Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Airyn : Mengubur diri sendiri.



“A-Apa maksudmu Hansell” mulut Merry gemetar ketika dirinya tergugu atas pernyataan yang baru saja Hansell lontarkan, bahkan suara menantunya masih mengaung di udara seolah menjadi pemadu dengan senyap di ruangan yang hanya bungkam tanpa ada kalimat yang mereka lontarkan, mata Merry menuntut kejelasan pada pria yang saat ini menjadi suaminya, dengan air mata berlinang yang hampir-hampir tidak bisa menenangkan keresahaan hatinya, Hansell yang kala itu mentap Zates dengan lekat, mengalihkan pandangan pada Merry yang luar biasa kagetnya, bahkan membuat Hansell cukup terdiam atas kalimat terlanjur yang sudah ia utarakan.


“Zates apa yang di katakan Hansell, transaksi apa? Kerjasama apa yang Airyn lakukan dengan pengeboman di markas bawah tanahmu!” bentaknya saat mengoncang tubuh Zates seperti menuntut jawaban, mata Zates menatap kearah Hansell, bahkan membuat Hansell sedikit bersalah melihat reaksi Merry yang di luar perkiraan. Hansell fikir, wanita itu mengetahui akan data transaksi Airyb, sebab ia sudah menjadi istri Zates, sudah jelas bukan seuami istri yang bertujuan melindungi Airyn tidak akan menutupifakta tentang putri mereka.


“Merry tenanglah” seru Zates ketika meraih permukaan tangan Merry, bahkan tubuhnya hampir mengigil ketika mendengar pertanyaan yang Hansell katakan.


Bukankah mereka sama-sama mengetahui jika dalang atas pengeboman di bawah tanah adalah sebuah bentuk penguburan manusia di bawah sana tanpa jejak, tapi kenapa Airyn yang melakukan transaksi atas bom senyap, dan bekerjasama dengan anak buah Zates, bukankah itu artinya Airyn yang merupakan dalang atas kejadian itu. Tapi kenapa Ziryn melakukanya? Tidak masalah jika Airyn melakukanya kepada Merry dan Zates sebab mereka memang melukainya dengan sangat dalam, tapi Airyn juga ikut menjadi korban yang hampir saja merengut nyawanya, apakah hal itu termasuk kedalam tindakan bunuh dirinya.


“Merry!!” Zates membentak Merry seolah membuyarkan fikiranya yang mulai bekerja untuk menganalisi tiap-tiap potongan, tentu Zates sudah megetahui kemampuan wanita itu dalam memahami kondisi sangat cepat dan begitu mudah hingga tapat sasaran, sudah di pastikan Merry tengah memikirkan apa yang Zates takutkan, dan kali ini tubuhnya gemetar setelah mengetahui kenyataan jika Airyn ingin mencelakai dirinya sendiri, seolah ia juga ingin bunuh diri pada saat yang sama, bersama dengan kedua orang tua biologis dan juga suaminya yang tentu sudah menyakitinya.


“Merry, jangan berfikir yang tidak-tidak, kita harus tenang menghadapi situasi ini” ujar Zates ketika meraih tangan Merry untuk memaksa wanita itu melihat dirinya.


“Tenang apa lagi yang kau minta!!! Putriku ingin mengakiri hidupnya sendiri, dan kau mengatakan aku harus tenang!! Apa kau gila!!” sontak perkataan Merry yang begitu membentak, membuat tubuh Hansell menegang, kali ini ia terkesiap atas pernyataan Merry yang diluar logikanya, bahkan mulutnya saja tidak bisa mengajukan protes ketika Merry begitu hancur kedalam pelukan Zates.


“Merry maafkan” Zates berucap dengan begitu tenang, bahkan nadanya sangat lambat saat merangkul Merry kedalam tubuhnya, Merry menangis meratapi sebuah keadaan akan keadaan Airyn yang ingin mengakiri hidupnya pada masa pengeboman di markas bawah tanah itu, rasanya Merry cukup hancur hingga batas ini.


Airyn yang ia kenal adalah gadis yang kuat semenjak ia kecil, ia anak yang pintar yang bisa mengendalikan setiap situasi di hidupnya, apakah fakta masa lalu yang gila akan kedua orang tua biologisnya, sangat menyiksa hingga Airyn ingin melakukan hal mengerikan itu pada dirinya sendiri.


Apakah Merry sudah gagal menjadi seorang ibu untuk Airyn, dan sudah gagal melindungi Airyn, hingga putrinya memilih mengakiri kehidupan dari pada menerima kenyataan, dari seluruh fakta dan kenyataan, fakta akan Airyn yang menyerah atas masalahnya sudah menjadi point terberat yang Merry terima, rasanya dari pada Airyn kehilangan orang tuanya dimasa lalu, hingga menjadikan dirinya wanita dingin, fakta tentang Airyn yang ingin mengakiri hidup sebab tidak menerima luka dan penderitaan yang Merry berikan, adalah hal yang paling menyakitkan.


“Ayo kita ke kamar, istirahatlah!!” seru Zates pada Merry, bahkan ia menuntun tubuh istrinya untuk beranjak dari ruangan itu, tentu saja Hansell yang masih diam mulai mencerna perkataan dan apa yang baru saja di lontarkan oleh Merry, ia melihat pungung mereka menghampiri sebuah ruangan untuk mengantarkan Merry beristirahat, bahkan Zates menutup pintu dari arah dalam ketika mebiarkan istrinya tidur, tentu saja Merry yang masih menangis membuat Zates tidak tega untuk meninggalkanya, bahkan perkataan Merry yang ia lontarkan dengan intonasi tinggi, dan juga di dengar oleh Hansell dari arah luar, pria yang menjadi istri putrinya itu memilih diam untuk berfikir tenang, ia tidak menuntut penjelasan dan memilih mencernanya pelan-pelan.


“Kita harus tenang, Merry” seru Zates pada istrinya, namun lagi-lagi Merry membentak pria itu hingga suaranya saja membuat dada Hansell di tusuk benda tajam berkali-kali lipat.


“Airyn bahkan ingin mengakiri hidupnya sendiri dan kau memaksa ku tenang. Airyn tidak bisa di biarkan Zates, ia perlu menerima semuanya dan harus berdamai akan kesalahan kita. Jika terus seperti ini, itu sangat bahaya bagi Airyn. Kenyataan dia dalang dari pengeboman saja membuatku tidak percaya, dan kali ini ia juga ada diantara hidup dan mati kita saat melewati keruntuahan dan kehancuran ruaang bawah tanah itu, tidakan kau fikir Airyn harus kita selamatkan dari pada mengurus permasalah lainnya!!”


“Iya aku tahu, tapi kita harus menyelesaikannya pelan-pelan. Aku sudah mengatakan akan menghancurkan segala penghalang untuk fokus pada putri kita, tapi saat ini untuk memperlakukan Airyn seolah ia baik-baik saja adalah jalan keluar. Kita tidak bisa mendikte semua masalah dan masa lalu kita padanya, bagaimanapun ia tidak dalam posisi menerima ataupun mencoba mengakui kita. Untuk itulah kita harus pelan-pelan Merry” balas Zates pada Merry, membuat Hansell menundukan kepala seolah hentakan kakinya yang tidak beraturan dan sangat tidak tenang itu, menjalankan fikirkanya yang mulai mencerna keadaan.


Apakah ini yang di katakan oleh Adward, dari pada terus mempertanyakan kenapa Airyn melakukan hal itu, seharusnya Hansell fokus pada penyebabnya, apakah Hansell yang terlalu bodoh atau dia yang tidak memahami istrinya, kenapa Hansell tidak berfikir bagaimana memposisikan Airyn dalam keadaan ini, tentu saja Airyn yang tidak bisa menerima fakta tentang orang tua biologisnya dan juga Hansell yang merupakan pemimpin bawah tanah yang menaungi banyak organisasi dan juga dirinya atas perjanjian antara orang tua mereka, pasti membuat Airyn terluka, Airyn juga merupakan orang yang melakukan tansaksi dengan kalangan bawah tanah untuk meracik bom senyap atas kehancuran markas, dan Airyn jugalah yang ingin melakukan penguburan atas mereka, tapi di dalam posisi itu Airyn juga menjadi korban dan menempatkan dirinya sama seperti mereka.


Jadi dapat di simpulkan Airyn juga ingin mengubur dirinya dan semua orang yang mengecewakanya, bahkan ia juga ingin mengakiri hidupnya di saat itu juga, jika benar Airyn se-depresi itu atas masalah dan fakta ini, apakah Hansell yang tidak peduli sehingga tidak meyadari akan istrinya, apakah Hansell sebodoh itu sampai tidak bisa mencerna dan malah mencari Zates untuk meminta kejelasan, bukankah ini pertanda jika Hansell sama saja menunjukan kepada kedua orang tua istrinya, jika ia tidak mengerti akan putri mereka yang sudah ia jadikan istri.


Hansell mengusap kepalanya dengan kasar, hatinya sangat gusar bahkan rasnaya Hansell ingin meremukan bagian jantungnya yang berdetak dengan kurang ajar, bukankah Hansell tidak tahu diri sekali menampakan mukanya pada Zates, seolah ia tidak berguna sama sekali, perdebatan antara Zates dan Merry menyadarkan Hansell, jika saat ini dirinya adalah orang yang paling tidak mengerti akan Airyn.


Dengan rasa malu yang teramat, Hansell mengangkat kakinya dari apartemen itu, tubuhnya berjalan gontai seolah kekuatanya terkuras habis atas seluruh hal mengejutkan, bahkan pakaiaanya saja berantakan saat rambut acak-acakan dengan dasi longar itu keluar dari ruangan, membuat anak buah Hansell terpana melihat tuanya yang begitu frustasi keluar dari ruangan itu.


“Tuan Hansell apa anda baik-baik saja?” tanya pria itu yang cukup mencemaskan Hansell, namun ia tidak menghiraukan dan menopang permukaan tanganya ke dinding yang ada di lorong apartemen luas dan panjang, hingga anak buah Hansell membantu dirinya, namun Hansell menepis bantuan mereka, ia rasanya tidak berarti dan juga tidak berguna, baru kali ini Hansell menyadari sebodoh apa dirinya, rasanya ia hanya di permalukan oleh diri sendiri, bahkan ia merasa tidak sangup untuk pulang kerumah dan mengantarkan wajahnya pada Airyn, tentu saja hal ini membuat Hansell tidak berani menatap kedua mata yang selalu saja ia kecewakan.


Jika di ingat lagi kebelakang, Hansell mulai mengakui bagaimana tidak berotak dirinya, bagaimana bisa ia mengatakan padA Airyn tentang dirinya, ternyata benar apa yang di katakan oleh Dikra jika ia harus menyembunyikan hal ini sampai akhir, jika sedari awal ia sudah menyembunyikanya dengan begitu rapat, dan kenyataan tentang Hansell yang memberi fakta gila akan dirinya, tentu saja menjadi sebuah hal baru lagi yang menekan keadaan Airyn, apakah ini yang di katakan oleh Dokter, jika Airyn tengah banyak fikiran meskipun janinya sangat kuat, tapi kenapa ia terlihat baik-baik saja dan seperti tidak ada masalah, apakah Airyn mulai menyembunyikan luka dan dirinya seperti dimasa lalu, jika benar begini Hansell akan menyesali kenapa ia hidup hanya untuk menyakiti orang yang paling ia cintai.


Zates sudah menenangkan istrinya, dan saat ini Merry tengah tertidur di kamar mereka, Zates melihat kearah depan yang menampilkan ruang tamu tempat Hansell duduk, seseorang sudah tiada dan hanya menyisihkan kursi kosong disana, Zates menghela nafas saat memikirkan bagaimana Hansell kacaunya, tentu saja Zates ingin Hansell menyadari tentang Airyn, namun sepertinya pria itu tidak menyadarinya, bahkan rasanya Zates cukup kaget untuk kejadian ini, ia membiarkan Hansell bicara disana sebab Zates mengira Hansell tidak akan berani bicara di depan Merry, tapi Zates cukup kaget jika Hansell selantang itu bicara hingga melukai mereka berdua, terutama Hansell sebagai suami Airyn yang sama terpukulnya dengan Merry.


Sebab, membiarkan seseorang tidak mengetahui perasaan kita, sama saja dengan membiarkan ia pergi tanpa menyadari adanya cinta.


“Bawa Griffin kembali!” perintahnya kepada seseorang yang ada di balik ponsel itu, bahkan ia mengepalkan tangan ketika menatap suram ketengah ruagan gelap yang mendominan apartemenya. Untuk kali ini saja, Zates akan membiarkan James memilih. Ayah yang ia lindungi atau ke-egoisanya menginginkan Airyn, jika ia di hadapkan atas dua pilihan ini, apakah James masih tetap mementingkan ego.


****


Seorang pelayan mengetuk pintu kamar Airyn, bahkan wanita hamil yang tengah melihat dirinya di pantulan cermin mengalihkan pandangan pada sumber suara, Airyn berjalan membuka pintu kamar, tentu saja itu bukan Hansell, sebab suaminya tidak akan mengetuk pintu kamar untuk masuk ke kamar mereka, saat ini sudah hampir jam sembilan malam, dan Hansell sudah melewatkan jam makan malamnya, tapi itu tidak masalah, sebab Airyn mengerti bagaiman sibuknya pria itu, di tambah beberapa pekerjaan Airyn di limpahkan pada suaminya.


“Ada apa?” tanya Airyn ketika melihat wanita yang hampir seumuran denganya itu berdiri sopan di balik pintu kamar.


“Tuan menelfon, untuk tidak pulang hari ini. Ia mengatakan akan lembur di kantor Nyonya” serunya dengan sikap ramah, meski tidak menghilangkan sifat hormatnya.


Airyn yang mendengar perkataan barusan, hanya menganggukan kepala seraya menutup pintu kamar dengan bingung, sebab sangat jarang Hansell tidak pulang, mungkin selama mereka menikah baru kali ini pria itu tidak pulang kerumah, di tambah ia tidak menelfon Airyn dan malah menelfon pembantu rumah tangga mereka.


“Apa Hansell memiliki masalah dalam pekerjaanya?” seru Airyn seraya mengusap perutnya yang bergejolak, ia bahkan tidak bisa membayangkan kenapa pria itu sangat aneh hari ini. Airyn berlalu kearah ponselnya yang ada diatas kasur, tentu saja ia ingin menghubungi Hansell untuk menanyakan kelejasan dari pada harus menerka-nerka akan suaminya, namun niatnya terurungkan tatkala melihat sebuah pesan masuk yang berada di notifikasi ponsel.


“Sayang maafkan aku, aku sangat menyesal tidak bisa pulang hari ini. Aku memiliki sedikit pekerjaan yang mendesak, aku akan mengambil waktu lembur, jadi malam ini aku akan menginap di kantor. Jangan tidur malam-malam dan jangan terlalu banyak berfikir. Aku mencintaimu” ~Hansell Hamillton.


“Kenapa denganya? Kenapa ia sangat aneh sekali, sekalipun ia lembur apa harus tidur di kantor, tidak bisakan Hansell pulang meskipun dini hari” Airyn mengerutu kesal ketika merangkak keatas ranjangnya, ia bahkan kehilangan nafsu makan saat mendapatkan pesan dari suaminya itu, Airyn memilih membaringkan tubuh kearah samping, seolah memejamkan matanya dengan paksa, namun fikiranya masih saja terjaga seolah tidak bisa menidurkan diri senyeyak biasanya “Kenapa dengan pria itu!!” bentaknya dengan kesal ketika memikirkan Hansell yang sangat menyebalkan, sebab biasanya pria itu selalu ada di belakang pungungnya untuk menghangatkan tubuh Airyn, menjaga Airyn untuk terlelap hingga akirnya ia ikutan terlelap.


****


Di sebuah gedung apartemen yang sepertinya berada di ketingian, dengan lampu-lampu gemerlap yang menerangi malam di dini hari, membuat Hansell meneguk anggur yang ia konsumsi, bahkan pria itu menatap kearah wanita yang terikat dengan kursi dan tali yang melilit tubuhnya, mata Frada menajam ketika menatap kearah Hansell yang menahan dirinya seperti ini, bahkan Frada tidak mengeti kenapa pria itu melakukan hal ini pada dirinya, apakah Nona Petrov mengetahui sikap suaminya ini.


“Ada apa dengan mu Tuan Hansell Hamillton! Apa kau gila melakukan hal seperti ini padaku” bentak Frada ketika meneriaki Hansell yang ada di depan matanya.


“Kenapa kau memangilku Tuan, jika kita berdua bersal dari darah yang sama” serunya ketika membalas perkataan gadis itu, membuat Frada terdiam menatap kearah Hansell, sepertinya pria itu sudah mabuk, namun otaknya tetap sadar dan tidak bisa di hilangkan, masalah apa yang di hadapinya hingga Hansell melakukan hal seperti ini pada Frada.


“Apa mau mu!” tanya Frada ketika menawarkan maksud dan tujuan Hansell sebenarnya, membuat pria itu terkekeh saat memandang wanita yang menajam menatap dirinya.


“Apa tujuanmu sebenarnya mendekati Airyn, apakah semata-mata membalaskan kematian ayahmu kepada Griffin. Atau jangan-jagan menghancurkan istriku!” sontak perkataan pria itu membuat mata Frada tercengang, bahkan ia tidak bisa berkata apapun selain menatap kosong pada Hansell yang begitu menyelidik menatap dirinya.


Sebab dimasa lalu bisa di katakan, Grup Farhaven jatuh sebab Tuan Louis Petrov yang sudah mengambil posisi keluarga Farhaven, jadi secara garis besar ahli waris kekayaan Pertrov yaitu Airyn adalah generasi selanjutnya yang harus di kalahkan oleh Farhaven untuk mengambil alih kejayaan Farhaven, awalnya Hansell percaya akan keberadaan Frada di sisi istrinya yang membantu serta menjaga Airyn, tapi semenjak pengeboman senyap yang terjadi, benarkan Frada tidak memiliki maksud lain dibalik dirinya yang menempel kepada Airyn.


Sebab seorang pengkhianat adalah mereka yang paling dekat dengan dirimu!


Dan gadis itu menempel kepada Airyn dari waktu ke waktu, apakah tujuanya untuk membalas dendam pada Grifin atas kematian kedua orang tuanya, atau jangan-jangan untuk mengambil alih kembali kejayaan keluarga Farhaven dan menyingkirkan keberadaan Airyn!?