf atas keresahan berita yang telah terjadi beberapa waktu ini, akibat permasalahan internal di dalam keluarga Petrov membuat kebingugan di dalam masyarakat, tapi aku dengan tegas mengakui jika sebenarnya aku bukan anak bilogis dari Ayah Louis dan Ibu Charllot, melainkan anak biologis dari pasagan Merry Laurent dan juga Zaterius Laos Petrov yang merupakan saudara kembar ayahku. Ada beberapa hal yang rasanya tidak bisa aku jelaskan kepada kalian dan aku fikir itu adalah ranah internal keluarga kami, tapi mengigat aku bukanlah publik figur aku rasa kehidupan pribadi diriku dan keluarga bukanlah konsumsi masyarakat, untuk itulah semoga kita semua bisa hidup tanpa keresahan ini lagi” tutup Airyn dengan penuh hormat, membuat jenny memandang penuh sendu kearah wanita itu, bahkan ia seperti melihat gadis yang luar biasa bijaksana dan amat cerdas mengunakan kata-katanya, tidak peduli seperti apa derajatnya yang begitu tinggi dan kekuasaan yang ia miliki, tapi untuk seorang anak dan istri, dia adalah pribadi yang berbeda.
“Terimakasih Nona Petrov, saya rasa kami akan banyak belajar lagi untuk mengontrol diri memberitakan fakta yang sebenarnya, saya selaku rekan dari media sungguh menyesal telah melakukan tindakan meresahkan dan menganggu anda”
“Tidak masalah Nona Jenny, saya juga banyak belajar dari kejadian ini” balas Airyn dengan penuh sungkan, membuat Jenny memberikan senyum dan sikap hormat pada dirinya, sebelum akirnya menutup acara tersebut.
Beberapa saat kemudian akirnya segala hal sudah selesai, membuat Zates berjalan kearah Airyn untuk membantu putrinya berdiri, rasanya Merry hanya bisa tersenyum melihat pemandangan ini, pada akirnya Airyn sudah menerima kehadiran Zates dan Airyn seperti menemukan dirinya lagi.
Merry sungguh bangga memiliki putri seperti wanita itu, berbagai macam hal yang ia lalui, dan bagaimana banyaknya rintangan kehidupan yang menerpa, hingga mengikis perih dan juga sering memutilasi raga sampai menjadikan kepingan yang tidak berarti, tetap saja Airyn kembali dengan jiwa baru lagi, dengan Airyn yang lebih dewasa dan anaknya yang luar biasa.
“Bagaimana? Apa aku melakukan kesalahan saat bicara?” bisik Airyn pada ayahnya, membuat Zates mengedipkan mata sambil mengacungkan jempol sebab semuanya telah terselesaikan dengan baik, kali ini rasanya Zates cukup bangga pada anaknya hingga membuat Zates banyak belajar dari Airyn.
“Terimakasih sudah menunggu ku” terus Airyn pada pria itu.
“Tentu saja. Bagaimana mungkin aku meninggalkan anak ku yang tengah hamil cucu kembar. Aku akan memberikan penjagaan terketat untukmu” balas pria itu ketika mengandeng tangan Airyn untuk berjalan menghampiri Merry.
“Jagan pilih kasih Tuan Zaterius Laos petrov!!” sontak ucapa Airyn yang mengandung keterkejutan itu mampu menghentikan langkah Zates.
“Apa yang kau bilang” kesalnya dengan membualatkan mata pada wanita itu “Panggil aku ayah” geram Zates dengan penuh penekanan, membuat Airyn terkekeh melihat ayahnya yang begitu kekanak-kanakan.
“Aku akan bersikap sopan, bahkan aku memanggilmu Tuan. Lain dari itu, apa kau yakin akan mengetatkan penjagaan penuh padaku, bagaimana dengan ibu ku, bukankah mengejarnya adalah pilihan terbaik saat ini. Jujur saja tidak sepenuhnya ayah percaya jika Merry mencintaimu kan” ledek Airyn hingga tatapan Zates memancar pada Merry yang sedikit jauh dari mereka.
“Kau benar, aku masih tidak yakin jika Merry mencintaiku, rasanya aku seperti merasakan apakah Merry menganggap diriku Louis atau ia memang memandangku sebagai Zaterius”
"Sebenarnya aku dapat merasakan jika Merry mencintai mu, tapi aku ingin kau berkerja keras untuk membahagiakan Merry agar tidak ada keraguan apapun di hatimu" batin Airyn ketika memangdang teduh kearah Zates, sebelum akirnya ia membalas perkataan ayahnya.
“Karna itulah. Berusaha keras sampai tidak ada keraguan di hatimu” timpal Airyn dengan segera, membuat Zates memandang anaknya yang kala itu ia genggam dengan erat.
“Apa yang kalian katakan, sepertinya begitu seriys” tukas Merry yang menghampiri langkah Zates dan anaknya, membuat pria itu tersenyum getir memandang istrinya, sedangkan Airyn, melingkarkan tanganya ke lengan Merry.
“Kami membicarakan Nyonya Laos, kenapa di usia tua dia tetap menjadi gadis. Bahkan banyak orang yang mengatakan jika kita berdua hampir seumuran” timpal Airyn pada ibunya, membuat wajah Merry memerah mendengar perkataan anaknya itu.
“Anda mau yang mana Nyonya Merry, jika anda mengagap itu pujian aku benar-benar tulus memuji anda, tapi jika itu sebuah penghinaan, sayang sekali anda salah besar” terus Airyn dengan nada bercanda, membuat mereka saling bicara satu sama yang lainya, hinggaa kekehan pelan dari mulut Zates menghiasi perdebatan istri dan anaknya.
Membuat Jenny yang kala itu masih mengengam skrip berita memandang panjang kearah Nona Petrov, rasanya ia sungguh bahagia atas kebahagiaan wanita hamil itu, dan Jenny ingin menjadi seperti Nona Petrov, kuat, cerdas, tanguh, penuh karisma dan wibawa sebagai seorang wanita terhormat.
“Jenny!!” teriak seorang gadis yang kala itu menerobos masuk ke dalam sana, bahkan membuat Jenny terpana melirik gadis itu yang sepertinya membawa banyak dendam kearah dirinya.
Plakkkk…..
Sebuah tamparan di daratkan ke pipi Jenny dengan penuh kekuatan, bahkan mengalihkan perhatian semua orang yang ada disana, sehingga membuat Jenny juga terdiam atas tingkah Jungkyung yang kelewatan, tentu saja teriakan dan juga suara keributan itu menarik perhatian Airyn dan kedua orang tuanya yang tadinya ingin berlalu pergi, mata Airyn menyipit melihat kehadiran Jungkyung disana, bahkan ia melihat gadis itu telah menampar Jenny.
“Dasar tidak tahu malu” hina Jungkyung dengan kesal, membuat tangan Jenny mengepal penuh arti namun rasanya iya tidak ingin bicara apapun.
“Pamanku bahkan sudah membantu ayahmu untuk terbebas dari jeratan hukum, dan kau berjanji akan menjatuhkan Nona etrov di acara ini, bagaimana bisa kau berbohong dan berkhianat ha!!” bentak Jungkyung dengan kesal seoalah tidak bisa menahan dirinya lagi.
“Dasar tidak tahu malu, aku sudah bilang bukan. Jika kau bermain-main denganku, lihat saja jika ayahmu akan berakir dimana” rasanya Jenny hanya mampu diam, tentu sebelum acara ini berlangsung banyak keraguan yang ia rasakan, bahkan Jenny sudah bertekad menjatuhkan Nona Petrov demi ayahnya, namun mendengar perkataan Nona Petrov di Red Karpet depan, hati nurani Jenny tergugah, ia sangat paham betul kehidupan Airyn dan Jenny tahu betul bagaimana rasanya berada di posisi ini, bahkan melihat sikap Nona Petrov yang terhormat membuat Jenny juga ingin menjadi orang terhormat seperti itu, ia tidak bisa berdiri diatas penderitaan orang lain, dan tentu Jenny tidak bahagia akan itu.
Jika benar pada akirnya kasus jaksa ayahnya yang menerima suap akan di beritakan, maka Jenny dengan ikhlas melepaskan semua itu, bagaimanapun sudah seharusnya ayahnya mempertanggung jawabkan perbuatanya sendiri, dan sudah sepantasnya untuk ayahnya mendapatkan hukuman yang setimpal, dan Jenny tidak bisa menyelamatkan kesalahan ayahnya hanya untuk menjatuhkan Nona Petrov.
Itu sunggu tidak tahu diri.
“Terserah kau saja, jika benar itu sudah seharusnya terjadi dan kuga kesalahan ayahku, maka aku akan membiarkan dia mempertanggung jawabkan perbuatanya” ucap Jenny dengan sikap tegas, membaat wajah Jungkyung mengelap saat melihat temanya itum
Hingga gadis itu lagi-lagi mengangkat kedua tanganya untuk menampar Jenny yang tidak tahu diri, sampai tangan Nona Petrov menghalanginya, membuat mata semua orang menatap mereka, bahkan Jungkyung terpana jika ada Airyndi ruangan ini.
Airyn mendorong tubuh Jungkyung hingga ia terpental jatuh dan memberikan kesan mengerikan yang sebelumnya menjadi jati dirinya, mata itu memancar tajam seoalah Airyn tidak main-main untuk memberinya pelajaran.
“N-Nona Petrov” lirih Jenny dengan nada pelan saat melihat emosi wanita itu ketika membela dirinya.
“Aku tidak mengerti jika anjing malang sepertimu masih saja menggongong dan mengigit dengan sakit, apa aku yang terlalu berbelas kasih untuk mengambil perusahaan cabangmu Nona Jung. Dulu aku berfikir membiarkan mu menyadari kesalahan adalah langkah awal untuk memberimu kesempatan agar berubah, tapi ternyata aku terlalu tinggi menilai dirimu, bukan perubahan yang aku lihat hari ini, adalah sebuah sikap mengerikan dari yang aku bayangkan” hina Airyn dengan terus terang ke hadapan Jungkyung yang terkapar di lantai, membuat Zates ingin berjalan kearah anaknya, namun tangan Merry mencegat.
“Kau!!!”
“Apa!!” bentak Airyn dengan kasar, bahkan ia tidak membiarkan gadis itu bicara. “Kau memanfaatkan keadaan orang lain untuk mencapai rencanamu, tapi kau harus sadar Jung, apa yang kau miliki tidak akan bisa membeli harga diri seseorang. Tidak semua orang sama sepertimu, dan tidak semua orang bisa kau sama ratakan, aku tidak membela Jenny karna ia adalah temanku, tapi aku membela dirinya karna ia tidak menukar harga dirinya dengan sikap rendahan seperti tingkah laku mu”
“Lalu kenapa Ha, jika saja aku bisa menjatuhkan dirimu. Maka akan aku tukar semuanya demi apapun!!!” bentak Jungkyung dengan kesalnya, ia bahkan tidak percaya sikap Airyn yang begitu sombong sangat membuat hatinya meledak-ledak akan emosi. Tapi kenapa setiap kali Jungkyung tidak bisa melawan wanita ini, ia benar-benar kehabisan kata-kata dari setiap ucapanya.
“Jangan terlalu tinggi menilai dirimu Jungkyung!!!! Aku bukan orang yang bisa kau jatuhkan dengan mudah, sebab sehancur apapun kehidupanku, aku akan tetap bertahan di atas kaki ku sendiri tanpa menginjak orang lain. Kau seharusnya sudah aku bereskan sedari dulu, tapi mengigat kau sangat menyukai Hansell dengan tulus, sungguh aku menghargai hal itu, sebab perasaan untuk mencintai orang lain bukanlah dosa, tapi mengharapkan sebaliknya hanyalah keserakahan semata. Hanya saja sekarang ini kau benar-benar tidak tertolong lagi, sikap mu, tinglah laku mu, perbuatanmu, hati nurani mu, semuanya telah tiada, bahkan kau jual harga dirimu untuk ke-egoisan saja”
“Jenny, aku berterima kasih padamu sekaligus aku memintaa maaf” ucap Airyn dengan tulus saat memalingkan wajah kearah Jenny. “Tapi aku tidak akan membiakan ayahmu masuk penjara dengan mudah, sebab jika benar ayah Jenny menerima suap maka aku akan menghargai pilihan Jenny untuk membiarkan ayahnya bertanggung jawab atas semua ini, tapi..” hingga pandangan Airyn dialihkan lagi kearah Jungkyung “Jika itu adalah jebakan orang lain untuknya, maka akan aku usut sampai tuntas, dan jangan salahkan diriku jika nanti pelakunya akan aku seret ke penjara” hingga tubuh Jungkyung bergindik ngeri melihat tatapan Airyn yang mengancam.
“Sayang….” Tukas Zates ketika menghampiri Airyn. “Ayo kita pulang” ajaknya kepada anaknya, membuat Airyn melirik kearah Jenny untuk memberikan senyum terkuatnya.
Jenny yang masih mematung memandang Airyn benar-benar terpaku atas sikap Nona petrov, bahkan beberapa orang yang ada disana juga melihat hal itu dan menyalahkan Jungkung, tentu saja mereka memandang gadis yang sudah menampar pewarta Jenny itu dengan tatapan tidak suka, hingga Jenny terpaku pada temanya, sekalipun Jungkyung berubah menyadi gadis yang berbeda, namun di masa lalu ia adalah gadis baik. “Berdirilah” ucap Jenny saat mengulurkan tangan kepada teman sekolahnyanya itu, membuat tatapan Jungkyung menaruh dendam hingga menepis tangan Jenny dengan kasar, sambil berlalu pergi dari ruangan itu.
“Pewarta Jenny, apa anda baik-baik saja” ucap mereka ketika mengerubungi Jenny yang memandang Jungkyung.
“Aku baik-baik saja” balas gadis itu dengan enggan hingga ia pergi dari sana sesegera mungkin. “Terimakasih Nona Petrov, aku tidak akan melupakan jasa anda” batinya ketika melihat punggung Nona Petrov yang melintasi lorong dengan kedua orang tuanya. "Semoga anda bahagia"