Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Melindungi Merry



Entah sudah berapa lama Tuan Ji terkungkung di Villa kokoh dengan pengamanan tingkat tinggi yang di pasang oleh Nona Petrov untuknya, membuat pria parubaya itu berfikir keras tentang apa yang terjadi di luar sana, sekalipun ia memiliki rasa takut yang teramat besar kepada Nona Petrov tentu saja itu semata-mata karena Tuan Ji tidak mampu mengendalikan kekuatan yang Airyn miliki, saat itu menyerahkan diri dan bersembunyi di balik punggung wanita ini adalah langkah teraman untuk di lakukanya, sebab tuan Ji harus mengkecoh banyak langkah untuk mengamankan senjata yang ia miliki, sedangkan Airyn yang memiliki pengaruh besar adalah orang yang tidak boleh sadar siapa dirinya sebenarnya.


Tentu saja Tuan Ji atau bernama lengkap Jilixing dengan sengaja menjerumuskan diri untuk membodohi Airyn agar tidak menyadari tentang aliran dana yang masih mengalir deras di bawah kekuasaanya, yaitu markas yang berdiri berpuluh-puluh tahun lalu dengan beberapa anak buah yang memiliki kemampuan terbaik untuk menghasilkan uang, dimana Tuan Ji memiliki kelompok Hacker terbesar di bawah kendalinya dan prestasi terbaik dari kekuatan mereka mampu meretas sistim internet terbedar di dunia, serta ia juga memiliki kelompok mafia yang cukup berkuasa di beberapa wilayah, dan ada kelompok pembunuh bayaran yang berdedikasi di bawah perintah Jilixing, siapa yang akan menyangka pria seperti Tuan Ji dengan segala sifat sosial tingkat tinggi, terkenal baik hati dan dermawan serta laki-laki yang sayang keluarga dan putrinya, memiliki sisi lain dalam berbinis.


Dan dialah yang selama ini merecoki kehidupan Airyn dengan mengatas namakan orang di balik surat kontrak itu yang tidak lain adalah Zates, seolah semuanya memang diatur berdasarkan keberuntungan Jilixing, tapi di balik kekuasaan yang ia inginkan, alasan lain untuk mempertahankan markas itu adalah balas dendam.


Zaterius, pria yang sudah menghancurkan kehidupanya dan juga membuat wanita yang ia cintai di siksa oleh mantan suaminya Griffin. Tidak hanya sampai di sana saja Nona Petrov sebagai keponakan dari Zaterius itu saja juga menghancurkan perekonomian dirinya serta mempermalukan nama keluarga Ji, hingga mampu mempermainkan Jilixing.


Setidaknya dendam yang sudah terpendam dalam semakin mengepung ke permukaan, seolah Jilixing tidak bisa menahan kesabaran lagi kepada keluarga Petrov, ia tidak bisa membiarkan orang-orang itu bahagia, bagaimanapun keluarga Petrov akan hancur di tanganya.


Dengan memanfaatkan James yaitu putra tirinya dari hubungan pernikahan antara Iriana dan juga Griffin, membuat Jilixing mengendalikan pria itu hingga memupuk dendam pada keluarga Petrov, Jilixing meracuni fikiran James dengan cerita masa lalu dan menyalahkan segala hal yang menimpa hidup James kepada keluarga Petrov.


Ketika Merry memutuskan untuk mengirim James ke panti asuhan yang sengaja mereka dirikan di bagian pedalaman desa di irlandia, tanpa sepengetahuan semua orang James melihat Louis Petrov yang di kenal sebagai ayah kandung Airyn tengah berbincang dengan seseorang yang hampir sama dengan dirinya, bahkan saat itu James tidak bisa mengendalikan rasa tidak percaya atas pemandangan itu, namun dari arah belakang Jilixing menghentikan James, dan memaksa lelaki kecil itu untuk diam.


Dari sanalah mulai racun itu disebarkan ke fikiran James, Jilixing menyiramkan cerita bohong seolah-olah dirinya korban karna dua orang kembar di hadapan James, dan juga memupuk kebenciaan karna mereka yang membuat keluarganya berantakan, Jilixing menyiran kebencian kepada mereka yang seperti malaikat penolong bagi James namun sebenarnya mereka adalah iblis yang sudah menghancurkan kehidupan pria itu, Jilixing membayang-bayangkan luka yang di terima oleh James akibat emosi sesaat Griffin ketika menyiksa Iriana karna rasa kecewa, dan juga memberikan visualisasi untuk memperjelas bagaimana sosok ayahnya yang mengerikan itu, tidak sampai di sana saja Jilixing juga memberikan James kebencian kepada ayahnya sendiri, sehingga yang mengendalikan Griffin selama ini adalah James dan yang mengendalikan James selama ini adalah Jilixing.


Pada awalnya segala rencannya berjalan mulus dan segala sesuatu begitu lancar, entah itu markas, kehidupan pribadinya, serta kekuasaan yang hampir ia dapatkan. Namun entah kenapa orang seperti Nona Petrov hadir dan memporak-porandakan segala hal, menghancurkan perusahaan, menghancurkan keluarganya serta menghancurkan nama baik keluarga Ji. Dengan kekuatan kekuatan sebesar itu untuk menghancurkan kehidupanya dan dalam waktu semalam, bagaimana bisa Tuan Ji melawan.


Meskipun kekuatan rahasia dan juga markas yang berada di bawah kendalinya bisa digunakan untuk memberikan serangan balik, namun hal itu sangat berbahaya jika bukan di waktu yang tepat. Sebab bukan saatnya memberitahu dunia kekuatan markas yang tersembunyi itu, pada akirnya Jilixing dengan terpaksa mengalah untuk menerima kebangkrutan dan juga ia memilih tempat aman untuk markas rahasianya yang sudah di pastikan hancur berpuluh-puluh tahun lamanya oleh pihak manapun, namun saat ini Jilixing masih mendekam di penjara kekuasaan Nona Petrov, ia harus memikirkan cara untuk kabur dari sini, sebab menunggu James menyelamatkan dirinya membuat pria itu terasa lelah dan muak untuk hal itu, semakin lama ia keluar maka semakin cepat Nona Petrov mengetahui kebenaran, jika wanita itu mengetahui segalanya maka bisa di pastikan wanita berbahaya itu akan menjadi ancaman besar, sekarang wanita itu masih terbutakan dengan siapa yang sebenarnya bersalah atas surat kontrak tersebut, sehingga Jilixing masih memiliki kesempatan untuk menikam dan menjatuhkanya secara diam-diam.


Sebuah pintu kamar yang terkunci dengan kata sandi dan perangkat yang sulit di bobol itu membuat Jilixing terpana, ia tidak menyangka seseorang membuat keributan di saat dirinya masih larut dalam fikiranya, namun ada segelintir tawa penghiburan dan kemenangan saat itu juga, jika James adalah pria yang berdiri disana. Betapa beruntungnya Jilixing mendidik pria itu dengan kebencian sedari kecil, dan juga otak jenius yang dimiliki James juga tidak bisa di ragukan sehingga Jilixing merasa sangat tertolong dengan dirinya.


“Aku sudah yakin, kau tidak akan mungkin gagal” sambut Tuan Ji kepada putra tirinya, membuat James tersenyum sinis sembari membungkukan badan untuk menyapa, bagaimanapun Tuan Ji yang tadinya menaruh keraguan akan James kali ini percaya pria itu sangat berguna, dan dirinya idak salah memanfaatkan jiwa polos anak berusia 10 tahun di bawah pengaruhnta, untuk menjadi senjata penyelamat dan alat pelumas dalam memuluskan rencana.


“Maaf paman, aku sedikit terlambat” balas James dengan nada rendah penuh rasa bersalah, membuat Tuan Ji menepuk pundak James seraya tersenyum bangga pada peliharaanya.


“Untuk balas dendam tidak ada kata terlambat, saat ini sudah waktunya utuk kita menghancurkan Petrov dan juga sudah waktunya untuk kau memiliki wanita itu dengan paksa” ucap Tuan Ji dengan kalimat mengoda, membuat James tergugu seolah ia tidak sabar lagi menanti kemenangan ini.


Baru saja Jilixing keluar dari kamar itu, ia melihat pertumpahan darah di mana-mana, dan orang-orangnya tentu mendominan karna mereka bukanlah orang sembarangan yang bisa di sepelekan, bahkan mereka memiliki teknik membunuh tanpa ampun, sehingga tidak akan mungkin ada kegagalan saat di kerahkan, Jilixing sebegitu bangga melihat anjing peliharaanya sangat berguna, bahkan ia bangga melihat dirinya akan berjaya lagi, tidak hanya membalas dendam pada Zaterius saudara kembar Petrov, melainkan menempatkan posisi teratas di sektor bisnis sekelas dunia.


****


“Bukankah ini Villa yang baru saja dibeli Airyn? kenapa kau menerobos kesini? Dan bagaimana bisa kau masuk begitu saja, dan mereka membiarkanya” geram Merry saat membulatkan mata pada Zates, membuat pria itu sangat santai menanggapi pertanyaan dari Merry


“Kenapa aku tidak boleh ke Villa anak ku, alasan kenapa mereka membiarkan kita masuk tanpa keributan, tentu saja karna beberapa anak buah Airyn sudah aku ganti dengan anak buahku yang lebih cakap dan dapat diandalkan. Sebab itulah kita bisa melenggang damai untuk menemui tamu penting”


“Siapa tamu penting yang kau maksud itu?”


“Seseorang yang mungkin tidak bisa kau bayangkan sebelumnya, dan juga mungkin kau akan mengerti segala yang terjadi setelah melihat mereka” ujar Zates saat mengandeng tangan Merry dengan penuh bangga.


Melihat pria itu memperlakukan dirinya seperti tidak berarti di sana, tentu Merry tidak bisa menerima sikap ini, bagaimanapun Merry perlu mengetahui hal apa yang ingin di lakukanya di Villa Airyn.


“Zates, apa yang sebenarnya terjadi?” geram wanita itu yang di perlakukan seperti orang bodoh yang begitu buta hingga tidak bisa mengerti apa-apa. Membuat Zates memandang kearah wanitanya sembari menatap Merry dengan tatapan mengoda.


"Jika aku menjelasakan semua yang terjadi, akankah kau percaya? Bahkan mengingat terakir kali kau menganggap diriku sebagai orang gila yang mengarang cerita membuat aku tau diri waktu itu juga. Aku bahkan kehabisan kata-kata untuk menjelaskanya, jadi untuk wanita yang selalu perhitungan seperti dirimu, bukankah bukti lebih mudah menjelaskan dari pada Aku” Merry tediam seolah semua perkataan Zates memang benar adanya, walaupun ia menjelaskan tetap saja hati Merry menolak “Dan diam mu, aku anggap sebagai kata setuju. Jadi bertingkahlah seperti wanitaku, dan lihat dengan mata kepalamu apa yang terjadi sebenarnya”


Sambung pria itu sembari mengusap kepala Merry dengan pengertian. Belum sempat mereka menyelesaikan pembicaraan, ada dua sosok laki-laki yang tidak asing di mata Merry, keluar dari pintu utama seolah terburu-buru untuk pergi dari Villa. Bahkan langkah keduanya tersendat ketika bersirobok dengan wajah Merry yang terpana, sadar tertangkap basah keduanya berdiri diam seolah tidak mampu untuk berbalik arah ataupun maju, begitupun dengan Merry yang sama kagetnya dengan mereka, sedangkan Zates hanya tersenyum dan menduga semua hal dan bukti yang ia dapatkan benar adanya, selama ini James dan Jilixing yang merecoki antara dirinya dan Airyn.


“James, kenapa kau disini. Ji ada apa deganmu, bukankah Airyn tengah melindungi dirimu, kenapa kau bisa keluar” celetuk Merry seolah tidak bisa menahan diri lebih lama lagi, membuat dua pria itu saling memandang seolah semua ini di luar dugaan, hanya saja sosok yang berada disamping Merry jauh mengerikan, hingga membuat mereka terintimidasi tanpa di bayangkan.


James masih mengingat bagaimana ia membunuh Louis Petrov ayah Airyn dengan tanganya, namun kenapa pria itu seperti hadir dengan wujud yang sama, sehingga tubuh Zates gemetaran tanpa terkira, hingga dirinya sulit mengendalikan ketenangan, dan hampir-hampir seperti membuat pengakuan jika benar dialah yang sudah membunuh Louis Petrov, mata Zates menajam melihat dua pria itu berhadapan dengan dirinya menampilkan raut wajah takut dan cemas, seolah di bayang-bayangkan akan dosa dan kesalahan yang mereka lakuakan.


Tentu saja James dan Jilixing seperti melihat dosa yang sudah mereka lakukan berdiri kokoh di depan mata, sehingga mereka bersikap seperti pelaku pembunuhan yang sudah tertangkap basah. Hingga Zates dapat merasakan hal itu, bahkan ia melihat bagaimana mereka melenyapkan adiknya di mas lalu, namun Zates harus mengendalikan diri agar dirinya tidak hilang kontrol emosi, dan bersikap tenang adalah jalan satu-satunya mencapai tujuan.


“Dia bukan Louis Petrov, dia Zaterius” bentak Jilixing pada James dengan penuturan rendah yang begitu tajam, sebab prilaku pria itu seperti sebuah buku yang mudah terbaca oleh musuh. Namun mengingat Zaterius sudah mengetahui semuanya, untuk apa lagi Jilixing menyembunyikan diri, dan dirinya juga memiliki orang-orang di belakangnya saat ini, bukankah ia bisa bersikap lebih tenang.


“Apa yang terjadi James!! Kenapa kau bersama Jilixing. Bukankah kau tahu dia adalah ayah tirimu yang sudah memisahkan kau dan juga Iriana. Sejak kapan kau berinteraksi dengan Ji” bentak Merry dengan geram, seolah ia masih belum mencerna apa yang sebenarnya terjadi.


Apakah merry benar-benar terbodohkan oleh James selama ini, sehingga ia menganggap pria yang di besarkan itu memiliki sisi lain di belakang dirinya. Tapi kenapa Merry tidak menyadarinya, dan apa maksud dari korban yang berjatuhan dan darah yang berada di mana-mana, serta beberapa orang di belakang mereka, apakah ini pertanda jika James sudah menyelamatkan Jilixing, tapi kenapa? Apakah karna mereka sudah bekerjasama? Tapi untuk apa!! Dan kapan kerjasama itu terjadi?


Disisi lain Merry sangat paham, jika Jilixing berada di bawah tahanan Airyn, tapi itu semua untuk melindungi pria itu dari musuh. Tapi kenapa Jilixing ingin melarikan diri dengan bantuan James!! Apakah memang ada yang tidak beres diantara mereka berdua, tapi kenapa bisa seperti ini? Dan sejak kapan itu terjadi? Atau selama ini Jilixing sengaja menyerahkan diri untuk memanfaatkan Airyn sehingga dirinya bisa kabur setelah Airyn menghilang dengan bantuan James yang sudah menjadi rekanya. Tapi untuk apa mereka melakukan hal seperti ini di belakang Airyn dan juga Dirinya?


Seluruh pertanyaan yang tidak bisa Merry temukan jawabanya, membuat James merasa semakin kesal, semua pandangan dan tatapan Merry semakin memuakan, seolah James tidak mengerti mengapa Merry seperti orang yang tidak berdosa. Bahkan ia berdiri di samping musuh besar mereka dan juga orang yang sudah menghancurkan Airyn, apakah ini pertanda jika Merry berkhianat pada putrinya sendir!!


“Ternyata kau yang sudah merecokinya” gumam Zates dengan penuh dendam membara dan tatapan tajam mengancam, membuat Jilixing merasa jika Zaterius yaang selalu ingin ia hadapi itu telah mengetahui dengan sekali tatap, ternyata orang itu sepintar yang ia bayangkan, membuat Jilixing perlu memundurkan sedikit langkah, sebab terlalu dekat denga musuh akan membuat dirinya mati di cengkram.


“A-apa yang kau ucapkan—“ balas Merry dengan bingung bercampur sakit


hati atas sikap dan penuturan James yang sudah ia besarkan dan selalu di lindungi selama ini.


“Apa yang kau ucapkan!!!!" sambung James dengan membeok "Apa kau masih mau berpura-pura! Aku bahkan tidak menyangka kau mau bersama pria yang sudah menyengsarakan Airyn dengan surat kontrak. Kau tentu sadar dia bukan Tuan Petrov, tapi sepertinya hubungan kalian di luar dugaan seolah kau ingin menunjukan betapa murahan dirimu!!”


Sontak perkataan James itu berakir dengan sikap murka yang melingkupi wajah Zates, ia bisa menerima jika dirinya di hina atau dirinya direndahkan, bahkan Zates bisa menerima ketidak bahagiaan yang selalu dirasakan seumur hidupnya, tapi untuk yang satu ini Zates tidak bisa mentoleransi dirinya, ia yang masih mengontrol diri dengan sikap tenang, mengedepankan pemikiran terbuka, benar-benar terbutakan dengan amarah dan rasa benci, kepada pria yang tudak tahu diri.


Tanpa sadar Zates mengangkat senjata yang di tarik dari dalam setelah jas tebal di tubuhnya yang kokoh, bahkan Zates membidik tepat diarah kepala James, seolah ingin segera menarik pelatuk dan menghancurkan pria itu segera, berani sekali mengatakan sesuatu yang tidak pantas tentang wanitanya di telinga Zates, memangnya siapa pria itu hingga menghina Merry tanpa tahu malu, tentu saja beberapa orang di belakang Zates juga memberikan pelindungan dan mengarahkan senjata kehadapan lawanya, dan orang-orang di belakang Jilixing dan James juga melakukan hal yang sama. Seolah kedua pihak siap bertempur dan menunggu permulaan.


“Sebaiknya tutup mulutmu yang tidak memiliki intusi yang baik ketika berucap. Jika tidak, aku tidak akan segan lagi pada kalian” ancam Zates dengan raut wajah murka, sembari mengalihkaan tatapan kearah Jilixing yang memilih diam sebab tidak ingin terlibat “Aku fikir senjata yang sudah di siapkan berpuluh-puluh tahun lamanya, tidak akan ingin lenyap dengan mudah bukan. Jadi untuk menjaga hal itu, aku rasa kau lebih mengerti apa yang harus kau lakukan. Jika tidak aku akan menghancurkanya dalam waktu semalam”


Sontak penuturan Zates yang seperti petir menyambar di siang bolong membuat Jilixing terpana, bagaimana bisa pria itu mengetaahuinya, jika ia menyadari keberadaan markas itu, sudah di pastikan ancamanya bukanlah bualan kosong.


Jika Jilixing tetap memilih diam, tentu ia akan kehilangan hal ini dalam waktu dekat, sebab ia tidak punya persiapan untuk melawan. Jadi untuk mengontrol James, pria itu harus menghentikan kekacauan yang terjadi dan harus membuat James tenang tanpa memojokan Merry, sebab pria yang bernama Zaterius itu seperti menganggap Merry sebagai orang penting bagi dirinya.


“James, apa yang kau katakan! Setidaknya Merry tetap ibu angkatmu. Dan kau tidak boleh berlaku seperti ini. Tuan sepertinya kami telah menyingung anda dan Merry. Aku minta maaf atas itu. Bukankah lebih aman untuk kita semua bubar dan mudur secara damai. Aku fikir anda tidak ingin sesuatu terjadi pada Nona Nerry bukan” ucap Tuan Ji dengan mengunkan Merry sebagai senjata ancamanya, setidaknya ia sadar pria itu tidak akan menarik pelatuknya, namun hanya untuk memperingati, tetap saja peringatan kali ini sangat mengerikan.


“Aku akan membiarkan sikap tidak tahu diri pria itu. Tapi apa yang aku dapatkan ketika membiarkan tahanan pergi begitu saja. Apa kau fikir aku akan membiarkanya tanpa ada balasan yang setimpak” tanya Zates ketika memancing pertanyaan, seolah Tuan Ji harus beralih kebawah kendali Zates, setidaknya pria itu tidak akan bisa pergi, jika di seluruh tempat sudah di kepung oleh orang Zates.


Apalagi saat ini Zates sudah menyiapkan sesuatu untuk menghancurkan markas Jilixing, sudah di pastikan jalan satu-satunya adalah menyerahkan diri.


"Sialan, baru saja aku bebas dan melihat matahari, kali ini malah di tangkap lagi oleh musuh. Ini semua karna pria bodoh itu, aku menarik lagi pujian barusan, Dasar anjing tidak berguna" Umpat Jilixing ketika memandang tajam kearah James, yang masih bertahan dengan sikap bodohnya.


“Apa kalian bisa Diam!! Apa maksud dari semua ini! James apa yang kau maksud sebenarnya. Kapan aku memanfaatkan dirimu! Dan kesalahaan Louis Petrov apa yang aku sembunyikan” cela Merry saat meneriaki James, bahkan ia tidak peduli dengan seluruh situasi menenagangkan yang terjadi, sebab bagaimanapun Merry berfikir ia tetap tidak paham kenapa James seperti orang berbeda dari yang ia kenali.


“Merry bukankah sudah aku katakan, jangan ikut campur atas pertemuan ini. Kau harus diam untuk memahami semuanya—“


Belum sempat Zates mengalihkan perhatianya pada Merry, pihak musuh mulai bertindak di luar kendali Zates, dan tentu saja James yang melakukaan kekacauan itu. Dengan menarik pelatuknya untuk di bidikan kearah Merry seolah ia ingin membawa Jilixing pergi, dan tindakan implusif yang tanpa aba-aba itu di lakukan James di luar perintah Jilixing.


“Apa yang kau lakukan!!” teriak Tuan Ji dengan tidak percaya, bagaimana bisa James sebodoh ini, apa ia tidak sadar bagaimana kekuatan Zates, dan tindakanya tidak hanya memprovokasi kemarahan Zates, melainkan menunjukan pertentangan kepada musuh.


“Tidak ada waktu untuk berdebat, kita harus pergi” bantah James pada Tuan Ji, bahkan ia menarik paksa pria itu untuk pergi seketika, dan semua anak buahnya tentu bergerak melindungi tuanya.


Sedangkan Zates dengan cekatan melindungi Merry hingga berhasil menarik wanitanya untuk berlindung kebalik tembok di detik tembakan itu meleset mengenai lenganya dengan cukup dalam, setelah menarik Merry kedalam pelukan serta megamankan wanitanya dibawah rangkulan, Zates sangat lega tidak terjadi apa-apa padanya.


“Apa kau baik-baik saja?” cemas Merry ketika melihat pergelangan tangan Zates mencucurkan darah segar, tentu saja Merry sangat kaget ketika pria itu tiba-tiba menarik dirinya untuk di lindungi di bawah bahu bidangnya yang lebar, bahkan Merry tidak percaya Zates memiliki tingkat peka yang tinggi hingga mampu menyadari sebuah senjata api melayang kearah mereka, bahkan jika Zates tidak melindungi Merry saat itu, mungkin tidak bisa di pastikan wanita itu akan bernafas lagi, karna senjata itu tepat sekali membidik kepalanya, namun kenapa James bisa melakukan hal seperti itu padanya, berfikir tentang James fikiran Merry benar-benar di hantui cemas akan Zates.


"Maafkan aku, aku salah perhitungan dan menempatkan dirimu di dalam bahaya” ucap Zates ketika memeluk Merry di dalam rangkulan bahunya yang lebar, tentu saja Merry tidak peduli bagaimana posisinya saat ini, yang ia pedulikan apakah Zates masih bisa bertahan, bahkan Merry yang selalu berhati dingin kali ini menunjukan kecemasanya, ia tidak menyangka jika pria itu malah menempatkan diri di dalaam bahaya untuk melindunginya, bagaimana bisa Zates seperti ini.


“Aku baik-baik saja, jangan cemas. Kita harus keluar dari tempat ini” ucap Zates ketika memeluk wanita itu, matanya teralihkan kearah anak buahnya yang masih bertahan dalam posisi siaga, tentu beberapa dari mereka melindungi Zates dan Merry seolah tidak akan ada celah yang bisa membidik dua orang penting itu.


“Tuan apa anda baik-baik saja?” tanya anak buah Zates dari arah depan, dengan kuda-kuda kokoh untuk menjaga pertahanan.


“Aku baik-baik saja, segera tinggalkan tempat ini. karna keselamatan Merry jauh lebih penting. Dan cepat perintahkan semua orang untuk membuka jalan keluar, dan biarkan saja mereka pergi dari sini, itu lebih baik jika harus meladeninya” perintah Zates dengan segera, seolah ia tidak ingin semua peperangan ini berlanjut, sebab sangat tidam memungkinkan untuk Merry. Meskipun banyak kemunginan untuk mendapatkan musuh, namun saat ini ada Merry adalah poin pertama yang tidak bisa di tempatkan dalam bahaya, ia tidak bisa memprovokasi mereka lagi, sebab itu sangat mengancam keselamatan wanitanya.


Andai saja Zates tidak tersulut emosi dan bersikao tenang seperti biasa, mungkin Merry tidak akan mengalami hal seperti ini, yang paling Zates khawatirkan bukan luka di pergelangan tanganya yang begitu dalam, melainkan perasaan Merry yang tanpa sengaja terlukai oleh dirinya.


“Zates bertahanlah” lirih Merry dengan takut, seolah ia merasa sangat bersalah pada pria itu, Merry yang tidak pernah memeluk Zates atau tidak rela menyentuhkan tubuhnya pada pria itu, kali ini berinisiatif untuk memeluk tubuh pria yang berkorban melindunginya, menahan kesadaran Zates dengan air matanya yang terus membanjir, dan selalu menyerukan suara agar pria itu tetap di posisi sadar, tentu saja keadaan Merry terlihat kacau, membuat Zates merasa sulit bertahan.


“Apakah aku menakuti Merry” tanya Zates pada dirinya sendiri, bahkan ia yang merasa tidak sangup bertahan akibat rasa sakit yang amat dahsyat itu, berusaha kuat dan tetap sadar untuk membalas pelukan Merry yang menopang tubuhnya yang besar, bagaimanapun Zates tidak ingin wanita itu bekerja keras menahan tubuhnya, sekuat tenaga Zates tetap bertahan meskipun di penghujung kesadaran.


“Aku baik-baik saja” ucap Zates ketika memandang kedua mata Merry yang di penuhi oleh cemas, beberapa saat sebuah mobil terhenti tepat di hadapan mereka, menuntun Zates menaikinya dan Merry mengambil posisi di samping Zates sebagai tempat sandaran, bahkan wanita itu tidak peduli dengan gaunya yang sudah ternodai oleh darah dan tidak peduli pada penampilanya yang terlihat berantakan, yang Merry pedulikan menutup aliran darah yang mengucur dari lengah pria itu.


Kepala Zates bertopang di paha Merry, matanya dengan kabur menatap wajah khawatir dengan sikap lembut itu, bahkan Zates ingin sekali membuka mata dengan lebar untuk menatap wanita yang amat ia cintai, sayangnya kesadaran Zates perlahan mulai menghilang, namun sebelum itu terjadi, jemarinya menyentuh pipi Merry dengan tatapan sayang, mengusap lembut buliran air mata yang jatuh dari sana, berharap Merry tidak menangis lagi, dan bisa sabar mennggu Zates kembali sadar, bagaimanapun Zates tidak akan menyerah, karna ini semua belum selesai “Jangan menangis. Jika kau terus menangis aku semakin terluka. Jadi berhentilah, kau terlalu cantik saat menangis” bujuknya dengan sedikit bercanda, sebelum akirnya menutup kedua mata.


“Zates!!!” teriak Merry, sehingga gas mobil ditancap habis oleh anak buah yang mengendarai kendaraan, mengarahkan mobil ke rumah tempat kenalannya Zates bekerja, setidaknya ia akan di tangani oleh dokter yang terpercaya dan juga mendapatkan layakan VVIP “Bagaimana bisa kau bercanda di keadaan seperti ini” isak wanita itu seolah tidak mampu berkata-kata, selain menangisi kebodohanya.