Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Ancaman



Irlandia, pukul 10 malam waktu setempat.


Marry dan Berto menyambut Airyn di atap perusahaan mereka, yang menjadi tempat landasan pesawat jat milik nya, Airyn menginjakan kaki di Irlandia dengan mata sembab yang tengah ditutupi oleh kaca mata hitam yang dia kenakan, Nona Peteov berjalan mendahului semua nya, dirinya menuju ke ruangan Direktur utama, yaitu ruangan pribadi Nona Petrov sendiri.


Melihat hal itu Marry dan Berto saling melemparkan pandangan, mereka tak menyangka Nona Petrov akan se aktif ini menyelesaikan permasalahan perusahaan, padahal dia baru saja menginjakan kaki di Irlandia, membuat Marry dan Berto hanya mengikuti Nona Muda mereka, Airyn mendudukaan diri di kursi kerja nya, dia membuka kaca mata yang digunakan nya, sambil meraih ponsel dari tas yang baru diselempangkan ditubuh nya, Airyn melihat jam, ternyata hari sudah larut, membuat dia memeriksa pesan masuk yang ada disana, Hansell belum mengirimkan kabar apa-apa, hingga gadis itu meremas ponsel dengan kesal, ada rasa takut saat tidak mendapatkan kabar dari kekasih nya


“Nona, apa ada yang bisa saya bantu?” tanya Berto dengan nada sopan nya


“oh, yaaaa, aku ingin melihat penurunan atas kerugian yang kita dapatkan selama sebulan ini” tutur nya dengan dingin, membuat Berto melihat ke arah Marry, namun Marry memberikan kode untuk Berto saja yang menjelas kan


“perusahaan kita mendapatkan kerugian atas tander yang kita lakukan tidak sukses dipasaran Nona, tender yang hampir triliunan sampai hari ini masih belum mengeluarkan modal awal, jadi para pemegang saham mulai resah dan mengancam ingin mencabut saham mereka, penurunan di bulan ini sangat anjlok dari perkiraan, membuat saya ragu untuk menambah hutang karna itu akan berdampak buruk kedepan nya” tutur Berto


“lalu apakah perusahaan di Tiongkok aman?” tanya Airyn


“sampai saat ini, keadaan di Tiongkok sangat stabil, kita mendapatkan kenaikan dari sebelum nya, dan juga saat ini perusahaan kita tengah menempati posisi pertama di Tiongkok, sebagai perusahaan terbesar di sana sangat tidak mungkin kita mendapatkan masalah di waktu yang dekat” tutur Merry kepada Airyn


“baiklah, tidak masalah besar” Airyn menyibakak kertas yang sudah di jejerkan di meja nya, dia membaca satu persatu laporan yang ada, Airyn memikirkan perihal tindakan yang akan dilakukan nya, membuat gadis itu sangat sibuk dengan ke adaan nya


“keluar lah” perintah Airyn ke arah dua pasang sekretaris kepercayaan nya, membuat Marry dan Berto enyah dari tempat mereka, setelah melihat mereka meninggalkan ruangan, Airyn menyudahi aktivitas nya, dia memutar kursi kerja menghadap ke arah luar, Airyn memejamkan mata menghirup oksigen yang ada, dia melepaskan CO2 secara perlahan lalu menghirup nya kembali, Airyn membuka mata nya dan memikirkan bagaimana Hansell disana, apakah pria itu baik-baik saja.


Drrttt..


Drrrtt..


Getar ponsel Hansell membuyarkan fokus nya, dia melihat nomor yang tertera adalah nomor asing yang tidak dikenali nya, membuat pria itu mengabaikan panggilan tersebut, namun sekali lagi ponsel nya berdering membuat Hansell meraih nya sambil menekan tombol hijau ke arah atas


“hallo, siapa ini?” tanya pria itu dengan dingin


“Hansell Hamilton” seru nya dengan suara berat seperti suara yang sedikit tersamar kan, membuat pendengaran Hansell melebarkan insting nya, bahkan dia melepaskan pena yang tadi di gengam nya


“siapa ini?” tanya Hansell sekali lagi dengan nada tegas


“tidak perlu tau ini siapa, aku rasa kau sudah mengetahui nya” balas orang asing itu, yang di iringi kekehan


“siapa kau sebenar nya, aku tidak punya waktu main-main” bentak pria itu dengan kasar


“apa kau yakin tidak mengenaliku?” seketika saja mata Hansell melebar mendengar pernyataan nya barusan


“apa kau orang yang berada dibalik surat kontrak yang mengendalikan Airyn?” seru Hansell dengan tajam, entah kenapa fikiran nya menutun kesana


“Airyn? Sedekat itukah hubungan kalian, baru kali ini ada orang yang menyebut nama Nona Petrov dengan sebutan Airyn, apa kau fikir kau pantas untuk mendapatkan nya, aku peringatkan menjauhlah dari nya, jika tidak kau akan kehilangan nyawa mu, atau orang terkasih mu” seru orang tersebut dari balik telepon, disertai kekehan dan ancaman yang tertuju kental ke pada Hansell


“apa kau fikir aku takut dengan ancaman mu, dasar bajing*n! Jika kau seberani ini tidak bisakan kau menunjukan wujud asli mu, mencelakai orang terkasih ku!! kau fikir siapa dirimu? Sebelum kau menyentuh nya aku sendiri yang akan menghancurkan mu. Apa mau mu sebenar nya!!! Dasar bajing*n” teriak Hansell dengan emosi tak kepalang, bahkan sekarang dia beranjak dari duduk nya sambil mengepalkan tangan ke permukaan meja.


“hahaha….mengesankan!! aku tidak ingin kau bersama Airyn, karna kau akan menghambat rencana ku, apa kau fikir Airyn pantas menikmati hidup nya? sekarang dia adalah mikik ku, dia adalah barang mainan ku, apa kau fikir aku rela berbagi kepunyaan ku dengan mu”


“bajing*n!!!!! Barang? Mainan? Dasar manusia rendahan, apa kau fikir dia sudi menjadi seperti itu, aku tidak tau kenapa manusia seperti mu ada, tapi aku tegaskan, jika kau berani menganggu nya, mari kita lihat seberapa lama kau mampu bersembunyi!!! Apa kau fikir dirimu hebat mengancam nya dengan surat kontrak, kau hanyalah se ekor tikus yang mampu bersembunyi, jika kau memang berani tunjukan dirimu.” Bentak Hansell


“kau bukan tandingan ku, aku hanya mengingatkan waktu mu sudah tidak cukup lagi untuk memilih, sekarang kau harus meninggalkan Airyn atau nyawamu sendiri akan habis ditangan ku, dan ingat, adik cantik mu di amerika masih belia, apa kau yakin merengut hidup nya karna kebahagia mu sendiri” seru orang tersebut


“Angel!!!! Apa yang kau lakukan pada nya, jangan sesekali kau mencoba menyakiti nya, jika tidak aku akan menghabisi mu!! Aku bersumpah dasar bajing*n” teriak Hansell, membuat Darrel berdiri dari duduk nya karna mendengar suara Hansell yang menembus ruangan.


“pergi dari Korea sekarang juga, atau aku akan menghancurkan hidup mu!!”


“aku tidak akan pergi!! Dan kau tidak akan bisa menyakiti adik ku!!” seketika itu ponsel Hansell terputus, membuat dia membanting benda tersebut kedinding, hingga suara gaduh membuat Darrel meraih ganggang pintu dan menerobos masuk untuk memastikan ke adaan bos nya


“tuan, apa kah anda baik-baik saja?” tanya pria itu dengan cemas


Saat ini, Hansell sangat frustasi dengan ke adaan nya, fikiran nya menjalar kemana-mana, dia tidak mengerti harus melakukan apa saat ini, namun Angel selalu saja terngiang-ngiang di otak nya, Hansell ingin menghubungi adik nya, hanya saja ponsel nya telah hancur, membuat pria itu memecahkan pot bunga yang berada di ruangan.


Hansell meminta Darrel menghubungi Angel melalui ponsel pribadi nya, seketikaa itu Darrel mengeluarkan nya dan mencoba menghubungi Nona Angel yang berada di Amerika, namun ponsel gadis itu tidak aktif, membuaat fikiran Hansell menjalar kemana-mana


“apakah sudah terlacak?” tanya Hansell di tengah ruangan IT yang berada di kantor nya, ruangan ini di khusus kan menjadi bagian rahasia dan keamanan perusahaan, mereka bekerja untuk menangkis peretas yang ingin menyerang perusahaan, semua tangan bekerja dengan lihai, mereka mengetik dengan kecepatan yang tidak dapat terhitung, bahkan suasana sangat tegang membuat Hansell semakin tak tenang


“dapat” celetuk salah satu dari mereka, gadis itu bernama Frada, seorang hancker yang begitu hebat di usia muda nya, membuat Hansell bergerak ke arah nya


“terakir kali dia menelpon berada di Irlandia, namun saat saya melacak lagi posisi nya, saya tidak dapat mendapatkan jejak, karna seperti nya mereka sangat lihat melakukan nya, dia menelfon di tempat yang ditak bisa diretas, bahkan tidak ada cctv di daerah terdekat. Saya tidak tahu dimana posisi jelas nya, hanya saja ini adalah daerah Irlandia” tutur nya, membuat Hansell memejamkan mata sambil mengusap keras wajah nya mengunakan telapak tangan


“lacak itu sampai mendapatkan jejak lagi, dan Darrel kabarkan perkembangan nya secepat mungkin, aku ingin ke Amerika dengan segera, cepat siapkan jat untuk ku dalam waktu 10 menit” tutur nya dengan nada perintah, membuat Darrel mengeluarkan telepon nya dengan cepat, langsug menghubungi kapten yang akan menerbangkan bos nya ke Amerika.


Hansell berlalu ke luar ruangan, namun belum sempat dia memasuki lift, fikiran nya langsung berfikir tentang sesuatu, membuat Hansell berlari cepat untuk kembali ke ruangan tadi.


“semua nya, lacak keberadaan Angel di Amerika, adiku!!! Cepat lacak CCTV yang sudah dipasang di daerah sekitar Apartemen nya, cepat” mendengar teriakan Hansell, membuat mereka bekerja dengan cepat, tentu saja Hansell tidak se cuek itu kepada adik nya, sebelum nya dia sudah berjaga-jaga dengan CCTV yang terpasang di apartemen adik nya, CCTV itu seperti setitik pertikel yang terpasang untung memantau keadaan, ukuran nya sangat kecil namun terlihat lebih terang, membuat mereka semua dengan mudah menghubungkan nya ke server yang berada di Amerika.


Seketika terlihat, Angel tengah menonton televisi sembari mengenggam ponsel milik nya, gadis itu melakukan aktivitas sendirian disana, membuat Hansell mengusap dada karna merasa lega, pria itu terus melihat adiknya yang baik baik saja


“tuan apakah anda jadi ke Amerika?” tanya Darrel


“tidak. batalkan saja, tapi perkuat penjagaan di sekitar Angel, buat keamanan menjadi tingkat penuh, dan pastikan gadis itu baik-baik saja” tutur nya


“baik tuan” Darrel mengerjakan tugas nya dengan sempurna, sedangkan Hansell masih memantau adik nya sembari memikirkan cara apa yang harus dilakukan nya, seakan dia bermain tanpa tau arah permainan, membuat pria itu harus mengunakan akal untuk bertindak, jika tidak, mungkin akan sulit mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki nya.


“Darrel sambungkan aku dengan Airyn” seketikaa itu Hansell meraih telepon yang diberikan Darrel kepada nya, dia mendengarkan bagaimana panggilan itu menyambung ke ponsel kekasih nya


“hallo” sapa Airyn dingin


“Airyn, ini aku” tutur Hansell


“hansell, kenapa kau menelfon ku dengan nomor asing?” tanya nya


“ponsel ku rusak, apa kau baik-baik saja?”


“aku baik”


“kau dimana sekarang?” tanya Hansell dengan nada dingin


“aku di kantor, sebentar lagi aku akan pulang” balas Airyn dari balik sana


“pulang lah segera, dan jangan lupa kau harus pulang dengan pengawal mu, apa kau mengerti”


“iya, apa kau baik-baik saja?” tanya Airyn kepada keksih nya


“aku baik”


“tapi kenapa nada bicara mu seperti orang cemas?” balas nya


“tidak apa-apa, aku baik-baik saja, pulang lah cepat, ini sudah larut” tutur Hansell dengan suara rendah nya


“baiklah, bye sayang” seketika itu Airyn mematikan telepon nya, dia memutus panggilan kekasih nya, sambil mengindahkan perintah Hansell, sedangkan pria itu merasa sedikit lega mengetahui kedua gadis nya baik-baik saja.


Hansell berlalu dari sana, melihat jam ditangan nya, ternyata masih jam delapan malam, sedangkan Airyn di Irlandia sudah jam lima pagi, sebab gadis itu mengurus beberapa masalah mengenai perusahaaan nya, hingga membuat dia pulang ke rumah di pagi buta. Hansell meneguk kopi hangat sembari mata nya merajalela memandang ke seluruh hamparan gelap yang dihiasi lampu disetiap gedung dan jalanan kota yang begitu ramai oleh manusia.